Nov 142014
 
Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko, Kasad Jenderal TNI Gatot Nurmantiyo, Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio, dan Kasau Marsekal TNI IB Putu Dunia memberikan pengarahan kepada 311 Perwira Tinggi (Pati) TNI se-wilayah Garnisun I Jakarta, di Aula Gatot Subroto Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Kamis (13/11/2014) (Puspen TNI).

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko, Kasad Jenderal TNI Gatot Nurmantiyo, Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio, dan Kasau Marsekal TNI IB Putu Dunia memberikan pengarahan kepada 311 Perwira Tinggi (Pati) TNI se-wilayah Garnisun I Jakarta, di Aula Gatot Subroto Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Kamis (13/11/2014) (Puspen TNI).

Jakarta – Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengaku bakal menindak tegas perihal maraknya Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di wilayah perbatasan pindah kewarganegaraan. Namun demikian, TNI tetap akan mengupayakan penyelesaian konflik perbatasan ini secara diplomatik, dengan melancarkan protes keras kepada Kementerian Luar Negeri.

Jenderal Moeldoko mengaku tak segan jika ada wilayah Indonesia yang ingin direbut. “Upaya diplomatik kita upayakan terus, upaya yang paling soft, upaya diplomatik. Kita akan protes keras, Kita selalu sampaikan ke Kemlu kita berikan protes itu (keras),” kata Moeldoko kepada wartawan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (13/11/2014) kemarin.

Lebih lanjut Moeldoko menyebutkan, pihaknya sudah berkali-kali melancarkan protes keras itu melalui Kementerian Luar Negeri. Agar mengedepankan pembicaraan diplomatik antarnegara supaya wilayah perbatasan tidak lagi dilanggar.

“Kita selalu sampaikan ke Kemlu kita berikan protes itu (keras). Kalau ada pelanggaran maka upaya diplomatik kita kedepankan,” kata dia, “tapi perlu ditekankan kita tidak sedang bermusuhan dengan (negara) tetangga,” tambah dia.

Selain itu, TNI juga sudah mengantisipasi pelanggaran di wilayah perbatasan dengan memperkuat alat pendeteksi di setiap perbatasan Indonesia dengan negara lain. (TribunNews.com).

  44 Responses to “Tindakan Tegas untuk Kasus Warga Perbatasan”

  1.  

    Perlu tegas ndan

  2.  

    yess

  3.  

    perduax

  4.  

    tingkatkan kesejahteraan masyarakat di perbatasan dan awasi dg ketat pelanggaran batas oleh negara tetangga…..dua-duanya harus sejalan…

  5.  

    Mbok ya dibangun daerah perbatasan itu, segera buat jalan melintang sepanjang perbatasan dari Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah sampai Kalimantan Utara

    Mensejahterakan rakyat sendiri adalah pertahanan terkuat, salah satu hal yang bisa membuat loyalitas masyarakat Indonesia semakin besar.

  6.  

    panglima moendoko memang tegas, tpi gak tau sama presidenya.

  7.  

    Kantong kresek mana ….mana kreseknya 🙂
    …maju terus TNI

  8.  

    SeLain menindak Lanjuti maraknya banyaknyawarga negara kita yang pindah dengan MeLayangkan protes ke negara Tetangga dengan MeLayangkan Surat protes MeLaLui menLu kita , Ada point penting yang juga harus diperhatikan pemerintah “TOLONG PERHATIKAN TARAF KEHIDUPAN KAMI” terima kasih 🙂

    •  

      apakah pantas persoalan taraf hidup di jadikan persoalan perpindahan kewarga negaraan !!!
      come on jd org jgn malas dan berpangku tangan,seharusnya kita bercermin dr org yg ada di bawah jgn bercermin dr org yg di atas. mestinya sebagai warga negara yg baik kita bersyukur telah di beri kemerdekaan dan kedaulatan sendiri yg di akui sebagai bangsa besar “INDONESIA” coba tengok bangsa lain yg skrg ini masih terjajah apa kah mereka skrg bahagia bebas berekspresi dan berkarya tanpa tekanan dr pihak manapun. syukurilah nikmat yg ada jgn kalian mendambakan sesuatu yg tiada,doa kan saja negara kita saat ini menajadi negara yg maju dan sejahtera baik di bidang ekonomi dan militer yg disegani negara lain. JAYALAH INDONESIA KU !!!!

