Tidak Menyerah, AS Rayu Indonesia dengan F-16 Block 72

2056
Simulator F-16 Block 72 (Foto: Nadia Riso/kumparan)

AS masih belum menyerah memasarkan pesawat tempur legendaris F-16 kepada Indonesia. Kali ini yang menjadi andalannya adalah F-16 Block 72, atau varian sama dengan yang akan dibangun di India andai terpilih sebagai platform pesawat tempur bermesin tunggal untuk Angkatan Udara India.

Sebagaimana di lansir oleh Kumparan, Kedutaan Besar AS di Jakarta mendatangkan simulator F-16 Block 72 untuk memperkenalkan kepada masyarakat Indonesia kecanggihan F-16 Block 72 yang akan menjadi varian tercanggih dari F-16 family.

F-16 Block 72 (photo : Defence Studies)

Dari tampilan mock up yang dipamerkan saat gelaran Indo Defence 2016, F-16 Block 72 dirancang dengan tambahan conformal fule tank untuk menambah jangkauan operasionalnya, yang menurut pihak Lochkeed Martin sangat sesuai dengan kondisi geografis Indonesia.

F-16 Block 72 menggunakan sebagian teknologi pesawat tempur gemerasi 5 dan beberapa suntikan teknologi tinggi yang belum pernah dimiliki oleh Angkatan Udara Indonesia, seperti pada radar AESA AN/APG-83 SABR (Scalable Agile Beam Radar), helm pembidik JHMCS (Joint Helmet Mounted Cueing System), sistem otomatis penghindar tabrakan (Ground Collision Avoidance System – G-CAS) dan perangkat IFF Bird Slicer.

Dan yang paling menarik, pihak Lockheed menawarkan harga yang murah pada F-16 Block 72, meski tidak menyatakan secara pasti, F-16 Block 72 bisa dibanderol pada kisaran dibawah 100 juta dollar AS. Harga diperkirakan bisa lebih murah lagi jika India membeli dalam jumlah besar dan dibangun di dalam negeri India.

Andai menjadi pilihan Angkatan Udara Indonesia, maka F-16 Block 72 akan menjadi salah satu pesawat tempur terkuat di kawasan Asia, dan mampu bersaing dengan pesawat tempur termodern milik negara-negara tetangga.

180 KOMENTAR

  1. SU35 tetap kita beli gan… Perlu kita ketahui F16V atau F16 blok 70/72 adalah pespur termutakhir di kelas nya, di mana semua perangkat2 nya di “Gen_4” kan atau di mutakhir kan semua nya jenis ini sangat susah di “lock” pespur musuh karena kecil dan lincah dan yang terpenting adalah hampir 1/6 irit BB F16 1x terbang menghabis kan dana IDR 170-200jt sesuai jangkauan kalau SU35 1x terbang menghabis kan dana hampir IDR 300-400jt tanpa centelan tangki tambahan tapi untuk 1x terbang su35 dapat menglock 25-30 pespur musuh dan dapat dgn mudah mengejar pespur musuh dengan beban yang berat, justru menjadi bahan pertimbangan Pemerintah karena selain Sukhoi pespur jenis F16 ini sudah cukup familiar di mata TNI AU, tapi dari pada membeli F16v dapat dikit sekalipun baru bagus uang nya untuk mengupgrade 34unit F16 TNI AU menjadi F16 blok 52ID sedangkan nominal upgrade dan beli 1 skuad hampir sama beda tipis,

    • ‘sekarang beralih ke F16 itu india’ belinya 125 unit dapet full tot,, f16 super viper $15 billion.

      Ngawur Lu… Lha Wong India Lagi Nyari Pesawat Single Engine Kok Di Bilang Beralih Dari Sukhoi… Dan Nyatanya Jika India Beralih Dari Sukhoi Ngapain Sukhoi Di Jadiin Armada Utama Oleh IAF

    • Cukup sama alasannya seperti Rusia (Rosoroso) tolak komentari bahkan blg gak ada negosiasi sama sekalo Niatan Petinggi Pakistan ingin SU-35, kenapa?
      Alasannya India pembeli greget dengan jumlah luar biasa Sukhoi Series, sedangkan Pakistan Musuh Potensialnya.
      Begitupula F-15 singapura dan Musuh Potensialnya Indonesia.
      Begitu menurut saya bung.
      Seperti etika jualan lah pokoknya..

