Jul 082017
 

Senapan serbu K-2 buatan Daewoo terintegrasi dengan peluncur granat M203. © Daewoo

Thailand telah menunjukkan minatnya untuk membeli senapan serbu buatan Korea Selatan, menurut pejabat pertahanan Thailand pada hari Rabu (05/07/2017), seperti dilansir dari laman Defence Blog.

Selama kunjungan 4 hari yang dimulai hari Senin, pejabat Departemen Sains dan Teknologi Pertahanan (DSTD) Thailand yang dipimpin oleh Wakil Direktur Utama Jenderal Sombat Prasankasem serta para ilmuwan dari Institut Teknologi Pertahanan (DTI) berkeliling ke perusahaan pertahanan Korea, termasuk Poongsan dan S & T Motiv.

Poongsan adalah perusahaan yang memproduksi berbagai amunisi, sementara S & T Motiv memproduksi senapan serbu dan senapan mesin seperti K-2 dan K-12.

DSTD, merupakan bagian dari Kementerian Pertahanan Thailand, bertanggung jawab atas teknologi pertahanan dan kontrol kualitas. Sementara itu, DTI adalah pusat yang berafiliasi dengan departemen yang memimpin penelitian dan pengembangan serta pengujian dan juga evaluasi.

Para pejabat dan ilmuwan Thailand juga mengunjungi Badan Pertahanan untuk Teknologi dan Mutu (DTaQ) pada hari Selasa untuk mempelajari tentang prosedur baku dan jaminan kualitas perlengkapan dan bahan militer di Korea Selatan.

“Kunjungan tersebut dilakukan atas permintaan Thailand yang berusaha meningkatkan kerjasama teknologi dengan Korea Selatan”, kata juru bicara DTaQ.

DTaQ pun menjelaskan kepada pejabat Thailand yang menggunakan contoh standarisasi dan jaminan kualitas pasokan militer. DTaQ juga menunjukkan fasilitas pengujiannya kepada para pejabat dan ilmuwan asal Thailand tersebut.

Bagikan:

  24 Responses to “Thailand Tertarik Senapan Serbu Buatan Korea Selatan”

  1.  

    mending beli yg udah menang terus di AASAM

  2.  

    Genngsi….lah

  3.  

    produk tetangga kawasannya ga di lirik nih? :sorry

  4.  

    Pilih merek Pindad, jangan yang lain……

  5.  

    ss2 pindad kurang promosiny siih..

  6.  

    Coba pindad bisa bersaing…cpt laku..
    Harga harga ditekan…

  7.  

    Siap-siap, TNI AU Akan Tembakkan 4 Rudal Chiron di Laut Bulukumba
    Siap-siap, jangan kaget jika mendengar dentuman besar pada Kamis 13 Juli 2017. Pasalnya TNI AU akan meluncurkan 4 rudal buatan terbaru dari perairan Bulukumba.
    Peluncuran 4 rudal jenis Chiron ini dalam rangka uji coba persenjataan baru milik TNI. Rudal tersebut merupakan salah satu rudal generasi terbaru di kelasnya. Selain itu akan diujicobakan penembakan 200 butir peluru dari meriam penangkis serangan udara Oerlikon merupakan senjata buatan Swiss dan diproduksi tahun 2014. Senjata ini diklaim sebagai misil tercanggih di dunia, dengan memperagakan serangan musuh dengan menembak drone sebagai sasarannya.
    Meriam itu bekerja efektif sejauh empat kilometer, dan mampu menghancurkan sasaran udara berupa pesawat jenis apapun, serta bisa menghancurkan rudal, roket dan mortir yang datang menyerang. “Kita memasang Radar yang mampu mendeteksi serangan musuh, sehingga penembak akan menyerang jika ada hal-hal yang mengancam Indonesia,” ujar Dan Yunit Radar, Komando Operasi Angkatan Udara II, Lettu Pasukan Hari P disela rapat persiapan di ruang rapat Bupati, Jumat (7/7/2017). Ujicoba ini digelar Paskhas Komando Operasi Angkatan Udara II di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Bonto Bahari.
    Sedikitnya 150 personil TNI AU dan 14 Jenderal dari Mabes TNI Angkatan Udara akan hadir menyaksikan ujicoba untuk pertama kalinya di Bulukumba itu. “Pemilihan Bulukumba sebagai lokasi uji coba dikarenakan wilayahnya yang luas dan strategis. Serta wilayahnya masih kurang dilewati kapal ataupun pesawat sehingga menurutnya aman dilakukan uji coba,”kata Hari.
    Untuk satu peluru, Hari mengaku Indonesia harus mengeluarkan biaya tinggi yang perkiraan mencapai puluhan juta untuk satu amunisinya saja. Namun hal tersebut merupakan hal yang murah untuk menjaga keamanan negara. Bupati Bulukumba, A.M Sukri Sappewali mengaku bangga pelaksanaan ujicoba dilakukan di Bulukumba. “Bulukumba adalah bagian dari NKRI, ini adalah uji coba pertama untuk senjata baru tersebut,” ujar AM Sukri Sappewali.
    Sukri meminta kepada aparat pemerintah kecamatan dan desa kelurahan untuk mensosialisasikan rencana uji coba senjata pertahanan tersebut kepada masyarakat. Termasuk kepada para nelayan untuk tidak melaut di areal sekitar PPI Bontobahari.

