Jun 032016
 

Manila – Tiga nelayan Filipina yang mengaku ditahan dan dipukuli pada tanggal 9 Mei 2016 oleh Angkatan Laut Malaysia, mendesak pemerintah Filipina untuk bertindak terhadap orang-orang yang menyerang mereka.

Nelson Flamiano, Arlon Sandro dan Teody Baisa, semua penduduk kota pesisir Subic di Zambales, kembali ke rumah pada hari Sabtu, setelah ditahan selama beberapa jam karena diduga memancing di perairan Malaysia.

Ketiganya merupakan bagian dari 22 awak kapal F/B Justin Lloyd mengatakan, mereka akan mengajukan keluhannya terhadap penangkapan pihak berwenang angkatan laut Malaysia, menurut laporan Manila Times.

Laporan tersebut mengutip Kapten kapal F/B Justin Lloyd, Martin Datingginoo yang mengatakan mereka saat itu memancing bersama di Commodore Reef, atau di sekitar Rizal Reef, markas detasemen Angkatan Laut Filipina, ketika mereka didatangi oleh personel Angkatan Laut Malaysia pada 9 Mei 2016.

Dia mengatakan pihak Malaysia memerintahkan mereka untuk menjauh dari perairan teritorial mereka, sambil menodongkan senjata api panjang mereka.

Datingginoo kemudian mengontak lewat radio ke stasiun Angkatan Laut terdekat Filipina di Palawan untuk mendapatkan bantuan, namun dia diberitahu untuk terus menuju detasemen Angkatan Laut Filipina di dekatnya.

Mendapatkan respon seperti itu, Datingginoo menginstruksikan tiga awak kapal untuk pergi mendekat kapal Malaysia dengan perahu kecil untuk menunjukkan dokumen mereka, tetapi nelayan itu malah ditangkap.

Baisa mengatakan kepada The Manila Times, mereka diborgol dan disuruh berlutut di dek kapal Malaysia saat mereka ditendang dan ditinju. Mereka dituduh melanggar perairan Malaysia.

“Cuaca sangat panas dan mereka membuat kami berlutut di dek kapal, untungnya badan saya tinggi dan luka saya tidak seburuk dua orang lain,” kata Flamiano.

Teody Baisa menunjukkan lututnya yang berbekas dengan luka yang dalam, Manila Times melaporkan.

Flamiano mengklaim bahwa dalam menendang dan meninju, Malaysia memastikan mereka tidak meninggalkan bekas, dan bahkan memeriksa jejak ini sebelum melepaskan ketiganya.

kepulauan spratly

Teody Biasa bersikeras bahwa daerah mereka memancing selama bertahun-tahun ini, merupakan milik Filipina, dan bahwa ini adalah pertama kalinya mereka dicegah dari melakukan hal tersebut, ujar laporan itu.

Seorang wakil Angkatan Laut Filipina bertemu dengan nelayan di Subic pada hari Senin dan dengan perwakilan lokal lainnya untuk mempersiapkan protes resmi terhadap Angkatan Laut Malaysia, ujar laporan itu.

Sementara itu, Manila Times menambahkan, para pejabat Filipina telah menghubungi rekan-rekan mereka di Pemerintah Malaysia atas insiden tersebut.

Sumber : Freemalaysiatoday.com

Berbagi

  41 Responses to “Tiga Nelayan Filipina Mengaku Diserang Malaysian Navy”

  1.  

    Walahhh

  2.  

    Garang juga gitu lho….
    Tp sama nelayan China kok diam saja? Hhi”

  3.  

    Tentera malon memang puak labu, sok jaguh, belum pernah perang tapi merasa jaguh. kalau perang beneran tergopoh gopoh kencing di celana. wkwkwkwkwkwkwk……

  4.  

    Malon.Malon..tuch ada 100 kapal nelayan China masuk..ga BERANI USIR..hadeeeh tentara paling berani SEJAGAT DUNIA & AKHERAT..

  5.  

    MALAYASIA memang kerjaannya merebut tanah orang…

  6.  

    bung kalaw laskar hentak” bumi kan AD nya malaysia,kalaw AL nya laskar apa bung??

  7.  

    laskar kodok.laut kalee..

  8.  

    Laskar sampan bedayong

  9.  

    hahahaaaaa
    beraninya sama nelayan dan itu klo bener wilayanya Malon harusnya ditahan bukanya digebuk

  10.  