      •  

        kalo tinggal di Jakarta ..sih gampang ngomong gitu…emang enak fasilitasnya…bayangin aja kalo sakit harus ditandu 2 hari 2 malam keluar masuk rimba..utk sampe Klinik terdekat…beli kebutuhan pokok harus 2 hari atau jalan kaki naik turun gunung..udah gitu dipikul…hasil bumi membusuk krn g bisa diangkut ke kota..yang uniknya malah Malaysia yg membangun fasilitas puskesmas di perbatasan…pasar…he7x…dan jalan2 mereka kinclong utk menadah hasil bumi Indonesia…jadi g usah ngamuklah..ini kan hasil model pembangunan jawa sentris/jakarta sentris (orba).. yg harus kita bayar mahal sekarang…ambil hikmahnya..berbuat dari sekarang…dulu jga bangun jalan trans sulawesi..ada ahli ekonomi yg bilang pemborosan krn hanya ditiduri sapi..tapi sekarang krn jalan itu ekonomi Sulawesi Selatan relatif maju…..dibanding wilayah lain di kawasan timur Indonesia…mau NKRI jaya cuma satu syaratnya infrastruktur….

        •  

          untuk urusan pembangunan jgn suka saling iri meng iri deh mending kita duduk tenang sambil berfikir rasional sampingkan dulu urusan penyakit hati apa lg berbicara urusan jawa sentris/ jakarta sentris jujur gw bkn org jawa tp gw berfikir rasional dan tdk menyalahkan siapa pun toh buktinya juga byk bukan di jawa/jakarta saja skrg sedang mengalami pembangunan yg pesat di kotanya. balik lg dr semua itu juga tergantung dr masyarakatnya ada enggak keinginan untuk memperbaiki kota tanah kelahirannya jgn nanti cuma pandai berbicara dan mengeluh tp tdk di iringi tekat dan kemauan yg kuat untuk hasil yg lebih baik. nah coba kalian renungkan perkataan saya tadi ada benar enggaknya baru deh beri tanggapan,utamakan berfikir tenang dan rasional jgn mudah dihasut oleh pihak manapun. gue sih udah paham sama politik adu domba bangsa imprialis pa lagi negara songong satu itu yg selalu menghasut menggunakan kata kata jawa lah jakarta lah …. alah bagi gw yg berpendidikan ini ga akan kemakan oleh hasutan gituan itu mah hanya untuk anak kecil yg ga mengerti apa apa.

        •  

          @BlackEye : Daripada terus berargumen mending ente rasain dulu deh penderitaan masyarakat perbatasan disana gimana.
          “Berbicara lebih mudah daripada berbuat”

  9.  

    Semoga daerah perbatasan semakain diperhatikan..

  10.  

    Setuju Pak!! klo perlu bikin markas marinir dan passus disana..

  11.  

    Cm bisa protes !!
    Ga ada tindak lanjut yg lbh lgi apa, perhatikan kesejahteraan wrga perbatasan. Lbh keras dg pelanggaran batas wilayah apa semua itu sudah dijalankan, kl sudah dan msh ngeyel
    G pake L,.TEMPELENG !!

  12.  

    Pagar rumah selayaknya ya di kasih gerbang yg bagus……
    kalo udah urusan perut apapun dilakukan bro…….
    bukan masalah tidak nasionalis. Tp kalo dah urusan perut tau sendirilah…

  13.  

    Tindakan yang tegas dan strategis Panglima TNI Moeldoko, patut diapresiasi!

    Persoalan Nasionalis atau tidak Nasionalis adalah hak setiap individu ybs, apakah nantinya dia akan berganti kewarganeraan atau tidak, bahkan ada yg mau menjadi wamil dinegara lain itu pilihan masing2, tapi jangan harap kembali menjadi WNI kembali bila terjadi kasus2 seperti ini.

