Oct 292017
 

Jet tempur Tejas India (wikimedia.org)

New Delhi. Jakartagreater.com – Perusahaan Thales Prancis telah membuat posisi yang kuat untuk memenangkan tender pengadaan radar AESA (Active Electronically Scanned Array) pesanan India senilai $ 1,8 miliar. Radar tersebut telah sukses diujicoba pada pesawat tempur ringan Tejas MK1A India di Cazaux airbase, Prancis, dirilis Sputniknews.com, 16/10/2017.

Uji terbang yang dilakukan beberapa minggu yang lalu terutama berfokus pada analisis metrologi terhadap kinerja radar.

Menurut TheHindu.com, 16/10/2017 radar ini didasarkan pada radar RBE2 yang sukses dipasang pada jet tempur Rafale, 36 di antaranya dibeli oleh India dari Dassault. Radar tersebut memenuhi persyaratan spesifik dari Hindustan Aeronautics Ltd, untuk melengkapi 80 pesawat Tejas-Mk1A yang sedang dikembangkan.

“Untuk memenuhi kebutuhan perusahaan HAL India, Thales menawarkan lightweight compact active array radar. Radar Thales sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan untuk menyediakan mode operasi simultan yang mendukung kemampuan multi misi udara ke udara, udara ke darat, dan mode operasi udara ke laut dan penyebaran senjata,”kata Thales dalam sebuah pernyataan.

Jet tempur Tejas Mk1 India (photo : defenceupdate.in)

Sebuah varian jet tempur Tejas Mk-1A dengan perbaikan spesifik sedang dalam pengembangan dan perusahaan HAL India pada awal tahun ini mengeluarkan tender radar AESA dan Self-Protection Jammer.

Kementerian Pertahanan India telah menyetujui pembuatan 83 Tejas Mk1A untuk Angkatan Udara, selain 40 varian dasar.

Untuk itu perusahaan HAL India, telah mengeluarkan request for quotation (RFQ), permintaan detil harga dan spesifikasi radar AESA ke Israel Aerospace Industries / Elta (Israel), Raytheon (Amerika Serikat), Rosoboronexport (Rusia), Saab (Swedia), dan Thales (Prancis) pada Desember lalu. HAL mengajukan campuran persyaratan pengiriman dimana 24 akan dibeli sebagai sistem rakitan lengkap dan delapan lainnya dalam model kit untuk perakitan lokal. Sisanya akan dikerjakan dalam bentuk lisensi oleh HAL berdasarkan perjanjian transfer teknologi.

India juga sedang menyiapkan radar AESA sendiri. Proyek radar AESA dari Defense Research Development Organization (DRDO) India senilai $ 67 juta kemungkinan akan selesai pada bulan Mei 2019, setelah tertunda selama tiga tahun. Radar AESA yang dikembangkan secara lokal akan dipasang pada versi upgrade dari pesawat tempur ringan -Tejas MK 2.

Radar AESA akan dipasang pada Jet Tempur tempur Tejas yang dikembangkan secara lokal untuk menggantikan armada MiG-21 yang sudah tua.

  50 Responses to “Thales Siap Pasok Radar AESA Jet Tempur Tejas”

  1.  

    Selamat malam
    bung anu
    bung uling putih
    bung kambing
    bung good people
    bung kasino lagi mulung

  2.  

    Enaknya negara yang bisa bikin pespur sendiri.

  3.  

    makan tales minumnya teh jus… cocok bener wkwkwk

  4.  

    Bung anu yg mana bung? haha

  5.  

    Lho, bukannya jarene sudah manteb pake radar aesa buatan elta lha kok masih milang-miling sana-sini?

  6.  

    Permasalahan radar pespur hal tejas sudah di jwb thalles franc, menggunakam aesa, slmt tinggal f16

    Hahhahaaaa

  7.  

    Begitulah usa, punya segudang merasa.
    Merasa beres tapi tidak prnah beres.
    Mungkin sanksinya itu tidak bisa pula masuk dr manapun, masih mending nyangkut digigi fnc, tinggal beri saran sj kpd fnc utk minum

    Hahhaahaaaa

  8.  

    Tejas cermat…
    Good bye f16

  9.  

    waduh keduluan tejas, sayang padahal sukhoi mki lebih cocok pakai radar aesa zhuk-ae…
    xixixi

    edisi goreng tempe oncom

  10.  

    Hebat jg India bs buat pespur sendiri walau masih kalah dr China.

    •  

      kalau dicermati, tejas lebih bagus dari buatan cina atau pun rusia.
      lihat saja flarenya……masak tejas mempublikasi video pesawat bagian belakang cuma buat pamerin pantatnya doang……hhhhhh
      lalu lihat desainnya, walau saya ga srek dgn konfigurasi inlet dan sayap. tapi krn didesain menggunakan CAD dan dapat bantuan israel, maka lebih baik drpd buatan cina dan rusia.

      tapi sayang org sana maunya buatan luar drpd dalam negeri.
      mereka lebih mentingkan tot dapat dari luar drpd mengembangkan sendiri.
      tapi juga bisa dibilang cost beli jadi desain dan riset lebih murah drpd ketimbang bikin sendiri yg tentu lama, mahal, dan butuh fasilitas ini itu.

  11.  

    Cara culas AS dlm persaingan penjualan alutsista, sekutunya harus beli buatannya klu dr timur lgsg diancam sangsi! Mgkn efek alutsista Rusia menjadi antidot buatannya sehingga dia takut gak bs intervensi kenegara2 yg kuat memakai alutsista dr Rusia! Alasan yg dibuat2 tanpa bukti ala AS terus dipakai untuk Hegemoninya atas dunia!

  12.  

    Radar nya Ifx siapa yang memasok bung???

  13.  

    Spesifikasi tejas apa yah..mantap juga ini kalo udah ditambahi radar AESA..musuh FA 50,musih gripen C/D..

  14.  

    Saya ndak Yakin ini pesawat (modelnya nyontek punya Mirage – Prancis – TOT) bisa duel dengan SU27/30 ataupun F16

  15.  

    Semoga radar SU35 kita hasil bikinan russia biar bisa deteksi f35 dan f22, kalau bikinan amrik kuatir nya cuma bisa mantau pesawat russia, china aja dan mantau drone kayak rudal patriot pinter mantau drone …

    😀

  16.  

    lumayan nih buat gantiin f5 hihiii..
    beli 12 biji siapa tau dpt TOT nya, trus bisa bikin sendiri dah dpt aesa lg..
    murah meriah.. sambil ngelatih pilot f5 yg terancam nganggur..
    cost /hour jg cman usd 2000-5000..

  17.  

    Kenapa harus kalah dari Tejas? Cuma bisa bawa 4 rudal AAW apa gunanya??

    Hhhhhhhhhh

 Leave a Reply