Tiga Kapal Perampok Hadang KRI Banjarmasin

96
1502
 Komandan KRI Banjarmasin Letkol Laut Rakhmat Arief Bintoro (dua dari kiri) menyusun strategi untuk menghadapi kapal perompak Somalia. (Ilham Wancoko/Jawa Pos)

Komandan KRI Banjarmasin Letkol Laut Rakhmat Arief Bintoro (dua dari kiri) menyusun strategi untuk menghadapi kapal perompak Somalia. (Ilham Wancoko/Jawa Pos)

Selain terjangan gelombang besar, pelayaran KRI Banjarmasin untuk mendukung paviliun Indonesia di World Expo Milan 2015 sempat menghadapi kawasan paling berbahaya di Semenanjung Afrika. Yakni, saat kapal melintasi Teluk Aden, perairan Somalia. Berikut catatan wartawan Jawa Pos ILHAM WANCOKO yang ikut dalam pelayaran kapal perang TNI-AL itu.

Laporan Ilham Wancoko, Teluk Aden, Somalia

image

JARUM jam menunjuk pukul 04.00 waktu Afrika Timur, Selasa (2/6). Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banjarmasin tengah melintasi perairan yang dianggap paling berbahaya di dunia, yakni Teluk Aden, perairan Somalia. Gelombang laut begitu tenang dengan angin bertiup sepoi-sepoi. Rasanya sangat nyaman. Amat berbeda dengan beberapa hari sebelumnya ketika kapal menghadapi terjangan gelombang 5 meter saat melewati Terusan Suez.

Anehnya, dalam ketenangan itu, suasana di atas kapal justru sebaliknya. Di anjungan, tampak seluruh anak buah kapal (ABK) bersiaga penuh. Lengkap dengan senjata masing-masing. Komandan KRI Banjarmasin Letkol Laut (P) Rakhmat Arief Bintoro dan Kepala Pelaksana Harian (Palaksa) KRI Banjarmasin Mayor Laut (P) Stanley Lekahena terlihat tegang. Keringat mengucur dari dahi mereka. Nada bicara mereka juga menunjukkan keseriusan masalah yang akan dihadapi kapal milik TNI-AL itu.

Beberapa kali salah seorang ABK meneropong ke kejauhan cakrawala. Sesaat kemudian, dia melapor ke Letkol Laut Rakhmat dengan mimik cukup serius.

Teropong lalu diambil alih Palaksa Mayor Laut Stanley. Dia juga melihat ke kejauhan laut lepas. ’’Ya, ada tiga kapal di depan. Jaraknya sekitar 30 mil laut. Di radar juga sudah terdeteksi,’’ ujar Stanley.

Dalam pelayaran menuju ke Italia itu, kru KRI Banjarmasin sudah memperkirakan akan menghadapi masalah besar ketika melintasi Teluk Aden yang selama ini memang dikenal sebagai zona merah bagi pelayaran dunia. Sejumlah kapal, baik kargo maupun penumpang, dari berbagai negara menjadi korban perompakan para bajak laut Somalia.

Salah satu yang menghebohkan adalah ketika kapal tanker minyak Sirius Star berbendera Arab Saudi dibajak pada 2008. Itulah perompakan terbesar di tengah laut. Kapal tersebut diestimasi seharga USD 150 juta, sedangkan taksiran minyaknya senilai USD 100 juta.

Nah, dini hari itu, komandan dan ABK KRI Banjarmasin pun bersiaga untuk berperang melawan para perompak Somalia. ’’Kami siap siaga dalam semua kondisi. Apalagi kapal tengah melewati perairan yang terkenal banyak perompaknya,’’ kata Rakhmat.

Tiga kapal yang diidentifikasi sebagai kapal bajak laut itu semakin lama semakin mendekati KRI Banjarmasin. Jaraknya tinggal 10 mil laut. Suasana pun makin tegang. Rakhmat meminta stafnya mengontak tiga kapal asing yang siap menghadang KRI Banjarmasin tersebut. Melalui radio, ABK itu melontarkan pertanyaan kepada pimpinan ketiga kapal, ’’Anda kapal dari mana dan mau ke mana? Apakah akan memotong track kapal kami?’’

