Mei 162019
 

Destroyer Type 052D Xiamen (DDG-154) foto : Common wikipedia

China telah meluncurkan dua kapal perusak rudal Tipe 052D baru, yang semakin meningkatkan kekuatan angkatan lautnya. Namun, beberapa analis memperkirakan, laju pembuatan kapal perang China akan melambat dan mulai lebih menekankan pada pelatihan personel untuk mengoperasikan kapal perang.

Dua kapal perang baru tersebut diluncurkan di galangan kapal Dalian di timur laut Cina Jumat lalu, sebagaimana dilaporkan oleh Global Times.

“Tiongkok sekarang memiliki 20 destroyer Tipe 052D, sebagian sudah aktif dan sebagian lainnya sedang dilengkapi,” kata laporan itu, menambahkan bahwa kapal-kapal tersebut merupakan peningkatan signifikan dari destroyer seri lawas Tipe 052C.

Dalian Shipyard, yang dijalankan oleh China Shipbuilding Industry Corporation milik negara, juga membangun kapal perusak Tipe 055 yang disebut-sebut sebagai kapal perang paling canggih dari tipenya di Asia.

Peluncuran dua kapal perang 055 pada Juli tahun lalu juga mendorong spekulasi bahwa Beijing ingin memperluas dan meningkatkan angkatan lautnya untuk bersaing dengan Amerika Serikat, yang saat ini memiliki 66 kapal perusak Arleigh Burke class.

Analis militer, bagaimanapun, mengatakan ekspansi cepat armada mungkin mulai melambat segera. “Langkah membangun kapal perang baru mencapai puncaknya tahun ini karena keputusan untuk membangun sebagian besar kapal baru ini dibuat oleh kepemimpinan sebelum Xi Jinping berkuasa dan memulai reformasi militernya,” kata analis yang berbasis di Beijing, Zhou Chenming.

Zhou juga mengatakan program pembangunan telah dipercepat karena murahnya harga bahan baku seperti baja.

Analis militer yang berbasis di Hong Kong Song Zhongping mengatakan PLA juga perlu menangani tantangan praktis untuk menghentikan operasional kapal perang yang lebih tua, seperti kapal perusak Tipe 051, fregat Tipe 053 yang lebih tua, dan korvet Tipe 037.

Menurut sumber PLA, destroyer Tipe 052C dan Tipe 052D akan menjadi andalan armada perusak Tiongkok, tetapi masih ada kesenjangan antara kemampuan mereka dan perusak kelas Arleigh Burke.

Misalnya, Arleigh Burke dapat menempuh jarak 4.400 mil laut dengan kecepatan 20 knot, sedangkan Tipe 052D memiliki jangkauan 4.000 mil laut dengan kecepatan 15 knot.

“Tiongkok menambah lebih banyak kapal perang baru, tetapi mungkin lebih lambat sekarang,” kata Zhou. “Pada saat yang sama, Tiongkok akan memperkuat pelatihan manajemen kru dan operasi armada untuk mengejar kemajuan dalam perangkat keras.”

Salah satu area di mana PLA berusaha mengejar ketinggalan dengan angkatan laut AS adalah korps marinirnya, yang akan segera berkembang dari dua brigade menjadi enam brigade.

Cina saat ini memiliki 20 kapal perusak Tipe 052D, tetapi hanya 11 yang aktif, sementara yang lain sedang menjalani uji coba laut atau sedang dipasang.

Destroyer Type 052D memiliki panjang sekitar 154 meter dengan kapasitas berat 7.500 ton, sedangkan kelas Arleigh Burke memiliki bobot yang jauh lebih besar yaitu 9.800 ton.
Baik kapal perusak Cina maupun Amerika dilengkapi dengan sistem radar pindai elektronik aktif paling canggih di dunia, tetapi kapal Amerika dipersenjatai dengan 96 sistem peluncuran vertikal – 60 di antaranya merupakan rudal pertahanan udara – berbeda dengan kapal China yang memiliki 64 sistem peluncuran vertikal.

