Agu 162014
 
UAV Heron Australia saat operasi di Afghanistan (Photo: Australian Defence Force)

UAV Heron Australia saat operasi di Afghanistan (Photo: Australian Defence Force)

Tim transisi Joko Widodo-Jusuf Kalla menggelar rapat soal pertahanan, Jumat (15/8/2014), di Kantor Transisi, Jalan Situbondo Nomor 10, Menteng, Jakarta Pusat. Salah satu hal yang dibahas adalah soal pembelian pesawat tanpa awak atau drone.

Jenderal TNI (Purn) Fahrul Rozi, yang memimpin pembahasan pertahanan tersebut, kepada wartawan di Kantor Transisi menyebutkan, sesuai visi-misi Jokowi-JK, Indonesia membutuhkan drone tidak hanya untuk pertahanan.

“(Drone) juga bisa mendeteksi illegal fishing (penangkapan ikan secara ilegal), bisa mendeteksi hot spot (titik api) kalau terjadi kebakaran, illegal logging (pembalakan liar),” katanya.

Mantan Wakil Panglima TNI itu mengatakan, karena fungsinya tidak hanya sekedar untuk pertahanan, pengendaliannya pun tidak harus dari pihak TNI Angkatan Udara (AU). Soal siapa yang akan diberi tanggung jawab atas drone tersebut, tim masih membahasnya.

“Kalau administrasi dan pembinaan di TNI AU bisa, tapi penggunaannya bisa macam-macam instansi. Kodal (Komando dan Pengendalian) masih kita diskusikan tadi,” ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto menambahkan, dari kajian tim transisi, Indonesia setidaknya butuh 28 unit drone, yang beroperasi 24 jam penuh. Harga satu unitnya, menurut Andi, bisa berkisar antara 7-10 juta dollar AS.

“Jika diubah jadi combat drone, angkanya bisa naik,” ujar dia.

Saat ditanya apakah anggaran yang disusun pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2015 sinergi dengan visi Jokowi-JK, Andi mengaku belum bisa menilai. Dia mengatakan, tim transisi masih harus mengkaji lebih detail anggaran yang disusun SBY. (tribunnews.com).

Bagikan:

  272 Responses to “Tim Jokowi Siap Perbanyak Drone”

  1.  

    1

    •  

      Sabar sabar, jgn keburu nafsu deh….., itu SBY masih jadi presiden, hargai dong…..
      Baru klo MK udah mutusin, majikan elu yg ditakdirin jadi, baru elu buat program pertahanan yg jelas, blue print yg jelas.
      Ini yg jd presiden siapa ya? Kita serahkan ke MK, kita patuhi bersama.

      Lha wong yg jd menteri pertahanan siapa, trus TNI blm diajak omong, trus gmn kontrak yg sudah berjalan, trus gmn dgn pengadaan alutsista yg sdh dicabut tanda bintang sm DPR RI, gmn dgn DPR RI yg baru dll

      •  

        Setuju 1000% dengan bung gue, memang idealnya harus seperti itu kalau sudah takdir gak akan kemana ya bung.

        •  

          Sama. Ambil muka.

        •  

          Iya bung rafly, manusia cuman bisa berusaha, beriktiar, berdoa.
          Insyaallah, jokowi dan prabowo adl nasionalis sejati.
          Juni kmrn pas saya ketemu pak jokowi di bandara solo nunggu pesawat ke jkt. Sempat photo bareng gitu, selfie gitu he he he…
          Insyaallah orang baik. Yg repot adl kadang ada orang yg di sekelilingnya byk mempunyai kepentingan individual/golongan.
          Mari kita hormati konstitusi kita, jd bola ada di MK.
          Kita berdoa semoga MK tetap amanah. Semoga setelah ini, kita mempunyai presiden /kepala pemerintahan/kepala negara/panglima tertinggi yg dicintai seluruh rakyat indonesia, jiwa raganya untuk NKRI, dan bisa membawa kejayaan NKRI, amin yra.
          Soal drone/uav dll udah ada dari bagian MEF dan dan program InHan. Juga ada undang undangnya. Sekarang kepala KKIP adl presiden.
          Jd kita dukung siapapun yg diputuskan oleh MK, semoga program programnya/kebijaksanaannya bisa membawa kejayaan nkri.

          •  

            itu dia yang saya takutkan bung@Gue:”Yg repot adl kadang orang yg di sekelilingnya byk mempunyai kepentingan individual/golongan” pak Jokowi emang good person tapi orang disekeklilingnya yang saya takutnya mempengaruhi beliau untuk mengambil kebijakan nantinya pas beliau di putuskan resmi jadi presiden NKRI. Saya takut beliau nantinya menjadi PRESIDEN BONEKA.

          •  

            Aminn bung gue… sy sih tidak ada masalah mau Pak Prabowo atau Pak Jokowi yg menjadi RI 1, dan bila sudah inkrah keputusan MK maka sy pribadi akan mendukung Presiden terpilih tsb. Tetapi mencermati dinamika tetap dgn cara mengkritisinya, dan yg terpenting harapan sy gak muluk2 bisa cara nafkah gampang utk menghidupi anak dan istri… kalau masalah politik mah sebatas sy menggunakan hak konstitusional sj (menjadi pemilih yg baik). Salam hangat bung gue 😀

          •  

            berita2 yang terus menerus keluar membuat saya bosen bung…koq yang banyak koar2 ni malah tim sukses nya pak jokowi sih..padahal jokowinya saja belum keluar statement apa2..ini sudah kelihatan seperti orang2 yang sudah haus mau bikin laku barang2 tender atau dagangannya yang sebelumnya di era SBY tidak mendapat porsi apa2..terlebih soal MBT..

      •  

        keliatan kalo ambisi banget………….hadew

        •  

          -deleted- komentar yang santun (admin).

