Feb 112014
 
Angkatan Laut Timor Leste (photo: frank.itlab.us)

Angkatan Laut Timor Leste (photo: frank.itlab.us)

Jakarta – Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Timor Leste, Xanana Gusmao menyatakan pihaknya terbuka bagi kehadiran armada Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China di wilayahnya.

”Saya ditanya hal yang sama saat berada di Australia. Kami terbuka dan sebagai negara kecil tentu menyambut baik pihak-pihak yang bersahabat,” kata Xanana di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (10/2/2014).

Xanana sebelumnya ditanya soal kesiapan Timor Leste membuka pangkalan bagi armada China atau fasilitas logistik dan perbaikan kapal bagi armada China yang sedang membangun kekuatan lintas benua.

Xanana menjawab, Asia Pasifik adalah wilayah yang luas dan mampu menampung niat positif dari semua pihak yang berkepentingan. Namun, tidak dijelaskan di mana fasilitas bagi angkatan laut asing tersebut akan disiapkan di Timor Leste.

Kunjungan Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Timor Leste Xanana Gusmao ke Kementerian Pertahanan RI 10/02/2014 (photo: vivanews.com)

Kunjungan Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Timor Leste Xanana Gusmao ke Kementerian Pertahanan RI 10/02/2014 (photo: vivanews.com)

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat ditanya mengenai izin bagi armada China melintasi perairan Indonesia menuju ke timur (Timor Leste) menjelaskan, sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki tiga Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang dapat dilintasi armada mana saja, termasuk Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA).

Selama ini, Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) dan AL Australia (Royal Australian Navy) juga biasa melintas secara damai di perairan Indonesia. US Navy juga memiliki fasilitas perbekalan dan perbaikan di Singapura untuk elemen Armada Ketujuh yang beroperasi di kawasan Asia Pasifik.

Selain itu, US Navy juga memiliki fasilitas di Guam dan pangkalan Marinir di Darwin, Australia.

Seperti diberitakan sebelumnya, AL PLA sudah mengoperasikan kapal induk perdananya dan sedang membangun beberapa kapal induk lagi untuk mewujudkan armada lintas samudra (blue water navy). Pemerintah China juga diketahui membantu pembangunan infrastruktur kompleks Kementerian Pertahanan Timor Leste.

Sebaliknya, Timor Leste memiliki hubungan baik dengan negara-negara Lusofoni (pemakai bahasa Portugis), termasuk dengan Daerah Administrasi Khusus Makau yang kini sudah kembali menjadi wilayah China di sebelah barat Hongkong.

timor-leste_2012_site_map

Terbuka untuk semua
Xanana mengingatkan media tentang pesan yang disampaikan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton saat berkunjung ke Dili tahun 2012 yang menyatakan, Asia Pasifik terbuka untuk semua pihak dan bisa mengembangkan potensi ekonomi, pariwisata, dan lain-lain, termasuk kerja sama militer.

Ditanya tentang kerja sama intelijen dengan Indonesia mengingat Timor Leste dan Indonesia mengalami hubungan kurang baik dengan Australia, Xanana mengingatkan agar media massa tidak mencampuradukkan persoalan yang dihadapi Timor Leste dengan hubungan Indonesia dan Australia.

Dalam kunjungan ke Jakarta, dicapai sejumlah kesepakatan bidang latihan dan pendidikan bagi personel militer Timor Leste hingga rencana pembelian persenjataan dari Indonesia untuk Kementerian Pertahanan Timor Leste.

Timor Leste berbagi perbatasan darat dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur dan perbatasan laut dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Provinsi Maluku. (Ong / Kompas).

  170 Responses to “Timor Leste Terbuka untuk Armada China”

  1.  

    * Sekali lagi tentang Perlu tidak nya China buka Pangkalan Militer di Timles menurut NKRI *

    Maaf sahabat2…dari uraian yg kalian sampaikan ada yg sebagian terkesan, merasa Keder, takut, menghadapi FPDA terutama Militer Oz. sehingga buru2 menyimpulkan Kehadiran Armada tiongkok HADIR di laut selatan adalah Emergency.

