Thailand Negosiasi Membeli Tank T-90 Rusia

10
224
Tank T-90 Rusia
Tank T-90 Rusia

Tank yang berhasil melihat musuh lebih dulu hampir selalu memenangkan pertempuran dan hal ini benar adanya, khususnya di hutan dan persawahan Asia Tenggara yang sangat membutuhkan kemampuan kamuflase yang baik.

Thailand yang hendak mengantikan tank tempur mereka dengan T-90 Rusia, sepertinya paham benar dengan prinsip dasar pertempuran tank.

Pada Desember 2015 lalu, delegasi militer Thailand mengunjungi kantor pusat Uralvagonzavod di Moskow untuk meninjau tank generasi ketiga T-90MS (kode “M” berarti tank telah dimodernisasi).

Perwakilan Thailand mengungkapkan ketertarikan mereka terhadap T-90 dan T-14 Armata, untuk menggantikan tank inventaris yang telah ketinggalan zaman, M48A5 Patton, buatan AS. Namun, versi ekspor Armata masih dikembangkan dan perlu waktu beberapa tahun sebelum bisa diperoleh pembeli asing.

Sementara, kebutuhan Thailand terbilang mendesak karena Kamboja mengirim tank buatan Tiongkok ke perbatasan wilayah yang disengketakan dengan Thailand.

Tank T-90 tentu meningkatkan kemampuan tempur Tentara Kerajaan Thailand secara drastis, khususnya batalion kavaleri lapis baja. Ketika tank buatan Barat didesain untuk pertempuran di Eropa, dan tank Tiongkok merupakan tank tiruan impor Rusia yang berkualitas rendah, maka tank T-90 merupakan predator unggul yang dipersenjatai dengan baik dan mampu menaklukkan musuh di berbagai segi. Tank ini didesain untuk bertahan di segala jenis iklim dan cuaca, dari cuaca berselimut salju hingga hutan tropis yang lembab, dari pegunungan Himalaya hingga gurun berpasir di Asia.

Militer Thailand hanya perlu melihat Perang Vietnam untuk membayangkan seberapa efektif tank Rusia dalam dunia pertempuran. “Perang Vietnam kerap dibayangkan sebagai konflik gerilya, pertempuran itu dilakukan dengan metode konvensional, brigade tank Vietnam Utara membentuk ujung tombak yang membuat Vietnam Selatan kewalahan”, ujar Steven K. Zaloga, penulis Buku Main Battle Tanks T-54 and T-55.

Tank T-90 Rusia
Tank T-90 Rusia

Tenaga Lebih Kuat, Perlindungan Lebih Baik

Saat pengembangan tank Barat mengalami pasang-surut, riset dan pengembangan Rusia di bidang tank terbilang stabil, yang mencerminkan fokus Moskow di kekuatan darat. T-90 merupakan pengembangan terbaru dari tank Rusia seri-T yang merepresentasikan peningkatan tenaga kuda, mobilitas dan perlindungan, tulis Army Technology.

“T-90 lebih ringan dan gesit dibanding A1 Abrams Amerika yang berbobot 68 ton, sementara T-90 hanya 48 ton. T-90 berbobot 20 ton lebih ringan dari M1A1 Abrams! Bobot yang ringan ini membuatnya berukuran lebih kecil, lebih murah, dan handal melakukan manuver spektakuler, di ruang terbuka maupun lingkungan perkotaan yang padat”, ujar Foxtrot Alpha,

Karena lebih ringan dan lebih gesit, tank T-90 mampu melompati rintangan dengan mudah. Oleh karena itu, tank T-90 l kerap dijuluki “Tank Terbang”. Namun, tak ada kompromi dalam perlindungan lapis baja yang terbuat dari sejumlah lapisan lapis baja reaktif yang bersifat eksplosif.

Hal khusus menarik minat militer Thailand adalah kemampuan T-90 meletuskan tembakan antitank dari senapan utamanya yang berkaliber 125 mm. Tembakan yang dipandu laser ini dapat menghantam target berbasis darat dan target udara yang terbang rendah di jarak dekat, dengan peningkatkan jangkauan senapan utama T-90 dua kali lipat. Kru tidak akan kehilangan detik-detik beharga, untuk mengganti amunisi di antara peluncur yang berbeda. Dalam perang, meski kualitas perangkat penting, kemenangan kerap bermuara pada sisi yang melakukan tembakan krusial pertama.

T-90 memiliki sistem penglihatan kelas dunia yang membuat mereka mampu meningkatkan kepekaan situasional dan mampu meningkatkan kapabilitas tembak-lari yang sangat krusial untuk memenangkan pertempuran modern, khususnya di Asia.

Penjualan Asing

Pembeli asing terbesar adalah tentara India, yang berencana membeli lebih dari 1.600 tank. India mempersenjatai 21 batalion tank (resimen di India) dengan T-90, yang beroperasi di gurun Rajasthan yang panas dan berdebu, serta di ketinggian pegunungan Himalaya yang beku.

Pembeli lain adalah Aljazair (yang memiliki 305 tank dan hendak membeli tambahan 200 tank), Uganda, Suriah, Azerbaijan, dan Turkmenistan. Pembeli potensial antara lain: Vietnam, Siprus, Peru dan Venezuela.

Belajar dari Kesalahan

Pada 2011, Thailand menganggarkan 240 miliar dolar AS untuk membeli 49 tank buatan Ukraina, T-84 ‘Oplot-M’. Namun, pembelian itu berubah menjadi bencana, karena Tentara Kerajaan Thailand hanya menerima sepuluh tank hingga tahun 2015. Ya, sepuluh tank dalam waktu empat tahun.

Pada tahun 2015, Ukraina juga ‘kehilangan’ lima pesawat kargo An-32 yang seharusnya diserahkan kembali kepada AU India. Pesawat tersebut merupakan bagian dari 40 pesawat yang hendak dimodernisasi oleh Ukraina. Pejabat Thailand telah belajar dari kesalahannya dan memutuskan untuk bekerja sama dengan Moskow.

M-1 Abrams, yang menjadi tank utama Amerika, menggunakan mesin turbin gas, yang terbukti menjadi mimpi buruk bagi kru tank AS pada Perang Irak. Pasir menjadi kelemahan dari tank ini dan lebih dari seribu mesin harus dilepas dan dikirim kembali ke markas di AS, yang menciptakan kemacetan perawatan masif.

Indonesia.rbth.com

10 COMMENTS

  1. Kesilapan Ukraina bermusuh dengan rusia alatan spark di embargo oleh rusia, peralatkan senjata Ukraina menbuat tank berasal Dari rusia, segala spark Dari pesawat semua berasal Dari rusia, bisa katakan 80% spark senjata Dari rusia. Sehinggakan Ukraina terpaksa menbeli spark nagara ketiga Dari UAE

  2. Itulah mengapa pengadaan Tank Leopard Indonesia menjadi sangat crusial… untuk medan perang Asia tenggara yang tropis dan berlumpur, Tank berat jelas hanya akan stuck dan mungkin mengalami kegagalan dalam misi… Tank MBT dengan bobot ringan seperti T-90 jelas lebih cocok, dan ini Tank tidak alergi dengan air… bahkan di youtube banyak di tampilkan Tank ini terendam sampai di body, menyisakan Turet meriam saja yang masih kelihatan…

LEAVE A REPLY