          •  

            confirm bung waja, saya sudah cek th 2004 dan 2009 dulu memang tim yg kalah lebih legowo.
            saya tidak mau membela anda karena saya golfut, tapi saya bisa membedakan mana timses yg santun dan tidak mengagung2kan kemenangannya dan mana timsees yg diisi preman yg tidak terdidik….

            gak kebayang kalo yg menang sebaliknya, mgk Bapak Besar sudah didesak2 suruh buru2 lengser…..

          •  

            @Ahmad…. Mungkin ente termasuk yg pertama kali dikarungi kalo perkiraan ente terjadi…

          •  

            Bung danu. Segitunya ya. Kalo misal di mk pak wi ngga menang kudu pilpres ulang gimana. Bukannya kita memakai azas praduga tak bersalah. Begitu paranoid kah para pendukung pak wi. Orangnya masih belum jadi presiden, belum mati orangnya udah di tangkap duluan yah. Waduh…….
            Pantesan salah satu program pakwi polri di bawah presiden.
            Behbehbeh ini mah jaman suharto balik lagi kalo gini. Cuman kalo dulu denkarung yang turun sekarang si coklat. Maaf bung saya sebenarnya hormat pada anda cuman kalo fanatik walaupun anda anggota timses ya maaf. Fanatik agama aja teroris kalo fanatik presiden jadi apa ya ????????
            : bingung mode on:

          •  

            bung bedil 212,

            silakan dicermati,

            https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100822074026AALfM9C

            mengancam lewat blog mirip dengan mengancam lewat facebook; pidana + UU ITE

            asal tahu, ini masalah serius, hati2 bicara…

          •  

            om danu sepertinya pengetahuan anda mengenai jk penyelamat krisis 2008 salah…

            om tau tidak sepak terjang bukaka (perusahaan millik keluarga kalla) di indonesia pada saat jk jd wapres 2004-09?

            jembatan di kalimantan yg ambruk itu tanggung jawab siapa?
            kenapa jembatan sebesar n semegah itu ambruk merenggut banyak nyawa tapi tidak ada pemberitaan di media? tidak ada pengusutan yang jelas??

            silahkan di search

          •  

            pak handal,

            anda enak banget ya, menuding orang terus saya disuruh search.
            OK lah sekali ini saya ladeni.

            pada saat ambruk jembatan telah berusia 10 tahun, sehingga masalahnya lebih pada aspek pemeliharaan, dalam hal ini tanggung jawab PU setempat.

            tidak benar tidak ada pengusutan yang jelas, sejumlah PTN, asosiasi profesi, BPPT terlibat, ini link yang cukup detail dan teknis,

            http://manajemenproyekindonesia.com/?p=1362

            analisa mengerucut pada erosi dasar sungai dan kabel penggantung / hanger + clamp-nya (ex PT Bakrie Tosan Jaya), serta prosedur maintenance yang sedang dilakukan.

            rangka baja jembatan dipasok Bukaka tahun 1995, dan Bukaka dijadwalkan untuk mengencangkan baut yang longgar tapi belum sempat bekerja saat terjadi keruntuhan jembatan.

            nah silakan dibabar sepak terjang bukaka (perusahaan millik keluarga kalla) di indonesia pada saat jk jd wapres 2004-09, jangan asbun…

        •  

          yaah begitulah….syahwat politik yang masih membara…tdk bakalan padam jika blum menghuni neraka……mamih2 ….mbok sudah jangan nepsonan lagi….posisikan sebagai simbok ..yang ngademin semuanya…..jangan kaya DURGA….

        •  

          bung bedil 212,

          saya hanya mengingatkan tentang kemungkinan salah sangka, salah tangkap dan salah vonis di tanah air tercinta ini, bukan saya yang perlu anda yakinkan (tapi pihak lain yang mungkin akan melakukan kesalahan2 tsb -semoga tidak terjadi)… 🙂

        •  

          …saya baru tau ada pengancam yg bilang-bilang dahulu mau melakukan sesuatu…

          walah, anda dimana aja selama ini ?

          Permata Bank Sunter terima ancaman bom lewat telepon …
          merdeka,com

          Panin Bank Dapatkan Telepon Ancaman Bom…
          beritasatu,com

          Ancaman bom di Gedung Sona Topaz lewat handphone
          metro,sindonews,com

      •  

        Tank terbang itu ya Thunderbolt, Warthog, sama Frogfoot brooo… Armor mereka tebal… Beda sama drone… Tank terbang d desain utk kecepatab yang tidak tinggi serta bawa membawa senjata berat…

      •  

        PREKETHEK…!!!

        •  

          Salah atau benar analisa ente ane kagak tahu, yang ane tahu senjata mau tank, pesawat atau bedil dan pisau silet sekalipun tetap penting. Alutsista tak berubah, yang berubah strategi perangnya…Dan hanya orang militer yang tahu cara menggunakannya. nggak percaya..? kenapa setiap prajurit masih bawa pisau ?

        •  

          Bung Joko Preet bilang ada antidot nya. Kalau sekarang drone juga ada antidotnya. Jangan dikira yang anda bilang tank terbang tak ada antidot nya. Akhirnya semua ada antidotnya. Maka tak bisa mengabaikan alutsista lain begitu saja. Perlu kajian mendalam. Contoh, negara barat punya rencana mengganti sebagian MBT dengan tank medium. Tapi bukan berarti mereka menghilangkan sama sekali MBT. Jadi tetap ada kebutuhan2 yang sesuai dengan peruntukan dan doktrin yang digunakan.Bukan sedikit2 nanti bilang: itu gampang, tinggal dilelang, atau panggil programmer, atau apalagi. Urusan negara kompleks, amat rumit.

      •  

        Kok kesannya tim transisi ini berjalan sendiri ya gak ada komunikasi sama sekali dgn pejabat/departemen yg bersangkutan.