Namun, tidak ada respons dari tiga kapal itu. Sekali lagi mereka dihubungi melalui radio, tetapi lagi-lagi hanya diam. Komandan KRI Banjarmasin dan palaksa pun akhirnya memerintah pasukan khusus TNI-AL yang terdiri atas Taifib, Kopaska, dan penyelam untuk memperketat penjagaan. Mereka mesti siap siaga untuk kondisi apa pun, termasuk bila harus baku tembak dengan perompak.

’’Tiga meriam di KRI telah diawaki dan pasukan khusus sudah bersiap di posisi belakang anjungan untuk menambah pos pertahanan,’’ terang Rakhmat.

Tiga kapal itu bukannya menjauh, melainkan terus mendekat hingga jarak tinggal 3 mil laut. Dari dek KRI Banjarmasin, tampaklah tiga kapal itu seperti kapal nelayan. Dek kapal itu cukup luas dan dilengkapi speedboat serta sebuah tangga untuk naik turun. ’’Tiga kapal itu mirip karakter kapal perompak Somalia,’’ tuturnya.

Biasanya, perompak Somalia membawa speedboat untuk mengejar kapal sasaran. Setelah kapal sasaran ’’tertangkap’’, tangga yang mereka bawa dipasang menuju dek kapal korban. ’’Karakter kapal itulah yang membuat kemungkinan tiga kapal tersebut memang kapal perompak.’’

Detik demi detik ketegangan itu terus memuncak. KRI Banjarmasin sudah bersiap melawan bila sewaktu-waktu tiga kapal tersebut berulah. Sebab, jarak mereka sudah sangat dekat. Ketika berada tepat di haluan KRI Banjarmasin, dengan kecepatan tinggi, tiga kapal itu ternyata melintas begitu saja. Mereka hanya show of force di depan KRI Banjarmasin.

’’Kami sudah bersiap-siap menembak, eh ternyata mereka mengurungkan niat untuk merompak kami,’’ tutur Rakhmat lega sesaat setelah tiga kapal itu menghilang dari pandangan.

Perairan Somalia memang sangat berbahaya untuk dilewati. Karena itu, sejumlah negara membentuk tim gabungan yang bernama Combined Task Force 151. Tim tersebut akan mengawal kapal-kapal yang melewati ’’zona merah’’ itu. ’’Biasanya, kapal pesiar mendapat pengawalan ketat,’’ ungkapnya.

KRI Banjarmasin sama sekali tidak memerlukan pengawalan itu. Kapal perang buatan PT PAL 2009 tersebut cukup percaya diri untuk membelah perairan Somalia sendirian. ’’Masak kapal perang perlu dikawal untuk menghadapi para perompak? Kami siap menghadapi semua kondisi,’’ tegas Rakhmat.

Banyaknya perompak di perairan Somalia diperkirakan disebabkan miskinnya kondisi ekonomi Somalia. Pemerintah setempat tidak bisa lagi mengontrol rakyatnya. ’’Mungkin ada masalah dalam pemerintahan itu ditambah krisis yang membuat masyarakatnya mengalami kesulitan ekonomi. Untuk menyelesaikan masalah perompakan itu, ya harus diperbaiki dulu pemerintahan dan masyarakatnya,’’ paparnya.

Stanley memiliki cerita tersendiri mengenai perompak Somalia. Mei 2011, dia tergabung dalam operasi pembebasan kapal Indonesia yang disandera perompak Somalia, yakni KM Sinar Kudus. ’’Saya juga dinas di KRI Banjarmasin ini. Kami diperintah ke Somalia secara mendadak,’’ ujarnya.

Saat itu, seluruh ABK diminta masuk ke kapal. Dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, semua pintu keluar kapal dikunci rapat. Tidak ada ABK yang mengetahui akan ke mana kapal itu berlayar. Hanya komandan, palaksa, dan sejumlah perwira yang mengetahui tujuan KRI Banjarmasin. ’’Kami langsung menuju Somalia,’’ ungkapnya.

