Aug 162014
 
UAV Heron Australia saat operasi di Afghanistan (Photo: Australian Defence Force)

UAV Heron Australia saat operasi di Afghanistan (Photo: Australian Defence Force)

Tim transisi Joko Widodo-Jusuf Kalla menggelar rapat soal pertahanan, Jumat (15/8/2014), di Kantor Transisi, Jalan Situbondo Nomor 10, Menteng, Jakarta Pusat. Salah satu hal yang dibahas adalah soal pembelian pesawat tanpa awak atau drone.

Jenderal TNI (Purn) Fahrul Rozi, yang memimpin pembahasan pertahanan tersebut, kepada wartawan di Kantor Transisi menyebutkan, sesuai visi-misi Jokowi-JK, Indonesia membutuhkan drone tidak hanya untuk pertahanan.

“(Drone) juga bisa mendeteksi illegal fishing (penangkapan ikan secara ilegal), bisa mendeteksi hot spot (titik api) kalau terjadi kebakaran, illegal logging (pembalakan liar),” katanya.

Mantan Wakil Panglima TNI itu mengatakan, karena fungsinya tidak hanya sekedar untuk pertahanan, pengendaliannya pun tidak harus dari pihak TNI Angkatan Udara (AU). Soal siapa yang akan diberi tanggung jawab atas drone tersebut, tim masih membahasnya.

“Kalau administrasi dan pembinaan di TNI AU bisa, tapi penggunaannya bisa macam-macam instansi. Kodal (Komando dan Pengendalian) masih kita diskusikan tadi,” ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto menambahkan, dari kajian tim transisi, Indonesia setidaknya butuh 28 unit drone, yang beroperasi 24 jam penuh. Harga satu unitnya, menurut Andi, bisa berkisar antara 7-10 juta dollar AS.

“Jika diubah jadi combat drone, angkanya bisa naik,” ujar dia.

Saat ditanya apakah anggaran yang disusun pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2015 sinergi dengan visi Jokowi-JK, Andi mengaku belum bisa menilai. Dia mengatakan, tim transisi masih harus mengkaji lebih detail anggaran yang disusun SBY. (tribunnews.com).

  272 Responses to “Tim Jokowi Siap Perbanyak Drone”

  1.  

    Rekan rekan yang terhormat,
    Mohon kiranya berkomentar yang santun dan konstitusional.

    Komentar komentar yang kasar, agitasi dan mendorong/ menggagas tindakan inkonstitusional akan dihapus.

    Salam NKRI

    -admin-

  2.  

    Tahun kedua Asu +Sonotan +Sonora menyerang Indonesia, kita udah pesan su-38 komplit 1 ska, pengiriman 5 tahun mendatang. Pesawat pesanan siap dikirim, pengirimnya bingung karena Indonesia g ada lagi di PETA

  3.  

    Drone juga banyak antidotnya bung,para hacker tuh depan rumah dah bejibun….!!!jangankan drone,satelit aja bisa di hack…!!!(Tp yg depan rumah belum bisa hack satelit bung)….he..he..malah tambah mumet bung….!!!

  4.  

    Wiizzzz ayo cooling down ????

  5.  

    Bung mohon pencerahannya, mohon maaf jika salah. Drone dipake unt perang dlm skala kecil atau perang gerilya abad ini dan mendatang. Klo misalkan dibandingkan antara 10 drone dan 1 pespur untuk patroli,misi pengemboman,intercept dll keandalan yg diperoleh bagus mana? Moga sehat2 semua. Salam NKRI

  6.  

    komeng2nya pd bikin ngakak deh,, srimulat gaya baru ni ye,,. hahaha
    gpp kog beli drone asal leopard ga batal n pabrik amunisi pindad jadi terealisasi,, itu aj

  7.  

    Kan yg anti drone dan leopard lovers banyak tuh yg komen diatas suruh demo aja dilihat seberapa banyak yg demo , siapa tau bisa lengser jokowi dan diganti junjungan nya yg mantan Danjen itu nanti langsung dibelikan su-35 100 unit ,tank merkava 200 unit, luncurin satelit 3 sekaligus untuk komersil,militer,dan cuaca .

 Leave a Reply