        Kalo memang mempersiapkan peralihan/serah terima pemerintahan mbok ya duduk bareng biar jelas apa saja yg sudah/belum tercapai di era SBY agar pembangunan kita berkesinambungan.

      •  

        hebat capres dan cawapres double J ini..leopard di ganti anoa biar jembatan dan jalan tidak amblas,pengoperasian drone untuk mengawasi wilayah NKRI, untuk sementara satelit pengendalinya cukup disewa aja,daaan sengketa wilayah perbatasan dengan negara lain jika diplomasi gagal dilanjutkan ke pengadilan internasional. ini bukan kata saya lho tapi ini kata pak double J yang mulia disaat debat capres/cawapres.buktikan sendiri dokumentasinya di TV swasta.ini pilihan rakyat ini maunya rakyat kita kita lihat aja kedepan rakyat ini akan beruntung atau buntung?kalau ada apa apa salahkan rakyat (makanya gw kata juga apa).ampun pemerintah ampuuuuuun.

      •  

        mengapa orang-orang semakin berkuasa berambisi banget apa lagi dedengkot partai pengen baget jadi menteri cah imin sm puan. kepalanya beleum pasti jadi tapi pendukungan berebutan mau jadi menteri.
        dunia memang panggung sandiwara.
        salam hangat bung Gue

      •  

        lebih murah pake layangan 😀

      •  

        maaf ya… kalau menurut saya sih kayaknya maksud dari jokowi bicara soal drone itu sebenarnya hanya memancing aja, beliau hanya ingin menunjukan siapa sebenarnya yang dekat dengan “singapura”, karena sebagaimana kita tahu bahwa prabowo pernah meminjam “drone” dari singapura untuk pembebasan sandera di mapenduma, jadi sebenarnya yang lebih paham tentang drone itu siapa? IMHO CMIIW

        •  

          Anda tll bharap lebih…bahasa tubuh n raut wajah joko pada debat capres kelihatan plongaplongo asal jeplak, bukan trkonsep…apalagi pada saat ngomong “kita…ramaikan..?? . Keliatan air wajahnya yg sdh blank, n bingung sendiri

          •  

            yg nggak terkonsep aja pak bowo yth latah mulu apalagi terkonsep ya bung handal 😆

          •  

            btw, anda juga hitung berapa kali prabowo mendatangi dan menyalami jokowi pada sekian kali sesi debat sambil berkata kl. ‘ide bagus, perlu didukung’ ?

      •  

        Semakin jelas kan kualitas calon pemerintah terpilih….

        Ini bukan eng ing eng lagi…
        Ini udah, jeng jeennggg (zoom in zoom out)

      •  

        Tulll itu………….kaya ga punya otak udah ngebet banget sampai ga lihat etika, eh btw mang bung rozi ngarep jadi menhan??? santai mas bro

        •  

          Napa ga rapat pengentasan kemiskinan atawa pembangunan daerah terpencil kan bla bla bla masih banyak yg perlu dibenahi yg sifatnya sama mendesaknya, kok malah sektor pertahanan yg dibahas duluan, apa krn kuenya enak apa sentimen dgn pemerintahan yg mau dugantiin, rasa rasanya ada niat niat tertentu nih ?????? yg halus dong mas bro ……… rakyat sekarang udah mulai kritis kalee………

          •  

            huehehe…

            baca2 dulu bung, ada 4 pokja di kantor transisi J-J,

            >legislasi

            >infrastruktur/transportasi/energi

            >kesra

            >hankam + LN

    •  

      Kita punya 6 satelit aktif bro… coba check lagi

      •  

        Ooo… satelit militer yaa… bukan semacam satelit indosat gitu. Supaya aman sebaiknya kita bikin sendiri dan pastikan prosesornya juga kita buat sendiri, jangan pakai intel, qualcomm, amd apalagi mediatek.il

      •  

        drone yang dibuat sinkron dengan satelit yang sudah ada (frekuensi komunikasi dsb).

        drone patroli maritim gak perlu rumit2 amat, lintasan terbang bisa dibuat preprogrammed (walau tetap mengandalkan data koordinat GPS), untuk data pengintaian video realtime, lapan sudah punya pengalaman uplink dan downlink via satelit sejak program lapan-TUBsat.

        data pengintaian maritim ini secara militer juga gak strategis amat (seandainya disadap), bisa menggunakan satelit yang ada dulu…

      •  

        akh ngeles aja loe roel..hahaha.

    •  

      memang sebaiknya jangan ter-gesa2 mengambil keputusan strategis, jika ini tetap dilakukan bisa jd menimbulkan pertanyaan di khalayak, ada apa dg keputusan itu? atau apakah sblmnya ada deal dg pihak pabrik drone dg timses ?

    •  

      betul.. betul.. betulllll

    •  

      lah emang ente gk pernah liat drone bawa rudal ya?
      emng satelit bisa nembak real gun or plasma gun ya?
      kan satelit juga bisa liat

      smua itu ada plus and minus nya

    •  

      bung arul,

      anda sudah menjawab pertanyaan sendiri,

      drone lagi,,,,buat ngedukung apa????

      ya untuk ngedukung pespur canggih,,atau kaprang cepat

      kalau pespur canggih atau kaprang cepat yang terus muter2 patroli, biaya per jamnya tinggi sekali?

      secara umum sih untuk meningkatkan level situasion(al) awareness atau C4ISR (khususnya ISR)

      …lindungi nelayan dengan patroli kapal cepat rudal dan pesawat survelilance/mpa…

      lihat2 dulu situasinya apa, asal main kawal aja bisa2 total biaya operasi alutsista lebih tinggi dari nilai tangkapan si nelayan, mending kasih aja langsung duitnya ke nelayan, gak usah melaut 🙂

    •  

      Harga satu unitnya, menurut Andi, bisa berkisar antara 7-10 juta dollar AS (buset dah) mau beli 28 buah lagi (+/- 3triliyun)
      kalau tujuannya untuk illegal fishing illegal logging detect hotspot ngapain pak pake drone harga 100M sebuah nya
      tu drone kita yg sekarang juga udah bisa kalo untuk tujuan itu.

