Feb 192014
 
PT Pindad Bandung mengerjakan Panser Anoa pesanan TNI AD (photo: viva.co.id)

PT Pindad Bandung mengerjakan Panser Anoa pesanan TNI AD (photo: viva.co.id)

Pemerintah berpikir keras guna mempercepat peningkatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk keperluan pertahanan Indonesia. Kementerian Pertahanan telah membentuk Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) demi menggenjot produksi alutsista mutakhir buat mengganti mesin tempur uzur.

Menurut staf ahli kelembagaan bidang kerjasama Kementerian Pertahanan, Zilmi Karim, pemerintah telah membidik sepuluh pengadaan alutsista dari berbagai jenis. Antara lain kapal selam, program pesawat tempur KXF-IXF bekerjasama dengan Korea Selatan, tank kelas menengah, panser amfibi, propelan atau bahan bakar roket dan rudal, radar, amunisi kaliber besar, satelit pertahanan, dan pesawat tempur tanpa awak (unmanned combat air vehicle-UCAV) atau kerap disebut drone.

“Tapi, fokus Komite Kebijakan Industri Pertahanan yaitu kapal selam, propelan, program KFX-EFX, medium tank, radar, dan alat komunikasi,” kata Zilmi dalam jumpa pers di kantor Kementerian Pertahanan, Rabu (19/2/2014).

Guna memenuhi kebutuhan itu, Kementerian Pertahanan menunjuk lima Badan Usaha Milik Negara yang bakal menjadi pimpinan pengadaan alutsista buat tiap-tiap angkatan. BUMN yang digandeng itu adalah PT PAL buat melayani pengadaan alutsista matra (medan) laut, PT Pindad buat menyediakan alutsista matra darat, serta PT Dirgantara Indonesia diminta menjadi pimpinan proyek alutsista matra udara.

Sementara dua lainnya, yakni PT LEN Industri akan menyediakan perangkat elektronik dan PT Dahana akan menyiapkan bahan dan hulu ledak. Meski begitu, dalam pengadaan alat tempur matra darat, laut, dan udara masih dilakukan dengan cara kerjasama operasi dengan pihak luar.

Zilmi menegaskan, semua pengadaan alutsista harus melewati persetujuan lima BUMN. Hal itu harus dilakukan karena dalam undang-undang dan peraturan presiden tercantum tiga syarat pengadaan alutsista. Yaitu imbal dagang, transfer teknologi, dan penggunaan kandungan atau komponen lokal dalam tiap mesin perang.

Kopassus dengan MP5

Kopassus dengan MP5

Jika mampu membuat mesin tempur secara mandiri, Indonesia tidak lagi dipandang hanya sebagai pengguna. Syarat keharusan penggunaan komponen lokal juga akan memacu pertumbuhan industri dalam negeri.

Untuk urusan peswat tempur KFX/IFX, Kementerian Pertahanan menargetkan jika tak ada halangan purwa rupa jet tempur kolaborasi dua negara itu bakal selesai dalam waktu 10 tahun. Seementara kapal selam produksi dalam negeri ditargetkan meluncur tahun 2018.

Sementara itu, Ketua Harian KKIP, Laksamana (Purnawirawan) Sumarjono, menyatakan memberdayakan industri pertahanan dalam negeri adalah amanat undang-undang. Dia mengakui, kondisi saat ini mendesak Indonesia melakukan peningkatan mesin tempur guna menjaga kedaulatan wilayah negara yang amat besar.

Luas wilayah Indonesia yang membentan hingga lima juta kilometer persegi, dengan garis pantai lebih dari 81 ribu kilometer sangat sulit diawasi jika hanya mengandalkan mesin tempur yang itu-itu saja. Itulah alasan mengapa negara lain gemar mengintimidasi Indonesia dengan sesekali melanggar batas negara.

“Kita juga harus mengelola zona ekonomi eksklusif. Kalau diambil negara lain kita cuma bisa gigit jari. Makanya kita harus punya kemampuan alutsista yang besar,” kata Sumarjono.

Dari sembilan titik strategis di dunia, lima di antaranya terletak di wilayah Indonesia. Maka dari itu, guna mempertahankan kedaulatan wilayah, tak bisa dipungkiri penguatan mesin tempur menjadi faktor penting. (merdeka.com)

  43 Responses to “Tidak Mungkin Mengandalakan Mesin Tempur Itu Itu Saja”

  1. Semoga kemandirian alutsista cepat terwujud perlu dukungan semua pihak yg berkimpeten
    Jayakah NKRI

  2. Ekonomi negara semakin membaik, tentuntnya industri strategis pertahanan akan smakin maju. Hidup indonesia!.. 😀

    Ngomong-ngomong Bung Oke Lah kmana ya? 8-|

    Sbnernya saya mrasa ada yg kurang di warjag ini kalau ga ada Bung O ke Lah(pengen moles palanya,dah gatel tanganku pengen ngejitak kpalanya), walaupun kadang komenya asal2an cplas ceplos dan kadang ada juga candanya yg bikin saya inget sm dia.

