Okt 192016
 

lcsperang2Tiongkok benar-benar nekat dan berani bicara soal wilayah Laut China Selatan (LCS). Baru-baru ini, Tiongkok bersikeras untuk memiliki 90 persen wilayah Laut China Selatan. Pasalnya, jika hal ini benar diwujudkan, akan semakin mengukuhkan posisi Tiongkok menjadi negara terkuat di dunia.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa, Yuri Thamrin. Ia menilai akan ada pertarungan negara-negara besar di Asia untuk mengukuhkan kedaulatannya.

Dubes RI untuk Kerajaan Belgia, Luksemburg, Uni Eropa, Yuri Thamrin.

Dubes RI untuk Kerajaan Belgia, Luksemburg, Uni Eropa, Yuri Thamrin.

“Tiongkok sangat butuh akses di Laut China Selatan, itu akan sangat membuat pertumbuhan ekonomi Tiongkok melesat cepat,” ujar Yuri saat memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia, Selasa (18/10).

Selain itu, kata dia, Tiongkok juga ingin kekuatan angkatan lautnya menguasai dua samudera, yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Hindia.

“Kekuatan angkatan laut Tiongkok saat ini sangat luar biasa. Ini yang dipakai terus menerus di Laut China Selatan. Tiongkok ingin terus mendesak agar Laut China Selatan diakui miliknya,” ucap mantan juru bicara Kementerian Luar Negeri RI ini.

Menurut Yuri, Tiongkok bukan lah negara yang usil di mana tak mengintervensi negara-negara lain.

Yuri menambahkan, Tiongkok perkembangannya maju pesat. “Mereka gunakan uang untuk membangun negeri, bukan untuk usil dan intervensi negara lain,” tuturnya lagi.

085239300_1466763141-160624_rebutan_laut_cina_selatan_02_infografis_abdillah

Untuk wilayah Asia Pasifik sendiri pun tak lepas dari peran Tiongkok. Yuri membeberkan nilai perdagangan Tiongkok-Uni Eropa-Amerika Serikat lebih kecil dibanding nilai perdagangan Tiongkok dengan Asia Tenggara, Asia Timur dan ASEAN.

“Asia itu lebih kaya dari pada Eropa. Tiongkok itu punya nilai perdagangan sekitar USD 1,2 triliun di kawasan, sedangkan ke Eropa dan AS hanya USD 1 triliun,” uangkap Yuri.

Sikap ngotot Tiongkok untuk menguasai LCS mendapat tentangan keras dari pemerintah Filipina. Menurut Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, pihaknya menegaskan tak ada tawar menawar wilayah dengan Tiongkok, terkait Laut China Selatan.

“Kami akan terus bersikeras bahwa itu adalah milik kita dan putusan pengadilan internasional tak bisa diganggu gugat,” tegas Rodrigo Duterte, seperti dikutip Inquirer, Senin (17/10).

laut-china-selatan-map-exlarge-169

Pengadilan arbitrase internasional di Den Haag telah memutuskan bahwa Tiongkok tak berhak atas 90 persen wilayah Laut China Selatan pada 12 Juli lalu. Kasus ini dilaporkan oleh Filipina ke pengadilan pada 2013 silam.

Beberapa kekhawatiran muncul karena Filipina semakin mengarah dekat kepada Tiongkok di mana akan memengaruhi kedaulatan Filipina di perairan strategis tersebut.

Dengan kegigihan Tiongkok dalam merengkuh 90 % luas wilayah LCS, bisa dipastikan Filipina tidak akan tinggal diam. “Kami akan terus bersikeras bahwa itu adalah milik kita dan putusan pengadilan internasional tak bisa diganggu gugat,” tegasnya Rodrigo. (marksman/ sumber : metrotvnews.com)

 Posted by on Oktober 19, 2016