Sep 042014
 

satgas-pulau-fani

Wilayah utara Raja Ampat menjadi serambi terdepan NKRI. Kepulauan itu berbatasan langsung dengan negara tetangga Republik Palau dan Filipina. Wartawan grup media ini, Suryo Eko Prasetyo, ikut dalam patroli menggunakan pesawat TNI-AL dalam rangkaian Sail Raja Ampat atas undangan Armatim akhir Agustus 2014.
Berada di Kepulauan Raja Ampat tidak lengkap jika tidak ke pulau terluar di Papua Barat. Di utara wilayah pemerintahan kabupaten itu terbentang gugusan kepulauan di bibir Samudra Pasifik yang berbatasan dengan Negara Palau dan sebagian Filipina.
Berdasarkan peta Dinas Hidro Oseanografi Mabes TNI-AL, sedikitnya ada tiga pulau terluar utara Raja Ampat sebagai pintu masuk Indonesia di timur laut.
Tiga pulau terluar itu di antaranya Pulau Fani, Pulau Fanildo, dan Pulau Bras. Pulau itu terdiri berbagai distrik (semacam kecamatan). Antara lain Distrik Kepulauan Ayau, Waigeo Barat, dan Waigeo Utara.
Wilayah tersebut punya arti penting bagi NKRI. Potensi perikanan maupun hasil laut dapat menarik minat asing masuk wilayah tersebut tanpa prosedur resmi. Hal itu membuat pemerintah saling berbagi tugas dalam mengawasi pulau terluar.
Salah satu tugas dipercayakan kepada prajurit TNI dalam menjaga kedaulatan. “Kami selalu mendukung TNI-AL dalam melakukan pengamanan di pulau terluar,” tegas Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro kepada media ini dalam penerbangan menggunakan Cassa U-615 di bawah jajaran Pusat Penerbangan TNI-AL.
Pesawat transportasi taktis itu bertolak dari Bandara Domine Eduard Osok, Sorong Jumat (22/8) pukul 07.30 WIT. Turut dalam patroli, Kepala Staf TNI-AL Laksamana TNI Marsetio, Asisten Operasi KSAL Laksda TNI Arief Rudianto, Kepala Biro TU Setjen Kemhan Brigjen TNI Ida Bagus Purwalaksana, dan Perwira Pembantu Dukungan Operasi Staf Operasi AL Kolonel Marinir Ketut Suarya.
Pengamanan berupa penempatan satuan tugas pulau terluar dari prajurit Korps Marinir. Di setiap pulau ditempatkan satu tim prajurit baret ungu mencapai 15 personel. “Setiap enam bulan sekali dilakukan pergeseran satgas,” sambung Marsetio.
Bagi Perwira Staf Operasi Puspenerbal Kolonel Laut (P) Edwin, kepulauan terluar menjadi habitat ikan yang menjadi buruan banyak pihak. Terutama di lingkungan status ekonomi sosial atas. “Banyak ikan napoleon yang harganya mahal berkembang di kawasan itu,” terang Edwin. Melalui patroli maritim secara berkala, jajarannya berkoordinasi dengan satgas Marinir setempat maupun unsur pangkalan TNI-AL terdekat untuk melakukan penindakan.
“Kami akan kontak ke pangkalan terdekat kalau ada yang mencurigakan berdasarkan pengamatan dari udara,” lanjut mantan Komandan Pangkalan AL Tanjung Balai Karimun itu.
Dari laporan dan data titik koordinat pihak yang dicurigai itu, pangkalan terdekat mengerahkan armada kapal cepat untuk melakukan penindakan. Kerugian negara dari pelanggaran seperti pencurian ikan maupun pencurian kandungan mineral bumi dapat diantisipasi.
Bukan rahasia lagi Raja Ampat juga menyimpan potensi tambang. Seperti nikel di Waigeo, batu bara dan minyak gas di Pulau Salawati, emas dan bahan baku semen di Pulau Batanta serta Misool.