    Pilihan NKRI dan TNI hanyalah senantiasa menjaga setiap jengkal tanah kita dari upaya tak bertanggung jawab oleh pihak oknum WNI sendiri, oleh Negara Asing di wilayah perbatasan, ataupun upaya kerjasama oknum WNI + Negara asing yang secara sengaja berupaya mengambil alih wilayah perbatasan dalam Skema Pindah Kewarganeraan dan sejenisnya!.

    Persoalan kesenjangan hidup, nafkah hidup dan upaya meningkatkan taraf hidup adalah tugas bersama2 pihak Pemda, Pemprov khususnya Pemerintahan Pusat, apalagi diketahui bahwa aspirasi masyarakat setempat ternyata sudah jauh2 hari dilaporkan tetapi belum mendapat respon yang menggembirakan!

    Bukankah Indonesia-Rusia berencana akan mengadakan proyek kerjasama Pembangunan Pabrik Aluminium serta Proyek pemasangan rel2 Kerta Api, dll-nya di Kalimantan!

    Dan alangkah baiknya bila proyek2 kerjasama tsb bisa dikonsentrasikan di wilayah2 perbatasan Kalimantan agar masyarakat turut berperan serta dalam pembangunan sekaligus dapat menyerap tenaga kerja produktif sehingga diharapkan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat!

    Semuanya pasti ada solusi dan jalan keluarnya, bila Pemerintah dan rakyat peka dan empati terhadap masalah yang mungkin akan timbul didalam masyarakat maupun wilayah NKRI secara keseluruhan.

  14.  

    Ditunggu Rel kereta api trans kalimantan …

  15.  

    dari taon jebot juga nota protes terus, tapi ndak dibarengi pembangunan fisik maupun non fisik di daerah perbatasan, kalo masih gtu yah sampe taon kuda terbang ya tetep ngandelin nota protes.

    nota protes seterooong

  16.  

    amiiinnnnn…ya robbal alamiiinnnn…..

  17.  

    Semoga ibukota cepat dipindah ke kalimantan- selain strategis juga kemanan terjamin di tengah2 NKRI

  18.  

    haduh giliran dsh eksodus baru teriak,selama ini kemana aja pemerintah.ini contoh tidak ada perhatian dan pembangunan bagi daerah.tolong pemerintah kedepan dibangun daerah perbatasan jangan hanya dikota.

  19.  

    Tindak tegas dengan kesejahteraan kalau mau NKRI harga mati

  20.  

    Pemerintah kalau tidak sanggup jaga perbatasan dengan baik, baiknya minta bantu dengan rakyat, jangan malu-malu, dari pada malu maluin terus, Tidak tega TNI kita yang selalu dipersalahkan dan rakyatpun berimbas menajdi marah dan bercampur malu dengan kejadian-kejadian seporti ini.
    Saya yakin setiap warga negara diminta sumbang 100 ribu x 20 % raktyat Indonesia (kelas menengah), atau Rp. 100.000 x 50.000.000 selama 5 tahun berturuit turut, maka uang yang terkumpul Rp. 25 Trilyun Dijamin 5 tahun perbatasan dapat dipagar beton sekalian dengan akses jalannya. Buat program TNI Masuk Desa dan bekerjasama dengan rakyat di perbatasan. Setiap Batalyon secara reguler diberi tanggung jawab untuk membangun 10 Km Pagar Beton dan Jalan disampingnya.

    Itu baru dana dari masyarakat menengah. Saya yakin ada 1 juta pengusaha akan menyumbang diatas 1 juta kalau semagat kebangsaan ini digelorakan. Bangsa ini lahir dari rakyat, TNI juga lahir dari rakyat. Jadi tidak ada alasan kalau pemerintah merasa malu untuk meminta bantu dengan rakyat, demi tegaknya harga diri berbangsa dan bernegara. Tapi ingat jangan pula dikorupsi ya!!!!

    Salam NKRI !!!!

  21.  

    Kayak di Papua ya bung?. Dana otsus terbesar digelontorkan ke sana tapi tetap tidak mampu mensejahterakan rakyatnya. Pejabat daerahnya yang kekenyangan 🙂

  22.  

    tugas tni menjaga keamanan dan kedaulatan bangsa dan negara, pemerintah bertugas membangun dan melayani masyarakat baik di kota maupun di desa, daerah perbatasan memang minim infrastruktur karena minim populasi, program transmigrasi perlu di tingkatkan lagi ke daerah perbatasan

  23.  