      Kalaupun mau beli, beli aja 1/3 nya, sisanya buat pengembangan drone nasional aja, biar tdk ketergantungan.
      Oh ya Pak, jangan lupa TEOTE nya kalo beli -__- biar drone kita juga berkembang dari hasil teote nya.

      kalo beli 10 buah mereka ga mau ngasi tot ga usah beli aja, saya yakin dengan dana 3triliyun, BPPT, Lapan dan universitas sanggup untuk menciptakan drone yang berkualitas dan memiliki kemampuan tempur/combat.

  2.  

    No comment dah…..pusing….!!!

  3.  

    Ko kesanya semau gue ya,ga ngajak diskusi pihak terkait

  4.  

    2

  5.  

    Absen

  6.  

    drone???? cuma liat doang..yg action sopo?

    •  

      @tower…sing penting dah keluarin ide tapi….tunggu garis finishnya tambah gak keliatan walaupun menang di kpu….sedikit hadar gumay…cetro dana hibah dr usaid…ndi atau uclg aspac…komisioner yg lainnya lsm..yg biasa seminar di panelkan arti cukup 30 seminar selesai….sby sudah tau para lsm ini melamar jd kpu ke komisi 2…awas kerusuhan meningkat di seluruh nkri…lampung ..ambon..papua..ntb…tangkap si tua keladi berkumis..tunggu tgl maen…

      •  

        iya bukan pesimis,cuman ini kan masih isu dangkal. BELUM tau realita saat ini, yang mana isu sensitif mana isu buat publik.
        drone buat mengawasi,tapi apa dengan mengawasi doang kerjaan kelar?? kan masih banyak lanjutannya.
        dibuat garis besar saja,ORBA dengan GBHN ada nilai positifnya,bisa dicontoh lah.asal jangan kebablasan.

  7.  

    24 x 10 jt = 240 jt dolar. masih jauh terpenuhi dari dana alutsista 3-4 billion dolar.

  8.  

    makinn puyeng lo jalan sendri sendri

  9.  

    Bisa aja lu drone,,,,,,

  10.  

    Punya drone pake satelit sopo? Ga berbobot programnya asal2an n ga jelas

    •  

      Setuju bung…

      Adakah yang berpikir, kalo misal drone hrs menggunakan satelit, dan sprti yang jkw bilng kita numpang dulu satelitnya sm tetangga… Seluruh data privasi RI diketahui juga sm tetangga operator satelit?

      •  

        Susah. Drone nya juga masih harus impor. Mestinya, jangka pendek perkuat pengawasan pakai alutsista eksisting, sambil danai riset drone dan satelit secara progressive, sehingga dalam 2-4 tahun sudah bisa dihasilkan drone yang bisa terbang antara 12-24 jam plus satelit made in lokal yang sudah mampu mengcover semua atau sebagian drone itu. Jadi bertahap tapi buat yang jelas blueprint nya. Kalau belum punya teknologi sendiri langsung dialihkan ke drone, data2 bisa dengan mudah disadap. Made in sendiri saja bisa disadap apalagi pakai teknologi orang.

      •  

        @kangSomay,Afn,Arul = Kita Punya Satelit telkom 1 dan telkom 2

    •  

      @kangSomay = Kita Punya Satelit telkom 1 dan telkom 2

  11.  

    Ikut,,,

  12.  

    Wah bakalan banyak pencuri ikan yang SELFIE nih…

  13.  

    Di Pontianak ada sebuah lembaga swadaya yang sukses memelopori pembuatan pesawat tanpa awak atau drone dengan kualitas impor. Lembaga itu, Swandiri Institute, kini sedang mengembangkan Drone Desa, pesawat nirawak yang bisa memetakan kawasan wisata alam maupun lahan perkebunan.

    Biaya Rp 3 Juta, Tak Kalah dengan Yang Rp 300 Juta

    SUASANA di tempat kerja Swandiri Institute siang itu (12/8) begitu sibuk. Sejumlah perkakas tampak berserakan di meja-meja yang disusun memanjang di tengah ruangan. Beberapa kru terlihat serius memelototi layar monitor laptop di depannya. Sebagian lagi asyik dengan peranti berbentuk remote control.

    Dari meja panjang itulah kru Swandiri Institute memproduksi pesawat tanpa awak atau drone. Di tangan anak-anak muda tersebut teknologi yang selama ini dikenal mahal itu bisa diaplikasikan dengan biaya terjangkau. Produksi mereka bisa lebih murah seratus kali lipat dibanding produksi impor yang dijual di pasaran.

    Drone karya Swandiri Institute beberapa kali telah dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat luas. Mulai untuk memetakan tanah adat yang bermasalah sampai mengembangkan potensi wisata di daerah terpencil. Lantaran banyak diaplikasikan di desa-desa, pesawat dengan kamera pemotret itu kemudian populer dengan nama Drone Desa.

    ”Sebenarnya drone semacam itu banyak dijual di pasaran, namun dengan harga yang cukup mahal, bisa mencapai ratusan juta. Kami coba merancangnya sendiri dengan biaya supermurah, hanya sekitar Rp 3 juta,” ujar Irendra Radjawali, inisiator Drone Desa, saat ditemui di ”bengkel” Swandiri Institute di Jalan dr Wahidin, Pontianak.

    Sebenarnya, Radja –panggilan Irendra Radjawali– selama ini bekerja dan menetap di Jerman. Namun, dua tahun lalu dia balik ke Indonesia dan tinggal di Pontianak. Dia sedang menggarap proyek penelitian ekologi. Bersama sejumlah aktivis lingkungan hidup, Radja melakukan riset-riset seputar ekologi sosial di Kalimantan Barat.