Song juga mengatakan bahwa sistem radar China memiliki kekebalan yang lebih baik dari gangguan elektronik, dan kemampuan yang lebih besar dalam sistem comando elektronik.
SouthChinaMorningPost

 Posted by on Mei 16, 2019

  15 Responses to “Tiongkok Luncurkan Dua Destroyer Type 052D”

  1.  

    mantap dgn negara satu ini.

    •  

      Misal Indonesia pesan ni kapal perang 3 unit saja mungkin cina mau kasih diskon habis2an full TOT apalagi mereka sangat harapkan dapat perhatian dari macan tidur Indonesia sebagai dedengkot ASEAN negara yang paling sulit ditebak kebijakan dan kemampuannya apalagi yang jelas pertumbuhan ekonominya sedang naik daun sementara banyak negara didunia ekonominya justru melorot kalau tidak stagnan, Indonesia negara yang sangat dinamis, aman, SDA dan SDM melimpah, negara yang rakyatnya tersebar di 17 ribu pulau lebih dengan aneka ragam bahasa dan budaya tapi kompak, kapal-kapal perang Cina sekarang persenjataannya lumayan mengkhawatirkan lik Sam terbukti berapa bulan lewat kapal perang Cina berani Ramming/senggolkan ke Arleigh Burke Class US Navy dan US Navy gak berani muter balas tabrak

      •  

        Destroyer engak semudah itu dijual ke negara lain omm… Kecuali Sekutu dan teman se selimut… Karna ada tehnologi yang haramkan yaitu rudal balistik baik jarak dekat maupun sedang… Kecuali destroyer rasa frigat apa rasa oncom goreng… Mungkin kayak gitu kali yaa… Gue juga engak paham apa beda destroyer dengan frigat… Apa mungkin hanya ukuran kapal atau yang lainya…!!!

        •  

          Kata siapa Ming, kayaknya gak ada pengaruh jadi sekutu atau engga deh. Yg ada situ punya duit kagak, itu aja. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

        •  

          Udah sotoy, mana paham Destroyer ama fregat. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

      •  

        Kita butuh ToT rudal, untuk teknologi kapal sudah memadai walau ada sparepart kapal yg masih diimpor.

  2.  

    Panjangnya selisih 50 m dengan sigma class TNI AL tapi memang ini masuk kelas destroyer sementara sigma masih light fregat atau korvet(+), untuk sementara kapal kombatan TNI AL terbesar masih disandang Van Speijk Class panjang 113 m an kapal perang yg gagah dan good looking, andai budget kita cukup semua OWA Class bisa dipasangi rudal Yakhont plus CIWS depan belakang dah lumayan lethal, kenapa dipasang CIWS depan belakang supaya cover sudut 360″ antisipasi rudal datang buat jaga2 saat kapal beroperasi sendiri dan tidak sedang dalam group tempur …tapi yah menghayal dikit bulan Ramadhan buat hiburan

  3.  

    cuma bisa dag dig dug dan berharap si Naga tidak cari perkara….waiting for Iver Class

  4.  

    TOT C705 masih berantakan,beda dg korea yg tdk culas

  5.  

    Jangan terlalu banyak berkhayal dg negara yg jago memproduksi barang abal abal ini

    Pengalaman:
    *gatling produk china membunuh TNI
    *rudal anti kapal delay 5menit+jauh dari sasaran
    *tot yg dikadalin
    Dll

  6.  

    Tot jelas pakai biaya dek,tapi nyata berhasil changbogo clas contohnya,kedepan ifx/kfx

    Coba tot rudal c705 berbelit belit,payah

    •  

      Sayangnya iya bang, cina pelit tidak saja berbelit belit sudah C-705 luncurnya delay, begitu luncur sasaran luput, malah kita diharuskan beli ratusan rudal baru dijanjikan mau dikasih TOT, harga yang sangat mahal saat kita dulu mengkhianati sahabat Uni Soviet yang telah bantu kita rebut kembali Irian Jaya dan diajari buat roket Pertiwi cikal bakal rudal, sama seperti Cina, India, dan Pakistan, ketiga negara tsb sekarang berjaya mampu produksi rudal sendiri kita mah gutbai…

  7.  

    Kabeerje duit mana duitnya, buat bayar gaji ke 13 aja masih bingung mau pinjam k maa lagi,sementara bayar bunga hutang perhari lebih dr 1 trilyun!!!!