Sep 192019
 

Drone DR-5 foto : Handout)

Tiongkok memperlihatkan drone mata-mata supersonik untuk pertama kalinya selama latihan untuk parade militer Hari Nasional pada 1 Oktober, seperti terlihat pada foto yang beredar di media sosial.

Foto-foto itu mendorong diskusi di antara para penggemar militer, menunjukkan setidaknya ada dua jenis pesawat tak berawak (UAV) – yang diidentifikasi sebagai DR-8 atau Wuzhen 8 dan drone serang siluman Sharp Sword, lansir South China Morning Post.

DR-8 kemungkinan akan akan memainkan peran kunci jika ada konflik dengan kelompok armada kapal induk AS di Laut Cina Selatan atau Pasifik Barat.

Penampilan drone intai di gladi resik menarik perhatian sebagian karena sangat menyerupai UAV supersonik yang telah dipensiunkan oleh AS lebih dari empat dekade lalu yakni D-21.

AS menggunakan pesawat tak berawak itu untuk memata-matai misi di Cina dan beberapa drone jatuh selama operasi, meninggalkan sisa-sisa yang tersebar di berbagai lokasi di seluruh negeri. Salah satu drone D-21 yang jatuh dipajang di Museum Militer Beijing beberapa tahun yang lalu.

Drone intai DR-8 kemungkinan akan berperan untuk melihat dampak serangan dari rudal “pembunuh kapal induk” DF-21D China dan rudal balistik DF-26.

Menurut Zhou Chenming, komentator militer yang berbasis di Beijing, DR-8 dapat melakukan penerbangan lebih cepat daripada D-21, yang kecepatan maksimumnya adalah Mach 3.3 – membuatnya mampu menembus pertahanan udara musuh dan kembali utuh dengan mendapatkan informasi intelijen.

PLA telah menggunakan pesawat tanpa awak itu – yang dapat mencapai lokasi-lokasi strategis hingga Pasifik Barat, termasuk Guam – untuk beberapa waktu, menurut komentator militer yang bermarkas di Shanghai, Shi Lao. “Sebenarnya, UAV (DR-8) ini sudah mulai beroperasi beberapa waktu yang lalu,” kata Shi.

Drone lain yang ditunggu penampilannya di parade yang akan menandai peringatan 70 tahun berdirinya Republik Rakyat Tiongkok, adalah Sharp Sword – drone serang yang dapat membawa beberapa rudal atau bom berpandu laser.

Juga terlihat dalam foto-foto latihan adalah rudal DF-17 hipersonik China, yang dapat mengubah target dalam penerbangannya. Selain itu juga akan dipamerkan DF-41 – rudal balistik interconinental berbahan bakar darat yang dapat membawa hingga 10 hulu ledak nuklir dan mencapai sasaran di daratan AS.

Angkatan Udara PLA juga meluncurkan pembom strategis baru, H-6N, selama latihan pada hari Minggu. Pengamat mengatakan bahwa fitur yang terbaru dari pembom adalah probe pengisian bahan bakar di udara.

Fitur itu memungkinkan pesawat untuk melakukan pengisian bahan bakar dalam penerbangan – yang secara signifikan meningkatkan jangkauan operasinya dibandingkan dengan pendahulunya, H-6K.

Tank tempur ringan yang sebelumnya tidak diungkapkan, Tipe 15, juga terlihat selama latihan parade.

“Akan ada beberapa persenjataan baru yang menarik dipamerkan di parade tahun ini,” kata Zhou.

Bagikan:
 Posted by on September 19, 2019