Feb 052015
 
Rudal Krypton Kh-31 diusung Fighter Sukhoi Indonesia (photo: FB Jiwa Merah Putih)

Rudal Krypton Kh-31 diusung Fighter Sukhoi Indonesia (photo: FB Jiwa Merah Putih)

Jakarta – Angkatan Udara Indonesia membatalkan rencananya untuk membuat satu skuadron jet tempur baru di kawasan timur Indonesia, kata pejabat militer pada hari Rabu.

“Tidak perlu mendirikan basis skuadron baru di kawasan timur Indonesia, karena kita dapat mengirim jet tempur kita dari pangkalan udara Hasanuddin,” ujar KASAU yang baru diangkat, Marsekal Agus Supriatna, kepada wartawan saat pertemuan eksekutif angkatan udara di Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu.

Saat ini, Skuadron Udara 11 Sultan Hasanuddin Air Force Base di Makassar, Sulawesi Selatan, adalah skuadron tempur paling timur Indonesia. Skuadron ini diisi jet tempur berat Su-27/30 Flanker buatan Rusia.

Marsekal Agus mengatakan membangun skuadron jet tempur baru yang semata-mata untuk disimpan di bagian timur Indonesia tidak akan efektif.

“Jet tempur yang ada dapat mencapai area target dengan cepat,” katanya.

Tahun lalu, Angkatan Udara berencana mendirikan sebuah skuadron baru di kawasan timur Indonesia. Mantan kepala staf Marsekal Ida Bagus Putu Dunia mengatakan bahwa skuadron tempur di kawasan timur Indonesia merupakan bagian dari grand design Angkatan Udara. Dia mengatakan pemerintah siap dari segi fasilitas, infrastruktur dan personel. (thejakartapost.com).

  173 Responses to “Tidak Butuh Skuadron Baru di Indonesia Timur”

  1.  

    bentuknya kayak apa bung???jadi penasaran….. salam kenal bung TDH

  2.  

    Anda punya acuan saya punya sanggahan, kenapa sekelas KASAU omonganya plin palan… Masak iya KASAU g’ ngerti setrategi…! Ni Yg ngmong KASAU lo…! Kan ada KKIP , untk merumuskan trategî dan tetek bengekya. Paling titipan negri sebrang kali… Ah sok t,u lo… … Kita su uzhon aja ma bliau.Mungkin gini statemenya, yg di kluarkan instalasi (departemen pertahanan) ada konsumsi plublik, ada konsumsi negara… dan mengapa DIRI kok di perbolehkan masuk ke departemen pertahanan apa g’ blunder, mengetaui dapur kita, secara langsung/ tdak langsung îku mengatur renstra pengadaan alustista gimana ayo … … Bingungkan..! Kita berpikir jernih aja kawan, Kita ibaratkan rumah besar yg bernama NKNRI. Diri adalah tamu yg di istemewakan, apakah mungkin kita mengecewakan tamu kita g” kan… . ? kita berikan suguhkan yg istimewa tapi (bkn yg paling istimewa) agar dia (diri/asu/celeng apalah namaya) biar enggeh(luluh hatiya) sama kita NKNRI. Dengan hidangan menggugah iman yg g” pernah ia jumpai sebelumya. secara berlahan , dia ASU akan membuka diriya dgn memberi masukan2 positef dan kelemahan kita., dngan gitu kita bisa merumuskan kebijakan kita tanpa dg kelemahan2 yg di buka asu. UANG UANG GUE, RUMAH SUMAH GUE m,u apa lo asu. Pastinya dg pertimbangan yg sangt matang dan krontra intejen kita dg DIRI mestiya. Ott diket.. kembali ke permasalaan awal

  3.  

    kita tidah butuh skuadron baru. Jawan kasau ini berbau politik apa polemik. Pasti ada strategi di balik itu semua. Saya coba uraikan statemen yg membuat orang berpesimîs . ( – yg pertama). Si KASAU menggiring bola liar dg opiniya untuk mendapatkan 1,2,3 langkah stategis, bagaimana reaksi perdana mentri kabotan jeneng ini, belum2 dah meluncurkan LHD VITOLYA utk antisipasi su famili kita.. Ah berlebihan bnget itu si abot jeneng. Apakah si kasau dah nyiapin anti dotnya yg pasti iya… Kok tau… ? Dgn melihat gelagat panglima yg adem ayem pasti jauh hari sudah di antisipasi. Dan kita balik statemenya KASAU. KITA AKAN MEMBENTUK SKUADRON BARU DI BIAK. Pasti dah si kabotan jeneng dan bala kurawaya akan triak triak ,dan akan mencari anti dots dari su baru kita. Dengan demikan untk apa kita beli pesawat canggeh tapi dah di antisipasi ole grombolan kabotan jeneng. Maka dari itu kita bermain cantik aja., dengan mempersiapkan dots dari anti dotsnya si berat.

