Tingkatkan Kekuatan di Laut Cina Selatan, Indonesia Jajaki Pinjaman Amerika Serikat

99
6

Kantor berita IHS Janes melaporkan bahwa satu delegasi yang terdiri dari lima orang perwira Angkatan Laut Indonesia (Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut/TNI Angkatan Laut) saat ini berada di Amerika Serikat untuk mengeksplorasi kemungkinan memasuki program Washington’s foreign military financing (FMF) guna mendanai upgrade pangkalan Angkatan Laut di Laut Cina Selatan.

Delegasi yang diundang oleh Washington’s Distinguished Visitor Orientation Tour (DVOT) ini juga akan melakukan kunjungan di beberapa kota untuk mempelajari instalasi Angkatan Laut Amerika Serikat dan fasilitas pelatihan termasuk Quantico di Virginia dan San Diego di California. Kunjungan yang berlangsung selama dua minggu ini akan selesai pada akhir bulan September 2016.

Saat ini, pemerintah Indonesia sedang melakukan upgrade fasilitas TNI Angkatan Laut di Ranai, Pulau Natuna Besar. Hal ini dilakukan guna mendukung penyebaran yang lebih besar bagi kapal-kapal di wilayah Laut Cina Selatan.

Sebuah transkrip dari pertemuan antara Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada bulan Februari lalu, mengungkapkan bahwa Indonesia berencana untuk membangun pangkalan kapal selam ketiga di pulau terdepan Indonesia.

Selain meningkatkan basis di Laut Cina Selatan, hasil pertemuan FMF juga direncanakan dapat memberikan upgrade bagi pangkalan Angkatan Laut di Piabung, Lampung. Lokasi tersebut berada di dekat Selat Sunda, yang merupakan garis laut utama komunikasi nusantara.

Sumber: IHS Janes

99 COMMENTS

  1. Good job, I like it.

    Daripada cuma bangun 4 pangkalan dengan duit yang ada, lebih baik bangun 7-8 pangkalan walaupun sebagian duitnya ngutang.

    Natuna, Tarakan, Morotai, Biak, Merauke, Saumlaki, Kupang, Piabung.

    xixixixi

  2. bangun Infastruktur Pinjam Dana dari china mo Bangun pangkalan militer cara Pinjaman ke US hehehe yg susah besok bingung mo ngembalikan pinjamannnya bagaimana?…nafsu besar tenaga kurang terpaksa harus pake Dopping

  3. Kabarnya ada 5 perusahaan barat yang punya kilang minyak di LCS.
    Daya tawar kita cukup besar: Amerika sedang bersitegang dengan China, sementara Indonesia bilang ke Amerika,”Gue bantu mengamankan aset lu tapi bantu gue membangun pangkalan di Natuna, syukur-syukur duitnya masih ada lebih untuk bikin pangkalan lain.”

    (“dan syukur-syukur lagi kalau gue gak perlu balikin duit lu. Omong-omong gue kan dikit-dikit bantu lu ngadepin si China.”)

    wkwkwkwkwkwkwkwk

  4. @gigi nuklir ,bicaramu spt gaya bicaranya preman ya,sy harap anda orang baik2 sj ya, dulu uangnya ada mas tapi krisis melambatnya ekonomi dunia ini berpanjangan ya di luar perkiraan,tapi dari dahulu uang negara kita kan habis di korupsi sampai tak bisa bikin apa2 negara kita juga tertinggal dari negara lain ,anda bukan penyokong mereka yg sekian lama mengkorupsi uang negara kita kan. negara rusak karena korupsi,harap anda di barisan orang2 yg baik2 sj, namanya negara di mana sja di seluruh dunia ya hampir mayoritas ada hutang, yg penting tujuannya di buat pembangunan ya sangat bagus, yg di korupsi itu yg salah kaprahnya

  5. Indonesia Disarankan Untuk Bisa Menghitung Dengan Cermat dan Teliti Tentang UNTUNG dan RUGInya , apabila Indonesia Jadi Menerima Bantuan Pinjaman Untuk Mendukung Kekuatan untuk LCS…..Dari dulu ASU Kirik kalo memberi Bantuan ataupun Pinjaman ” PASTI ADA MAUNYA “…Camput tangan ini…Camput tangan Itu…..Reseh dan Menjengkelkan……Mending Ke RUSIA saja Biar Aman …..

