Sep 132016
 

Sailors of the Chinese PLA Navy file into ranks to greet the arrival of the Russian naval ships at a military port in Zhanjiang, south China's Guangdong Province, September 12, 2016. (Photo/81.cn)

Angkatan Laut Tiongkok dan Rusia telah memulai latihan militer bersama di kawasan Laut Cina Selatan sejak hari Senin (12/9) kemarin. Latihan yang akan diadakan selama sepekan ini melibatkan sejumlah kapal perusak, kapal selam, pesawat terbang sayap tetap (fixed-wing aircraft), jet tempur, helikopter shipborne, dan kendaraan amfibi.

Juru bicara Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLAN), Liang Yang, seperti dilansir republika.co.id, mengatakan bahwa latihan bertajuk “Joint Sea 2016” ini digelar di Provinsi Guangdong, wilayah selatan perairan Tiongkok.

Seluruh personel militer Tiongkok yang terlibat dalam latihan ini berasal dari pasukan Marinir dan Armada Nanhai PLAN. Untuk materi latihan mencakup operasi anti-kapal selam, operasi pendaratan, operasi pertahanan, operasi perebutan pulau dan lainnya.

Latihan bersama antara Angkatan Laut Tiongkok dan Rusia digelar pertama kali pada tahun 2012. Beijing mengatakan bahwa latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antar negara.

Joint-Sea 2016 dilaksanakan di tengah ketegangan akibat keputusan pengadilan arbitrase internasional di Den Haag yang menolak klaim Tiongkok atas Laut Cina Selatan. Sementara, Rusia adalah pendukung utama Tiongkok dalam kasus sengketa wilayah perairan tersebut.

Sumber: republika.co.id dan sindonews.com

Bagikan:
 Posted by on September 13, 2016