JakartaGreater.com - Forum Militer
Feb 122018
 

Tim UNIFIL Periksa Perlengkapan Operasional Pasukan Garuda Indobatt XXIII-L di Markas Batalyon UNP 7-1 Adshits Alqusayr dan Kompi-Kompi terluar, Lebanon Selatan.

Lebanon Selatan, Jakartagreater.com – Para personel Contingent Owned Equipment (COE) dan Operational Readiness Inspections (ORI) yang tergabung dalam Tim UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) beberapa waktu lalu memeriksa perlengkapan operasional Pasukan Garuda Satgas Indobatt XXIII-L yang berada di Markas Batalyon UNP 7-1 Adshits Alqusayr dan Kompi-Kompi terluar, Lebanon Selatan.

Kedatangan para personel COE dan ORI Tim UNIFIL yang dipimpin oleh Mrs. Veronica diterima langsung Dansatgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, S.I.P. didampingi Wadan Satgas Mayor Inf Didiet Trilaksono dan Perwira pendamping tiap-tiap seksi.

Kegiatan diawali dengan sambutan singkat Dansatgas Indobatt Letkol Inf Arfan Johan Wihananto terkait tugas-tugas maupun peralatan yang digunakan oleh Pasukan Garuda sebagai peacekeepers misi PBB di Lebanon di Meeting Room Markas Indobatt.

Pemeriksaan perlengkapan operasional Pasukan Garuda Indobatt XXIII-L oleh personel COE dan ORI Tim UNIFIL diawali di Lapangan Soekarno Markas Batalyon, selanjutnya pemeriksaan secara menyeluruh menyebar ke Kompi Delta, Kompi Bantuan dan Kompi Markas yang berada di UNP 7-1.

Adapun objek pemeriksaan dari Tim UNIFIL meliputi segala Major Equipment dan Self Sustainment yang dimiliki Satgas Indobatt Konga XXIII-L. Untuk Major Equipment meliputi kendaraan tempur, kendaraan ringan, kendaraan pendukung operasional, alat berat zeni, alat observasi, container, senjata dan munisi, generator, alat kesehatan, serta peralatan anti huru-hara.

Sedangkan pemeriksaan Self Sustainment meliputi pelayanan catering, perlengkapan kantor, alat komunikasi, listrik, fasilitas hiburan, pemeliharaan bangunan, laundry, dan kelengkapan serta kebersihan lingkungan.

Selesai memeriksa perlengkapan dan kesiapan operasional Pasukan Garuda Indobatt XXIII-L di UNP 7-1, para personel COE dan ORI Tim UNIFIL bergerak melanjutkan pemeriksaan ke Kompi Charlie di UNP 9-2, dilanjutkan ke Kompi Bravo di 7-2 dan berakhir di Kompi Alfa di UNP 9-63.

Inspeksi yang dilakukan oleh COE dan ORI dari UNIFIL berjalan dengan tertib dan lancar sesuai rencana. Secara implisit sebelum hasil resmi penilaian diumumkan, Ketua Tim UNIFIL Mrs. Veronica mengatakan bahwa kesiapan dan kelengkapan materiil Satgas Indobatt XXIII-L telah memenuhi standar yang telah di tetapkan United Nations (UN).

Menurut Ketua Tim UNIFIL Mrs. Veronica, pemeriksaan yang dilakukan setiap triwulan sekali ini bertujuan untuk meyakinkan bahwa kondisi perlengkapan dan kesiapan Satgas Indobatt XXIII-L telah sesuai standar yang telah disepakati dalam MoU antara Pemerintah Republik Indonesia dengan PBB.

“Kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi usaha perawatan berkala yang dilakukan Pasukan Garuda Satgas Indobatt XXIII-L, dimana hasil inspeksi menunjukkan peningkatan di berbagai bidang dalam pelaksanaan COE dan ORI. Saya pun yakin bahwa ke depannya Indobatt akan mampu lebih baik lagi,” tutur Mrs. Veronica.

Pada kesempatan yang sama, Dansatgas Indobatt Letkol Arfan Johan Wihananto menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras seluruh tim pendukung dalam menyiapkan segala sesuatu, sehingga proses pemeriksaan oleh personel COE dan ORI Tim UNIFIL dapat berjalan dengan aman, lancar dan sukses. “Kami akan selalu berusaha untuk memenuhi standarisasi yang telah ditetapkan pihak UN kepada kami,” ujarnya.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih juga kepada para personel Satgas Indobatt XXIII-L/Unifil yang selalu peduli dan bertanggung jawab dalam merawat fasilitas perlengkapan Satgas, sehingga bisa selalu memenuhi standar UN,” kata Letkol Inf Arfan Johan Wihananto mengakhiri pengarahannya. (Pen Konga XXIII-L/Unifil)

Berbagi

  One Response to “Tim UNIFIL Periksa Perlengkapan Pasukan Garuda Indobatt”

  1.  

    Cape jg TNI menjaga perdamaian dsn, Israel selalu memprovokasi negara2 sekitar dgn kebijakan2nya yg didukung AS klu warga negara lain protes ditanggapi dgn aksi2 yg berlebihan bahkan melanggar HAM tapi tetap aja AS membela dgn Veto di PBB.

 Leave a Reply