  6. @gigi nuklir yg oon, nih ane ksh ilmu. utang utk investasi dan infrastruktur bagus banget. investor lari, barangnya gak bisa di embat. bisa kita pakai. beda utang konsumsi utk subsisi. belajar ekonomi yg bener. pakai pola mikir pengusaha.

    • Ibu kamu saja ngutang ke bapak saya waktu lahirkan kamu..
      Hidup itu hutang bung asal tuk membiayai hidup bukan judi apalagi narkoba

      Kalau untuk pilpres 2019 rakyat yg biayai bung PATUNGAN..jgn samakan jokowi dgn presiden goib,,, bikin partai dan maju jadi presiden duit dari mana klu bukan bla bla..buktinya po usa lancar lagi dan embargo di cabut tapi tetap barang bekas boleh pakai

  7. @bangmilitan @petruk kantong bolong ga salah tuh minjam ke rusia, rusia aja defisit ekonominya gara2 invansi ukrania kena embargo kepanjangan makanya rusia lagi giat2nya jualan senjata dgn harga miring ke semua negara
    semua negara kalau ngasih sesuatu pasti ada maunya, keluarga sendiri aja kalau ngasih sesuatunya cuma tuhan aja yg ngasih ga pk embel2

    • Ini jadi pemikiran juga nih:
      Kalau kita minta bantuan ke Rusia terkait alutsista pangkalan militer terutama di Natuna, kemungkinannya lebih kecil karena …..

      Fakta yang menyedihkan harus kita terima sebagai pengagum alutsista Rusia:

      Rusia lebih butuh China sebagai bumper di Front Timur daripada butuh kita …
      karena kita …
      NONBLOK ALIAS NETRAL ALWAYS

      kasarnya ….
      temen bukan, musuhpun bukan ….
      janda bukan, perawan juga bukan ….

      Mending Rusia bantu China
      dia mau dijadiin bumper di Front Timur, kok.

        • Gue selalu denger berita-berita “gelap”
          kalau mau percaya, okelah, kalau gak percaya juga gak pa-pa.

          Pasca PD II kabarnya Amerika pernah menyita berton-ton batangan emas milik Jerman karena ditengarai merupakan harta rampasan warisan NAZI. Batangan emas itu disimpan pada sebuah ruang bawah tanah di Amerika.

          Saat ini hubungan mereka sudah baik, masalahnya Jerman direpotkan dengan banyaknya migran dari wilayah bergolak di Timur Tengah, khususnya dari Suriah dan sekitarnya (mungkin ada juga yang dari Libya, Tunisia, Yaman ataupun Mesir.

          Untuk mengurus mereka sesuai dengan “Hak Azasi Manusia” untuk “Hidup secara Layak” maka Jerman butuh anggaran ekstra.
          Kabarnya Jerman membutuhkan batangan emas itu dari AS dengan “tujuan yang manusiawi dan mendukung Hak Azasi Manusia”

          Apa daya, permintaan Jerman ditolak AS dengan penjelasan yang tidak memuaskan pihak Jerman.

          Amerika kabarnya memperhalus bahasa yang kalau diterjemahkan dalam bahasa gaul Indonesia:

          “Sorry, ya. Bro. Duitnya terlanjur kepakai buat wisata pelor tralala trilili.”

      • @joss gandos menurutku…rusia deket dg cina sekarang dg latihan bersama.
        itu karena faktor indonesia…berhasil mebujuk pak putin agar meluluhkan hati cina yg keras mengenai LCS…terutama nya dg natuna. tapi bukan berarti indonesia takut bentrok dg cina.
        Karena bagaimanapun rusia dan dan indonesia butuh kekuatan cina untuk ikut menghajar kekuatan gelap yang ada di suriah.

        karena 2 front itu memang sedang di garap oleh grand design masternya utk diobok2 agar dialah kekuatan tunggal penguasa ekonomi nantinya.