    – Apa yg paling mendasari TIMPANGNYA kekuatan TNI dgn FPDA..??
    semua sepakat, ada pada ALUTSISTA nya…
    – kalo alutsista nya sebagian dan sedang dipenuhi lalu apa harus tetap merasa takut…??
    Kake buyut kita saja kaga ada takut2nya pada 10 Nopember 1945, apa kita berbeda kake buyut nya..?? 😀 😀

    Untuk itulah adanya MEF dan dibentuk Kogabwilhan sebagai jawabannya, kalo hanya sekedar menutupi rasa takut dan berdalih “Keseimbangan” temporer, knapa harus ada acara MEF dan Kogabwilhan..?? undang z China dari 2007 lalu sesaat setelah Presiden Sby disadap, beres kan..??

    Masalah pancing – memancing provokasi dari negara tetangga, ya wajar saja, masing2 lain kepentingan qo, bahkan kalo ga ada reaksi atas penguatan Militer NKRI ..itu yg harus dicurigai, beli alutsista beneran apa tidak..??

    kalo ada riak2 kecil, artinya kawasan mulai merespon kehadiran yg dibelanjakan dlm MEF. mestinya kita tenang, karena alutsista nya beneran datang.

    sudut pandang TNI tentu beda dgn sudut pandang Timles, dan itu harus diselesaikan dgn komunikasi intens.

    # maaf kalo ngawur…. hanya pendapat pribadi.

    tentu yg paling paham adalah militer kita sendiri,

    •  

      Bung @donnie, imho bukan pada alutsistanya walau memang itu faktor yg juga penting. Tapi pada fakor poros pertahanan dan politiknya. FPDA menyertakan Australia dan UK, Australia adalah anak haram UK, dan UK bisa dibilang negara bagian USA di Eropa.

      Dari pelajaran sejarah, US dan UK doyan gangbang dan menekan negara2 lain untuk ikut dalam agendanya. Contoh: embargo ekonomi Iran pesanan Israel yg dilakukan US dan tekanan bagi negara yg enggan ikut2an

      Kita bukan takut perang dengan Australia, Astralia sendiri tidak pernah jadi ancaman, Australia hanya kantor perwakilan saja dari korporasi dunia blok tertentu. Ini permainan politik dan pengaruh 2 kekuatan utama dunia, timur vs barat, tarik ulur, jinak2 merpati, teman tapi mesra, threesome janda dan berbagai perumpamaan ancur lainnya 🙂

      •  

        @Bung Nowyou….hu’um fahim,

        seperti dlm koment2 gue sebelumnya…yup mereka adalah kelompok siberat. 😀
        tapi coba kita sejenak, break down permasalahannya :
        – Daratan eropa dan AS yg lesu ekonomi tapi memiliki HI-tech, Oz yg melimpah SDA (saudara eropa), Asia Pasific yg sdg tumbuh ekonomi nya (Hi-low tech) dan China yg menuju Hi-tech,ekonomi yg luar biasa dgn jumlah yg penduduk 1,3 M dgn karakter agresif-Militan, membutuhkan SDA yg melimpah juga.
        (sampai sini ..semua dari kita pasti paham dan mengetahuinya)

        – Indonesia yg geografisnya ada ditengah2nya serta digadang2kan jadi penengah 2 kekuatan, bagi ke-2 belah pihak sejauh ini/sampe detik ini, ketidak berpihakannya lah Posisi Indonesia sebagai win-win solution dari ke-2 kubu, apalah artinya NKRI sebagai Penengah jika alutsista nya JADUL dan ecek2, untuk itu 2 kubu pula memiliki kepentingan yg sama terhadap Modernisasi militer Indonesia.