Jarak antarpulau yang berjauhan membuat aparat harus kerja ekstra dalam melakukan pengawasan. Seperti jarak Pulau Fani dengan Bandara Marinda di Waisai, ibu kota Raja Ampat, menurut Edwin mencapai 120 mil atau sekitar 193 kilometer (1 mil setara 1,609 kilometer).
Penempatan Marinir di pulau terluar menjadi upaya menjaga kedaulatan di titik nol Merah Putih. Ketut menceritakan, marinir yang ditempatkan di perbatasan itu diberangkatkan dari Pos AL Waisei. Membayangkan berlayar menggunakan kapal ke pulau terluar jelas berat. Perjalanan tidak bisa dibilang mudah karena perairan yang diseberangi merupakan pertemuan arus antara Samudra Pasifik dan Laut Tiongkok Selatan.
Kapal patroli tidak bisa merapat ke Pulau Fani karena terdapat banyak karang. Persis di selatan pulau itu terdapat Pulau Igi dan Pulau Miarin. Untuk mengakses antarpulau tersebut, prajurit membuat jembatan dari kayu. Ketika pesawat yang saya tumpangi melintas di atasnya, kondisi laut di sekitar pulau tersebut sedang surut. Perahu yang hendak mendekat harus lego jangkar agak menjauh. “Kapal bisa kandas terkena karang,” terang alumnus Sesko TNI terbaik itu.
Di beberapa sudut lain tampak kapal-kapal nelayan berjajar di permukiman tidak tetap. Meski dimensi panjang Pulau Fani dan dua pulau di sebelahnya tidak lebih dari 1 kilometer, di bagian tengahnya tumbuh belantara hijau.
Hutan tersebut terasa kurang familier bagi yang tidak punya kelebihan daya tahan badan. Malaria yang ditularkan nyamuk menjadi ancaman bagi yang tidak menyiapkan tindakan preventif mengonsumsi pil kina maupun lotion antinyamuk.
Pada rangkaian kegiatan operasi Surya Bhaskara Jaya (SBJ) di Papua Barat, seorang anggota Marinir kedapatan dirawat di KRI dr Soeharso yang sempat sandar di Waisei. Personel itu didiagnosis terserang malaria setelah bertugas di pulau terluar tersebut.
Kapal rumah sakit apung yang bermarkas di Armatim Surabaya itu juga melakukan operasi di Pulau Mutus, kawasan terluar di Waigeo Barat.
Letak geografis pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga turut mendorong Pemkab Raja Ampat mendesak pemerintah pusat agar mempercepat pembangunan wilayah perbatasan. Selama ini pemberdayaan ekonomi maupun infrastruktur di kawasan terluar untuk memperkokoh nilai tawar di mata negara tetangga belum optimal.
Begitu pula di bidang pendidikan. Sejumlah institusi menerjunkan relawan guru maupun sarjana mendidik di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal. Dorongan agar pulau-pulau tersebut menjadi daerah otonom belum terealisasi. Sebagaimana disampaikan staf ahli pemerintahan Pemkab Raja Ampat I Nyoman Jaya, pemekaran pulau terluar menjadi Kabupaten Raja Ampat Utara sudah diusulkan sejak 2011.
Pemkab di bawah kepemimpinan Bupati Marcus Wanma menyiapkan tahapan untuk persyaratan pemekaran. Salah satunya berupa pelepasan tanah adat seluas 1.000 hektare di Waigeo Utara hingga melengkapi data-data maupun persyaratan lain. ’’Masyarakat turut menyambut rencana baik pemekaran itu,’’ tuturnya.
Nyoman berharap dari pemekaran pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara lain dapat memperpendek rentang permasalahan. Pria keturunan Bali itu mengibaratkan pemekaran sebagai membangun serambi negara. ’’Kejahatan di laut maupun kerugian negara yang ditimbulkan bisa diminimalisasi,’’ ujar Nyoman. (kaltimpost.co.id)
Bagikan:

  68 Responses to “Tiap Pulau Dijaga 15 Personel Baret Ungu”

  1.  

    absen

    •  

      alhamdulillah siji:D,,,
      semoga dgn adanya penjagaan personil baret ungu bisa makin terjaga pulau2 terluar dan perbatasan:D

      •  

        wew… kalah beberapa detik dari bung MU15.
        maklum hp lemot.
        selamat bung..

        ane jg baru sore tadi baca di JaPos.
        mudah”an semua pulau terluar baik yang berpenghuni maupun tak berpenghuni dijaga oleh TNI kita.
        dan mudah”an juga, dibangun landasan udara di pulau” terluar tersebut (kalo pulau tersebut mencukupi), supaya kapal Induk KRI NUSANTARA dapat terwujud

        BRAVO TNI, BRAVO NKRI

        •  

          hahaha….salam dr sy Bung Pordjo,,,,
          di warjag emang susah buat absen pertama…:D…dah kedua kali jd nomero siji…
          wow kapal induk Nusantara ^.^,,,kita kan bukan negara agresor Bung…:D,,,cukup diperkuat saja alusista NKRI hingga MEF III jadi ideal dan terpenuhi:D
          syukur2,,,bisa dibuat di dalam negri yang handal di semua lini pertahanan:D

          •  

            salam bung MU15.

            iya bener’ susah dapet pertamax bung. hahaha.

            bukan kapal induk yg begitu maksud saya bung MU15.
            dengan kita membangun pulau” terluar kita, dan membangun Landasan udara di Pulau yg bisa dibuat Lanud dan kita tempatkan Fighter di Lanud tersebut, maka otomatis kita sudah serasa mempunyai kapal induk, tanpa kita membuat / punya kapal induk beneran bung. (seperti banyak diungkapkan sesepuh” dimari).
            bayangkan saja berapa pulau” terluar yg kita miliki. banyak kan bung. kalau semua dibikiin lanud kan lumayan bung..

            maap kalo salah..

        •  

          @bung pordjo,,,,ternyata salah tangkap sy..:D
          maklum wong cilik…hehehe…

    •  

      Numpang bung MU15, harusnya pulau terdepan tidak hanya dijaga 15 prajurit marinir, kalau perlu dibuat batalion Marinir dan pangkalan angkatan laut yang siap utk transit kapal patroli.

      •  

        wah sepakat aja saya Bung Pitik, kalo sy terserah jajaran petinggi TNI aja mau berapa personil,,,
        klo mnurut sy 2 personil (aktif keliling tapinya yak,,,hehe…) aja dah cukup ditempatin di tiap pulau terluar yg berbatasan.
        maaf lantjang gak permisi dulu sama pendahulu dimari:D
        salam Bung gue,Satrio,Diego,yayan,PS,Jalo,Wehr,DK,MrP119,,DLL
        klo punya cerita terkini mengenai ketangguhan aka heroik para prajurit TNI,,,tolong di sebar dimari dong,,,hehehe terimakasih
        @maaf, tukang semir sepatu mau nimbrung….:D

    •  

      Skali penempatan langsung 6bulan jdi bolang,
      Berat bgt tugasnya,jagain kedaulatan Negara tapi jauh dri keluarga,tiap hari wajib tempur sama nyamuk Anopheles 🙂
      Saya cuma mampu mendoakan kalian smoga d jauhkan dri bahaya,Amin,,

  2.  

    mantab. ane baru baca di jawa pos

    •  

      alhamdulillah Podium juga..

      ane jg baru sore tadi baca di JaPos.
      mudah”an semua pulau terluar baik yang berpenghuni maupun tak berpenghuni dijaga oleh TNI kita.
      dan mudah”an juga, dibangun landasan udara di pulau” terluar tersebut (kalo pulau tersebut mencukupi), supaya kapal Induk KRI NUSANTARA dapat terwujud

      BRAVO TNI, BRAVO NKRI

      •  

        Bisa aja bung pordjo,setau saya d kapasan kepulauan yg kecil2 kyak gitu lautnya dangkal lho,klw kapal induk nekat mangkal bisa sobek lambung kapal n rusak smua trumbu karang,kelelep deh kyak Titanic,ktawa masal tuh rakyat sonotan
        Sonotan kan pke cara2 licik dgn membangun kawasan yg masih berstatus duo,nah mungkin cara ini bsa d terapkan d pulau2 Indonesia bagian luar dgn mmbangun pos TNI misalnya,,

  3.  

    Mudah2an..ersonil marinir ditambah kalau bisamenjadi 2-3 kali lipat dari yang sekarang..

  4.  

    mantab

  5.  

    Selamat malam warjag..

  6.  

    absen

  7.  

    Dan yg dibutuhkan hanyalah Perhatian lebih dari Pemerintah pada
    Kesejahteraan para Ksatria Hantu Laut…

  8.  

    Alhamdulilah,mantab,monggo di lanjut….!!!

  9.  

    ijin nyimak….

  10.  

    harta karun raja ampat.

  11.  

    Dan yg penting kesejahteraan Prajurit hrs ditingkatkan.prajurit di perbatasan resikonya tiga kali lipat baik dari segi psyhologi ataupun kecelakaan.gimana kalau anggota DPR terpilih sblm dilantik di gembleng ala militer dulu di sana sebulan,biar merasakan sendiri cara ihtiar hidup /survival.

  12.  

    Perjuangan yang berat untk mengawal & mempertahnkn Teritori dan kedaulatan NKRI.Selamt Bertugas Bapak2,dan om2 baret ungu,Puput sebagai Warga Negara slalu mendo’akan…untk Kesehatan & keselamtn para Pengawal2 NKRI.

  13.  

    Salut untuk prajurit marinir di pulau terdepan sebagai pengawal nkri,semoga selalu di berikan ketabahan.