    ”Saat melakukan riset itulah, kami menemui beberapa kendala. Salah satunya tak bisa mengakses lokasi yang menjadi objek penelitian,” ujar pria kelahiran Malang tersebut.

    Para peneliti dari Swandiri Institute juga sering terhalang izin masuk ke lahan perusahaan perkebunan. Padahal, sangat mungkin terjadi pembalakan liar di lahan tersebut. Dari problem-problem itulah muncul ide untuk melakukan pemantauan lokasi menggunakan pengamatan dari udara. ”Kami sempat terpikir untuk menggunakan helikopter, tapi ternyata biaya sewanya tidak murah,” ungkap Radja.

    Pengamatan ekologi memang bisa dilakukan lewat citra satelit seperti halnya Google Maps. Namun, cara itu dinilai masih kurang akurat dan efisien. Maka, tercetuslah gagasan untuk menggunakan pesawat tanpa awak yang dikendalikan dengan remote control.

    Salah satu kelemahan pemantauan lewat citra satelit adalah kurang bisa merekam objek dengan detail. Apalagi, beberapa pencitraan satelit masih sering terganggu awan. ”Kalau drone kan terbang di bawah awan, jadi bisa merekam lebih detail. Yang pasti biayanya jauh lebih murah,” jelasnya.

    Alumnus Teknik Sipil ITB itu sempat bertemu temannya sealmamater yang bergerak dalam bisnis drone. Dia meminta bantuan agar dibuatkan drone dengan ”harga teman”. Namun, setelah dihitung, biaya pembuatan drone tersebut tetap tak terjangkau Swandiri Institute. Teman Radja itu biasa menjual drone untuk perusahaan perkebunan di kisaran harga Rp 1,5 miliar. ”Harga teman yang disodorkan ternyata masih tinggi, sekitar Rp 300 juta. Jelas kami tidak mampu,” ujarnya.

    ”Lantaran mentok, akhirnya kami berinisiatif membuat sendiri drone yang diinginkan,” terang peraih gelar magister dari Universitas Paris 1 Pantheon-Sorbonne, Prancis, itu.

    Mereka lantas belajar secara otodidak lewat buku-buku dan internet. Salah satunya dari YouTube dan aktif diskusi dalam forum Do It Your (DIY) Drone. Radja mengaku diuntungkan banyaknya perangkat drone yang open source. Dengan begitu, dia bisa leluasa melakukan modifikasi untuk menghasilkan drone yang murah, namun dengan kualitas tak kalah dengan yang berharga ratusan juta. ”Dari forum itu saya juga bisa mendapatkan komponen-komponen dari Tiongkok dengan kualitas bagus,” terangnya.

    Radja berhasil membuat drone pertama saat pulang ke Jerman. Di negara itu dia sekaligus melakukan uji coba lapangan. ”Ketika itu musim salju. Saya harus berjam-jam di luar rumah untuk mencoba drone,” kisahnya.

    Dalam tempo tiga minggu Radja berhasil merancang drone buatan sendiri dengan bodi kayu. ”Saya menghabiskan biaya sekitar 400 euro (Rp 6.240.000 dengan kurs 1 euro = Rp 15.600), tapi itu mahalnya untuk beli komponen otopilot asli dari Amerika,” papar pria kelahiran 8 September tersebut.

    Belakangan komponen yang paling penting itu sudah diproduksi di Tiongkok. Harganya pun jauh lebih terjangkau. Dengan begitu, harga pembuatan drone-drone berikutnya pun bisa ditekan hingga sekitar Rp 3 juta.

    Drone pertama buatan Radja kemudian dibawa ke Indonesia untuk diujicobakan pada proyek-proyek penelitian Swandiri. ”Di bandara saya sempat mengalami kendala. Drone yang saya bawa sempat dikira bom,” ujar kandidat doktor dari Bremen University itu.

    Sesampai di Indonesia, drone model helikopter tersebut diujicobakan di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Di sana pemerintah daerahnya membutuhkan perekaman gambar dari udara untuk mempromosikan pariwisata alam. Perekaman gambar itu dilakukan dengan menempatkan kamera poket Canon Powershot S100. Kamera berteknologi GPS itu dia beli second dengan harga Rp 700 ribu. Hasilnya tidak mengecewakan. Pemkab Kayong Utara pun puas.

    Setelah drone pertama sukses, Radja dan awak Swandiri terus melakukan pengembangan dan penyempurnaan. Sampai sekarang mereka telah memproduksi delapan unit drone, baik berbentuk pesawat maupun helikopter. ”Kami ingin drone yang lebih efisien dan lebih murah. Sampai bahan tali kolor pun kami gunakan,” kelakar Radja sembari menunjukkan drone jenis pesawat yang menggunakan tali kolor untuk menahan beban beberapa peranti elektronik.

    Beberapa drone itu telah berhasil digunakan untuk sejumlah proyek sosial di sejumlah wilayah di tanah air. Di antaranya untuk memotret daerah terpencil di Kalimantan, juga dipakai di Biak, Bali, dan Nusa Tenggara Timur. ”Alat ini kami gunakan untuk membantu masyarakat. Misalnya untuk memetakan hutan adat yang bermasalah dengan perusahaan perkebunan,” terang Radja.

    Sejauh ini Swandiri memanfaatkan drone itu untuk proyek-proyek nonkomersial. ”Sudah pernah ada seorang pengusaha yang datang meminta bantuan drone, tapi kami tolak. Sebab, drone kami untuk keperluan nonkomersial,” ungkapnya.