        Seperti kata @bung Satrio, Ke Nonblockan-nya lah yg menjadi senjata (softwar) bagi Indonesia sendiri (Sambil minum Vitamin), Keberpihakan ke Barat lah yg diinginkan Siberat yg terpaksa harus terpaksa menerima fifty2 dgn pihak China supaya BALANCE.
        (gue rasa sampe disini semua juga paham.)
        ————————————————————————————–
        – Tapi ketika Indonesia mengizinkan di Timles ada pangkalan Armada Tiongkok, sudut padang Siberat akan memandang Indonesia sudah MENENTUKAN KEBERPIHAKAN nya, Timles bagi si Berat pun hampir dianggap TIDAK EXIST secara Militer, Indonesia lah yg akan di jadikan acuan oleh SIBERAT terhadap keberadaan armada Tionkok ini.

        So..posisi tidak lagi Balance, karena Indonesia sudah Berpihak (sudut pandang siBerat), adalah Naif jika Siberat dgn geng-nya Menunggu Indonesia sampe Full Power ditambah Power Tiongkok.. maka secepatnya akan dilakukan tindakan Militer (sudut pandang gue pribadi).
        —————————————————————————————
        * Kalo ada alasan logis lain yg menjamin Hadirnya Pangkalan Armada Tiongkok di Timles TIDAK MEMBUAT Siberat makin AGREISIF (karena tidak ada pilihan lain), silahkan di kemukakan,

        Kesimpulan Analisa gue (sampe detik ini) :
        Menghadirkan Armada tiongkok malah seperti menyiramkan Bensin.
        Tidak ada alasan lagi bagi si BERAT untuk melakukan Peperangan Terbuka yg selama ini tertahan oleh KE-NONBLOCK-AN Indonesia.

        Bukan saling menahan diri lagi tapi jadi siapa cepat mampu memobilisasi militernya..itulah yg akan menyerang duluan, tentu saja si Berat menggunakan Classic Gangbang style.. gue malah bayangin Pemuda Ganteng yg sibuk nahan KOLOR-nya..yg melorot….gara2 Janda tua yg yg maen cakar ketika si pemuda berpelukan dgn chica … 😀

        di Forum ini gue termasuk newbie warjag, ya mohon dimaklumin z kalo terlihat ngeyel… sambil belajar menganalisa. 😀

        •  

          Ralat
          “…Tidak ada alasan lagi bagi si BERAT untuk (TIDAK) melakukan Peperangan Terbuka yg selama ini tertahan oleh KE-NONBLOCK-AN Indonesia.

        •  

          betul bung @donnie, ada kemungkinan mereka memandang Indonesia pro China. Tapi kita bisa ngeles dan mereka tidak ada bukti nyata, toh wilayah Indonesia tetap terlarang bagi pangkalan asing manapun. Indonesia justru akan dipandang pro barat jika melarang China masuk Timor Leste, terutama karena kita tidak bersikap keras terhadap kehadiran pangkalan militer US di Australia dan Singapura

          masalahnya bukan perang terbuka saja, tapi juga tekanan dan manuver politik barat yang harus diperhitungkan. kita jangan lupa bahwa Australia dan US yang membuat TimLes lepas dari NKRI

          Kecondongan Timles terhadap China sudah jadi momok bagi Australia dan US, bayangkan jika Indonesia juga bergabung dengan blok China. itu daya tawar kita jika US dan Australia kembali berulah -misal- bikin scenario di Papua. Kehadiran China di TimLes akan membuat daya tawar dan nilai Indonesia di mata blok barat semakin tinggi dan strategis

          •  

            gue kira permasalahan diskusi kita.

            1. sama2 ingin terbaik dan paling aman buat NKRI, itu yg utama.
            2. Perbedaan cara membaca dinamika , antara seolah2 condong dan Condong (gue memberikan penilaian dgn adanya pangkalan china ditimles, sudah murni condong, bukan seolah2 lagi dan akan menaikan peringkat Indonesia dari Mungkin di Rayu menjadi Harus di Perangi oleh barat)

          •  

            PARAH….!