  14.  

    patrolinya ngga pake aron buatan dalam negri kan cepet. kalo pake kapal mah lama

  15.  

    poin yang paling utama adalah seperti keterangan gambarnya “Marinir tak hanya menjaga teritori di pulau terluar Papua, tapi juga menjaga rasa cinta tanah air warga setempat.

  16.  

    pinjem dulu ama bakorkamla bung akung.

  17.  

    Affirmative 😈

  18.  

    Pengorbanan meninggalkan keluarga tercinta dibayar dengan uang lauk pauk yang minim, bahkan terkadang disunat juga …
    Miris banget …
    Salam Tabik untuk para hulubalang penjaga negeri ini ….

  19.  

    Terima kasih TNI..
    Jagalah the Lost Paradise of Indonesia.

  20.  

    ane kurang setuju kalo tiap pulo terluar hrs dijaga prajurit, pulo nya byk pisan … ntar prajurit marinir bisa habis cuma jagain pulo.
    mendingan di kombinasi dg tekno utk monitoring keamanan setiap pulo terluar … jadi penempatan marinir lebih efektif.
    kembangan karya anak bangsa … buat radar, cctv, sonar pantai dlm integrated monitoring system (sdh ada tuh buatan lokal)

    •  

      Betul sekali memang harus ada kombinasi dg teknologi, namun jangan lupa bahwa perangkat teknologi tidak punya manfaat bagi masyarakat sekitar itu. Penduduk pulau itu harus tetap dijaga RASA NASIONALISMENYA dan MERASA TETAP DIPERHATIKAN sebagai bagian dari NKRI, maka diturunkan personel untuk bersosialisasi dengan penduduk setempat.

  21.  

    malam semua… mari kita ber-ngopi ria.. 🙂
    dua hari gak abesn, kangen warjager ni, hehee

  22.  

    Marinir memang hebat sang hantu laut pengawal ribuan pulau nusantara. Bravo Marinir

  23.  

    Kalau luasannya cuma 1 km ya cukuplah 15 personil, yg penting sarprasnya diperbaiki demi kelancaran tugas.

  24.  

    Cara terbaik dalam menjaga daerah terdepan adalah dengan memadukan pertahanan Dan kesejahteraan masyarakat. Kalau masyarakat sejahtera, Akan sulit dipengaruhi pihak luar. Selain itu sistim pertahanan rakyat juga perlu ditumbuhkembangkan lagi. Tentu tidak semua titik bisa dijaga oleh tentara. Tetapi tiap titik bisa dipantau secara langsung oleh masyarakat. Sehingga penanganannya bisa lebih cepat Dan berbiaya murah.

  25.  

    @ den bdg
    usulny blh juga,tapi keadaan pulau terluar memang ganas dlm segala hal. Normalnya pergeseran pasukan dr titik perbekalan/aju jk tdk bsa lwt laut hrs bsa lwt heli dg rope down. Tp sy paham msh byk keterbatasan alutsista di squadron heli penerbal. Jk pke drone sgt riskan & tdk efektif sebab cuaca dsn ekstrim. Poin ny perbanyak kapal patroli sekelas KS Tubun/sigma & pesawat intai bersenjata, jd bsa lsg menindak. Oh ya kdg tmn2 dsn sering susah komunikasi via Radio krn tdk;blm dilengkapi solar panel jg senjata paling top minimi & RPG tp sy tdk ragu dg kualitas Para Hantu Laut.. one of the best

  26.  

    takut kena sunami bung akung. pan ngga bisa berenang lama2 kudunya tambah polair kali ajah dijadikan tempat penimbunan sesuatu hehehe

  27.  

    Duh bung freax jgn segitunya bgt bung. Klo Ad biasanya perbatasan darat. Tapi kadang Komposit gabungan jg kya di Sebatik,nunukan itu ada AD,AL,AU, brimob,imigrasi. Masalahnya ada di birokrasi,klo prajurit pola berfikirnya simple,taktis,militan. Simple= ga ada ransum ya makan apa yg ada dsn toh di ajarin SERE. Taktis= klo lg butuh bantuan ga peduli yg dtg AL,AU,AD utk bantu. Militan= apa pun yg terjadi,tugas pokok hrs bsa dijalani walaupun tinggal seorang/peluru terakhir..

    #klo mslh penyusupan di pulau terluar, tuh hantu laut “udh biasa liat Hantu lain berkeliaran” kdng Hantu nya ga bsa pulang ke Alamnya.. tkt sama Det Octopus & denjakam.. hehehe

  28.  

    Umpan bergizi Oo kata pak mentri, apakah sudah terbukti ??

