Tiga Warga Palestina Dieksekusi Mati Hamas

Pasukan keamanan kelompok Hamas mengeksekusi tiga warga Palestina, Selasa pagi (31/5/2016). Seperti dikutip Reuters (31/5/2016), ketiganya dieksekusi mati lantaran bersalah atas pembunuhan dalam kasus terpisah. Dua dari ketiga warga dieksekusi oleh regu tembak, sementara satu lainnya yang merupakan seorang polisi dihukum mati dengan cara digantung.

Ketiga warga Palestina ini dijatuhi hukuman mati setelah semua upaya banding di pengadilan gagal. Namun, tindakan ini sontak mendapat kecaman dari kelompok hak asasi manusia (HAM) lokal dan internasional. Pasalnya, hukuman eksekusi mati ini berpotensi memperlebar perpecahan antarfraksi di Palestina.

Palestina sendiri kini sedang berjuang di forum internasional untuk mendapatkan dukungan luas bagi kemerdekaannya. Perpecahan antarfraksi jelas dapat merusak upaya tersebut.

Di bawah hukum Palestina, Presiden Palestina Mahmoud Abbas memang menyetujui penerapan hukuman mati. Namun, perpecahan antara Hamas dan Fatah, kelompok pendukung Abbas, membuat Hamas merasa tidak membutuhkan persetujuan dari Presiden Abbas untuk melakukan eksekusi mati. Dengan demikian, dalam sebuah pernyataan, otoritas Palestina mengatakan, meskipun penerapan hukuman mati disetujui, namun eksekusi tiga warga Palestina tersebut ilegal.

Menurut Jaksa Agung Palestina yang berbasis di Ramallah, Ahmed Brak, eksekusi merupakan pelanggaran yang mencolok dari hukum dasar Palestina.

Kelompok Hamas yang telah menguasai Gaza sejak tahun 2007 memang telah mendapat desakan internasional untuk tidak melakukan eksekusi mati ketiga warga Palestina tersebut. Uni Eropa, PBB dan kelompok HAM juga sama-sama menyerukan pembatalan eksekusi mati tersebut. Namun pada kenyataannya, otoritas Hamas tetap menyatakan bahwa hukuman mati harus dilakukan.

Tinggalkan komentar