    Santai aja bnag…..

    • feeling ane lg bikin ramuan JF sulfur yg plg manjur bung, n klu dah sempurna bs di berikan ke bung@ now sbg tanda kasih 😀

    • Neng okelah bikin blunder diwarung sebelah
      Gara gara marah sama bung nowyoudont,penghuni warung sebelah dihujat dengan kata kata kotor.
      Semua sesepuh dihujat dengan kata kata kotor.ada sesepuh yg mau dinjak palanya sama neng okelah.bung satrio dan sesepuh lainnya dibilang tongkosong nyaring bunyinya.bikin heboh si eneng pokoknya beberapa hari yg lalu.neng okelah tdk tahu berurusan dgn siapa yg dihujat
      Sepertinya nama ning okelah sdh jadi kenangan ,tdk brani makai nick itu lagi disebelah atau disini.
      Den karung sepertinya sdh dpt menjinakkan ning okelah yg ababil.
      Xixixixixi

    • lho.. saya koq dikaitkan dengan @oke lah? 😀 saya ga pernah maki2 si eneng, hanya colek-colek dikit. Mungkin masuk kembali dgn IP dan nick beda, atau lagi sakit, atau lagi upgrading di Islamabad, atau sudah meninggal. who knows?

  3. BATAN akan menyiapkan bahan dan hulu ledak ho ho ho.. salah baca

    Alhamdulillah ya, one good news after another

    • Nuklir dong bung now??

      • he he.. bisa berhenti gerak ekonomi dan modernisasi TNI jika kita punya senjata pemusnah masal. kita tidak perlu nuklir bung, kecuali jika Sg atau Aus yang rese punya nuklir, tidak ada pilihan lain kecuali mengadakan senjata sejenis demi mencegah serangan.

        ga perlu thermonuclear, cukup peluru depleted Uranium kerjasama Pindad dan Batan. tapi bahkan itupun masih meninggalkan radiasi pasca penggunaan

        • Boleh tuh bang, kerjasama PT. Dahana, Pindad dan Lapan untuk pengembangan roket sejenis hellfire untuk heli gandiwa kita…

          Depleted uranium juga bagus sih untuk pelapis tank pengembangan pindad dan FNSS, biar makin kokoh…

          Salam kenal bung Now

          • Semoga batan bisa berkarya, selama ini yg saya tahu batam lebih tertarik pada teknik pertanian seperti eksperimen beras raksasa yg dipamerin di karawang pada beberapa waktu lalu… Mudah2an pengembangan di alutsista juga makin kreatif, amiien

          • kalo tidak salah :
            Depleted uranium itu buat peluru penembus baja oom, bukan untuk pelapis tank
            hasil energi kinetik dari peluru yg menghantam baja, menghasilkan suhu tinggi, akan menyebabkan reaksi termal pada uranium menjadi semacam bom atom kecil yg bisa merobek baja tebal sekalipun

            (mohon koreksi bila salah)

          • yup bener bung Jenderal, Depleted Uranium dipakai sebagai penembus baja karena merupakan logam berat berwarna keperakan ini lebih padat dari timah hitam. tapi bisa juga digunakan untuk menjadi pelapis kendaraan tempur. Tank M1 Abrams milik negara ASU, disitu terdapat campuran Depleted Uranium dan titanium (0.7%)… depleted uranium bisa juga digunakan sebagai kontra balans berat pesawat.

        • Salam kenal juga bung @jalo. Indonesia punya banyak potensi, rencananya juga bagus2. Hanya kadang pelaksanaan dan penerapannya yang melenceng atau bahkan melempem. Sejauh ini program yang progresnya jalan adalah Kemenhan. Mudah2an keentrian lain bisa mengikuti

          • bener bung Now,kalau masalah perencanaan negara kita termasuk mumpuni hanya kalau sudah eksekusi di lapangan biasax hancur-hancuran. ngomong” mslh gandiwa, tu barang hanya berhenti smpe tahap desain saja atau ada upaya untuk mewujudkannya.?