Ada beberapa pasukan khusus yang dibawa dalam misi tersebut. Ada pula beberapa KRI lain yang mengitari KRI Banjarmasin. Pasukan khusus diterjunkan ke daratan Somalia. Dalam tempo singkat, akhirnya perompak Somalia bisa dilumpuhkan. ’’Kalau tidak salah, ada empat perompak yang tewas dalam operasi itu,’’ terangnya.

KRI Banjarmasin sempat sandar dan melihat kondisi perkampungan perompak. Ternyata, ada ratusan sandera dari berbagai negara dan puluhan kapal yang ditawan perompak. ’’Ya, biasanya mereka meminta tebusan dari perusahaan atau negara yang kapalnya dirompak di laut,’’ jelas Stanley.

image

Setelah operasi selesai, KRI Banjarmasin kembali ke tanah air. Namun, tidak berapa lama, perompakan kembali terjadi. Sebuah kapal tanker milik pemerintah Arab Saudi hendak dibajak perompak Somalia kelompok lain. ’’Lagi-lagi, pasukan TNI-AL berhasil menggagalkan perompakan tersebut,’’ ujarnya.

Berkat prestasi penggagalan perompakan kapal Saudi oleh TNI-AL itu, pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia. ’’Kami bangga bisa menjadi bagian dalam operasi yang sukses itu,’’ ungkapnya.

Pelayaran KRI Banjarmasin kali ini bertujuan mendukung paviliun Indonesia di World Milan Expo 2015. Setelah sandar di Alexandria, Mesir, pada 29 Mei, pelayaran dilanjutkan selama lima hari menuju Genoa, Italia. Kapal sandar pada 6 Juni.

’’Akhirnya, kami sandar di tujuan utama dengan selamat,’’ tambah Komandan Satgas Kartika Jalan Krida (KJK) 2015 Kolonel Laut (P) Benny Sukandari.

Jawapos.com

96 KOMENTAR

  1. haha , br kali ini gw dengar pembajak menyatroni kapal perang
    santai saja ndan , gak usah sesak nafas .. gimana kalau di dpn itu kapal perang musuh , siluman bawah laut , destro .. mungkin sdh mencret ya ndan ..kwkwkwk , nyali tni Ri musti di pecut lagi jgn jd macan kampung .. klu emg itu perompak di rudal sj ndan jgn tunggu mrk pergi .. lumayan latihan gratis .

  2. dari nomor lambungnya ketahuan itu kapal perang lah…itu bagian dari strategi perompak jg…sebenarnya kalau mau “dihabisi” bisa aja…cuma terlalu beresiko…mereka pun pastinya siap mati..lha kalo kena sasaran bazooka mereka bisa berabe jg…langkah TNI sudah tepat…

    • ya menambahkan selain diatas koment saya sblmnya ,

      kalau mati semua , dan dihancurkan , apa kata dunia ???

      TNI bisanya melawan perompak ?? Kabur ??? Naik texsi ?? eh salah ….
      bisa jadi bahan tertawaan seluruh dunia , apalagi denger si Malon Jaguh

      terlebih lagi predikat Low class pantas disematkan kalau beginian

      Dan TNI Tahan diri tidak mengeluarkan apapun serangan itu sudah sangat Jitu ..
      beda donk , kala kapal Meley misalnya dah keluar tembakan apalagi rudal excocet blok III

      Kesimpulan , lawan rendah dibalas dengan kekuatan rendah pula Itu baru sepadan dan Elok atau Anggun Atau apalah … sak karepmu Lon

  3. Seharusnya Komandan KRI Banjarmasin “meniru” apa yang dilakukan kapal AL Rusia terhadap bajak laut dari somalia:
    1. Hantam kapal bajak laut dengan meriam
    2. Kapal yang telah terbakar “dipotong-potong” dengan meriam anti serangan udara
    3. Potongan besar dihancurkan dengan RPG
    4. Potongan kecil dihajar dengan menggunakan AK 47
    Brutal dan sadis.
    Sisanya hanya serpihan kecil yang perlahan tenggelam. .
    https://www.youtube.com/watch?v=BLj3aYPXEEo