            AMERICA KEMARIN MENGHIDUPKAN LAGI SENJATA THN 80 AN (SDI) YANG DULU UNTUK UNI SOVYET (RUSIA)
            SEKARANG UNTUK CHINA

            http://www.youtube.com/watch?v=yDCzpAuWM1w

          •  

            tentu bung @donnie, kita ingin semua yg terbaik bagi NKRI, dan karena itu kita bebas mengutarakan yg kita rasa terbaik. kalo beda cara pandang mah biasa 🙂

            saya kira perbedaannya ada di cara pandang mengenai “keseimbangan”. Anda merasa kondisi kehadiran USMC di Darwin bisa diimbangi oleh Indonesia dan kebutuhan kita atas ‘bantuan’ dari luar kurang menggembirakan, sementara saya merasa USMC di Australia adalah tekanan besar bagi pemerintah Indonesia dalam hubungan dgn Australia+++ yg berat dihadapi kekuatan otot saja. Imo- Kehadiran kekuatan militer US dekat rumah bisa membuat pemerintah lebay dengan keputusan2 politik dan ekonomi yang menyangkut kepentingan blok barat, bahkan bisa lebay menghadapi negara selevel Singapura karena ada centeng mereka yang nongkrong tidak jauh dgn bawa golok terhunus di muka dan belakang rumah kita. Mereka bisa arogan karena kita konstan dalam ancaman.

            dalam konteks diatas saya melihat kehadiran China di kawasan adalah angin segar bagi politik luar negeri Indonesia, penyeimbang. lokasi pangkalan China di Timor Leste adalah diluar wilayah Indonesia tapi berhadapan langsung dgn Australia. dan ini bisa meningkatkan daya tawar Indonesia tanpa Indonesia sendiri harus mengorbankan “kedaulatan”

            walau demikian memang bukan tanpa resiko. China yang bisa jadi kita sangka janda bahenol alternatif, tapi ternyata adalah duda biseksual :mrgreen: Nah, dalam konteks ini kita bisa tetap memanfaatkan faktor kehadiran USMC di Darwin. Jika kita sudah mentas, toh tidak ada kata terlambat untuk talak 3 dan mencari daun muda. Tapi sementara ini, dalam kondisi dan situasi saat ini, politik luar negeri adalah alat yg lebih efisien daripada kekuatan militer untuk menjaga kepentingan negara

    •  

      adanya rencana kehadiran militer china di TL sedikit banyak akan menunda beberapa agenda yang akan dijalankan oleh oz cs. nah itulah karunia Tuhan YME, di saat yang bersamaan jiran2 bernyanyi dalam sebuah orkestra. iramanya akhirnya terganggu dan sumbang. maka janganlah terlena dengan situasi tersebut. pergunakan waktu sebaik mungkin buat persiapan di kemudian hari. mintalah transfer teknologi yang bisa mengantarkan menuju kemandirian pembuatan rudal di segala jenis (aam, ashm dsb) dan metode penginderaan. apalah artinya alutsista hebat tetapi tidak mampu beli amunisi (amunisi terbatas).

      •  

        ke negara PAKISTAN saja.. T.O.T nya
        pakistan dekat dengan CHINA ,RUSIA dan USA..CS
        KEDEKATAN SEJARAH DAN KEYAKINAN PAKISTAN DAN INDONESIA
        melebihi sekedar pakta kerja sama pertahanan yang hanya di atas kertas saja dengan negara lain..

        he he he
        santai aja bang

  2.  

    ## Warning ## Please gunakan nickname yang lain. Nickname anda terlalu tendensius. ## Admin## Thanks ##
    —————————

    Setiap negara tentu memiliki sudut pandang dan strategi yang berbeda dalam hal ini. Menurut saya, Timles telah menjalankan rencana yang briliant. Lagian ini khan common issues (RI dan TL) soal belagunya Oz. Saya rasa banyak pihak yang senang dengan datangya armada AL PLA ke samudra Pacific. Sudah lama Oz jadi Polisinya Asia Tenggara, RI di benar2 terkepung oleh Singa, Malay dan Oz. Hadiah Tahun Baru China untuk Oz hihihi

    ————————-

    ## Warning ## Please gunakan nickname yang lain. Nickname anda terlalu tendensius. ## Admin## Thanks ##

  3.  