  2. Amrik itu gudangnya pakar ekonom dunia, mrk tahu jelas bahwa kita lg gak ada duit … alokasi duit yg ada sdh di alokasikan utk SU35, bikin n’Chang, bikin IFX dll.
    trus Amrik pengen kita beli Viper … apa mau kalo dicicil 50 thn tanpa bunga ??? xixixi …

  3. Andai menjadi pilihan Angkatan Udara Indonesia, maka F-16 Block 72 akan menjadi salah satu pesawat tempur terkuat di kawasan Asia, dan mampu bersaing dengan pesawat tempur termodern milik negara-negara tetangga

    ——————————————————

    Hahaha… Canggih Di Brosur Doank Dan Jika Sudah Deal Canggihnya Mejen Klau Ketemu Pespur Singapor+Australi Dan Lagipula Harganya Sekiraran 100Jt USD Lebih Mending Di Beliin Mig-35 Yg Notabennya Lebih Murah (1 Unit F-16 Super Viper/Block 70 Bisa Dpt 2 Unit Mig-35) & Lebih Canggih… πŸ˜›

  4. Saya rasa sepanjang pengadaan nya bukan utk menggantikan SU35, ambil saja. Kita juga butuh koq F16 ini. Jadi F16 blok 72 berjaga di utara (antisipasi china), sedangkan SU35 berjaga di selatan (antisipasi Australia).
    Sepanjang kita bs tegas dan menjaga kewibawaan kita secara tepat dan cerdas, sehingga menaikkan bargaining position kita, ngga usah takut ancaman embargo…

  5. Kalau mau yang boros bbm dan teknologi radar kuno dan hanya bisa menari – Su-35 jawabnya.

    Kalau mau yang boros bbm, teknologi radar pas-pasan, sering jatuh menghunjam bumi sehingga cocok untuk serangan kamikaze dan sering berlatih sebagai sniper diselimuti rerumputan – Su-30 jawabnya.

    Kalau mau yg boros bbm, teknologi radar agak baru namun kemampuan altitude pas-pasan – Mig 35 jawabnya.

    Kalau mau kapal selam double hull, suka berasap ngebul-ngebul, sering-sering nimbul, lebih berisik sebab hanya bisa capai 105 decibell – kapal selam Kilo jawabnya.

    Kalau mau kapal intelejen yang lebih suka menenggelamkan diri begitu ketemu kapal sapi – kapal intelejen Rusia jawabnya.

    Kalau mau helikopter dengan speedometer bulet-bulet seperti sepeda motor antik – helikopter buatan Rusia jawabnya.

    Jadi dengan melihat realita yang ada tercapailah satu kesimpulan : kita nggak butuh barang-barang berteknologi kuno, kita butuhnya barang-barang baru dengan teknologi terkini dan hemat bbm.

    • Komen bung TN, Phd, menjadijan warjager spt Angin tak dapat membaca tp angin bisa ngitung…..xixixi
      Dulu mengidolakan sekarang membenci. Seri sebelumnya malah menghitung brp Sukhoi 35 yg akan diakuisisi. Sekarang anti pati dng Sukhoi akibat kalah bersaing jualan gripen dng bung Jimmy….xixixi
      Sabar bung TN, walaupun digelari kaleng krupuk tp gripen masih punya peluang. Maksudnya peluang utk jd kaleng biskuit….xixixi
      Salam bung

    • Kalau mau yang boros bbm dan teknologi radar kuno dan hanya bisa menari – Su-35 jawabnya.

