Thales Siap Pasok Radar AESA Jet Tempur Tejas

Jet tempur Tejas India (wikimedia.org)

New Delhi. Jakartagreater.com – Perusahaan Thales Prancis telah membuat posisi yang kuat untuk memenangkan tender pengadaan radar AESA (Active Electronically Scanned Array) pesanan India senilai $ 1,8 miliar. Radar tersebut telah sukses diujicoba pada pesawat tempur ringan Tejas MK1A India di Cazaux airbase, Prancis, dirilis Sputniknews.com, 16/10/2017.

Uji terbang yang dilakukan beberapa minggu yang lalu terutama berfokus pada analisis metrologi terhadap kinerja radar.

Menurut TheHindu.com, 16/10/2017 radar ini didasarkan pada radar RBE2 yang sukses dipasang pada jet tempur Rafale, 36 di antaranya dibeli oleh India dari Dassault. Radar tersebut memenuhi persyaratan spesifik dari Hindustan Aeronautics Ltd, untuk melengkapi 80 pesawat Tejas-Mk1A yang sedang dikembangkan.

“Untuk memenuhi kebutuhan perusahaan HAL India, Thales menawarkan lightweight compact active array radar. Radar Thales sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan untuk menyediakan mode operasi simultan yang mendukung kemampuan multi misi udara ke udara, udara ke darat, dan mode operasi udara ke laut dan penyebaran senjata,”kata Thales dalam sebuah pernyataan.

Jet tempur Tejas Mk1 India (photo : defenceupdate.in)

Sebuah varian jet tempur Tejas Mk-1A dengan perbaikan spesifik sedang dalam pengembangan dan perusahaan HAL India pada awal tahun ini mengeluarkan tender radar AESA dan Self-Protection Jammer.

Kementerian Pertahanan India telah menyetujui pembuatan 83 Tejas Mk1A untuk Angkatan Udara, selain 40 varian dasar.

Untuk itu perusahaan HAL India, telah mengeluarkan request for quotation (RFQ), permintaan detil harga dan spesifikasi radar AESA ke Israel Aerospace Industries / Elta (Israel), Raytheon (Amerika Serikat), Rosoboronexport (Rusia), Saab (Swedia), dan Thales (Prancis) pada Desember lalu. HAL mengajukan campuran persyaratan pengiriman dimana 24 akan dibeli sebagai sistem rakitan lengkap dan delapan lainnya dalam model kit untuk perakitan lokal. Sisanya akan dikerjakan dalam bentuk lisensi oleh HAL berdasarkan perjanjian transfer teknologi.

India juga sedang menyiapkan radar AESA sendiri. Proyek radar AESA dari Defense Research Development Organization (DRDO) India senilai $ 67 juta kemungkinan akan selesai pada bulan Mei 2019, setelah tertunda selama tiga tahun. Radar AESA yang dikembangkan secara lokal akan dipasang pada versi upgrade dari pesawat tempur ringan -Tejas MK 2.

Radar AESA akan dipasang pada Jet Tempur tempur Tejas yang dikembangkan secara lokal untuk menggantikan armada MiG-21 yang sudah tua.

Tinggalkan komentar