Apr 172018
 

Satgas Maritime Task Force TNI Konga XXVIII-J/UNIFIL melatih Tim VBSS Lebanese Armed Forces Navy melaksanakan latihan pemeriksaan kapal dengan menggunakan KRI Usman Harun-359 di Laut Medierania.

Lebanon, Jakartagreater.com – Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-J/UNIFIL melatih Tim VBSS LAF Navy (Lebanese Armed Forces Navy) melaksanakan Boarding Exercise atau latihan pemeriksaan kapal dengan menggunakan KRI Usman Harun-359 di Laut Medierania.

Demikian dikatakan Komandan KRI Usman Harun-359 yang sekaligus Komandan Satgas Maritime Task Force ( MTF) TNI XXVIII-J /UNIFIL Kolonel Laut (P) Alan Dahlan, S.H.,M.Si., saat menggelar latihan pada Jumat 13 April 2018 di Laut Mediterania.

Menurut Komandan Kolonel Laut (P) Alan Dahlan, S.H.,M.Si menyampaikan latihan ini dilaksanakan dengan skenario latihan KRI Usman Harun-359 diperankan sebagai kapal yang bernama MV Soloperno berlayar dari pelabuhan Limassol, Cyprus menuju Jounieh, Lebanon. Lima ABK KRI Usman Harun-359 yang menggunakan baju sipil memerankan sebagai kapten dan kru MV Soloperno.

Dalam latihan ini LAF Navy melibatkan tim visit board search seizure (VBSS) sejumlah 9 pasukan melaksanakan kegiatan latihan dengan menggunakan metode fastrope. Dalam latihan ini tim VBSS turun menggunakan tali dari helikopter ke geladak KRI Usman Harun-359 saat berlayar di laut Mediterania.

Latihan ini diawali saat Tim Visit Board Search Seizure (VBSS) LAF Navy mendapat laporan dari Coastal Radar Station (CRS) L2-Aamchit bahwa kontak kapal bernama MV Soloperno yang menuju pelabuhan Jounieh melaksanakan berlayar tidak melewati koridor yang telah ditentukan oleh otoritas Lebanon.

Kapal tersebut tidak terdapat di dalam daftar kapal yang akan masuk ke Lebanon dan saat di panggil melalui jaring komunikasi memberikan keterangan yang sangat meragukan. Berdasarkan data tersebut kapal bernama MV Soloperno sangat mencurigakan, dan selanjutnya LAF-Navy menindaklanjuti dengan meminta MV Soloperno untuk stop mesin.

Kemudian LAF Navy mengirimkan tim VBSS dengan menggunakan Helikopter jenis Puma milik LAF Air Force. Dalam kegiatan tersebut selanjutnya Helikopter Puma mendekat geladak kapal target dan menurunkan 9 personil VBSS dengan metode fastrope dan berhasil mendarat di geladak heli KRI Usman Harun-359 yang diskenariokan sebagai kapal MV Soloperno.

Dalam aksinya Tim VBSS LAF Navy membagi 2 grup yang bergerak secara terpisah menuju anjungan dan koridor utama kapal. Grup pertama tiba di anjungan dan meminta Kapten untuk bekerja sama dalam pemeriksaan dokumentasi yang dilakukan oleh tim VBSS sebagai otoritas Lebanon.

Kru yang berada di anjungan diperiksa dan diamankan oleh grup pertama dan mendapati 2 ABK MV Soloperno membawa 1 senjata tajam. Grup kedua yang bergerak melalui koridor utama kapal mengamankan dua ABK MV Soloperno. Dalam pencariannya berhasil menemukan dua buah kotak berisi amunisi ilegal.

Setelah menerima laporan dari grup 2 bahwa telah ditemukan amunisi ilegal, Katim VBSS memutuskan mengamankan kapten dengan memborgol dan selanjutnya menginterogasi untuk memperoleh data pemeriksaan awal. Sang kapten tidak tahu menahu tentang ada barang ilegal tersebut di kapalnya.

Kapal MV Soloperno saat itu berada dibawah kendali personel VBSS LAF Navy sampai dengan selesai pemeriksaan. Setelah dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut ditemukan satu bungkus berwarna cokelat bertuliskan Heroin. Dengan ditemukan bungkusan bertuliskan Heroin, tim VBSS telah berhasil menemukan seluruh barang ilegal yang terdapat di MV Soloperno sebagai tanda latihan berakhir.

Usai Latihan, Katim VBSS LAF Navy Lieutenant Hasan Farhat memerintahkan seluruh anggotanya berkumpul di anjungan untuk melaksanakan debrief dari tim penilai yaitu Letda Laut (P) Damartama dan Letda Laut (P) Veryan Hilman (Boarding Officer KRI USH). Tim penilai dari KRI Usman Harun-359 menyampaikan hasil secara singkat kegiatan yang telah dilaksanakan oleh personel tim VBSS LAF Navy.

Kolonel Laut (P) Alan Dahlan, S.H.,M.Si usai kegiatan menyampaikan bahwa latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan LAF Navy dalam melaksanakan pengamanan maritim yang merupakan salah satu tugas pokok MTF UNIFIL.

Selain itu, juga untuk meningkatkan interoperability CRS dengan tim VBSS LAF-Navy terutama pengerahan pasukan melalui udara dengan metode fastrope dari Heli Puma milik LAF Airforce. (tnial.mil.id)

Bagikan Artikel :

  8 Responses to “Tim LAF Navy Boarding Exercise di KRI Usman Harun-359”

  1.  

    https://www.japantimes.co.jp/news/2018/03/28/asia-pacific/chinese-carrier-joins-massive-navy-show-force-south-china-sea-satellite-images-show/#.WtVZin–nIU baru 1/4 dari kekuatan NAVY armada laut CHINA… jika digabungkan kekuatan KOARMABAR dan KOARMATIM tidak akan sanggup meladeni kekuatan PLA NAVY, jika TNI AL tidak ditambah armada tempur berupa kapal destroyer, Frigate dan Kapal selam, INDONESIA hanya akan menjadi penonton ekspansi penjajahan CHINESE NAVY….

    •  

      Sabar…Le, entar nongol kok frigate class baru….China ndak bakal invasi Indonesia….yang ada kemungkinan AS dan sekutunya, masuk lewat Pasifik….skenario lagi di bikin sama mereka….Papua target mereka

    •  

      Lawan utama mereka saat ini bukan Asia Tenggara, kita baru bisa menyimpulkan secara positif pergerakan mereka setidaknya dalam 10 tahun kedepan. Orientasi mereka saat ini adalah penguasaan LCS secara militer, bukan perebutan wilayah daratan (pulau-pulau utama) yang bersinggungan dengan LCS.

    •  

      Informasi saat ini tentang LCS:
      China sudah memasang detektor sepanjang 9 Dash Line untuk memantau pergerakan kapal-kapal permukaan dan kapal selam yang melintasi LCS. Salah satu detektor ini terlepas dari kaitannya dari dasar laut dan dievakuasi oleh BAKAMLA setelah terapung-apung selama beberapa waktu di Laut Natuna Utara. Kejadian ini sudah sekitar setahun silam.
      LCS ternyata tidak hanya mengandung Minyak Bumi dan Gas Alam. LCS memiliki kandungan tambang Platina, Nikel dan Tembaga, itu sebabnya China tidak mau melepas LCS apapun resikonya.

  2.  

    KRI Usman Harun-359

  3.  

    Wah keren body helicopternya

 Leave a Reply