Des 062014
 

TIGA MENTERI JADI WARGA KEHORMATAN KAPAL SELAM

 

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Marsetio di perairan Selat Madura, Jumat (5/12) menyematkan brevet Hiu Kencana kepada Menko Maritim Dwisuryo Indroyono Soesilo, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto. Penyematan ini merupakan simbol diangkatnya para abdi negara tersebut sebagai Warga Kehormatan Kapal Selam TNI Angkatan Laut.

Sebelum dinyatakan sebagai warga kehormatan Hiu Kencana, ketiga abdi negara tersebut mendapat kesempatan berlayar dengan KRI Nanggala-402 yang dikomandani Letkol Laut (P) Hari Setyawan, S.E., (lulusan AAL angkatan 43).

Kapal selam buatan Jerman tersebut berlayar pada kedalaman 11 meter di bawah permukaan laut APBS (Alur Pelayaran Barat Surabaya). Para pejabat tersebut melaksanakan peran berlayar dan bertempur di kapal selam, serta menyaksikan langsung bagaimana sebuah kapal selam beroperasi, salah satu diantaranya mendeteksi posisi kawan dan lawan melalui periskop, serta mencoba mengoperasikan alat-alat yang ada di kapal selam seperti alat deteksi dan navigasi lainnya.

Kasal menyampaikan bahwa upacara penyematan brevet kehormatan Hiu Kencana merupakan salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan dari jajaran TNI Angkatan Laut kepada ketiga pejabat tersebut atas jasa, perhatian, perjuangan, maupun pengorbanan bagi kejayaan TNI Angkatan Laut. Utamanya, telah berpartisipasi demi kemajuan pengembangan kapal selam, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dengan diangkatnya Menko Maritim, Menteri Perhubungan, dan Sekretaris Kabinet sebagai warga kehormatan kapal selam, maka hingga saat ini sudah sebanyak 138 orang pejabat yang diangkat menjadi warga kehormatan kapal selam dan berhak menerima brevet kehormatan Hiu Kencana.

Kapal selam merupakan alutsista andalan bagi sebagian besar angkatan laut negara di seluruh dunia, khususnya yang mempunyai perairan laut dan kepentingan terhadap akses dan pengendalian maritim. Kepemilikan kapal selam oleh satu negara sangat bernilai strategis. Nilai strategis tersebut berlaku baik pada masa perang maupun masa damai.

Kapal selam mampu menghindari deteksi serta menyerang secara senyap untuk menghancurkan armada musuh. Alutsista ini pun dapat menyusup ke garis pertahanan dan memutuskan garis perhubungan laut lawan. Pada masa damai, kehadiran kapal selam akan memberikan dampak penangkalan (deterrence effect). Hal ini menjadi elemen penting dalam memperkuat posisi tawar (bargaining position) negara di mata dunia.

Saat ini TNI AL telah memesan kapal selam sebanyak dua unit di Korea Selatan. Dalam rencana pemenuhan kebijakan dasar pembangunan TNI Angkatan Laut menuju Minimum Essestial Force (MEF), akan dibangun kapal selam diesel electric sebanyak tiga unit. Pembangunan kapal selam ketiga rencananya akan dibangun di galangan kapal dalam negeri yaitu PT PAL Indonesia (Persero) dengan memaksimalkan transfer of technology. Hal ini merupakan implementasi kebijakan pemerintah dalam pemberdayaan industri pertahanan nasional yang pada akhirnya akan tercapai kemandirian alutsista TNI/TNI AL.

KRI Nanggala-402 dibuat oleh galangan Howaldtswerke, Kiel, Jerman Barat pada tahun 1981. Kapal selam kebanggan bangsa Indonesia ini merupakan tipe 209/1300 yang banyak digunakan oleh angkatan laut negara-negara di dunia.

KRI Nanggala-402 merupakan kapal TNI AL kedua yang menyandang nama Nanggala. Kapal pertama merupakan salah satu dari 12 kapal selam kelas Tjakra buatan Rusia (kelas Whiskey) yang di-scrap/dihapus tahun 1970-an. Kapal selam tersebut pernah terlibat dalam penugasan negara dalam operasi perebutan Irian Barat, untuk kembali ke pangkuan NKRI.

KRI Nanggala-402 memiliki berat selam 1,395 ton, dengan dimensi panjang 59,5 meter x lebar 6,3 meter x tinggi 5,5 meter. kapal selam ini menggunakan  mesin diesel elektrik, 4 diesel, 1 shaft menghasilkan 4.600 SHP, sehingga sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 21,5 knot. Berbagai penugasan KRI Nanggala-402 diantaranya terlibat dalam latihan bersama dengan US Navy dengan nama sandi Coorperation Afloat Readiness and Training/CARAT-8/02 yang diadakan pada 27 Mei – 3 Juni 2002 di perairan Laut Jawa, dan Selat Bali. Selain itu, dalam Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) XV/04 di Samudera Hindia, tanggal 8 April hingga 2 Mei 2004, KRI Nanggala-402 berhasil menenggelamkan eks KRI Rakata, sebuah kapal tunda samudera buatan 1942 dengan Torpedo SUT.

Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut.

Sumber : Dispenal Mabesal

Bagikan:
 Posted by on Desember 6, 2014

  24 Responses to “TIGA MENTERI JADI WARGA KEHORMATAN KAPAL SELAM”

  1.  

    :mrgreen: ok

  2.  

    Perlu tambahan lagi kapal selamnya
    untuk memperkuat TNI AL dan menjaga
    kedaulatan NKRI

    Salam NKRI

  3.  

    Absen siang

  4.  

    Andi W dapat brevet, 636 pasti datang.. :mrgreen:

  5.  

    Lanjutkan

  6.  

    Msh diawal pemerintahan sdh ada 3 menteri yg memperoleh brevet hiu kencana sbg tanda kehormatan. Semoga masa depan Indonesia smkn cerah dan jaya.
    Amin…

  7.  

    Halah…benda ghoib apa lg yg mo dateng ini sampe ni 3 orang jd warga kehormatan….
    Betewe gerak cepet juga anda bertiga dalam memajukan AL kita,pdhal baru beberapa bulan dilantik, i salute you…..

  8.  

    Malu maluin saja, dengan submarine butut selalu cari2 muka dengan segala macam warga kehormatan padahal alat ini untuk menjaga dan membela kedaulatan negara bukan untuk pencitraan yang kerdil seperti ini apalagi diberikan kepada yang sebenarnya orang2 yang tidak pantas. Yang kemaren juga diberikan, kasad, kapolri, menteri creative, dll ditambah lagi dengan yang sekarang saya pikir masih sangat tidak pantas dibandingkan dengan ibu Susi yang sebenarnya bukan hanya sebagai warga kehormatan submarine RI tapi dia sangat pantas jadi panglima kehormatan TNI-AL termasuk didalamnya KRI Cakra dan Nanggal. Ibu Susi lebih berani dari puluhan ribu pasukan TNI-AL dalam mengambil tindakan menjaga kedaulatan di perairan laut NKRI, apalagi dibandingkan dengan penerima penerima sekarang dan sebelumnya. Ini adalah honest opini saya dengan membaca banyak berita2 tentang sepak terjang ibu Susi, menteri kelautan dan perikanan RI 2014-2019.

  9.  

    KRI Nanggala-402 memiliki berat selam 1,395 ton, dengan dimensi panjang 59,5 meter x lebar 6,3 meter x tinggi 5,5 meter. kapal selam ini menggunakan mesin diesel elektrik, 4 diesel, 1 shaft menghasilkan 4.600 SHP, sehingga sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 21,5 knot

    nah loh.. beratnya jadi tambah yah.. bukanya yang kita punya itu versi 1200 ton.. apa sudah nambah pas overhoul di korea… 🙂 IMHO

  10.  

    Hadiir

  11.  

    Kpn nih nenggala bisa jd kapal selam wisata?

  12.  

    sepertinya pengangkatan para menteri ini sebagai simbol wujud kepedulian demi menjaga kesinambungan pembangunan alusista TNI khususnya AL…sekedar asumsi pribadi

  13.  

    Seskab baru kerja 1 bulanan sudah dapat brevet, shg kesanya itu brevet spt diobral !

  14.  

    Ombaknya sj bisa tenggelamkan kapal musuh wk wk wk….weleh weleh

  15.  

    sabar prof uji coba dulu terpedonya kalo sudah berhasil, penghargaan akan disematkan di kapal selam khusus

  16.  

    bah euforia kebablasan

  17.  

    bung Rafly,

    titik berat point 7 sepertinya pada “merugikan keuangan negara”.

    dan kita bisa mempertanyakan kebijakan kpu di pilpres kemarin karena meloloskan seorang capres yang jelas merugikan “merugikan keuangan negara”, karena ulah perusahaannya mengakibatkan musibah bagi ribuan orang dan negara terpaksa menanggung getah nangkanya dalam bentuk ganti rugi melalui apbn.
    belakangan ybs malah mengaku gak mampu bayar padahal masih memiliki banyak perusahaan lain…

    •  

      Maksud bung danu ARB ? Kan beliau bukan capres saat pilpres kemarin, hanya di usung partai tapi tidak masuk tahapan nasional.

      Tapi yg menarik untuk dicermati dinamika saat ini, kedekatan dimanfaatkan menjadi sebuah keuntungan pribadi dengan embel2 penghematan keuangan negara namun dibantah oleh si pembuat komitmen.

  18.  

    Izin like bung giriputra… Mungkin Blm waktunya bung … Semoga mereka rajin2 lg belajar bung..

 Leave a Reply