    Gara2 kesulitan ekonomi, imanpun dikhawatirkan bs melayang. Apalagi cm pindah kewarga negaraan. Demi kemakmuran hidup hal itu mungkin terjadi.
    Hanya kebanggaan dan kesejahteraanlah yg bs menguatkan nasionalisme mrk. Berilah mereka pendidikan dan ksjahteraan!
    Klu mrk tahu orang indonesia itu bangsa petarung yg mampu merebut kmrdekaannya sendiri, mk ada rs bangga pd dirinya. Dn klu ksjhteraan dirsknnya, mk hidupnya akan bahagia.
    Sy stj kedepankan diplomasi, tp sambil benahi pnddkn dan ekonominya!

  24.  

    Jgn bung black cepat cepat bilang pinghianat mereka yg nyebrang ke malay,coba bung pikir, di sana itu ktanya kalau mau nonton tv yg dapat siaran malaysia tv,papua tv,rrc tv, kemana siaran tv kita,terus mau tlpon pakai hp pakai sinyalnya sinyal malaysia,kemana sinyal kita,terus kalau mau beli kebutuhan pokok beras,minyak makan dan kebutuhan obat obatan untuk orang sakit juga ada di malaysia,terus kalau mau beli kebutuhan pokok dari ibu kota kecamatan terdekat ktnya mesti pakai bot sehingga biayanya besar sekali,listrik apalagi ,terus kalau anda di suruh pilih cinta nkri gimana bisa,nkri nya aja enggak mereka rasakan di sana,mikkkir om black,suruh tuh para mentri blusukan kesana biar tahu keadaan sebenarnya.
    NKRI HARGA MATI.

    •  

      td diatas kan udah gw bilang:
      1. “apa pantas persoalan taraf hidup dijadikan alasan tuk pindah kewarganegaraan” ???????
      2. sistim pemerintahan kita skrg sdh otonomi daerah,intinya daerah diberi kekuasaan penuh untuk mengatur dan menggunakan apbd guna kemakmuran daerahnya nah jika persoalaan taraf hidup/fasilitas muncul di daerah tertentu yg perlu masyarakat daerah itu tanyakan kemana apbd daerah nya ???? ya coba tanya sama gubernurnya dong jgn hanya mengeluh,ribut-ribut dan menyalahkan pusat. ingat semua persoalan itu ada inti permasalahannya jgn hanya melihat pada satu titik persoalan. intinya kalo mau makmur dan sejahtra kota/tanah kelahirannya ya seharusnya warga disana juga harus berusaha dong dgn tekat yg kuat guna hasil yg lbh baik.
      3. untuk urusan pembangunan saya rasa bukan hanya di jawa/jakarta skrg kotanya yg sedang mengalami pembangunan pesat jd siapa yg berfikiran sempit saya atau warga masyarakat disana. kita sudah tau bahwa negara seberang mempunyai niat terselubung toh kenapa masyarakat disana mau juga terbujuk oleh iming iming mereka. nanti giliran ada apa apanya selalu menyalahkan pusat lah negara lah jawa lah jakarta lah toh kalian sendiri gimana ? rela menggadaikan kewarganegaraan hanya sekedar untuk hidup senang tanpa berusaha.

  25.  

    Inikah alutsista gahar TNI yang sengaja ditutup? Buktnya krang tdak bza dbuka. Maaf jika salah…! Hehe

  26.  

    Kebakaran jenggot yaaa sudah kehilangan baru pada ribut protest ini protest itu padahal slama ini kemana aja ya pemerintah nya, masak geograpis dan keadaan rakyat sendiri pura2 ngga tau

  27.  

    Om @Satrio, PG di suspen kenapa ya? ga bisa diakses nih!!

  28.  

    Jangan cuma protes, yang sudah2 juga kagak ngaruh, langsung tindak lanjuti dengan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat perbatasan, puskesmas dll, dengan melibatkan TNI dan sipil !

 Leave a Reply