    BERTEMAN DENGAN NEGERI JAUH MENYERANG TETANGGA DEKAT

    Indonesia menyikapi Timles membuka diri bagi militer china sebenarnya tidak merubah doktrin pertahanan Indonesia yang masih defensif-aktif ,,belum menuju preventif apalagi pre emtif.
    Doktrin preventif mengatakan bahwa kita harus menghancurkan musuh dalam perjalanannya menuju wilayah kita. Ini berarti sudah ada suatu gerakan yang mengancam yang terjadi dan bukan hanya sekedar potensi. Biasanya musuh dihancurkan melalui serangan udara atau pertempuran di lautan sebelum menyentuh tanah wilayah kita. Jika perang terjadi dengan negara yang memiliki perbatasan darat dengan kita, maka musuh dihancurkan di wilayah musuh yang menjadi jalan menuju wilayah kita. Hampir semua negara dengan kekuatan militer yang cukup, memiliki doktrin seperti ini. Jadi, doktrin preventif sifatnya menghancurkan gerakan agresi musuh di perjalanan sebelum mencapai tanah wilayah kita

    Doktrin dapat didefinisikan sebagai “Prinsip-prinsip dasar yang mengarah-kan kekuatan militer untuk melaksanakan kegiatannya dalam rangka mendukung tercapainya tujuan nasional.
    Kualitas KEPEMIMPINAN mungkin merupakan kunci terpenting dari semua masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan doktrin, karena tanpa adanya semangat moral dan kejujuran mustahil doktrin diaplikasikan dengan baik.

    Hakikat Ancaman (The Nature of Threat). adalah segala sesuatu yang mengancam atau membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI dan keselamatan bangsa Indonesia yang merupakan kepentingan keamanan nasional, baik dari segi sumber ancaman (ancaman dari dalam negeri, luar negeri dan azimutal), dari segi macam ancaman (ancaman militer atau non-militer), maupun dari segi aktor ancaman (ancaman suatu negara atau bukan negara).

    Sumber ancaman (the source of threat) terhadap “Keamanan Nasional”menjadi semakin luas, bukan hanya meliputi ancaman dari luar (external threat) atau ancaman dari dalam (internal threat), akan tetapi juga ancaman azimutal yang bersifat global dari segala arah dan berbagai aspek, tanpa bisa dikategorikan sebagai ancaman yang datang dari luar atau dari dalam.

    Apakah Timles nanti bisa dikategorikan sebagai perang proxy ?
    Perang proxy adalah perang yang dilakukan antara negara-negara dengan memanfaatkan aktor negara atau non-negara untuk melawan atas nama mereka, serta memanfaatkan negara lain sebagai arena perang. Setidaknya satu dari mereka menggunakan pihak ketiga untuk melawan atas namanya. Jenis dukungan yang diberikan oleh negara-negara yang terlibat dalam perang proxy akan bervariasi namun dukungan keuangan dan logistik biasanya selalu disediakan. Contoh: Perang Vietnam dan Perang Korea.
    Kita bisa nunut kepentingan perang proxy yang dilakukan China dengan membuat pangkalan militernya di Timles

    China mungkin punya strategi
    Jia dao fa guo yaitu Memperoleh JALUR AMAN untuk menaklukkan negeri Guo
    Merujuk pada kisah Jin Xian Gong (Duke Xian of Jin).
    Negeri Guo(oz) sering menyerang perbatasan Jin.(china)
    Duke Xian kemudian berharap dapat menyeberangi wilayah negeri Yu (Indonesia)

    Negeri Yu (indonesia) ada diantara negeri Jin (china) dan negeri Guo (aushie)
    Yu memberi izin lewat pasukan Jin, SETELAH Jin menghancurkan Guo, mereka lalu pulang ke Jin sambil menghancurkan Yu di tengah jalan. Yu yang LENGAH dapat dengan mudah dikalahkan