          • Iya bung now rata2 permasalahannya ada pada saat eksekusinya…

            @Bung fadli, PT DI rencana membuat helikopter serang ringan, namun terkendala minimnya karyawan… Padatnya orderan dan banyak juga karyawan yg berangkat ke korea membuat PT DI belum bisa fokus pada R&D… Mungkin beberapa tahun lagi proses R&D mulai jalan. Karena saat ini PT DI sudah mulai melakukan banyak perekrutan SDM.

          • Untuk gandiwa memang kayaknya pada tahap desain aja… Saya pernah ketemu pejabat kemenhan, beliau dari TNI AD.. Saya tanya2 soal heli gandiwa… eh bapak ini bingung “itu heli apaan kok saya baru tahu,”.. Nah loh, kemenhan aja gak tahu nih produk apaan..

            Tapi untuk rencana ada, mungkin saat heli apache sudah datang… Karena saat itu, SDM muda PT DI telah memiliki pengalaman yg mumpuni dan juga mereka bisa mendapatkan masukan dari penerbad

  4. Jangan terlena dan puas dengan program joint production KFX/IFX dengan Korsel. Indonesia mesti mengembangkan sendiri juga pespur dengan platform tersebut diluar program joint production tersebut. Kalau perlu nyolong teknologinya dari produsen pespur yang lain. Ingat, negeri ginseng adalah sekutu cowboy dunia, dan sekutu2nya yang lain ada yang menganggap indonesia adalah ancaman, sehingga bukan tidak mungkin mereka akan menjegal program ini agar indonesia tidak bisa mandiri dalam pembuatan alutsista.

  5. Izin Share Ya atas Photo dan Beritanya.

  6. MEF 2/3 mungkin harus direview dan dicocokkan lagi dengan perkembangan terakhir, armada China mulai merambah laut selatan, bahkan mungkin akan mangkal di Timles.
    Selain itu, gesekan kecil dengan Oz kemarin ternyata memunculkan 2 musuh dalam selimut yang tidak bisa diremehkan…

  7. Dialog Development

  8. Dialog Development

    Membangun Sistem Pertahanan Yang Mumpuni

  9. * Perlunya STTP = Sekolah Tinggi Teknologi Persenjataan *

    Seperti halnya TNI memiliki akademi yg menyiapkan pendidikan personel untuk menjadi Prajurit Tangguh yg nantinya sebagai user dari Alutsista, begitupun kebutuhan pengadaan pendidikan personel untuk membuat dan menciptakan alutsista2 canggih, STTP tentunya sekaligus lembaga R&D TNI.

    katakanlah, lulusan akademik 3 thn nya untuk menyuplai tenaga kerja ahli di BUMNIS (Lapan, Batan, Len, Pal, Pindad, Dahana. DI ..dst), sementara ditingkat strata-1 ditekankan lebih advance/specialisasi untuk membuat prototype persenjataan dgn teknology Baru, combine technology, atau pengembangan dari teknologi yg sudah dimiliki sejauh ini.

    sifatnya Ikatan Dinas seperti halnya STPDN, karena ini menyangkut asset negara,putra putri terbaik bangsa.

    Karena awam, sejauh ini gue ga paham, alutsista yg sudah grounded larinya kemana..? lebih baik diberikan kepada lembaga ini untuk di urai,dipelajari, dan diassembling ulang, sebagai mata pelajaran Dasar, yg selanjut akan memperoleh pijakan untuk menciptakan karya2 baru dgn teknologi terbaru.

    – Ks. yg digrounded, sayang banget kalo cuma dibesi tuakan ke penadah usaha peleburan logam misalnya
    – Pespur yg masih berfungsi tapi habis masa dinasnya, sayang banget kalo hanya di cacah jadi besi tua, lebih baik dipelajari.

    # Hanya sekedar pemikiran, jika faktanya sudah berdiri ya syukur alhamdulillah.

    • bukannya udah berjalan ya?
      kalau gak salah ingat dulu salah satu mig-nya kita ditaro di itb buat utak-atiknya anak2 teknik penerbangan..

      selain juga tiap matra punya dislitbang.
      sebetulnya yg lebih penting itu kucuran dana R&D lebih besar supaya riset2 baru untuk industri pertahanan kita berkembang. imho

      • Saya setutju Bung..anggaran untuk R&D saat ini sangat minim..dan perbaikan income para penelititi kita juga hrs ditingkatatkan…klo untuk kedua hal tersebut anggarannya dicukupi…jangan kaget paling lama 10 thn..kita pasti menjadi negara yg disegani…

      • Setuju bung kucingkura…
        Sesungguhnya indonesia hanya membutuhkan dana yaa dana dana saja. Banyak yg mangkrak sekelas prototype…dan krn tiada dana R&D jadi ya mangkrak saja..
        Itu gandiwa,hoobvercrazft, mangkrakk..sesungguhnya org indonesia itu sehat dan cerdas…tapi yg tidak sehat itu dananya….yg di caplok org cerdas yg menjadi wakil rakyat.

