Jul 162014
 

thales-uav

London – Thales memperkenalkan misil baru, varian precision-guided Lightweight Multirole (LLM), untuk diintegrasikan dengan unmanned air vehicle (UAV) jarak jauh, 14/07/2014.

Thales menggandeng Textron Systems sekitar 8 bulan lalu untuk mengintegrasikan amunisi 6 kg ke badan UAV, dan mereka sekarang siap membawanya ke pasar.

Misil yang dilepas dari UAV ini memiliki panjang 70 cm, lebar 7,6 cm dengan membawa hulu ledak 2 kg, untuk melakukan serangan persisi -termasuk untuk menghantam kendaraan militer- yang memiliki sistem navigasi internal, seperti semi-active laser guidance.

Juni ini telah diumumkan bahwa Thales akan mennyuplai helikopter serang AgustaWesland Wilcat Angkatan Laut Inggris, dengan misil LLM ini, terkait program the Future Anti-Surface Guided Weapons Light (FASGW-L). Misil LLM akan menyediakan rudal kelas ringan bagi Angkatan Laut Inggris, untuk menghadapi kapal boat, kapal cepat serta target kecil lainnya.

“Saat ini ada celah di market, dan ada kebutuhan untuk memenuhinya”, ujar Direktur Marketing Thales Inggris, Ricky Adair.

Adair mengatakan, UAV telah terbukti kegunaannya sebagai aset inteligen, surveillance dan reconnaissance, namun pengguna membutuhkan kemampuan tambahan dari UAV -khususnya dikaitkan mahalnya harga bantuan udara (close air support) yang menggunakan pesawat.

“Kami bekerja tanpa mengenal rasa lelah, untuk membuktikan kemampuan tersebut”, ujar Adair.

Perusahaan Thales bisa menyediakan misil LLM, 12 bulan sejak pemesanan dan saat ini segera melakukan uji coba untuk melayani konsumen potensial.

Textron adalah perusahaan UAV yang juga memasok RQ-7 Shadow untuk Angkatan Darat serta Marinir AS dan juga Aerosonde – design XMQ-19A yang digunakan Amerika Serikat. (FlightGlobal).

  56 Responses to “Thales Kembangkan Misil Baru UAV”

  1. pertamax toh

  2. masih sepi ajah

    • Coba bikin ramelah…
      Indonesi sdh banyk memakai Produk Thales yg sdh banyk di Aplikasi pd Perangkat Alutista TNI.mulai dr Radar Ocean master 100 pd Pesawat NC 212,CN 235.serta Ocean Master 400 pd CN 235 NG.Radar Master T dan masih bnyk lg.bahkn ada TOT dr Pembelian Pespur Dasauld Rafale dan Eurofighter Typon.dan jg sudh ada kerjasama Pembuatan Radar antara Thales dengn PT.LEN.nah mungkinkh kedepannya Indonesia berminat untk mengakuisisi LLM ne trs ada Proses TOT atwpn Kerja sama pembuatn LLMne krna Indonesia sdng dlm Pengmbangn Pesawat UAV yg kedepannya di sertai dengn UAV yg di bekali senjata.sprti Predator misalnya.
      mohn ralat klo da yg salah…
      butuh Pencerahn ne dr om2 sesepuh Warjag.

  3. Pertamax plus

  4. dua

  5. Hadir 5

  6. hattrick..dan kali ini mulai lapar info hoexnya dari para komandan warjag…

  7. Pertamak plus lg , sepi

  8. 10 bsar…lumayann

  9. no k songo

  10. Kudu beli ini bom kecil tapi presisi tinggi; maverick terlalu besar

  11. hadir

  12. LMM ini baru masuk akal seandainya digunakan untuk mengatasi ilegal fishing atau perompakan di laut dan yang menggotong adalah drone, bukan sekedar UAV jarak sedang..

  13. “”Misil yang dilepas dari UAV ini memiliki
    panjang 70 km, lebar 7,6 cm dengan
    membawa hulu ledak 2 kg,””

    koq panjang 70 km?
    maksudnya 70 cm kali ya

  14. perang robot sdh diambang pintu.NKRI siapkan diri karena setelah perang robot (puncak klimaxs)akan kembali perang dg pedang,panah,tombak dan senjata legendaris kita Bambu Runcing…

  15. lima

  16. 15 Besar …

  17. mumpung lagi hangat nih bung Admin,sekalian artikel UAV perdana Palestine Ababil-1.tksh

  18. Rudal ini Mutlak buat HERON kita

  19. gw ngbayangin kl kaya gini dupunyain hamas… bisa2 kocari kacir israhell

  20. Kangen nih dgn Hoax nya Bung PS dan Bung Nara…..

  21. Another Excalibur??

  22. Nongkrong di bandara ah sapa tau ada penampakan yg keren2 dari tni au

  23. indonesia tercinta harusnya udah punya n wajib bisa buat sendiri..copy paste aja itu heron israel
    NKRI HARGA MATI Dechh

  24. Hmm.. mudah2 kedepannya ilmuwan kimia dan fisika kita bisa bikin warhead lightweight tapi dengan ledakan super besar.. meski berat warheadnya cuman 2 kg misalnya, tapi ledakannya setara 20-40 kg.. kan mantap tuh..