        Sedangkan penguatan militer di natuna dg bantuan rusia kayaknya belum mendesak. Kayaknya indonesia sendirian saja masih sanggup untuk menghadapi kekuatan cina yg agresif disana. Karena kita tahu cina saat ini belum mempunyai kekuatan yg cukup utk memproyeksikan kemampuannya ke (deployement militair ofensif skala massif) overseas secara mumpuni…mereka masih butuh 10-20 tahun lagi. tapi kekuatan kita juga sudah meningkat waktu itu.

  8. Jadi ingat Indonesia menjual pesawat di bayar dengan beras ketan…
    Semoga saja pada kali ini negara kita tidak membayar dengan kekayaan alam yang berada di blok Natuna…
    Sejujurnya Indonesia sangatlah makmur dan sebagian dari warga Indonesia pun banyak yang berlebih…
    Sudah sewajarnya kita membangun pagar pembatas berduri di depan belakang, kanan dan kiri kita, semua itu dilakukan hanya untuk kepentingan internal Indonesia…
    Bayangkan kerugian dalam setahun dari ilegal fishing, ilegal loging, penyelundupan BBM, penyrlundupan satwa langka hingga penyelundupan narkoba…
    Belum lagi pesawat yang bebas lalu lalang di angkasa kita serta kapal laut yang membuat mercusuar berdasarkan pengakuan sepihak…
    Mungkin belum akan sangat terasa sekarang, akan tetapi kalkulasikanlah hingga per preriode (5 tahun) berapa besar kerugian bangsa kita ini…?
    Mungkin cukup untuk membuat paangkalan militer TNI (AU, AL dan AD) type A di setiap pulau besar dari ujung Timur hingga ujung Barat Indonesia…
    Lalu untuk kesejahteraan para prajurit serta dana kobile armada kita dapat kita upayakan dari para warga negara Indonesia yang menaruh uangnya di luar negri untuk menghindari wajib pajak di negara kita…
    Bayangkan jika hanya di satu negara (Singapura) kasus TAX AMNESTY terdapat -+ Rp 2600 Triliun, kira-kira jika di seluruh dunia uang warga negara kita ada di kisaran berapa dan dapat dibayangkan berapa pajak pendapatan dari nominal tersebut untuk negara…

    Peace…

  9. Jadi ingat Indonesia menjual pesawat di bayar dengan beras ketan…
    Semoga saja pada kali ini negara kita tidak membayar dengan kekayaan alam yang berada di blok Natuna…
    Sejujurnya Indonesia sangatlah makmur dan sebagian dari warga Indonesia pun banyak yang berlebih…
    Sudah sewajarnya kita membangun pagar pembatas berduri di depan belakang, kanan dan kiri kita, semua itu dilakukan hanya untuk kepentingan internal Indonesia…
    Bayangkan kerugian dalam setahun dari ilegal fishing, ilegal loging, penyelundupan BBM, penyelundupan satwa langka hingga penyelundupan narkoba…
    Belum lagi pesawat yang bebas lalu lalang di angkasa kita serta kapal laut yang membuat mercusuar berdasarkan pengakuan sepihak…
    Mungkin belum akan sangat terasa sekarang, akan tetapi kalkulasikanlah hingga per preriode (5 tahun) berapa besar kerugian bangsa kita ini…?
    Mungkin cukup untuk membuat paangkalan militer TNI (AU, AL dan AD) type A di setiap pulau besar dari ujung Timur hingga ujung Barat Indonesia…
    Lalu untuk kesejahteraan para prajurit serta dana mobile armada kita dapat kita upayakan dari para warga negara Indonesia yang menaruh uangnya di luar negri yang untuk menghindari wajib pajak di negara kita…
    Bayangkan jika hanya di satu negara (Singapura) kasus TAX AMNESTY terdapat -+ Rp 2600 Triliun, kira-kira jika di seluruh dunia uang warga negara kita ada di kisaran berapa dan dapat dibayangkan berapa pajak pendapatan dari nominal tersebut untuk negara…

    Peace…

  10. FMF USA sudah umum. Indonesia pernah ikut dari tahun 2006, engk pernah dipublish atau tidak transparan saja, makanya banyak yg ga tau.

