Jul 222019
 

Tiga Pesawat Su-35 Masuk Resimen Tempur Rusia. (Russian mil.ru)

Rusia, Jakartagreater.com – Sebagai bagian dari perintah pertahanan negara Rusia, 3 pesawat tempur serba guna terbaru Su-35 memasuki resimen penerbangan tempur Leningrad Army Air Force and Air Defense of the Western Military District di Wilayah Tver, ungkap function.mil.ru, 21-7-2019.

Pilot resimen udara menerima pesawat tempur Su-35 di pabrik di Komsomolsk-on-Amur (Wilayah Khabarovsk) dan menerbangkan pesawat ke tempat penyebaran permanen, terbang lebih dari 9 ribu km dengan 3 pengisian bahan bakar di lapangan terbang operasional.

Pesawat tempur Su-35 akan menggantikan jenis pesawat yang sudah ketinggalan zaman. Sebelum peralatan ulang, para kru menjalani pelatihan ulang untuk pengoperasian pesawat baru.

Sebelumnya, Jet Jet tempur Su-35 benar-benar dilengkapi kembali oleh Resimen Penerbangan Pengawal Distrik Militer Barat, yang ditempatkan di Republik Karelia.

Su-35 Akhir Tahun 2020

Pasukan Aerospace Rusia akan menerima 20 Jet tempur Su-35S pada akhir tahun 2020, ujar Wakil Menteri Pertahanan Alexey Krivoruchko.

“Kami berharap 20 Jet tempur Su-35S akan dikirim ke Pasukan Aerospace Rusia pada akhir 2020,” kata Krivoruchko kepada TASS. Pada 2015, Angkatan Udara Rusia dan Pasukan Pertahanan Aerospace Rusia bergabung untuk membentuk Pasukan Aerospace Rusia.

Menteri menambahkan bahwa pesawat tempur sedang dimodernisasi berdasarkan pengalaman yang diperoleh selama penggunaannya dalam konflik Suriah. “Jet Su-35S akan dapat menggunakan semua jenis Rudal udara-ke-udara dan udara-ke-permukaan,” katanya.

Su-35S adalah Jet tempur multiperan satu kursi. Su-35 sangat cocok untuk misi superioritas udara karena kemampuan manuvernya yang sangat baik dan dengan mesin daya dorong vectoring memungkinkannya untuk berbelok jauh lebih ketat daripada pesawat tempur biasa.

Su-35S dilengkapi dengan meriam 30mm untuk pertempuran dogfight dari udara-ke-udara serta kemampuan membawa roket, Rudal dan bom.

  19 Responses to “Tiga Pesawat Su-35 Masuk Resimen Tempur Rusia”

  1.  

    SUKHOI Su-35S FLANKER Dinasti Flanker Yang Paling Mematikan
    Su-35S telah mengalami banyak perubahan dan peningkatan, antara lain yaitu:
    – Di bagian atas hidung tidak hanya terpasang IRST, tapi juga bukaan (aperture) untuk infra merah pendeteksi rudal, yaitu MAWS (Missile Approach Warning Sensor) , satu diantara enam aperture yang terpasang di beberapa titik strategis yang melingkupi seluruh sektor di sekitar pesawat.
    – Roda pendarat depan Su-35S berkonfigurasi roda ganda (twin wheel) bersisian, dibanding roda tunggal Su-27. – Rem udara yang berukuran besar terpasang di bagian punggung atau dorsal airbrake (mirip pada F-15 Eagle dan menjadi ciri khas keluarga Flanker) dihilangkan pada varian Su-35S, yang otomatis menghilangkan sistem penggeraknya, sehingga mendongkrak kapasitas ruang dalam body yang dimanfaatkan untuk menambah 22 % kapasitas bahan bakar internal menjadi 11.500 kg atau sekitar 14.375 liter dari Flanker generasi awal.
    – Bagian lubang intake Su-35S dikatakan sedikit lebih lebar walaupun dalam hitungan centimeter saja…https://militerhebatdunia.blogspot.com/2016/07/sukhoi-su-35s-flanker-dinasti-flanker.

  2.  

    20 Unit hingga akhir 2020 mungkin musuh-musuh Rusia US/NATO dah menumpuk sangat banyak peralatan militernya di sekitar Rusia

  3.  

    Rusia membutuhkan Ribuan Jet Tempur untuk menandingi kekuatan udara US karena bila terjadi perang terbuka US pasti akan di bantu dengan gerombolannya

    •  

      Doktrin peperangan antara nato dan rusia berbeda
      Dipihak rusia buat apa menginvestasi pesawat tempur yang terlalu banyak sedangkan ada opsi yang lebih murah yaitu pertahanan udara yang murah yang bisa menghancurkan banyak pesawat dalam sekali serang dan untuk offensive mereka mempunyai rudal nuklir jarak jauh yang siap sedia jika terjadi konflik, kebanyakan alutsista rusia bersifat defensive yang memiliki kapabilitas offensive yang sedikit
      Sedangkan dipihak nato mereka memiliki kekuatan offensive yang lebih banyak dibandingkan defensive seperti pesawat tempur, dan kapal induk

      •  

        masuk akal dix urraa…tapi bukan doktrin itu xixixixi mungkin keadaan yang tidak memungkinkan…memang rusia tidak memungkinkan menang perang lawan sekutu bila hanya perang konvensional…tapi nuklir juga engak memungkinkan untuk digunakan…karna akan memicu perang nuklir…dan akibatnya tau sendiri lah…engak ada yang menang …bahkan yang engak perang juga ikut kena dampaxnya…!!!

        •  

          Aku pernah baca di artikel sebelah kalau doktrin sovyet dari dulu emang bikin rudal pertahanan yang banyak
          Selain lebih murah dari pada satu pesawat, juga lebih efisien soalnya habis tembak langsung pergi ganti posisi biar nggak ketauan

  4.  

    Itu Su-35 yg gak jadi di ekspor ke Indonesia.

  5.  

    Su 35 untuk indo belum datang (atau emang gak jadi ekspor).
    Ujung²nya kita cuma berharap ke korsel.

  6.  

    Indonesia belum butuh ifx atau su 35 indonesia masih aman dalam 20 taon kedepan tidak ada perang???

  7.  

    Dari mana ya? Lupa saya ,seperti pernah baca seperti itu tapi kapan dan dimana? nanti saya cari lagi di uc browser