Nov 142017
 

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian (commons.wikipedia.org)

Ambon, Jakartagreater.com – Tindakan tegas akan diambil aparat TNI bersama Polri dalam rangka menegakkan ketertiban dan keamanan masyarakat di wilayah Utikini dan Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika di Provinsi Papua bila langkah persuasif mengalami jalan buntu.

“Kita juga mempersiapkan pasukan Polri dan TNI di sana, dan saya sudah diskusi dengan Panglima TNI, nantinya ketika langkah persuasif tidak bisa ketemu atau deadlock maka tidak ada jalan lain dimana negara perlu melakukan tindakan-tindakan dalam rangka menegakkan kembali ketertiban dan keamanan, serta menegakkan hukum,” kata Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian pada Senin 13 November 2017 di Ambon.

Sejauh ini aparat keamanan masih menggunakan pendekatan persuasif terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menyandera 1.300 warga sipil pada daerah Utikini dan Banti, termsuk adanya indikasi menyandera karyawan PT Freeport Indonesia.

Kelompok kriminal bersenjata yang dipimpin Ayub Wakear ini juga dilaporkan sudah melakukan pengrusakan fasilitas jalan raya dari Utikini menuju Banti dengan menggunkan peralatan berat milik PT. Freeport yang bertujuan menghambat atau memutuskan jalur transportasi darat.

“Berkaitan dengan masalah Papua sendiri, memang ada dinamika kelompok kriminal bersenjata yang ada di daerah Tembagapura, yaitu di Desa Utikini dan Banti. Saya mantan Kapolda Papua selama 2 tahun sewaktu daerah itu belum dimekarkan,” jelas Jenderal Polisi Tito Karnavian .

Sehingga Kapolri menyatakan memahami betul kelompok-kelompok ini yang motif utamanya adalah ekonomi. Makanya Polri dan TNI masih menggunakan pendekatan kesejahteraan dan langkah persuasif, serta negosiasi yang dikedepankan guna mencari solusi dan mendekati tokoh-tokoh masyarakat, tokoh adat serta tokoh gereja.

“Namun bila langkah persuasif ini mengalami deadlock maka Polri bersama TNI akan mengambil langkah tegas untuk menegakkan keamaman dan ketertiban masyarakat,” tegas Kapolri.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian bersama rombongan melakukan kunjungan kerja 3 hari di Ambon, Ibu Kota Provinsi Maluku dalam rangka memperingati hari ulang tahun Korps Brimob ke 72 tangga 14 November 2017 di Kota Ambon. (Antara).

  28 Responses to “Tindakan Tegas Disiapkan di Mimika, Jika Persuasif Tidak Berhasil”

  1. Nah bener ini…”hanya kelompok kriminal bersenjata dan masalah ekonomi”…kejaaar!!..jika melawan,selesaikan secepatnya. jangan sampai mengganggu perkenomian masyarakat disana..lebih penting keamanan dan perekonomian masyarakat disana….hehehhhe

  2. jangan sampai fokus terpecah hanya ditembagapura. sementara diperbatasan banyak masuk bantuan dan senjata dari Ostali dan Negara bwereuk pasifik. menurut saya tembagapura peralihan strategi mereka untuk menyusup ke PAPUA dari jalur lainnya yang kurang terawasi. maka waspadalah

  3. Kalo dgn ormas Islam tidak ada negosiasi & kompromi, langsung sikat…………… giliran menghadapi OPM, bertele tele banget, kelamaan mikir, ………… preeettt !!!

    • Iyo bung, laaamaaaaa mikir, putar-putar…..meeting lagi….mikirr lagi….padahal jelas mereka itu OPM bersenjata = terorris….berani ngancam pula….di youtube jelas ada korban yg di saduki dan di tendang lalu tergeletak di tanah…..bikin orang asing ketawa-tawa lihat lambatnya action….apa takut sama HAM asing kalau di serbu? kalau saya masa bodoh….sikat habis mereka, selesai sudah.

