Sep 082019
 

ilustrasi: drone. (pixabay)

China mengatakan telah mengembangkan drone pemburu baru yang dapat menjatuhkan drone lain – atau bahkan pesawat kecil – dengan menembakkan jaring selebar 16 meter persegi, lansir CNN.

“Terperangkap oleh jaring, drone musuh kehilangan kekuatan dan jatuh ke tanah,” tulis sebuah laporan di situs web militer China yang berbahasa Inggris.

Dikembangkan oleh China Aerospace Science and Industry Corporation, drone dapat bekerja sendiri tetapi juga dapat berintegrasi dengan sistem pertahanan China untuk menghadapi target kecil, lambat dan terbang rendah, menurut laporan itu.

Selain itu drone hexacopter juga dapat melakukan misi pengawasan dan pengintaian.

Ini adalah kemajuan drone kedua yang diumumkan oleh Cina dalam beberapa minggu terakhir. Pada sebuah pertunjukan udara di Rusia pada bulan Agustus, Cina memamerkan drone siluman LJ-I, sebuah pesawat tanpa awak yang dikatakannya akan membantu Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat mempersiapkan setiap kemungkinan pertempuran dengan pesawat tempur siluman F-35 yang dikerahkan oleh AS dan sekutunya di Pasifik.

Dirancang untuk latihan target, LJ-I dapat diterbangkan dalam formasi untuk mensimulasikan kondisi pertempuran yang sebenarnya, tulis laporan pada Global Times.

Sebuah video yang diputar di pertunjukan udara menunjukkan sebuah pembom Cina melepaskan beberapa drone LJ-I, yang kemudian mensimulasikan serangan terhadap sebuah kapal perusak Angkatan Laut PLA.

“Kapal perusak mampu mendeteksi pesawat tanpa awak dengan sistem radarnya meskipun mereka tersembunyi, meluncurkan rudal untuk menghancurkan yang datang dari atas, dan menembakkan senjata jarak dekat untuk menembak jatuh drone yang terbang di atas permukaan laut,” bunyi laporan media Global Times.

China adalah pemimpin dunia dalam teknologi drone, terutama yang lebih kecil, berbiaya rendah, sebuah fakta yang diakui oleh Pentagon baru-baru ini ketika mendirikan sebuah program untuk mencari investor dalam membuat rekanan Amerika.

 Posted by on September 8, 2019