Tim USA Laksanakan ILSR di Lanud IWJ

42
78

TIM DARI USA LAKSANAKAN ILSR DI LANUD IWJ 1

Selama tiga hari tim dari Amerika yang dipimpin Colonel Newberry mengadakan Integreted Logistics Support Review (ILSR), terkait kelanjutan Proyek “Peace Bima Sena II” tentang program hibah dan upgrade 24 pesawat F-16 C/D-52ID dari USA, di ruang rapat Markas Lanud Iswahjudi, Rabu (4/2/15).

Dengan dilaksanakannya ILSR oleh tim dari USA dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana progres report on star update pelaksanaan regenerasi dan delevery pesawat F-16 C/D-52ID, engine status, canopy sill longeron dan mengetahui permasalahan lainnya terkait support equipment.

Dalam pelaksanan hibah 24 pesawat F-16 C/D-52ID tersebut, lima pesawat diantaranya sudah berada di Indonesia yang datang pertengahan tahun 2014 dan diterbangkan langsung dari Amerika dan mendarat di Lanud Iswahjudi, Magetan Jawa Timur.

Pada pelaksanaan ILSR selain dihadiri dari Tim USA juga diikuti oleh Kepala pelaksana Proyek F-16, Sesdisaeroau Kolonel Tek Amrullah Asnawi, Kasubdis Avionik Kolonel Lek I.B.K. Swagata, Kasubdis Pespur Disaeroau Kolonel Tek Slamet Purwadi, sedangkan tim dari Lanud Iswahjudi Kadislog Kolonel Tek Iwan Agung Djumaeri, S.IP., dan segenap pejabat terkait baik dari Lanud Iswahjudi dan Markas Besar TNI Angkatan Udara.

Selama kegiatan ILSR Tim dari USA juga melaksanakan kunjungan ke Skadron Teknik 042, Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi dan Depo Pemeliharaan 20. (tni-au)

42 KOMENTAR

  1. dr 3 kandidat tersisa, gripen akan kesulitan apbila hrs bs mengirim pesawat sblm mef 2 berakhir(2019) krn gripen e/f pertama utk swedia br d terima 2018, utk brazil 2019/20..mungkin indonesia 2021(jk beli).
    dr pengarahan bpk pres yg menghendaki agar alutsista bs saling ngobrol n adany evaluasi alut dr blok timur..kemungkinan su 35 tdk akan d ambil..
    tinggal tersisa 1 kandidat.

    • Dalam hal masalah data link, kabar baiknya pesawat tempur Su-35 BM ini sudah dilengkapi dengan Link 16 yang merupakan data link standard NATO yang sudah di miliki oleh F-16 TNI AU. Hal ini tentunya akan memudahkan untuk membangun network centric warfare system dengan F-16 TNI AU, serta memudahkan Indonesia dalam menentukan pesawat peringatan dini (AEW&C) di masa datang. Pada Sukhoi 27/30 TNI AU, sebenarnya juga memiliki data link, tapi bukan Link 16.
      Selain itu Indonesia berpengalaman dalam mengotak-atik sistem barat dan timur

  2. sudah dibilang, RI tak akan lepas dr pengaruh US maupun Rusia. Ambil sebanyak2nya F-16 + Gripen + Typhoon utk melengkapi F16 blok15 madiun dan Hawk Pontianak & Pekanbaru. Juga Ambil Su35 utk melengkapi Su27/30 Makasar taruh di timur (kupang & papua) utk jaga Ausie….ambil semua mumpung belum di larang. Supporter Gripen senang, penggemar Typhoon suka dan fans Sukhoi happy. Amerika nggak marah, Rusia dan Eropa tetap jadi teman. Suatu saat kalau sdh mandiri baru boleh membusungkan dada.

  3. Usd 700 juta klo dibelikan gripen brpa biji ya? Mungkin kalau seluruh f16 digantikan gripen ng lebih hemat cost dan lumayan juga buat intercept pesawat pesawat sipil yang kesasar ato menyasarkan diri di wilayah NKRI untuk havy fighter tetep keluaga sukhoi 27 sama su 35 bm rasah kakean pilihan ndak mumet !

  4. iya bung frans…Indonesia gak akan diembargo selama freeport juga gak diganggu…:))
    kemaren freeport sudah dapat kelonggaran….ya seharusnya Indoensia dikasih f-16 block 60 dong, 24 buah lah…..nilai yang kecil dibandingkan apa yang sudah kita kasih ke mamarika…

  5. iya bung frans…Indonesia gak akan diembargo selama freeport juga gak diganggu…:))
    kemaren freeport sudah dapat kelonggaran….ya seharusnya Indonesia dikasih f-16 block 60 dong,minimal 24 buah pesawat lah…..nilai yang kecil dibandingkan apa yang sudah kita kasih ke mamarika…