        • gue kira Gandiwa baru sebatas KONSEP paling banter prototype awal yg masih banyak kelemahan dan kekurangannya belum menjadi PURWARUPA AKHIR.

          bisa jadi menunggu kedatangan apache untuk memahami kelebihan dan kekurangan si Longbow dlm manuver lapangan langsung, biar diaplikasikan pada Gandiwa.

          Kalo pun sudah jadi prototype akhir, alasan apalagi untuk tidak masuk skala produksi penuh..??

          #pendapat awam

    • Usulan yang sangat bagus dari bung Donnie.. aku yang masih kecil dan awam sangat mendukung adanya institusi seperti yang bung donnnie usulkan.. mengingat SDM yang ada di BUMN strategis sekarang banyak yang berkurang karena banyak yang memasuki masa pensiun.. jadi perlu adanya penyambung generasi ahli Iptek atau apalah untuk penyiapan generasi yang menagani berbagai bidang dalam usaha ketahanan nasional secara luas.

    • nais inpoh bung@donnie,

      tapi saya lebih berharap, untuk saat ini pasukan cyber , ya mungkin sekolah tinggi siber (cyber),

      peperangan dimasa datang mungkin kebanyakan sabotase baik publik maupun militer…..
      liat aja sekarang pesawat tanpa awak sudah jadi barang primadona, pilot tinggal duduk manis pesawat entah dimana, disini menurut saya peran para pasukan cyber, dibajak suruh tuh pesawat tanpa awak atau ambil data yang pesawat tersebut didapat…tapi tanpa dukungan satelit militer tentunya susah…

      ayo NKRI percepat satelit militer….

      maaf cucu lancang para puh

  10. Bener bunga Surya, listnya sudah ada..

    Seperti kata om danu diatas, list yg sudah ada itu akan dicocokkan dengan perkembangan politik ke depan… List ini sifatnya formalitas aja

    • Bung Jalo dan Bung Surya juga Bung Warjager semua, saya baru pernah baca list hanya MEF 2, sementara untuk MEF 3 belum. mohon di share bagi yang punya data/link untuk list MEF 3 karena saya sudah mencoba mencarai belum ketemu…

  11. sbg silent reader pgen komen dan cerita ya suhu2. selain beli kita memang harus mengembangkan sendiri. karena secanggih apapun senjata kalau kita beli, tentu nilai impact ekonominya tidak sebanyak jika produksi sendiri. kabar gembiranya, ternyata peneliti Indonesia jagojago lo. teman baru mengabarkan kalau ada penelitian metal ceramic composite coating yang tahan peluru sudah hampir berhasil. jadi coating ini cukup diaplikasikan (dengan thermal spray) ke metal biasa (bukan armor metal spt panser anoa) sudah bisa menahan peluru. perbandingaanya untuk uji tembak pada jarak 50 m bahan panser anoa masih ada lubang namun tidak tembus, namun jika mild steel (baja biasa) dilapisi coating ini hanya tergores. kebayang kan aplikasinya biasa buat macem2

  12. Anggapan kita selama ini sebagai negara aman tentram gemah ripah loh jinawi..etc..etc harus diubah. Kita dikelilingi oleh negara negara yang bermulut manis tp berhati jahat..mereka siap menikam kita klo indonesia secara ekonomi dan militer lemah.

  13. dari kiri ke kanan

    australia
    singapure
    inggris
    rusia
    china
    prancis
    malaysia
    america

  14. Sudah saatnya Indonesia BERDIKARI………Merdeka

  15. kemajuan indonesia harus maju dibidang mesin : pesawat tempur, kapal permukaan/selam, tank. bila perlu kita beli mesinnya aja kita buat modif atau buat model baru. semisal kita beli mesinnya su-35 tp bentuk dan teknologi pesawat dibuat sesuai keinginan kita. apakah sudah ada kita produksi mesin tersebut?

  16. indonesia hendak melakukan pembuatan mesin jet tempur??…terobosan sangat strategis dimana indonesia memiliki luas 8x dari daratan eropa memang wajib meningkatkan seksi2 transportasi bukan hanya untuk kepentingan militer, melainkan sebagai alat pemersatu bangsa…investasi ini akan memakan biaya lebih dari 150 Trilyun, biaya yg hampir sama dikeluarkan pemerintah ketika akan membangun Jembatan selat sunda…dan kemungkinan keberhasilannya adalah 50:50 jika tidak menggotong mitra lain untuk pengembangannya…

 Leave a Reply