    Sedangkan Indonesia bisa menganut strategi.” Berteman dengan negeri yang jauh, menyerang tetangga dekat” Taktik ini diajukan oleh Perdana Menteri Fan Ju dari Kerajaan Qin
    Fan Ju (menhan) menganjurkan pada Raja Zhaoxiang (presiden) agar berteman dengan Yan (Rusia) dan Qi (China) yang jauh untuk menyerang Zhao, Han dan Wei (anda tafsirkan sendiri negerinya ) yang negara tetangga sebelah Qin (indonesia).

    Sun tzu berkata “And thus, the weapon not being blunted by use, its keenness remains perfect.”
    Dan dengan demikian, senjata tidak tumpul oleh penggunaan, ketajaman yang tetap sempurna. ”
    Dalam bahasa jawa dapat diterjemahkan “Ora usah tandang gawe, waton alus gelungan e” 😀

    Biarkan tetangga selatan SIBUK dengan kehadiran ancaman baru dari Utara yang membuat mereka paranoid dan demam akan kehadiran China
    Sedangkan Indonesia yang digadang bisa dijadikan bemper menhadapi serangan dari utara malah di sia siakan dan dimusuhi,
    Maka kehadiran China langsung di utara mereka membuat bingung dan akan menguras tenaga mereka untuk menyikapinya

    Sedangkan Indonesia bisa berkonsentrasi menumbuhkan Ekonominya dan kekuatan Militernya untuk menguatkan sendi sendi pertahanan kedaulatan negeri yang MANDIRI
    WASPADA dengan segala bentuk ancaman dari utara barat dan timur

    Sambil mengantisipasi pasukan Jin yang akan menyerang negeri Guo ,,agar pulangnya tidak menggebuk negeri Yu ini.
    IMHO Satrio

    •  

      itu mah gampang…
      gunakan saja jurus WIRO SABLENG…dengan kampak naga geni 212..(.jurus sinar matahari)
      matahari.itu .jepang cs
      di jamin jurus KHO PING HO…akan pamit permisi meninggalkan sandal,sarung,..dll
      misiiiiiii…pamit pulang….sambil cium tangan dan kaki.

      he he he
      santai aja bang

      •  

        neng@oke drpd cmn kumur2 di mari smbl numpang tenar, mndg ente prgi ke pakistan sama mbah bowo jualan sabun colek, yar penghuni warjag adem-ayem!!!

        •  

          wow….numpang tenar….ha..ha..ha…
          dlm beberapa hari ini…..gw numpang kost 24 jam dimari…..
          jangankan pakistan…cuman kutup selatan yang gw belum injek…
          ahhh males.. ..tar gw di banned ,ngeladenin orang kupluk..seperti loe..!!
          he he he
          santai aja mbak

    •  

      bung @Satrio. TimLes terlalu kecil untuk dijadikan proxy China. entahlah jika ke depan TimLes di-Singapur-kan versi China

      saya termasuk yang agak heran Australia ikut mengecam ADIZ China di LCT, tapi lebih heran melihat Australia terheran-heran dgn manuver PLAN 😀 nowdays PLAN berani standoff dgn kapal perang USN di Pasific, harusnya Australia ga usah heran liat aksi reaktif dari China sampai ke depan rumah mereka

      •  

        bung Now definisi perang proxy
        Perang proxy adalah perang yang dilakukan antara negara-negara dengan memanfaatkan aktor negara atau non-negara untuk melawan atas nama mereka, serta MEMANFAATKAN negara lain sebagai ARENA perang.

