May 312017
 

(Photo : NDTV.com)

Tejas Mk 1 adalah pesawat tempur terkecil di kelasnya. Ukuran yang kecil juga berarti harga yang murah dan manuver yang lincah, suatu kemampuan penting bagi pesawat tempur pencegat.

Namun, ada sisi minus dari ukurannya yang kecil. Ukuran kecil berdampak buruk pada daya angkut senjata dan bahan bakar. Jadi, dalam peran serangan darat, bisa dikatakan kinerjanya biasa-biasa saja karena hanya membawa senjata yang terbatas dan jangkauan operasi yang pendek.

Berbeda dengan Gripen yang juga meski pesawat tempur kecil, namun dapat melakukan serangan darat serta misi intersep udara secara memadai – sebagai pesawat multi peran. Sedangkan Tejas tidak akan berhasil sebagai pesawat multi peran dan hanya dapat melakukan pertahanan titik yang terbatas.

Jika tidak tepat sebagai pesawat multiperan, lalu apa peran yang tepat bagi Tejas MK1?

Sebagai catatan. Angkatan Udara India pernah memiliki pesawat latih ringan Foland Gnet buatan Inggris. Foland Gnet adalah pesawat tempur latih terkecil India pada masanya. Foland Gnet membawa persenjataan ringan selain dua meriam Aden 30 mm. Namun, kelincahan yang menakjubkan membuatnya dikenal sebagai “Sabre Slayer”.

Apabila dijadikan sebagai pesawat latih lanjut, Tejas mungkin dapat lebih bersaing dipasar internasional. Ukuran yang kecil dan harga yang murah membuatnya memiliki kelebihan tersendiri.

Banyak Angkatan udara di seluruh dunia akan mengganti pesawat latihnya ke pesawat yang lebih murah. Sebagai contoh, AS yang mengoperasikan pesawat tempur tercanggih F-22 dan F-35, dan tidak memiliki varian F-22 dan F-35 berkursi ganda. Pilot mereka dilatih menggunakan pesawat latih T-38 yang lebih kecil dan jauh lebih murah.

Dengan harga sekitar US$ 20 juta, Tejas Mk 1 bisa menjadi pesawat latih yang murah. Juga, karena ukurannya yang sangat kecil, biaya operasi dan perawatannya akan sangat kompetitif, yang bisa menjadikannya sangat potensial di pasar internasional.

  14 Responses to “Tidak Tepat Sebagai Pesawat Tempur Multiperan, Tejas Mungkin Cocok Sebagai Pesawat Latih”

  1. Lumayan sihh jika Indonesia cukup beli 1000unit pasti ditempat teratas di daftar au seluruh dunia

    • Pesan belasan ekor pun cukup untuk membuat HAL keteteran membuatnya dan terlambat pengirimannya sehingga kena pinalti.
      Sekali-sekali Indonesia yang mengeksekusi pinalti. Lumayan banget, dapet pesawatnya, dapet juga uang dendanya.

  2. Bos besar sekarang merapat ke Swedia….Tejas India lupakan….

  3. komparasi Tejas dengan GRIPEN NG lebih baik mana bung?

    • Lebih baik tidak di bandingkan karna tidak sebanding bung

    • Tejas klepek-klepek

      • ga tau yaa, ini artikel dari mana? Saya amati berbagai artikel mengenai Gripen, selalu ujung-ujungnya adalah menghilangkan “produk” lokal.

        Artikel di atas mengulas kelemahan Tejas, ditengah jalan membelok ke Kekuatan Gripen, hanya membahas satu sisi itu saja? Tidak adil kiranya tanpa membandingkan harga harga Gripen yang 3x lipat Tejas ?

        Tapi begitulah sifat sales gripen dimana mana

        • Hihihi… Sales Gripen Memang Begitu Klau Ada Produk Pesaing Pasti Akan Di Jelek Jelekan Dan Sialnya Lagi Sales Gripen Lebih Parah Dari Sales Dassault…

        • Menulis artikel untuk konsumsi publik kok berdasarkan like or dislike?
          Sah-sah saja u/ mengupas kekurangan tetapi harus berdasarkan fakta bukan berdasarkan asumsi dan emosi, jika ini terjadi maka ini dapat disebut sebagai pembodohan atau pembohongan publik.
          Ini saya bandingan spek Saab JAS 39C Gripen dengan HAL Tejas Mk.1.

          Weight:
          Tejas: Antara 5.5 to 6.0 tons
          Grippen: 6.5 Tons

          RCS:
          Tejas: Tejas is small and uses More composite in air frame
          Grippen: Big and uses less composite in air frame
          Advantage: Tejas

          RADAR:
          Tejas: Tejas has 650 MM Dia Radar with pick Power of 10.5 KW
          Grippen: Grippen has 600 MM Dia Radar with pick Power of 8.5 KW
          Advantage: Tejas

          Engine:
          Same for both engine. No advantage
          T/W Ratio:
          Same engine but Tejas is light
          Advantage : Tejas.

          ITR:
          Advantage: Tejas

          STR:
          Advantage: Gripen.

          MTOW
          Tejas:29,762 lb (13,500 kg)
          Grippen: 30,865 lb (14,000 kg)

          Power:
          Tejas:
          1 x General Electric F404-GE-IN20 afterburning turbofan engine developing 19,000 lb thrust
          Grippen:
          1 x Volvo Aero RM12 (General Electric F404) turbofan engine with afterburner developing 18,100 lb thrust.

          Speed:
          Tejas:
          1,370 mph (2,205 kph)
          Grippen:
          1,370 mph (2,205 kph)

          Range:
          Tejas: 1,056 miles (1,700 km)
          Grippen: 1,988 miles (3,200 km)

  4. Tanpa pesawat tempur ..NKRI tetap hebat karena ada Banser NU..Hidup Banser..!!

  5. Kog yg koment sedikit ya sekaraang…

  6. Tetap amerika yg terhebat goooo amerika

  7. Menakutkan bagi pilotnya kalo lupa melirik ke indikator BBM….apalagi kalo terbangnya diatas laut banda atau laut sulawesi

  8. Bung Anu Oh Bung Anu Di Mana Kamu?… 😆

 Leave a Reply