      • Sabaaar … Ntar agartong marah lho kalau ada yg nyebutin soal asing xixixi

      • kamu ngk mikir apa..??? mereka juga menyandera 1000 lebih orang disana.. kalau TNI/POLRI ngawur melakukan penyerangan tanpa strategi matang.. bisa jatuh korban ratusan jiwa dari masyarakat. Kalau itu terjadi siap2.. CNN, BBC, ABC, Aljazira, CGTN, RT , akan memaksa masuk ke papua, diikuti para lembaga hak asasi dunia. Itulah yg sebenarnya yg diinginkan para pemberontak itu. Blm paham juga..???

    • Para jenderal di TNI/POLRI itu lebih tau strategi dan operasi yg akan dilaksanakan daripada ente yg teriak2 ngk jelas disini. Saya yakin tim pengintai dari TNI sudah ada disana ntah dari Tontaipur atau Kopassus. di media massa ada foto dari kejahuan wajah2 para penyandera.. yg jadi pertanyaan yg memotret itu siapa kalau bukan tim pengintai.?? Memang butuh waktu untuk mengatur strategi karena mereka juga menyandera 1000 0rang masyarakat disana.

      • Densus 88 diturunkan juga ga nih??? Kan senjatanya banyak dari AS. Takut aja dilarang di bwa ke papua.????
        Saya hanya bingung tuh intel polri gimana yah?? Teroris yg sembunyi aja ketahuan. Masa KKB di papua ga ke ditek.??

  4. Indonesia Darurat DOM Papua Barat

    • indonesia sudah lebih pandai menghadapi konflik.. tidak semudah itu menerapkan DOM.. Kalau itu diterapkan di Papua, berarti agenda para pemberontak itu berjalan manis. Karena itulah sebenarnya tujuan asli mereka supaya media2 asing menyorot ke Papua semua. Lebih baik diam2 seperti ini.. menerjunkan pasukan khusus, yg dihadapipun hanya 30-an orang. Saya yakin bukan tandingan pasukan kombatan TNI yg terlatih.

  5. Apa bedanya teroris dg KKB? Nembak teroris gk takut HAM, kok KKB takut HAM? Tindakan yg di ambil pun kl teroris cepat banget, sedang KKB bertele2. DENSUS mana taringmu? Bukankah sdh terlatih menembak teroris dg sandera?

  6. Pantes Saja Bos Freeport cemberut bolak balik ngejar menteri sampai ke Vietnam

  7. Sebaiknya yg ngurus kkb aka gpk ini dilakukan polri aja, biar imbas nya tidak mendunia tidak kena HAM krn jika TNI maka akan ada istilah bule “militer vs sipil”

  8. Lha iyooo, Santoso cs saja sudah di berangkatkan , kok ini malah di diamkan, lama-lama malah ngelamak…mbok juga di berangkatkan sekalian, kawatir OPM lain pada ikut-ikutan dapat angin segar bikin ulah seperti mereka…..Ini wilayah kita sendiri, tindakan tegas itu wajib, biar kapok dan bubar organisasi mereka di Papua. Soal HAM asing/pemberitaan asing, kan ada Kemenlu, biar mereka yang hadapin….kata kunci, sikat saja mereka sampai habis, bagi2 pelajaran bagi mereka. OPM yang lain, paksa untuk menyerah, tidak ada pilihan serahkan senjata.

    • Santoso cs itu berbasis isis, dunia internasional menganggap termasuk teroris, sedang ini pendoktrinan warga sekitar seperti kayak GAM dan Indonesia pun kena embargo negara barat walau pergerakan melawan Gam tsb didukung amerika

      • Ahaha ya sama saja sih. Isis di pasok ASu untuk politik masuk ke timteng. GAM dan OPM di pasok ASU masuk indonesia. Bedanya ISIS itu yah ada politik itulah . Bawa agama alias SARA .

        • Nah itu memang strategi mereka emang gitu biar bisa masuk bawa pasukan ke negeri orang lain, rata2 pengacau itu di doktrin menyuarakan kemerdekaan biar terkesan ada persoalan HAM sedang dijajah, contoh GAMerdeka, OPMerdeka

          😎

          • Yap. Atau memakai cara saat di timteng afganistan dan irak pertama membantu mereka lalu menusuknya.
            Biang keladi perusak tatanan dunia. Demi tercipta novus ordo seclorum (tatanan dunia baru) yg mereka inginkan.

 Leave a Reply