    Arif Munandar, teman Radja, menambahkan bahwa drone ala Swandiri Institute tersebut juga tidak bermaksud menghilangkan pemetaan partisipatif yang selama ini dilakukan masyarakat adat. Sebab, menurut dia, hal itu sama dengan menghilangkan nilai-nilai positif yang ada dalam masyarakat. ”Kami hanya membantu mempermudah pemetaan partisipatif yang dilakukan warga. Jika tanpa drone pemetaan satu desa bisa satu tahun, kini hanya dengan beberapa jam,” paparnya.

    Drone karya Swandiri mampu terbang hingga 2,5 jam dengan ketinggian 300 meter. Dalam satu jam, drone itu memiliki daya jelajah 100–400 hektare. ”Daya jelajahnya bergantung jenis drone-nya,” jelas Arif.

    Meski berhasil membantu masyarakat pedesaan, perjalanan Radja dan timnya membuat drone bukannya tak menemui rintangan. Sebab, beberapa kali pesawat nirawak itu jatuh karena faktor human error. ”Saat di Biak, pesawat kami jatuh di hutan. Tapi, karena titik koordinat terakhirnya masih terekam, kami bisa menemukannya kembali,” kenang Arif. Pernah juga saat digunakan untuk merekam pulau terluar di Kalimantan Barat, pesawat jatuh ke laut.

    Radja optimistis, jika pemerintah ingin memanfaatkan drone murah meriah itu untuk kepentingan pemantauan udara terkait pembalakan liar dan pencurian ikan di laut Indonesia, pihaknya bersedia membantu pengadaannya. ”Kami juga bersedia berbagi ilmu, khususnya pembuatan drone ini,” tegas dia. (*/c9/ari)

    SUMBER

    •  

      heheu *jleb ya bung @jalo heheu

    •  

      Mmm… autopilot. Pesan satu yg bisa bawa elpiji 3 kg

    •  

      Wah kasihan dong Bung Jalo negara2 maju yg udah siap2 menawarkan Drone2 mutakhir krn tau program Om Joko ttg pengadaan Drone.3jt vs 300jt,klw gak d lirik sungguh terlalu !

    •  

      Akankah bernasib seperti esemka ? Heuheu

    •  

      sebenarnya potensi dan kemampuan SDM kita untuk membuat Drone sudah mampu, namun para pemimpin kita rakus akan dunia dan mengabaikan anak bangsa yang punya potensi. terlebih lagi godaan jabatan/kekuasaan yang lebih mementingkan pribadi dan golongan.

      naikin aja jadi artikelnya bung @ jalo bagus untuk memotivasi generasi muda.
      salam hangat !

    •  

      Assalamualaikum wr.wb
      mau tanya ni bung Jalo,
      drone ma MPA sebenarnya bagusan mana? daya jelajahnya jauhan luasan mana?
      apa dengan menggunakan drone, kalau menemukan/indikasi ada ilegal fishing bisa langsung di konfirmasi ke kapal patroli terdekat?

      •  

        Drone yg mana dulu nih, gombal hak bagus juga loh daya jelajahnya jauh dan lama… Kalau MPA ada juga yg menggunakan pesawat besar yg daya dan jangkauannya jauh… Tapi kalau dibilang bagusan saya masih megang yg langsung dikendalikan manusia bukan robot. Mungkin drobe ini sebagai pembantu gak apa2lah.

        Kalau komunikasi pasti bung, akan disampaikan ke pusat dan dilanjutkan ke kapal patroli terdekat.

        •  

          Assalamualaikum wr.wb
          kalau menurut saya lebih bagusan MPA bung, walaupun drone ada positifnya juga.
          MPA bisa digunakan sebagai multi misi, untuk drop barang, untuk penerjunan, untuk mendeteksi kapal selam, untuk bantuan udara (COIN), dan juga kalau dikembangkan riset pesawatnya bisa tambah bagus nantinya 😀

    •  

      Makanya di KRI kita ditempatkan PTTA jenis LSU-02 buatan Lapan. Daya jangkaunya lumayan jauh dan lama. Mendingan ini diperbanyak atau dibuat versi termodern dan canggih, lumayan bisa menghemat bbm kaprang. Nanti kalau ada pelanggaran langsung diintercept. Bisa dikejar ama klewang bersaudara atau Fpb kita atau patroli terdekat. Kalau lawannya kaprang silahkan kaprang kita yg badannya gede silahkan maju (kalau tuh barang di PT Pal sudah selesai)… 🙂

    •  

      Ini inpoh soal LSU-02… Maap nih pake HP jadi kalau. Ada salah mohon lempar ane pake bunga ya tapi usahakan PoTnya gak ikut terbang… Hehehehe, just kidding biar gak strees

      Pesawat terbang tanpa awak atau yang sering disebut dengan PTTA atau Pesawat Udara NirAwak (PUNA) atau secara umum disebut dengan Unmanned Aerial Vechile (UAV) adalah teknologi yang tergolong baru dan sangat menarik. Beberapa aspek perkembangan teknologi UAV ini terletak pada performance seperti layaknya pesawat terbang berawak.

      Performance terbang pesawat tanpa awak yang sering menjadi ukuran dan diperbincangkan oleh pelaku maupun penggemar teknologi ini adalah :

      – Kemampuan jangkauan terbang (long distance)
      – Kemampuan lama terbang (long Endurrance)
      – Kemampuan terbang secara otomatis (autonomous Fliying)
      – Kemampuan take off dan landing

      Kemampuan-kemampuan tersebut menjadi tolok ukur dan pencapaian teknologi dan inovasi dari sebuah pesawat tanpa awak, yang di dalamya menyangkut aspek inovasi aircraff (desain pesawat terbang) propulsi, avionic, dan aerodinamika.

      Pesawat LSU 02 adalah produk Pusat Teknologi Penerbangan yang merupakan pesawat UAV yang telah melakukan berbagai misi surveylance baik sipil maupun militer, kemampuan terbang pesawat yang diklasifikasikan sebagai Tactial UAV ini, telah mampu terbang secara outonomous dan menempuh jangkauan terbang cukup jauh sekitar 200 km.