      • Tapi kejadiannya benar ada bung. Mungkin tidak semua yang ada video iyu benar. Nama kapal yg coba dibajak adalah cargo “Moscow University” dan pembajak dihabisi oleh kapal Udaloy-class destroyer “Marshal Shaposhnikov”.
        Di kejadian lain ada clash dgn Kirov-class cruiser “Pyotr Veliky” lalu kemudian ada Udaloy-class destroyer lainnya “Admiral Panteleyev” yang menghabisi kriminal yang coba membajak kapal tanker “NS Spirit”

        • yaa itu klo jelas kapalnya perompak, komandan KRI kan hanya mengira-ngira takutnya udh dihajar ternyata nelayan biasa gmn, kecuali klo sdh nampak bawa senapan apalagi sampai menembak ya br kita gulung, ga perlu ditembak ditabrak aja jg karam tu kapal nelayan heheheu

    • gw anggep ini tulisan penengah kita semua, bagus kok, cm karena berdasarkan pengalaman pribadi walu bkn tentara logikanya kl ada kendaraan kenceng ngedektin kt otomatis kt kan curiga, drpd kt di duluin kan lbh baek kt yg duluan hehehehehe….
      sori nih ye gw mmg agak kasar wajarlah org lapangan.

      • bung @ Komerat , kalau SOP tentu semua instansi memiliki bung, sipil aja punya apalagi TNI, cuma SOP tersebut kan tidak mungkin diumbar ke publik, dan hanya personel yang diatas kapal tersebut yang tau detilnya, dan munglkin doktrin tiap negara juga berbeda, semoga hal tersebut juga dapat menjadi salah satu acuan bagi mereka ke depanya. dan yang nulis berita diatas kan wartawan bukan dari personelnya.
        Bung @ Freddy, sya tidak mengatakan anda kasar, setiap orang memang pasti [punya sudut pandang berbeda dalamsuatu masalah , dan saya juga hanya mau mencoba meluruskan dari sudut pandang kami, oleh karena itu kami mohon harga ijuga kami,jangan hanya karena hal jelek yang dilakukan oknum semua di samaratakan, dan agar anda tau nyawa kami sudah kami serahkan pada bangsa dan negara, walaupun misalnya dalam kami mengikuti perintah berakhir dengan hilangnya nyawa kami kami rela. Jangan diningat jeleknya jangan di ingat buruknya,sejeleknya orang pasti ada kebaikanya, sebaik2nya orang pasti ada kejelekanya. SALAM PERSATUAN, SALAMNKRI.

      • @ Begini Bung Amoeba, saya menduga saja.Masalahnya Indonesia keadaannya nggak sama dengan Amerika yang punya musuh di mana mana. Jadi ini bisa saja hal yang baru bagi TNI,jadi belum terfikirkan bertindak seperti tentara Amerika.
        SOP tentu punya yang saya maksud khusus untuk mengahadapi peristiwa seperi ini.Kenapa perlu SOP? ,gini setiap kapal resmi berbendera suatu negara dimanapun kapal itu berada hukum yang berlaku adalah hukum dimana kapal itu berasal. Sekalipun sedang sandar dipelabuhan asing apapun yang terjadi diatas kapal adalah hukum negara bersangkutan. Nah kalau sudah ada SOP ,misal disebutkan setelah di hubungi dengan radio dan diperingatkan jangan mendekat dengan jarak ….meter ,tapi tetap tidak di indahkan ,maka wajib di beri tembakan peringatan dan kalau tetap tak mau patuh harus ditenggelamkan ,misalnya.Jadi ada dasar hukumnya .

      • Gimana tidak panas dingin ,aturannya(sop) yang mengatur tidak ada ,mau ditembak nanti di salahkan,tidak ditembak berbahaya.Coba kalau ada SOP nya tinggal dijalani saja sesuai prosedur. Gimanapun seluruh peristiwa yang terjadi di atas kapal harus dipertanggung jawabkan oleh kapten kapal ,ditulis dalam logbook,dibuat laporannya. satu pelurupun digunakan dicatat.

