Thailand Tambah 3 Kapal Selam Serang

Kapal selam serang Yuan Class (type 039A) China (Ronald O’Rourke)

Bangkok – Kabinet Thailand menyetujui tahap awal dari rencana pembelian tiga kapal selam buatan China senilai 393 juta dolar AS, ujat juru bicara pemerintah pada 24/4/2017.

Rencana pembelian tiga kapal selam buatan China seharga 36 miliar baht (1,05 miliar dolar AS) ditetapkan pada Juli lalu, hal ini dapat merenggangkan kembali hubungan negara Thailnd dengan AS sejak ketegangan hubungan antara mereka menurun setelah kudeta militer Mei 2014.

Pembelian kapal selam tahap awal disetujui pekan lalu.

“Kabinet menyetujui pembelian satu unit kapal selam pada 18 April,” kata juru bicara Sansern Kaewkamnerd.

Ia juga menambahkan bahwa anggaran sebesar 13,5 miliar baht (393 juta dolar AS) telah ditetapkan untuk pembelian kapal selam Kelas Yuan S26T selama masa waktu enam tahun.

“Media tidak diberitahu segera tentang pembelian ini, setelah rapat kabinet pekan lalu karena persoalan tersebut menyangkut keamanan nasional,” tambahnya.

Rencana ini menuai kritik dan pertanyaan dari masyarakat, apakah Thailand benar-benar membutuhkan kapal selam baru.

“Dalam situasi saat ini, dimana pemerintah tidak berhasil memecahkan masalah ekonomi, melakukan pembelian kapal selam yang mahal benar-benar tidak perlu,” kata Watchara Petchthong, politisi Partai Demokrat.

Juru bicara Angkatan Laut Laksamana Jumpol Loompikanon mengatakan angkatan laut Thailand saat ini memiliki empat kapal selam Jepang yang usianya hampir 60 tahun, kapal selam baru sangat diperlukan untuk melindungi keamanan perairan di negara tersebut.

“Warga Thailand akan memahami bahwa pembelian kapal selam angkatan laut itu akan layak dan bermanfaat bagi Thailand, ” kata Jumpol.

Kepala angkatan laut Thailand, Laksamana Na Arreenich, akan berkunjung ke China segera untuk menyelesaikan pembelian tersebut, menurut sebuah sumber di kementerian pertahanan, yang menolak disebut namanya karena kepekaan masalah.

Keamanan wilayah perairan merupakan isu yang hangat di Asia Tenggara, mengingat banyak klaim atas Laut Cina Selatan dari negara-negara sekitar, namun Thailand bukan penggugat dalam perselisihan itu.

Anggaran pertahanan Thailand tahun ini lebih dari 210 miliar Baht (6,11 miliar dolar AS), sekitar 9 persen lebih banyak dari tahun saat militer mengambil alih kekuasaan.

Antara/Reuters