Aug 192016
 

Warga kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis 18 Agustus kemarin dikejutkan dengan aksi penyergapan yang dilakukan oleh tim gabungan intel Koarmatim, Lantaman V, Pasmar, Intai ampibi dan Kopaska TNI AL di sebuah hotel berbintang di kawasan jl. Rajawali Surabaya.

Kamar tempat persembunyian pelaku teroris di lantai 7 hotel berbintang diledakan tim intel gabungan TNI AL. (foto/jakartagreater_marksman)

Kamar tempat persembunyian pelaku teroris di lantai 7 hotel berbintang diledakan tim intel gabungan TNI AL. (foto/jakartagreater_marksman)

Sontak aksi dari puluhan anggota tim gabungan TNI AL itu menyedot perhatian warga Surabaya yang tengah melewati kawasan tersebut. Jalan Rajawali yang umumnya padat dilalui kendaraan, mendadak berubah menjadi kemacetan.

Desas-desus yang beredar, Hotel bintang empat di jl. rajawali itu tengah dikuasai oleh seorang pelaku teroris yang disinyalir membawa senjata api. Karena dinilai pelaku sangat berbahaya, maka diterjunkan tim elit gabungan dari TNI AL untuk meringkus pelaku.

Namun karena seluruh akses masuk ke dalam hotel telah ditutup pelaku, maka tim gabungan TNI AL tidak punya pilihan cara masuk untuk menyerang. Satu-satunya jalan, tim gabungan masuk ke dalam hotel dengan menggunakan tali dari atap gedung.

Aksi penyergapan pelaku teroris yang dilakukan tim gabungan TNI AL, berlangsung sangat cepat dan efektif dalam menjalankan operasi militer.

Setelah menemukan tempat persembunyian pelaku teror yang diketahui berada di lantai 7 , pasukan yang sudah terlatih ini memecahkan kaca dengan menggunakan bahan peledak. Usai diledakan ruang kamar yang diindikasi sebagai lokasi pelaku teroris langsung dilempar gas.

Warga Surabaya menyaksikan langsung aksi dari tim intel gabungan TNI AL dalam menyergap pelaku teroris (foto/jakartagreater_marksman)

Warga Surabaya menyaksikan langsung aksi dari tim intel gabungan TNI AL dalam menyergap pelaku teroris (foto/jakartagreater_marksman)

Bunyi ledakan dan asap gas yang membumbung keluar dari jendela kamar pelaku teroris, sempat membuat warga Surabaya yang menyaksikan aksi penyergapan itu menahan nafas dan tegang.

setelah itu sejumlah prajurit langsung masuk melalui kaca yang telah dipecahkan tersebut. Hanya dalam waktu lima menit, pasukan gabungan dari TNI Angkatan Laut ini berhasil melumpuhkan pelaku teroris untuk selanjutnya di amankan dengan menggunakan sebuah mobil.

Aksi dari tim gabungan TNI AL tadi, ternyata bentuk latihan bersama antara pasukan elit TNI AL dengan intel pasmar dan intel Koarmatim dalam menguasai keahlian jika terjadi aksi terorisme.

Menurut  Asintel Pangarmatim Kolonel Laut (E) Yanuar Adi Legowo, Aksi penyergapan dan penangkapan pelaku teroris ini merupakan bagian dari simulasi Latihan Intelijen Terpadu yang melibatkan anggota intel dan tim khusus TNI AL ini dalam mengasah kemampuan melumpuhkan lawan.

Pelaku teroris yang berhasil dilumpuhkan segera diamankan menuju mobil tim intel gabungan TNI AL. (foto/jakartagreater_marksman)

Pelaku teroris yang berhasil dilumpuhkan segera diamankan menuju mobil tim intel gabungan TNI AL. (foto/jakartagreater_marksman)

Yanuar menambahkan, Latihan tersebut merupakan latihan gabungan yang melibatkan beberapa unsur satuan mulai dari Dispamal, Denintel Koarmatim, Tim Intel Lantamal V, Denintel Pasmar 1, Satkopaska Koarmatim dan Tarfib Pasmar 1.

Tujuan dan Latihan Intelijen Terpadu yang diselenggarakan selama 12 hari sejak tanggai 08 s.d 19 Agustus 2016, adalah untuk mengintegrasikan/memadukan kemampuan antara Intelijen TNI AL. Satkopaska dan Taifib. atau lebih dikenal dengan istilah Interoperabilify antara unsur Intelijen TNI AL dengan unsur Pasukan Khusus TNI AL.

“Latihan Intelijen yang dilaksanakan secara terpadu ini, merupakan latihan intelijen yang pertama kali dilaksanakan oleh Koarmatim. Kedepan diprogramkan akan bertingkat dan berlanjut sesuai dengan Blue Print Intelijen TNI AL, ” jelas Yanuar.

Latihan tersebut mendemonstrasikan aksi sabotase terhadap unsur kekuatan Angkatan Laut lawan di perairan perbatasan, aksi sabotase obyek strategis di darat serta pelumpuhan Leading Posisition organisasi lawan yang dilakukan oleh Pasukan-pasukan Khusus TNI AL menggunakan tehnik-tehmk klandestin. yang sebelumnya diawali dengan operasi spionase di wilayah negara lawan oleh Intelijen TNI AL. (marksman/ sumber : dispenarmatim)

  21 Responses to “Tim Intel Gabungan TNI AL Bekuk Pelaku Teroris di Surabaya”

  1. Ternyata hanya simulasi kah..kah..kah

  2. sudah kuduga!!

  3. Telek.dah serius baca ternyata cm latihan

  4. bahasa media jaman sekarang di beri berita wah dulu di depan belakang nya memble….biar heboh

  5. eeaalaah..ternyata cuma latihan.hidup densus 88…hidup brimob…hidup gegana..

  6. indo masih ade sahaje teroris..lgi banyak kat sana..isis masih ade banyak di indo.

  7. “….. dan latihan ini adalah …. ”
    Gaya tulis wartawan (dan gaya bicara reporter) murahan

  8. indo exercise sahaja santoso baru sahaja bolh tangkap..mcm daun..senarai apa yg bolh dibuat..

    • Kamu paham lah tmb,semakin lama operasi maka semakin banyak duit yg mengalir,semakin banyak pula yg masuk kantong..

    • Itulah cerdiknya TNI. mereka sudah biasa latihan antar matra, dan juga latihan dengan negara lain, termasuk malon.
      Jadi latihan secara real dimana, dong ????
      TNI memanfaatkan santoso cs sebagai ajang latihan secara real

      Malon tidak punya tempat latihan real,
      bahkan dengan nelayan Cina tak berani

  9. Heleh…..kirain serius……simulasi to

  10. Jancuk, ternyata cm latihan. Haha

  11. Mbelgedhez

  12. Baiklah bung Geger, silakan baca dan komentari:

    http://jakartagreater.com/final-lomba-ketangguhan-tank-biathlon-international/

  13. ane blm baca ni Artikel kburu ada yg comen, Klo ni latihan, lagian APA boleh TNI nangkep teroris, itukan lapaknya dencus 88

  14. Opm puncak jaya sudah turun bergabung dgn nkri..sebanyak 300 orang..

  15. kirain bikin film the raid 3

  16. Walaupun cuman latihan tetap acukan jempol

 Leave a Reply