    Untuk makluman 100 nelayan China tidak memasuki wilayah perairan Malaysia….ketika kejadian mereka berada di luar kawasan Zon ZEE Malaysia dan telah di sah oleh Laksamana TLDM sebab ada kapal APMM yang memantau dan telah disalah anggap oleh Menteri berkenaan

    •  

      @melayu 69 sukanya gaya 69 , bilang saja kalo malon tidak berani tangkap kapal cina soalnya syarikat kerajaan kalian kan sudah dipegang 100% oleh mereka hehehehe

  11.  

    laskar hentak iwak cucut..hahaha

  12.  

    test

  13.  

    panas..2

  14.  

    Malaysian navy tu stresss… wilayahnya diacak acak china tp ga berani nindak …pelampiasan nelayan Filipin …yang ga bisa bales ..wkwkwk…cba nelayan indonesia apa china di lgs gebug yakhon hehehe

  15.  

    10 Thn lagi Malaysia akan lebih kuat & sangat berbahaya,,karena 10 thn lagi Malaysia sdh menjadi wilayah Resmi RRC, RRC saat ini menyebut etnis china di Malaysia adalah warga nya,,orang China Malaysia akan melakuakn “pembiakan cepat” tiap keluarga akan beranak pinak,,sedangkan ras Melayu makin malas melahirkan,,,disitulah nanti etnis China di Malaysia makain membludak dan meminta RRC menganeksasinya,,tentu dengan kekuatan militer & ekonominya bukan hal yg susah bagi RRC,,saaat itu UK & USA sudah tidak bisa mengimbangi RRC + Rusia, ,,kelompok persemakmuranpun tiada mampu melawan RRC (backing Russia),,walhasil Malaysia menjadi 1 dengan Chian dengan semboyan selama ini 1 China 2 system,,yg juga sdh berlaku di Macao, Hongkong, dan nantinya Taiwan. S’pore belum mau gabung dg alasan sbg negeri Independen dan dilindungi mati2an sm UK & USA.,,jadi kedepan Malausia tentu akan lebih beringas kepada negara tetangganya,,,sedangkan RRC saat itu dengan RI tdk saling mengganggu oleh karena hubungan baik & juga penengahnya Russia..maka wahai Philipino,,lawan lah malaysia skrng,,lawan,,jangan menunggu Malaysia sdh jd satu dengan RRC, nantinya akan lbh sulit lagi…

  16.  

    Samperin tuh yang nodong senjata ke nelayan fillipina, banci semua TLDM …

  17.  

    LUAR BIASA PENGECUT.

  18.  

    OPM dan SANTOSO hampir habiiss…cuba kau tengok kesini. ayoo ayo kesini..

    ayyooo kapan kita perang lon malon???. kami banyek hati lawan kalien ladiboy..

  19.  

    memang luar binasa + super duper BO**H..negara di atur BRITISH mahu sahaje..
    malays belum merdeka..

  20.  

    konfrontasi aja minta belain inggris dan asutralia..pengecut tuuh MALON ESIAL

  21.  

    semua sudah rada gatal tangan ingin perang di LCS

  22.  

    Alah, palingan bohong. Buat apa sih berita beginian?

  23.  

    Bener nih? Tldm lakukan itu?
    Astagfirullah

  24.  

    Ijin masuk komandan

  25.  