    •  

      Hahaha… anda makin lucu dan semakin menggelikan..
      Bijimane ceritanya pespur gahar dilawan dgn LHD pengangkut helikopter ??? :mrgreen:

      Dan yg namanya LHD VITOLYA itu TIDAK ADA..?????? ngawur banget anda..?
      Aussie sampai sekarang ini msh mengoperasikan baru satu unit LHD dari 2 unit. dan yg sdh melaut bernama LHD HMAS CANBERRA. dan LHD ini saat ini hny mengangkut helikopter dan panser amfibi. sedang F35 versi vtol sampai saat ini blm ada satupun yg sdh dikirim dan di operasikan di LHD aussie. Saat ini hny mengangkut beberapa jenis heli seperti:
      – MRH90 – S-70B2 Seahawk
      – CH 47Chinook&ArmedReconnaisance
      -Blackhawk – Romeo 100 Hawk

      Dan satu lg anda bbrp kali salah menuliskan intalasi?? seharusnya INSTANSi. intalasi itu jalur? :mrgreen:
      Ywdlh.. dari komentar dan penulisan saya tau kok sbrp tinggi bobot intelengia anda. :mrgreen:

      Salam..

  4.  

    Iming*pesawat sudah tidak mempan tinggal si jendralnya yg enggak kuat untuk membangun pagar betis di wilayah NKRI bagian timur..fasilitas dari asu memang lebih Menjamin untuk bekal pensiun…?

  5.  

    @.baretta. Saya yakin sekali anda ini cerdas… Tapi kecerdasan anda tidak lebih hanya cuab2 semata , saya tdk pernah mengatakan su famili di tempatkan 1 wadah dan tdk pernah bilang su famili ad yg ghoib anda sendiri yg ngomong. semakin bulet aja anda. Kapasitas kepintaran anda cuma segitu jangan ngeles kawan. Pertayan anda sudah saya jawab , anda tdk ada niat debat tpi cenderung menjatuhkan. kalo anda jeli pasti bisa faham tulisan saya. baca lg tengtang LHD ya autrali yg baru launcing.

  6.  

    Kalau boleh usul, beli S-300 dan radar darat baru, terus ditempatin di merauke, biak, sama beli 2 radar OTH yang diarahin ke darwin dan PNG

    Atau

    Beli Buk buat jaga perbatasan png, terus Beli 3 Su35 di taruh di makasar. Ditambah radar buat ngawasi selatan papua

  7.  

    (yg kedua)tidak butuh skuadron baru di indonesia timur. Artiker yg realitis menurut saya, kenapa kok gitu… Kita tarik ke belakang. Lanut2 yg ada di wilayah2 ertari, kupang, papua, buaaanyak sekali yg kosong dari tipe B-C bahkan bisa di tingkatkan lagi ke tipe A secara bertahab.itu aja sudah terindikasi akan ada penempatan pespur baru/lama.dan lanut2 tersebut kalo di kalkulasi pakai pespur., butuh berapa skuadron pespur baru/lama untuk mencukupiya, malah mau nambah skuadron baru. Kita penuhi dulu skuadron yg ada dulu, bukan berarti KASAU tdak menempatkan pespur di sana melainkan tidah butuh skuadron baru, skuadran yg lama aja masih belum mencukupinya, mau nambah baru . Dan apa yg di tempakan di sana Ya tergantung situasi dan kondisi kawasan mestiya.dan lagi… Bung baretta.Tidah semudah yg anda kira… ! menghancurkan pangkalan udara dngn rudal sobat. Gunaya apa radar arhanut titik, dan area. Dan bahkan perlindungan dari serangan rudal sekalipun. Radar kita kan masih balong2.. ..? Anda kok tau kalo masih bolong2 radarya… Kan ada interner. Saya tanya pada anda ..Apakah sahasia negara di telanjangi bugil di internet kawan. Moga2 opini anda selama ini salah.. …! Saya ambil contoh CAMBERRA CLAS kalo di internet pastinya jenis LHD Untuk heli kan. Apakah setelanjang itukah… .. Mudah2an lagi anda benar, dan mudah2an lagi anda salah, gunanya apa jauh2 hari singa, usus buntu, japan. Merancang/ beli LHD yg speknya sama, dngan tambahan vitol mestiya. Dengan demikian sewaktu2 ada konvlik bisa di selaskan dngn f 35.

  8.  

    selaraskan bukan selaskan. Trimakasih sudah di bantu membetulkan instalasi .INSTANSI.

 Leave a Reply