  25. Sudah terima 2 kilo, menyusul lagi 6 kilo

  26. ada…

  27. tambah rame..

  28. aww. mas diego, gue, Jalo mohon izin nyumbang artikel disini ya

    memimpikan PAL menuju Baltic dan Sevmash……
    Bismillahirrahmanirrahim. Entah dari mana memulainya namun dengan artikel seperti ‘anda percaya kami bisa, Habibie dan poros JAB, Habibie eropa dan alutista’ dan masih banyak yang lain yang ditulis oleh cak Yayan, Jalo, Satrio, Diego, Gue, PS, Afn, Afiq dan lain lain saking banyaknya guru-guru sayamenjadikan saya ingin curhat berbagi cerita yahhh anggap saja foe, fake atau hoaxlah dari yang nyata.
    Sejarah Indonesia terkenal dengan kerajaan yang hebat serta pengarung samudra luas yang dikenal sampai benua afrika sangat memungkinkan melatar belakangi salah satu BUMNIS NKRI untuk kembali bangkit berdiri tegak dengan segala upaya agar bisa berkibar di pelosok negeri hingga seluruh penjuru dunia.
    Berdiri dengan nama awal Marina kemudian menjadi Kaigun di masa Jepang, memang sangat erat hubungannya dengan TNI AL lagipula berdampingan dari segi tempat yang berlokasi di kota pahlawan.
    Adalah PT. PAL yang luasnya tidak sampai 20 lapangan sepak bola mampu memproduksi berbagai jenis kapal termasuk peruntukannya. Dengan segala dinamika perusahaan alami tidak membuat BUMNIS ini patah arang dan malah mulai melompat jauh ke depan tentunya tertolong dengan adanya UU tentang alutsista, program MEF 1-2-3 dst. Kita sering mendengar, melihat bahkan mungkin ikut serta belajar bersama membuat kapur/kaprang bersama para pembuat yang ahli dari negeri tulip, fashion, dsb dan tidak sampai disitu saja BUMNIS ini juga belajar langsung di jaringannya HDW (mana saja ya..he he he) termasuk dari kutub utara tentang dunia perlontongan.
    Saya ajak sampean semua surfing sebentar ke Bxxxxx yang berada di negeri beruang merah ini mungkin memulainya dari zaman kerajaan Tsar dan terus berlanjut sampai sekarang didukung SDM dan teknologi yang selalu membuat negara-negara pesaingnya keder dengan inovasi yang luar biasa ampuh mematikan. Dari 2 Shipyard ini kita dapat sesuatu yang bisa dibilang wooouuw sangar jehhh…seperti proyek 68bis dengan Sverdlov class dan kita ketahui salah satunya bernama KRI Irian dari nama asli Ordzhonikidze ketika menjadi arsenal NKRI sebelum dicairkan di Taiwan saat era Presiden ke-2. Nah mungkin satu-satunya saudara yang masih tersisa yaitu bernama Mikhail Kutuzov. Kalau tidak salah cak Satrio yahh pernah membuat A1 list yang mencantumkan 1144.2 selain proyek 1164 dan seterusnya dan seterusnya masuk koleksi dan menjadi arsenal TNIAL.
    Shipyard satunya bernama Sxxxxxx mampu membuat lonting banyak rasa dan ukuran diantaranya 636/877, 667, 941, 971 yang insyaAllah para kru hiu kencana sudah dan sedang makan lontong balap pake sambel kupang itu.
    Semoga NKRI negra tercinta kita mampu memadukan B dan S di Pal, Palindo, DRU, Lundin dsb tentunya dengan support semua. Jayalah Indonesia Selalu
    matur nuwun permisi mau kerja lagi, he he he

  29. Klo diliat dr listnya Apanya yg hoax bung?

  30. ijin nyimak, Jakarta Greter kayaknya semakin kurang seru dengan lama tidak nongolnya Bung PS, Bung Nara, Bung yayan dengan artikel2 keren nya

  31. pertanyaanya
    1. berapa jangkauan rudal ini?
    2. apakah menganut mode fire and forget serta bisa digunakan untuk salvo seperti brimstone?
    http://www.youtube.com/watch?v=rsZG1-MnMvc

  32. Apa kabar UAV Indonesia?

 Leave a Reply