Oct 292018
 

dok. Lion Air Boeing 737-MAX8. (credit: PK-REN via commons.wikimedia.org)

Karawang, Jakartagreater.com – Tim penyelam terkendala lumpur dari dasar laut saat mencari korban dan reruntuhan pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di perairan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

“Pencarian dilakukan dengan penyelaman selain di permukaan air laut,” kata Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto, di Karawang, Senin, 29/10/2018 dirilis Antara.

Ia mengatakan, lumpur yang naik dari dasar laut mempengaruhi jarak pandang penyelam. Pencarian dengan cara menyelam dihentikan sekitar pukul 17.00 WIB sesuai dengan SOP. Sementara pencarian di permukaan laut hingga malam ini masih terus dilanjutkan.

Menurut dia, tim SAR melibatkan 13 kapal patroli masing-masing dari Polda Jabar sebanyak tujuh unit, Mabes Polri enam unit dan helikopter tiga unit.

Ia mengatakan, hingga kini tim evakuasi belum menemukan bagian tubuh korban yang utuh dalam insiden tersebut. “Seluruh kantong berisi potongan tubuh,” katanya.

Seluruh kantong jenazah itu langsung dievakuasi menuju Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi.

“Kantong jenazah ini kita kirim ke RS Polri via Pelabuhan Tanjung Priok,” katanya.

Selain menemukan potongan tubuh, tim evakuasi juga menemukan serpihan pesawat serta barang-barang bawaan penumpang.

Data penerbangan Lion Air JT610. (credit: )

Kepala Basarnas, Muhammad Syaugi mengatakan, seluruh serpihan yang berada di perairan Karawang telah diangkat oleh petugas dan diletakkan di Tanjung Priok.

“Seluruh barang penumpang dan serpihan pesawat yang ada diatas perairan laut Karawang sudah kami angkat sejak pagi hingga siang,” katanya dalam keterangan di Bandara Soekarno – Hatta, Senin.

Untuk selanjutnya, lanjut Muhammad Syaugi, proses pencarian akan difokuskan kepada badan pesawat dan korban sesuai dengan Instruksi Presiden Joko Widodo.

Proses penyelaman oleh anggota Basarnas Spesial Group (BSG) #LionJT610. (credit: BASARNAS)

Dalam proses pencarian tersebut, Basarnas menggunakan alat dengan teknologi modern serta menerjunkan tim penyelam ke dasar lautan.

Pasalnya, sejak pagi hari setelah mendapatkan informasi mengenai pesawat hilang kontak. Pihaknya telah mengirimkan tiga armada besar dan juga helikopter dalam pencarian.

Bahkan, dirinya sudah melihat secara langsung lokasi titik jatuhnya pesawat. “Intinya, lokasinya sudah kita temukan dan fokus pada pencarian badan pesawat,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan kepada Basarnas untuk melakukan pencairan selama 24 jam terhadap pesawat Lion air yang jatuh di perairan Karawang.

“Saya sudah perintahkan kepada Basarnas dan semua pihak yang terlibat untuk bekerja selama 24 jam agar menemukan badan pesawat dan korban yang belum ditemukan,” kata Presiden Joko Widodo usai menemui keluarga korban di posko terpadu bandara Soekarno-Hatta.

 Leave a Reply