      Spesifikasi Pesawat UAV :

      – Panjang badan ± 200 cm (composite)
      – Panjang bentangan sayap (wing span) 250 cm
      – Engine 10 hp/ 5 ltr
      – Edurrance 5 jam
      – Maksimum distance 450 km
      – Komunikasi telementri 900 MHZ dengan daya 1 watt
      – Dilengkapi dengan system otomatis (outonomous flying system)
      – Payload capacity 3 kg

      Pengalaman Operasi :

      – Nusawiru (1 st flight test)
      – Rumpin ( 4 th flight test)
      – Oktober 2012 Operasi Armada Jaya 2012 di Laut Ambalat Sulawesi Utara (Navy Operation at Ambalat Sea)
      – Februari 2013 Test Flight endurance Pameungpeuk
      – Operasi Latgab ABRI 2013-Pulau Bawean-Situbond0, Jatim)
      – Pencatatan Rekor MURI, Pameungpeuk – Pangandaran PP

      •  

        Nih waktu terbang dari KRI kita…

        •  

          salam kenal bung jalo@
          saya penggemar artikel dan juga sifat optimis ( kalau kita bisa bikin buat apa beli ) mantaaff!!

          bung jalo@ , cara kerja drone gimana??jelaskan juga ..dong

        •  

          Kalau saya penggemar komik sichan loh, hehehehehe…. Just kidding

          Di kantor saya ada drone namanya Phantom II itu penggunaannya menggunakan remote. Landing maupun take offnya dikendalikan lewat rc tersebut. Ini menggunakan sistem Wifii dan GPS.

          Lalu ada juga drone murah buatan Lapan. Drone ini mampu TAKE-OF dengan cara dilempar dan LANDING dengan ditangkap atau mendarat langsung ditanah. Berikut adalah spesifikasi pesawat UAV yang digunakan:
          Bahan Streofoam (Ringan dan tahan air)
          Pajang badan sekitar 115 cm
          Pajang bentangan sayap (wing span) 168 cm
          Brushless motor 800-1000kv
          Electronic Speed Controller 40A
          Propeller 8 x 6
          Komunikasi telemetri di 900 MHz dengan daya 1 watt
          Dilengkapi dengan sistem terbang otomatis (autonomous flying system)

          Adapun jenis kamera yang digunakan mempunyai spesifikasi seperti berikut:
          High-sensitivity 12.1 MP Canon CMOS
          HS System with DIGIC 5
          Focal Length 5.2 – 26.0 mm (35 mm equivalent: 24 – 120 mm)
          Lens Control Ring, NR control and RAW
          GPS LOG [NMEA 0183 message format compliant¹]
          Dimensions (WxHxD) 98.9 x 59.8 x 26.7 mm
          Large 7.5 cm (3.0″) LCD
          High-speed Burst HQ
          Smart Auto, Multi-area WB
          Optional Waterproof Case

          Pengambilan gambar / pemotretan dilakukan otomatis dengan spesifikasi :
          1. Selang waktu pengambilan gambar tiap 5 detik..
          2. Dengan kecepatan terbang 60 Km/jam
          3. Luas pemotretan 1 Km2

          Kalau cara kerja berbeda2 bung, tergantung spesifikasinya. Kebetulan saya pakai HP, nanti kalau di laptop saya akan jelaskan.

        •  

          apa benar pake satelit..,minta bantingannya..hehehe
          yang saya tahu itu terprogram di dalam komputer dan menggunakan GCL dan bisa dikendalikan di darat,dikapal maupun di pesawat tempur sebagai penunjang .

          bung jalo@ klu bisa kapasitas bawahhan diperbesar jadi bisa digunakan juga untuk semprot hama..eheh,,kutu dan para ular boleh juga…agagagag,,
          ini seriusooo bukan just juss ..

      •  

        Kan sekarang yg dikembangkan bisa gotong barang dan juga membantu buat hujan buatan. Pasti semprot hama Insyallah bisa, kalau ular saya no comment….

    •  

      keren ni bung @jalo

    •  

      Cuman mo nanya dikit bung, bisa detect target below surface gak ( lontong )?Trus utk aerial targetnya bisa dilihat jg gak? Maaf bung dwit gak bisa bo’ong… :mrgreen: …he,he,he

  14.  

    gmn klo rakyat patungan buat beli alutsista nkri?? 🙂

  15.  

    Sdh kebaca arahnya, penelitian dlm negeri bakal diabaikan lagi.

    aya aya wae…

  16.  

    Drone

  17.  

    Kalau dalam pewayangan ada tokoh bernama PENDETA DURNA, beliau adalah tokoh penting dan guru bagi para kurawa. Beliau sebenarnya wayang baik, tapi karena bergaul dengan kurawa yg angkara murka, maka beliau menjadi ketularan watak angkara, hilang sifat satria. Apakah yg dimaksud DRONE sama dengan DURNA? Dalam perdebatan capres cawapres bulan lalu, sempat dipertanyakan bagaimana mengoperasikan drone indonesia oleh salah satu capres, karena satelit palapa sekarang dikuasai oleh asing, padahal operasi drone mutlak memerlukan satelit sebagai pemandu. Bisakah drone dioperasikan tanpa satelit? Hanya sekedar radio control? .. (ma’af oot)

  18.  

    Drone..

  19.  

    Ya seharusnya tim transisi jga harus mau nunggu kan..jadi ga kan tkesan mau potong jalan.ni seolah2 apa yang direncanakan pemerintah skarang bakal balik mentah

  20.  

    Hmmm… Sehebat”nya robot, insting manusia (pilot) jauh lebih hebat dan tajam

  21.  

    Program sblmnya di abaikan..
    Sepertinya bakal bnyk yg berubah…

  22.  