      ———————————————

      Lho Ini Yg Saya Gk suka Dari Sifat Anda… Sering Mencari Kesalahan Produk Lain Tapi Tdk Mengoreksi Produk Sendiri… Dan Untuk Heavy Figter Macam Sukhoi,F-15,Rafale Ataupun Typhoon. 7Rb USD Perjam Sudah Tergolong Paling Murah… Dan Tdk Adil Membandingkan Heavy Fighter Dgn Medium Fighter Tanpa Melihat Beberapa Aspek Seperti ‘Jumlah Mesin,Kecepatan Max,Jumlah Beban Yg di Bawa,Jarak Oprasional,DLL’ Dan Nyatanya Biaya Terbang Gripen C/D Yg Notabennya Single Engine+Medium Fighter Oprational Costnya Sudah Mencapai 4,7Rb USD Perjam Dan Nyatanya Cuma Terpaut 2,4 Rb Dari Sukhoi Family Yg Notabennya Heavy Fighter+Double Engine Dan Artinya ‘Jika’ Gripen Memakai Double Engine Maka Oprational Cost Gripen Akan Lebih Mahal Dari Sukhoi Family (Tinggal Hitung 4,7Γ—2:8,24Rb USD)

      ———————————————

      Kalau mau yang boros bbm, teknologi radar pas-pasan, sering jatuh menghunjam bumi sehingga cocok untuk serangan kamikaze dan sering berlatih sebagai sniper diselimuti rerumputan – Su-30 jawabnya.

      ———————————————

      Coba Bandingkan Lebih Boros Mana Sukhoi Sama Rafale,Typhoon,F-15 Atau Malah F-35 Yg Single Engine… Dan Nyatanya Populasi Sukhoi Family Adalah Terbanyak Ke 2 Di Dunia Jadi Wajar Jika Sering Jatuh… Dan F-16 Pun Juga Begitu… Dan Masih Mending Mana Hancur Dgn Harga Diri Sebagai Kamikaze Sama Hancur Karena Bird Strike/Gagal Mesin

      ———————————————

      Kalau mau yg boros bbm, teknologi radar agak baru namun kemampuan altitude pas-pasan – Mig 35 jawabnya.

      ———————————————

      Hadeuh… Dan Jika Pas-Pasan Ngapain Mig-35 Yg Notabennya Pespur Baru Sudah Di Borong Oleh Mesir Dan Lagi Di Nego Oleh Bangladesh+Slh Satu Negara Asia…

      ———————————————

      Kalau mau kapal selam double hull, suka berasap ngebul-ngebul, sering-sering nimbul, lebih berisik sebab hanya bisa capai 105 decibell – kapal selam Kilo jawabnya.

      ———————————————

      Lah Justru Asap Bisa Menggagu Kinerja Radar Dari Lawan Atau Lebih Enak Di Sebut ‘Jamer Alami’ Dan sudah Di Buktikan Waktu Kejadian Kebakaran Hutan…Plus Jika Lebih Brisik Ngapain Dpt Julukan ‘Black Hole’ Dari Negara Super Power…x

      ———————————————

      Kalau mau kapal intelejen yang lebih suka menenggelamkan diri begitu ketemu kapal sapi – kapal intelejen Rusia jawabnya.

      ———————————————

      Lah Lha Itu Kapal AS Apaan Ya?

      ———————————————

      Kalau mau helikopter dengan speedometer bulet-bulet seperti sepeda motor antik – helikopter buatan Rusia jawabnya.

      ———————————————

      Jika Memang Antik Ngapain Helikopter Rusia Macam Ka-52 Dpt Predikat Helikopter Serang Terbaik Di Dunia Mengalahkan Apache,Agusta Westland,DLL

      ———————————————

      Jadi dengan melihat realita yang ada tercapailah satu kesimpulan : kita nggak butuh barang-barang berteknologi kuno, kita butuhnya barang-barang baru dengan teknologi terkini dan hemat bbm.

      ———————————————

      Dan Nyatanya Jika Alutsista Rusia Berteknologi Kuno Ngapain Sampe Di Kasih Julukan Black Hole,Flanker,DLL+Jika Memang Kuno Ngapain Teknologi AEGIS (Yg Katanya Paling Canggih) Milik USS Donald Coock Bisa KO Sama Pesawat Tua Jaman USSR Su-24… Jadi Setelah Saya Reply Dgn Penuh Realita&Fakta Siapa Yg “KALENG KRUPUK”

      #SKAKMATCH