      • Hadeh…komenya lucu2,bung amoeba menjelaskan sesuatu kepada org yg gak ngerti ya percuma mau anda bilang tni taat atasan tni punya sop tni punya sumpah prajurit tni punya aturan main sampai mulut ente berbusa ya percuma gak bakalan ngerti,intinya bung freddy ini pernah trauma dgn suatu kejadian hingga dia parno sampai sekarang jd kalo ada kejadian yg membangkitkan kenangan traumanya dia akan agresif,nah kalo seperti ini mau dijelasin sampai berbusa mulut tentang aturan tni ya percuma karena dia memandang dr sudut kepentinganya dia bukan dr sudut tni atau sudut tata cara penanganan menurut hukum nasional dan internasional,ya kalo tentara kayak bung freddy semua alamat bubar tni,pengamanan demo aja ada galak dikit kena ham apalagi mau nembak sembarangan hahaa…..salam damai semua

  4. bungg fred tujuan nya kri banjarmasin kan mau ke milan bukan untuk tugas memberantas perompak, dan tuh perompak juga manusia masa main tembak aja, kecuali tuh perompak memang duluan menyerang, koment memang mudah bung tapi kalo anda ada di kejadian tersebut……
    salam bung fred

  5. Ga bisa segegabah itu bung… US Navy pun kalo masuk wilayah perairan asing atau internasional ga akan nembak sembarangan kecuali dalam keadaan perang. Setiap kapal US Navy atau US Air Force punya pedoman yang kira2 artinya jangan melepaskan tembakan kecuali musuh nembak duluan. Lha itu aja US, yang bisa seenaknya mem-bully negara lain secara politik, ekonomi, maupun militer. Apalagi Indonesia… kalo kita nekat nembak, bisa2 jadi bulan-bulanan negara2 Eropa.

    Saya rasa disini TNI “keringetan” itu bukannya takut lawan perompak bung. Apa sih yg ditakutin dari perompak gitu? Meriamnya KRI banjarmasin itu 40mm… kalo orang kena tembak kaliber segitu, bisa jadi daging giling langsung LOL…Yang ditakutin TNI disini justru malah kalo Perompak itu nekat dan TNI ga punya pilihan kecuali “menghabisi” mereka. Buntutnya ya itu tadi, pasti media2 Luar Negeri bakal bikin berita negatif TNI nyerang warga sipil dan sebagainya. Terus juga bakal dikait-kaitkan dengan isu HAM.

  6. bung freddy mengerti konvensi jenewa gak bung, kita kan gaklagi perang, dalamperang pun yang boleh diserang adalah kombatan, lha itu kapal kan belum tentu kombatan, apalagi itu baru diasumsikan kapalperompak mana boleh kita serang duluan.

    • bung freddy yang terhormat, fakta yang bung freddy ungkapkan itu memang benar terjadi,tapi apakah semua TNI itu seperti itu bung, terus sekian banyak TNI yang baik itu bung anggap apa? mereka yang mempertaruhkan nyawanya di medan operasi, di pulau terluar, di perbatasan negara dengan kondisi yang sangat miris, bung anggap apa, jangan karena segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab semua dianggap sama. kalau urusan,yang bung sampaikan saya juga pernah merasakan kok bung , dan hal tersebut kan gak harus membuat kita ngikutin mereka kok.

      • nah kl tau mknya jgn sembarangan sebut maen fakta2, kan gw uda ketik diatas td, gw nilai itu kejadian karena gw anggep mirip situasinya ky gw dijalan cm beda tempat dan keadaan doang, sampe skrg jg gw masi ada trauma dan susah jg ilang, gw pernah ketik diforum ini ntah itu artikel yg mn semua yg gw ketik berdasarkan pengalaman idup gw kerja di lapangan, kadang kt gak pernah tau kejadiann apa yg menimpa segala cara mesti kt coba walaupun yg terburuk sekalipun.