    Gua dukung jokowi, tp tingkah org macam fahrul rosi ini kaya kampret..siapa elu rul?? Keputusan MK blm keluar tp elu seakan.akannyg bakalnjd Menhan..te ma ho..gua dukung Budiman jd the next Menhan. Titik..kalo rosi balapan aja sono di sentul. Kampreettt

  23.  

    Saya mau usul nihh,,sekalian juga buat pasukan khusus ilmu santet biar tambah hemat anggaran,,,jadi drone dan santetnya sama2 bisa dikendalikan dari jauh dan gak usah lagi cape2 bertempur dan patroli,,,tinggal taruh tv di pos jaga dan nonton jalannya pertempuran paling modern,,,

  24.  

    bla bla bla,,,,,,,
    ular pada pengen eksis

  25.  

    Joko’s programs is joke program

  26.  

    Hanya bisa menunggu hasil resmi dahulu saja

  27.  

    Gile loooooeeee drone…..

  28.  

    Affirmative 😈

  29.  

    hadeuuuh lieeur….begini dah kalo tukang dagang jadi presiden…bentar lagi juga gas tabung 3.5 kg di ganti 12 kg…hahahahah…opini kuli pabrik..

  30.  

    Sesungguhnya diantara kalian nanti akan sangat berambisi terhadap kepemimpinan,padahal kelak dihari kiamat ia akan jadi penyesalan.(HR Al BUKHORI .7148)

  31.  

    drone?? yahh.. baru mulai aja sudah gk napsuiin.. jadi nelangsa

  32.  

    Indonesia butuh BATMAN kayaknya neh… 😀

  33.  

    Satelit mana satelit????
    Tau nya operasional drone dari remote kontrol kayak mainan anak gw…
    Mending beli s300 sekalian biar geger asia tenggara

  34.  

    heheu sabar bung @wehr heheu kabar sea ghost project dilanjut kn ke ranah yang lebih serius kah ?

  35.  

    Apaan lagi ini drone drone. Mbah sangat kecewa.

    Ya ini yang di kehendaki rakyat

  36.  

    Ooh… no! Tidaaaakk!!! Proyek pengadaan logistik, bahan bakar, komponen dll utk patroli terpotong oleh drone hehehe… Saya setuju dgn drone (teknologi masa depan) tapi sekaligus setuju dgn leopard (memiliki daya gentar). Intinya, harus balans laa..

  37.  

    hadeuuuuh liiiieeuur dah, semua di tinjau ulang, leo,drone,ks…bhkn ampe gas 3.5kg bakal di ganti 12kg dah…susah kalo tukang dagang mah….hahahaha,…opini kuli pabrik…lam kenal warjager..

  38.  

    menurut saya kok ya sok jumawa. pemikiran para petinggi selama ini di patahkan oleh petinggi yang dari sipil.apa mungkin ini udah pesanan mboke.

  39.  

    Tanpa adanya legitimasi rakyat, maka
    pemerintahan selanjutnya akan akan berhadapan
    dengan krisis legitimasi yang juga akan memicu
    instabilitas politik nasional. Jika itu yang terjadi,
    maka bangsa dan negara ini yang bakal merugi.

  40.  

    Tragis bener….knapa..ya..apa indonesia..ini akan hancurrrrrr……..bener juga kata orang dulu….apa bila hati nurani dikalahkan ama napsu dan kekuasaan..maka akan hilang nilai kebenarann…ini dah nyata..tinggal segelintir insan2 indonesia..ada kah yang berani tampil..tanpa embel2..atau emang mereka takut..semoga suatu saat nanti ada yg tampil..dg demokrasi pancasila nya..bukan mencontek demokrasi liberal nya..kita orang timur..yang punya hati nurani..bukan bangsa yang diplot…demi kepentingan…

  41.  

    hahaha,,,,, makanya jgn ngebut2 tuh jadi bencut,, hahahah bisa aja anda bung

  42.  

    setuju bung,,, W, drone tidak bisa dijadikan tulang punggung militer,, PBB sampai sekarang melarang penggunaan drone otonom,, ditakutkan nyawa manusia sdh tidak berguna lagi,, film fiksi terminator bisa kejadian nanti nya,,

    •  

      maling teriak maling bung,, anda sendiri yang bilang kasar..
      siapa bilang hanya utk pengawasan doang?? berarti anda yang kurang membaca,,

      baca tulisan di atas?

      “Jika diubah jadi combat drone, angkanya bisa naik,” ujar dia.

      klo combat drone apa fungsi nya utk pengawasan donk bung???

  43.  

    Baru kali ini ada kabinet transisi pdhal sby msh berkuasa. Kurang etis dan gak sabar berkuasa kayak masa perang kemerdekaan saja ada pemerintahan transisi.

    Sebaiknya MEF yg ada dijalankan, bukannya diotak-atik, krn dendam masa lalu antara mega-sby, apa yg berbau sby dibersihkan. Bisa-bisa. Apa kejadian di masa mega dulu terjadi lagi, papua lepas, malaysia berulah, singapura mengambil untung. Bagaimana nasib NKRI ini nanti…

  44.  

    hmmmm sebenarnya pngn ketawa cmn ga enak,,

    pk calon presiden yang terhormt,, bukan mksut saya menggurui anda,, tetapi menurut saya drone itu sangat bergantung sekali sm satelit lha wong satelit saja kita ga punya trus mw pke remote kontrol yang bagemna..?

    kalo saran saya lanjutkan saja program nya pk RI 6 sambil beliau sudah memikirkan mtang2 soal mef. beliau bukan orang yang kebetulan jadi presiden 2 periode.. jangan gengsi ap lg sok tahu… !!! mudah2an saja dalam wktu dekat ada gesekan dengan negara lain,, supya org2 pda tau mna mcan beneran mna mcan jadi jadian,,,

  45.  

    GILAAA LOOO DRONE…..

    asliii garai nguyuuuu kel kel kel