        Timles bila menyediakan tempatnya menjadi pangkalan militer negeri Jin untuk menyerang negeri Guo maka Timles sudah bisa dikatakan proxy Jin,

        Negeri Gou yamg mulai duluan sebagai proxi negeri sam 😀

        @Bung Ihsan
        Akurr ..sepakat

      •  

        Maksud saya TimLes terlalu kecil untuk melawan blok barat. Jika mereka akan berhadapan dengan barar ada kemungkinan akan dipersenjatai dgn maksimal oleh China hingga mirip Singapur, kecil namun alutsista kuat. Atau memang hanya akan digunakan sebagai outpost PLAN di pasifik selatan, hanya pijakan saja dan China yang akan maju sendiri

        •  

          Pertanyaan buat Bung Satrio atau Bung Nowyou

          Kita asumsikan PLAN jadi membuat pangkalan Militer di Timles atas restu nkri sendiri, pelan tapi pasti pangkalan tsb akan diperkuat oleh armada besar termasuk kehadiran Lioaning aircraft career.

          // Asumsi sahabat2 disini adalah KEUNTUNGAN POLITIK menjadikan sonotan dibuat sibuk mengkonsentrasikan diri menghadapai Plan dan melupakan Indonesia //

          Pernyataan diatas baru bisa VALID jika NKRI dan China bersumpah sehidup semati berdampingan dlm fakta pertahanan.

          A.Apa kita sudah yakin china hanya akan buka FRONT dgn Pihak Siberat z…?
          B.Bagaimana dgn kemungkinan China dan Siberat justru Melakukan Operasi Militer Bersama untuk membagi Kue SDA Asia Pasific yg didalam termasuk Indonesia ?
          C. Mari kita lihat Peta Timles di wiliyah NKRI, apa PLAN akan menerapkan model zona militer laut mengatas namakan PERLINDUNGAN TIMLES, sehingga memotong Pertahanan laut NKRI sendiri ? tentu z dgn batasan luas yg definisikan sendiri seperti ADIZ di lcs dan lct, apa Indonesia siap menghadapi kemungkinan ini..?

          # Alih2 membawa manfaat untuk NKRI, malah mengundang masalah baru nantinya.

        •  

          “Pernyataan diatas baru bisa VALID jika NKRI dan China bersumpah sehidup semati berdampingan dlm fakta pertahanan”

          tidak akan ada yang tersurat bung, kita kan non aligned country tanpa fakta pertahanan dengan pihak asing. Five eyes itu juga baru terbongkar setelah dibocorkan Snowden, sebelumnya hanya dianggap conspiracy theory tanpa bukti tapi saat ini sudah jadi rahasia umum. apa saat ini ada ‘pengertian khusus’ antara China dan Indonesia? wallahualam, kita hanya bisa menganalisa dan menebak-nebak

          saat ini kondisi sikap Aus plus rencana pangkalan permanen di Darwin tanpa penyeimbang adalah ancaman nyata bagi Indonesia. Apa tindakan kita yg bisa efektif melakukan kontra ancaman? ekonomi masih lemah, pertahanan juga idem, membandingkan ekonomi dan militer Indonesia dengan gabungan ekonomi militer Aus+US+Sg jelas timpang. output dari ekonomi & militer inferior adalah melemahnya daya tawar politik si lemah terhadap si kuat.

          kedatangan pihak ke 3 dari kubu berbeda dgn ekonomi dan militer setara dgn ancaman yg ada akan jadi penyeimbang, memecah perhatian, membuka kesempatan dan tentu juga menebar ancaman. karena itu walau ‘menumpang’ pengaruh kebangkitan China kita juga tetap harus menjaga hubungan dengan poros lain. kita toh tidak mengundang China datang walau juga tidak melarang China dan TimLes bekerja sama dalam militer. tidak akan ada yg mengungkit2 hal ini terhadap negara kita lewat jalur resmi walau banyak pihak curiga atau bahkan sama sama tau. pemerintah kita jadi punya opsi A, B atau bahkan C

          Yang ideal, tentu saja kita sendiri yg kuat dari segi ekonomi dan milter hingga dlm hubungan luar negeri bisa perkasa. sayangnya, kita masih jauh dari posisi ideal seperti itu

          analogy- Jika kita sedang terancam mati tenggelam, maka mempermasalahkan perahu yang datang membantu adalah perahu coast guard atau malah perahu penyamun bukanlah merupakan prioritas. yang penting selamat saja dulu dari ancaman di depan mata. first thing first. Untuk bisa talak 3, pertama harus ada pernikahan dulu