  8.  

    Lah ktnya buatan pindad juara umum berturut2 tp kok peminatnya kurang ya? Apa msti di iklanin di tv?

  9.  

    Itu rudal chiron buatan mana? Jangkauan brp km?

  10.  

    walah ….pindad jagonya senjata …!!thailand masih malu malu yah

  11.  

    Korea hampir selalu ikut setiap ada pemeran pertahanan diseluruh dunia, itulah hasilnya… kalau kita paling saat Indo defense dan beberapa kali diluar saja, terlalu sedikit promosi di kita, media kita juga sangat rendah nasionalisnya semua minta adul

  12.  

    Payah ini direktur pindad, produk bagus kok dipromosikan

  13.  

    —Special Untuk Ankpisang—

    Dulu katanya Thailand tertarik dan Mau melirik senapan pt pindad.
    Taunya gak jadi dan memileh buatan korsel.
    Apa benar senapan buatan Indonesia masih dianggap gak berkualitas maka hgga saat ini belum laku di pasar internasional.
    Mereka mengira buatan Indonesia speknya masih rendah kayak anoa dan komodo yg masih guna teknologi axel lama yg udah ketinggalan.
    Kalo kpl perang cuma kpl angkut aja yg bisa dilirik dibeli pinoy.

    ——————————————–

    Lah Klau Senapan Buatan Indonesia Gk Berkualitas Ngapain Bisa Menang AASAM Secara Beruntun Dan Di Beli Oleh Banyak Negara Dan Memang Senapan Buatan Malay Macam Vita Berlendir Itu Berkualitas Ya? Laku Aja Kagak Itu Vita Berlendir… Dan Klau Anoa Speknya Rendah Ngapain TDM (Tentera Doyan Maling) Beli Sampe 30an Unit Plus Di Ganti Nama Jadi Rimau… Emang Malaya Dah Berhasil Jual Gempita Yg Hasil Dari Lisensi Turki Trus Di Klaim Bina Tempatan Plus Di Ganti Nama

    ———————————————

    Kalo kpl perang masih gak ada yg Mau percaya buatan Indonesia .
    Pinoy aja beli corvette korsel sedangkan pinoy bisa beli jugak corvette pt pal yg udah mendunia.
    Benerkan..udah mendunia hingga Rusia siap mohon tot bikin sigma.?

    ———————————————

    Hadeuh Ini Beruk Bego Amat Ya… Orang Indonesia Gk Di Bolehin Ngekspor Sigma Class Sama DAMEN Kok Malah Di Sukuh Ngekspor…

    ———————————————

    Tohh kayak kcr 60 yg harganya super murah pun masih gak ada yg Mau beli.
    Kasian pt pal ya..
    Kasian pak menhan yg siap membantu promosikan buatan Indonesia tp saat ini cuman tertarik tp belinya enggak.
    Heran yaa.

    ———————————————

    Emang KCR 60 di Jual Sama PT Pal Ya?… Dan Emang Galangan Kapal Malay Dah Bisa Buat Kapal Perang Yg Bersenjata Berat Misal Corvette&Fregat Ya? Lha Wong Paling Pol Aja Galangan Kapal Malay Cuma Bisa Buat Kapal Patroli Keci Tho Plus Gk Ada Yg Tertarik Tho…

    Note

    —Senapan buatan Indonesia: 10X Wons AASAM

    —Senapan buatan Malaysia: ERROR 404 NOT FOUND

    #Skakmatch

  14.  

    kalau inputan dari para user dilapangan…memang kalau senjata serbu SS-1 kurang perform, namun sdh diperbaiki di SS-2
    sedangkan untuk amunisi…misalnya yang digunakan polisi, kalau jauh dengan buatan amrik, timahnya kita cepat pecah..sedang buatan amrik sampai nembus dan tidak pecah saat uji tembakan tanah….
    jadi mungkin khusus untuk polisi kayaknya di-design untuk tidak mematikan hanya melumpuhkan…takut kena HAM kali…huehehe

  15.  

    Teknologi metalurgi yg wajih RI kuasai agar pengembangan alutsista kita berkualitas bs setara negara2 yg telah maju InHannya!

  16.  

    Wah… pindad gak maen nih salesnya, saya usul sebaiknya diganti saja

    :sup2:

 Leave a Reply