    TNI AL Tangkap Kapal Ikan Asing Asal Vietnam dan Filipina
    UMUM | 31 May 2016
    Jatim Newsroom -Kapal
    Perang Republik Indonesia (KRI) Multatuli (MLT)-561
    dengan komandan, Kolonel
    Laut (P) Agus Prabowo,
    berhasil menagkap dua
    Kapal Ikan Asing (KIA) asal Vietnam dan Filipina saat
    patroli menjaga
    pertahanan dan keamanan
    laut wilayah timur Indonesia.
    “Aksi pengejaran
    berlangsung selama 13 di Locus di utara pulau Fani,”
    terang Kadispenarmatim,
    Letkol Laut (KH) Maman
    Sulaeman melalui
    keterangan persnya Selasa (31/5)
    Kadispenarmatim
    menceritakan, awal
    pengejaran dilakukan saat
    salah satu kapal perang
    jajaran Satuan Kapal
    Amfibi (Satfib) Koarmatim
    ini, KRI MLT-561
    mendeteksi adanya kontak
    tak berlampu jarak 6 mil di
    perairan Samudera Hindia
    pada posisi
    02°22’00”U-131°06’00”T,\.
    Selanjutnya KRI MLT-561
    melakukan proses
    pendekatan, dan mencoba
    melaksanakan komunikasi
    untuk kemudian
    memerintahkan agar KIA
    tersebut melakukan stop
    mesin, namun tidak ada
    jawaban atau respon dari
    kontak kapal yang diduga KIA. “Justru KIA cenderung
    melaksanakan manuver
    menghindar yang
    berbahaya bagi
    keselamatan navigasi,”
    katanya.
    KRI MLT-561 dengan
    cepat melakukan
    tembakan peringatan
    pertama ke udara, namun KIA tetap menghindar dan
    tidak kooperatif, kemudian
    kembali tembakan
    peringatan kedua
    dilancarkan ke arah
    permukaan air di depan
    haluan KIA yg percikan
    airnya dapat dilihat
    nahkoda atau ABK Kapal.
    Namun kapal tidak ada
    inisiatif untuk berhenti.
    Saat tembakan peringatan
    ketiga ke arah lambung kiri KIA tetapi tetap tidak
    merespon, KRI MLT-561
    selanjutnya menggunakan
    strategi lain, KRI MLT
    melaksanakan shadowing
    dengan jarak 2 mil dengan
    halu ke selatan sampai
    menunggu matahari terbit,
    akan tetapi KIA tersebut
    masih belum menyerah
    dan terus menghindari
    proses pengejaran,
    penangkapan dan
    penyelidikan (Jarkaplid)
    penegak hukum di laut Indonesia yaitu TNI
    Angkatan Laut.
    KRI MLT mencoba
    melaksanakan peran
    sekoci, sekoci turun
    dengan tim Visit, Board, Search and Seizure (VBSS)
    mendekat ke KIA.
    Kemudian melaksanakan
    tembakan peringatan oleh
    prajurit KRI dengan
    menggunakan AK47 & BAG. Setelah melakukan
    penyergapan di atas KIA
    tersebut, Anak Buah Kapal (ABK) yang menjadi target
    operasi menyerah.
    Sasaran KIA berhenti, ABK menyerah, kapal merapat di lambung kiri KRI MLT pada Posisi : 01°48’00”U-130°24’00”T. Saat Sekoci dinaikan, didapati keterangan Kapal Ikan Asing yang berhasil diamankan bernama Pha QN9.95030, kapal asal Vietnam tersebut membawa 13 Warga Negara Asing (WNA) yang juga merupakan warga Vietnam.
    Dalam kapal tersebut, ditemukan muatan berisikan Teripang sebanyak 48 Drum. Adapun pelanggaran yang terbukti di antaranya berlayar tanpa dilengkapi dokumen kapal, tidak memiliki ijin tangkap di wilayah perairan Indonesia, ABK WNA tanpa dokumen.
    Selain KIA Pha QN9.95030 asal Vietnam, KRI MLT-561 juga berhasil menangkap KIA asal Filipina dengan nama Jessica-006 posisi 02°38’00” U-130° 51′ 00”T. Selanjutnya, Kedua KIA saat ini sudah dikawal ke Lantamal XIV Sorong untuk pemeriksaan lebih lanjut. (hjr)

  26.  

    apa sih ini, isinya kok caci maki.

  27.  

    wihhh hater malaysia pada komen di youtube rame banget.. hhh. salam damai indonesia

  28.  

    pertamax?

  29.  

    Terbukti malasya TIDAK SERUMPUN dengan Indonesia. malasya suka pukul pukul orang lemah tapi TAKUT dengan china. Indonesia tak pernah pukul orang lemah. Indonesia berani usir kapal china. hehehe…
    Cobalah malasya , hadang tu kapal china. berani tak?

  30.  

    Tak lame lagi sabah tak punya perairan…
    Turut berduka…

  31.  

    kwkwkwkwk…ilustrasi yg menarik…..wkwkwkwk,……bayangin aja kapal2 perang nya aja ngibrit diusir oleh hanya 2 orang kopaska cuy. bagaimana mungkin bisa2nya mukulin denjaka walo nyamar sekalipun itu…..tapi ini ide yg bagus biar rame 😀

  32.  

    Saya kangen pasukan Den Marint

  33.  

    Tak perlu banyak komentar, biarkan saja mekanisme diditerapkan secara internasional oleh kedua negara …. tak perlu mengeluark pendapat yang tak perlu.

  34.  

    malon ini beraninya sama sipil..sama TKI juga begitu
    askar malon beraninya cuma nangkap pendatang asing, 100 kapal cina masuk ke rumahnya cuma dipelototin..itu tandanya malon ini paling pengecut
    pengecut dari yg bawah sampai pemimpinnya

  35.  

    Sabahan power…..hahahahaha…ada apanya dengan TLDM,tentara low class,gak usah TNI turun tangan Hansip aja cukup..wkwkwkwk..

  36.  

    Ya..gitu deh…ciri2 tentara yg low class,beraninya ama orang sipil gak berdaya,buat lawan sama2 tentara negara lain mana berani tentara malon..lawan sipil bersenjata aja kabur trs ngumpet…hahahaha

  37.  

    coba minta itu melayan filipina sebutkan nombor kapal tldm yg melakukan operasi trsebut.

 Leave a Reply