    •  

      Saya sependapat dgn analisa bung satrio. Cina jauh ke selatan jg krn diundang sendiri oleh aussie yg membuat pangkalan permanen amrik di darwin dan cocos. Utk mencegah bantuan ke lawan yg akan menyerang wilayahnya, cina hrs memotong terlbh dahulu jalur tsb dgn pendirian pangkalan di timles dimuka ausie. Ind spt nasehat jayabaya dan siliwangi hrs selalu eling dan waspada dan hrs memperkuat baik ekonomi dan pertahanannya.

    •  

      Armada batle group negeri Jin berlayar di utara perairan negeri Guo
      Setelah melintasi Alur laut kepulauan negeri Yu
      Armada negeri JIN makin mendekati pulau paling utara negeri Guo (pulau nata Lau) yang kabarnya hanya berisi pengolahan tambang fosfat dan fasilitas penampungan para asylum seekers ,,konon pulau itu banyak dihuni oleh warga keturunan negeri JIN

      Negeri Guo panik akan keberadaan armada laut negeri Jin yang mendekati pulau itu
      Maka dikirimkan burung pengintai membayangi armada laut tsb memastikan bahwa armada negeri JIN tidak melanggar garis batas teritorial negeri Guo
      Apakah negeri Guo panik dengan fasilitas yang disembunyikan dipulau itu diketahui dan bisa dilacak oleh negeri Jin dan negeri Yu ?

      Apa sih fasilitas didalam pulau nata lau sehingga negeri Guo harus panik untuk diketahui
      padahal di baratnya masih ada pulau cocosin yang sdh jelas dipakai negeri sampektung buat tempat piaraan burung pengintai

      Pulau Nata Lau DULU disiapkan negeri Guo untuk menerbangkan wahana antariksa dikarenakan posisi geografisnya yang menguntungkan .ASPC didirikan bekerja sama dengan negeri yang banyak beruang nya..tetapi dlm perkembangannya negeri banyak beruang itu malah memilih salah satu pulau di negeri Yu untuk meluncurkan wahana antariksanya

      Pulau dibarat daya negeri YU ini pada tahun 1957 masuk ke kedaulatan negeri Guo

      Agama Islam di pulau itu juga berkembang dipeluk oleh sekitar 25 persen dari penduduknya Terdapat satu masjid yang menjadi pusat kegiatan agama muslim setempat. namanya Masjid At-Taqwa, Beberapa muslim juga menyebutnya sebagai masjid kampong ,karena mirip masjid masjid yang ada di negeri YU
      Ada Pusat Penahanan Imigrasi berisi sekitar 800 tempat tidur,yg dibuka sejak 2006

      Tetapi menurut kabar burung dari negeri Yu dipulau itu ada semacam fasilitas untuk perang elektronik EW
      Konon Kapal tempur negeri Yu pernah dijamer sehingga sempat buta
      dan signal jamer tersebut berasal dari pulau nata Lau
      benarkah ?

      Nanti malam ane lanjutin sekarang ane undur diri d

  4.  

    bung diego@sy ada pertanyaan,china latihan militer di selatan pulau jawa.di wilayah kita atau gimana?bukannya laut kita berbatasan langsung dengan wilayah laut asutralia?mohon penjelasannya,juga utk semua warjager.salam.NKRI HARGA MATI

  5.  

    tanpa ijin dari mana? tau ga situ aturan lewat alki? dasar penjilat narapidana bule nyasar.

  6.  

    para panasbung australia sedang bergerilya mengadu domba indonesia-cina. buat kalian yang pendukung aushit, kenapa tidak minta suaka saja kenegri sesembahan lu itu. daripada papua lepas dari nkri. lebih baik lu pada jadi manusia perahu sana.