    Untuk kita kali ini bukan hanya berarti pinjaman utk bangun fisik, tetapi pelatihan, benchmark dan konsep juga bisa masuk program ini. Itu tiket dan akoodasi disana juga masuk dalam account program ini.
    So be positive

    • Bung senopati, kalo memang dibutuhkan dan banyak untungnya kenapa .ditolak..sisi positifnya.. Seiring pangkalan militer yg banyak pasti otomatis negara ini akan semakin terpicu untuk memenuhi alutsistanya untuk tial pangkalan..sukur bisa mandiri..

      Indonesia mau buat pangkalan berapapun tanah masih luass..cuma ya itu tadi dana..terbatas..

      Moga pangkalannya modern seperti negara maju..

      Hehehe..

  11. Hum…saya jadi ingat USAID di Aceh, Begitu banyak proyek pemulihan pasca tsunami yang ditangani dengan dana badan dunia PBB pada akhirnya diakui USA sebagai sumbangan kepada Indonesia, padahal USAID ini kiprahnya tidak lebih seperti kontraktor dengan tenaga kerja asing yang disebutnya relawan international.

    kita lihat FMF ini apakah sejenis USAID yang bertindak sebagai kontraktor untuk mengerjakan project vital untuk TNI, seandainya dananya saja kita pinjam, tidak perlu mereka ikut2 merencanakan dan menggarap projectnya.

  12. gak semua menghutang itu buruk, tapi pinjam hutang ke tukang onar itu yg buruk. klo sampe kita perang dgn negeri di selatan, majikannya komen: ga blh perang byr dulu hutang lu.. kan lucu. berhitung yg matang jgn sampai keinginan bnyk tp kemampuan loyo. akhirnya harga diri tergadaikan.

  13. mukidi berkata sambil cengangas cengenges:
    “tenang uang kita banyak,asal kita mau mengerjakan nya”
    dan bangsa2 sebrang bermental penjajah pun bersorak:
    “horeeeee sebentar lagi kita bisa menguasai negri kaya raya dengan cara mudah,kita sediakan aja uang sebanyak banyak nya buat ngutangin negri kaya raya itu”

  14. Gali lubang terus, tapi ga pernah ditutup2, kapan lunasnya ya? Itu anggaran pertahanan yg hampir 100 triliun dikemanain? Jika dikorup berhadapan dgn kpk, jika di pakai kunker fiktif ke luar negeri berhadapan dgn rakyat..mana transparan yg selama ini digembar-gemborkan? Omong tok…udah ga percaya lg sm pemerintahan skr…aq tambah yakin pilpres 2019 aq gooolllpuuttttt…

  15. jadi inget waktu mukidi pidato di depan peserta KAA di bandung yg dengan lantang nya mengajak para pemimpin negara2 peserta KAA supaya menghindari pinjaman dari badan keuangan dunia entah itu IMF,world bank dll…….eeeeeh sekarang dia sendiri yg doyan ngutang……..bukankah itu nyolok mata buncelik?

  16. KENAPA NEGARA INI HARUS HUTANG LAGI? GAK BISA NGOLAH KEKAYAAN LAUT SENDIRI KAH YG KATANYA DLM DEBAT PRESIDEN DULU, LAUT KITA KLO DI KELOLA DGN BAIK BISA PUNYA PEMASUKAN RIBUAN TRILIYUN,,,, PEMERINTAH SEKARANG KAN SUDAH 2 TAHUN LEBIH BERKUASA, MASAK GAK DI KELOLA ITU KEKAYAAN? KOK MALAH NGUTANG” TRUS,,,, APBN SUDAH INFLASI PAK,,,, JGN CUMA INFRASTRUKTUR JALAN TRUS YG DI KERJAIN,,,, SEKALI” BANGUN PENGOLAHAN IKAN PAK,,,, BAGI UANG TU BU SUSI, PUNYA MENKO MARITIM & SDA YG PAS MALAH DI GANTI DGN YG G JELAS, YG GAK JELAS TETEP DI PIARA,, TAKUT SAMA MBAK-E? SAYA KESAL SEKALI PAK, SAYA GAK RELA KLO JABATAN STRATEGIS DI NEGARA KITA INI HANYA UNTUK DITRANSAKSIKAN DEMI BALAS BUDI,,,,,

LEAVE A REPLY