      • ya diatas juga kan saya sampaikan bahwa hal tersebut ada dasarnya, itulah yang membedakan antara kehidupan masyarakat sipil dengan TNi, kalau TNi itu ada aturan yang mengikat mulai dari hal yang terkecil, bahkan urusan BAk dan BAB pun padakondisi tertentu ada aturanya, apalagi masalah mengeluarkan tambakan. Dan itulah fungsinya tes psikologi pada saat seleksi dimana dicari yang nilainya diatas rata2 orang kebanyakan apalagi level perwira nilainya lebih tinggi lagi, supaya pada saat dalam tekanan dan ketegangan sekalipun mereka dapat mengambilkeputusan dengan tepat dan tidak panik serta emosional.

    • Nah Gitu bung Fred , Cakep jawaban anda .
      selama tidak menyenggol dan membahayakan diri “kita” tak perlu lah kita tanggapi berlebihan

      beda kalau senggol ” kita” g ada ampun , perkara HAM dan cibiran Negara lain , itu belakangan
      selama belum dan tahap wajar saya kira kita tak perlu tanggapi berlebihan ,

      Kesimpulan , Dari Negara lain yang ketemu Perompak terus menghujami tembak menembak dahulu , saya rasa mereka berlebihan / Paranoid saja , melebihi keringat dingin bercucuran

  7. Utk bung fredy dan bung amoeba.. Ente berdua ada benarnya.. Namun dari kedua tindakan tsb punya konsekwensi yg logis bila dilakukan.. 1 peluru yg dikeluarkan oleh prajurit grs dipertanggung jawabkan apakah memng sesuai prosedur dan tepat dilakukan..? Krn prajurit dan perwira komandan. KRI mempunyai tggung jawab yg berbeda, para perwiara ditunjuk mwngkomandani kapal perang hrs melewati tes psikologi yg sgt ketat krn mereka membawa senjata penghancur yg sgt dahsyat. Contoh menhan RR dlu informasinya beliau akan dijadikan panglima TNI namun karena karakter beliau yg masih terlalu keras dalam menangani masalah kemananan maka beliau tdk jadi ditempatkan diposisi tsb.. Ini dikarenakanjabatan panglima merupakan jabatan militer sekaligus jabatan politis.. Bayangkan jika seorang panglimatdk memertimbangkan hal poltis..maka dpt dipastikan RI akan byk melakukan perang yg tdk perlu yg pasti akan mempengaruhi perrekonomian dan kodisi poltik regionaln dan1 lagi mgkn kita bisa melihat presiden sby saat mengatasi kelancangan malon waktu menangkap pergas DKP..beliau ttp tdk konfrontasi walau desakan dar ara jenderal dan rakyat begitu besar utk berperang krn beliau melihat itu sbg masalah kecil yg dibuat oleh negara kecil yg ingin mencari perhatian dunia..cukup gelar TNI diperbatasan dan wilayah konflik mereka akan berfikir 1000x berperang dgn kita.salam warjag

  8. berita mantap .paling paling awal nya di kira kapal kargo yg lagi mau pulang sehabis bawa barang , dengan warna abu abu dan body masih mulus kinyis kinyis KRI Banjarmasin sangat mewah, namun begitu jarak pandang dekat yang terlihat adalah sebuah kapal perang maka nyali perompak ciut juga,ibarat kata sebelum bertanding udah WO duluan. mungkin ibarat Bajaj bertemu panser anoa .dari pada mati konyol lebih baik mundur. kalo pun cuma di hajar sekelas RPG oleh perompak , tidak akan byk berarti ,karena SOP yg ada pasti sudah memberi lampu hijau untuk TNI bertindak pada jarak yang di tentukan.misal 1km atau 500m boleh di hajar.

  9. Ada yang mau exist di JKGR…

    Pemahaman artikel = 0
    Nilai komentar = 0
    Penguasaan Bahasa = 0
    Kreatifitas = 0
    Moral berbangsa = 0

    Pesan wali kelas,

    freddy musti banyak minum insektisida dan pestisida. Jangan melawan jika dinasehati sama orang tua