Tiongkok Luncurkan Senjata Anti Pesawat Yang Sangat Mobile

2
608

Senjata kanon swa-gerak anti pesawat baru digunakan oleh Tiongkok selama latihan komprehensif yang dilakukan oleh Akademi Artileri dan Pertahanan Udara Tentara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), yang dimulai pada 17 Mei dan akan berakhir pada Jumat.

China mengungkapkan senjata anti-pesawat kanon swa-gerak baru pada hari Minggu, ketika para ahli militer mengatakan pada hari Senin bahwa artileri sangat mobile dan dapat mengatasi ancaman dari senjata presisi seperti drone dan rudal jelajah.

Senjata anti-pesawat itu tampaknya didasarkan pada kendaraan lapis baja beroda delapan, dengan meriam tunggal kaliber 35 milimeter sebagai senjata utamanya, kata analis militer Cina, Senin, mengutip foto yang dikeluarkan oleh People’s Liberation Army (PLA) Daily, pada akun Sina Weibo pada hari Minggu malam.

Senjata itu dikerahkan dalam latihan yang dilakukan oleh Akademi Artileri dan Pertahanan Udara PLA, yang dimulai pada 17 Mei dan akan berakhir pada hari Jumat, menurut laporan Harian PLA.

Wei Dongxu, seorang analis militer yang berbasis di Beijing, mengatakan kepada Global Times pada hari Senin bahwa kemunculan senjata dalam laporan Harian PLA menunjukkan teknologinya telah matang dan senjata itu mungkin telah ditugaskan ke dalam militer Cina.

Salah satu yang menarik dari senjata ini adalah rodanya, yang memungkinkan senjata anti-pesawat swa-gerak baru memiliki mobilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan kendaraan bersenjata yang sudah ada dalam layanan PLA dan menggunakan roda rantai, dan lebih cocok untuk operasi off-road, Kata Wei.

Mobilitas tinggi juga berarti senjata itu dapat mengkover wilayah udara yang lebih luas, lebih sulit dideteksi dan lebih mampu bertahan dari serangan musuh, catat para analis.

Laporan itu tidak menguraikan tipe amunisi, juga tidak menjelaskan sitem pembidiknya.

Senjata itu kemungkinan dilengkapi dengan sistem pengarah elektro-optik yang dapat mengirim amunisi 35 milimeter secara akurat mencegat target di udara, termasuk drone dan rudal jelajah, prediksi Wei.

Benda-benda di udara mungkin bukan satu-satunya sasaran senjata baru, kata Wei, dan jika diarahkan secara horizontal, meriam itu juga bisa berfungsi sebagai senjata yang sangat kuat terhadap sasaran darat seperti kendaraan lapis baja ringan dan benteng.

Globaltimes

2 KOMENTAR

  1. PT.pindad seharusnya berani menggandeng saab untuk menciptakan produk pertahanan udara sejenis diatas, pindad khusus mengembangkan sistem senjatanya dan saab khusus mengembangkan sistem radar pendeteksi jg penguncian targetnya, sistem pertahanan udara diatas sangat2 dibutuhkan untuk digunakan kapal tempur karena akan banyak mengahadapin rudal jelajah yg terbang rendah yg sulit dihalau rudal pertahanan udara.

  2. Tank/panser kita sudah mulai masuk jalur produksi serta penyempurnaan di berbagai sisi, namun utk kebutuhan turret sampai saat ini masih didatangkan dri CMI Belgia, maka alangkah baiknya kita mulai mandiri memproduksi “turret nasional” dgn membuka kerjasama alutsista bersama negara2 sahabat Indonesia yg sudah lama teruji selama ini.