Mei 262019
 

Tiongkok dilaporkan telah menyelesaikan overhaul pada jet tempur JF-17 Thunder produksi bersama Pakistan Aeronautical Complex dan Chengdu Aerospace Corporation (PAC/CAC).

Jet tempur yang menjalani overhaul adalah JF-17 Blok I milik Angkatan Udara Pakistan yang sudah diserahkan pada bulan Maret, tulis beberapa media.

Mengutip laporan dari pakar penerbangan China yang ditulis Defense World.Net, perombakan JF-17 Thunder dilakukan oleh Changsha 5712 Aircraft Industry Company, anak perusahaan Aviation Industry Corporation of China (AVIC). Reparasi JF-17 dilaporkan selesai pada bulan Maret tahun ini.

Laporan ini menarik karena tampaknya memperlihatkan Pakistan masih belum mampu merombak armada tempur JF-17 yang sedang tumbuh di dalam negeri. Perbaikan di masa depan diperkirakan baru akan dilakukan di Pakistan karena PAF telah mengirimkan lusinan teknisi ke China untuk menjalani pelatihan.

Hal ini juga menunjukkan bahwa pesawat JF-17 yang dirakit di jalur perakitan akhir Aircraft Manufacturing Factory (AMF) di PAC Kamraare dikirim dari Tiongkok dalam kondisi knock-down. “Perombakan pertama mewakili fase trial and error dari proyek dan memberikan pengalaman dalam menetapkan standar untuk perombakan JF-17 lainnya di masa depan,” tulis Defense World.Net yang mengutip dari para pakar penerbangan China.

PAC telah merakit total 50 pesawat JF-17 Blok I dan 62 Blok II hingga saat ini termasuk 12 jet JF-17 Blok II yang dipesan pada 2017. Secara keseluruhan, PAF saat ini telah memiliki 85 unit JF-17 Blok I dan II yang dikerahkan secara operasional.

Produksi pesawat JF-17 Block III batch pertama diharapkan akan dimulai akhir tahun ini. PAC dilaporkan telah memproduksi 58 persen dari badan pesawat JF-17, dan CAC 42 persen darinya, sebagaimana ditulis The Diplomat.

Ketiga varian JF-17 ini ditenagai oleh mesin turbofan Klimov RD-93 (turunan RD-33) buatan Cina. JF-17 memiliki radius tempur perkiraan hingga 1.200 kilometer tanpa pengisian bahan bakar dan dapat mencapai kecepatan maksimum hingga Mach 1.6.

JF-17 menelan biaya US$ 25 juta per unit, meskipun harga Blok III per unit diperkirakan akan naik sebagai hasil dari subsistem baru, termasuk sistem radar AESA baru yang mahal. PAF bermaksud untuk membeli hingga 50 pesawat JF-17 Blok III baru.

Sebagai alternatif, pesawat dapat dipersenjatai dengan rudal udara-ke-udara, udara-ke-permukaan, dan anti-kapal. JF-17 juga akan dapat menembakkan rudal udara-ke-udara di luar jangkauan visual (BVRAAM). Rudal BVRAAM yang tidak disebutkan namanya diuji oleh PAF pada sekitar bulan Februari atau Maret.

JF-17 melakukan penerbangan perdananya pada tahun 2003. Sebuah kontrak ditandatangani pada tahun 2016 untuk perbaikan JF-17 Blok I pertama, dengan pekerjaan pada pesawat dimulai pada bulan November 2017. Jet tempur yang dioverhaul kembali melakukan penerbangan uji pertama pada bulan Oktober 2018.

Thediplomat

Bagikan:
 Posted by on Mei 26, 2019