    Moga lauk pauk ga’ disunat.

  29.  

    Ransum tak pernah di sunat bung Cah, kalo telat datang iyaaa aaabiiieeesss..
    Soalnya pengalaman pribadi.. he3x

    #sesepuh pada kemana ya.. ayo pada turun gunung,timbul permukaan.. semoga Allah SWT melimpahkan rezeki, rahmat,keselamatan kepada para sesepuh,warga JKGR & prajurit semua.
    “SIAP.. BERI HORMAT..”

  30.  

    yah ada si octo juga ngga taunya. bung PR. kenapa tiap pulau ngga di kasih sonar. misal ada kecelakaan dan ada yang berenang sampe ke pulau bisa langsung di tolong. plus bisa tau juga berapa kapal(ukurannya) bolak balik ke suatu pulau. banyak informasinya dah yang di dapet. apalagi kalo laut utara bening2 airnya. pake tenaga matahari walau dalam air kan bisa. jadi perawatan minim

  31.  

    test browser baru

  32.  

    Marinir sebagai garda terdepan yang bertugas di pulau-pulau terluar seharusnya diperkuat dengan alutsista yang lebih canggih. Pengennya sih marinir punya heli serang & serbu sendiri supaya lebih mobile & mandiri. AD udah dibeliin apache, AU udah dibeliin cougar, AL mau dibeliin heli aks (gimana kabar update pengadaan heli ini?), marinir juga dung…beliin cobra/viper juga boleh hehe…
    btw, itu di gambar yang dibawa senapan apa ya?

  33.  

    @freaxout
    Utk portable Radar utk beberapa pulau terluar sdh di pasang termasuk portable sonar nya. Renc kedepan masing pleton jg akan di lengkapi Manpads,ATGW.

    #utk Penerbal bakal di lengkapi Jet fighter,senior pilotnya sdh pd Training tuh.

  34.  

    hahaha kalo sm2 aja dateng apalagi cocor bebek pasti dah udah dateng bung WD

  35.  

    @wisnu_dewe
    Ya di doakan saja agar bisa Berparade ria nanti saat 7 oktober sekalian wujud salam Perpisahan dari para Kesatria pada Panglima Tertinggi & pada Rakyat bahwa setiap Rupiah hasil pajak Anda semua sdh dibeli kan & digunakan dg Baik oleh Kami. Memang msh blm sempurna 100% tapi TNI berusaha menjadi Intitusi yg selalu Amanah,Jujur dlm penggunaan dana,Setia pd NKRI,dan waspada dg segala kemungkinan.

    •  

      @pemburu

      kita sama-sama berdoa bung, sy yakin pada dasarnya satria kita sdh memanfaatkan segala potensi yang ada dengan baik.

      pendapat saya, sdh waktunya bangsa ini berdiri lebih tinggi dan tegak diantara bangsa lain di kawasan, waktunya sang asian tiger bangun dan mengaum… bebek terbang tadi salah satu hulubalang yang ingin kita saksikan terbang bebas menjaga setiap jengkal kawasan udara dan laut nusantara.

      salam sejahtera bung…kita break sejenak untuk memenuhi panggilan sang pencipta…

  36.  

    @freaxout
    Platypus blm lengkap bung.. semoga A1 list nya tdk ada kendala berarti.

    #menanti harap blackjack mengangkasa setelah nongkrong.

  37.  

    bung PR
    waduh di minta disana keluar di sini si poker winner. wah te u te u.
    nyang mo tanya tu. si elang botak nyang bakalan dateng bisa pp merauke sydney ngga ( 1x refueling pas berangkat). kalo udah wil abang ngga usah di jawab dah biar. nyang poker winner ajah

  38.  

    Dulu sebelum perang malvinas kepulauan falkland yg luasnya ratusan kilometer persegi cm di jaga 15 orang marinir inggris…terbukti gak berdaya di gempur pasukan invasi argentina…seluruh marinir di suruh tiarap di depan kantor gubernur inggris yg sdh dikuasai argentina sementara tentara argentina melangkahi mereka…sungguh suatu pemandangan yg membuat margaret thatcher murka sampai mengirim kapal induk kesana…

    Baru setelah perang marinir yg ngepos disana 2 batalyon…

    •  

      wah…baca2 comment para warjager dimari jd pencerahan tuk sy.
      sy percaya spenuhnya kpd jajaran petinggi tuk masalah personil yg ditempatkan di pulau2 terluar & berbatasan,krn mereka lebih tau kondisi dikawasan atau lapangan bgaimana…

 Leave a Reply