Sep 242014
 
Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Kemenhan RI Mayjen TNI Hartind Hasrin dan Wakil Direktur Kerja Sama Luar Negeri Kemenhan RRT Senior Kolonel Ci Guo Wei  menandatangani kesepakatan bantuan laboratorium bahasa Mandarin untuk Pusat Bahasa Badan Pendidikan dan Latihan Kementerian Pertahanan RI di Beijing, Senin (22/9), disaksikan Menteri Pertahanan kedua negara.(ANTARA /Rini Utami)

Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Kemenhan RI Mayjen TNI Hartind Hasrin dan Wakil Direktur Kerja Sama Luar Negeri Kemenhan RRT Senior Kolonel Ci Guo Wei menandatangani kesepakatan bantuan laboratorium bahasa Mandarin untuk Pusat Bahasa Badan Pendidikan dan Latihan Kementerian Pertahanan RI di Beijing, Senin (22/9), disaksikan Menteri Pertahanan kedua negara.(ANTARA /Rini Utami)

Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mendukung modernisasi sistem pertahanan dan persenjataan Tentara Nasional Indonesia (TNI). “Kami siap mendukung militer Indonesia yang kuat, baik personelnya maupun peralatannya,” kata Menteri Pertahanan RRT, Jenderal Chang Wanquan, saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro, di Beijing dalam rangkaian kunjungannya ke Tiongkok 21–23 September 2014.

Indonesia dan Tiongkok telah memiiki hubungan dan kerja sama pertahanan yang baik, dan semakin meningkat pesat dalam lima tahun terakhir dengan beragam bentuk kerja sama yang telah disepakati serta dilakukan.

“Selain kunjungan antara pejabat tinggi kementerian pertahanan, pejabat tinggi militer kedua negara, ada pula pendidikan serta latihan bersama dan industri pertahanan,” kata Chang Wanquan.

Kerja sama pendidikan dan latihan memiliki arti penting dan strategis untuk mencetak sumber daya manusia, personel militer yang bewawasan luas dan memiliki kemampuan tempur yang memadai.

“Melalui kerja sama pendidikan dan latihan, kita juga dapat saling melengkapi satu sama lain. Kini makin banyak perwira yang belajar di Indonesia maupun di Tiongkok, dan diharapkan akan terus meningkat dimasa datang,” tambahnya.

Di sektor industri pertahanan, lanjut dia, Indonesia dan Tiongkok juga telah menjalin kerja sama yang makin baik. “Saya bahkan yakin banyak cakupan kerja sama industri pertahanan yang dapat dilakukan kedua negara di masa datang,” kata dia.

Tiongkok berkomitmen untuk mendukung modernisasi militer Indonesia baik untuk personelnya melalui kerja sama pendidikan dan latihan, maupun sistem pertahanan melalui kerja sama industri pertahanan.

Indonesia dan Tiongkok kini tengah mengembangkan bersama peluru kendali jarak menengah C-705, yang akan digunakan pada kapal-kapal cepat rudal TNI Angkatan Laut baik 40 meter maupun 60 meter.

Menhan RI Purnomo Yusgiantoro mengatakan Indonesia memiliki ketetapan dalam pengadaan alat utama sistem senjata bagi militernya.

“Bahwa jika kita dapat memproduksi sendiri, kita akan pakai produk dalam negeri, jika tidak bisa kami akan mengadakannya dari luar negeri dengan syarat dalam pembelian itu ada alih teknologi, sehingga ke depan Indonesia akan mampu mengembangkannya secara mandiri,” jelas dia.

Indonesia, tegas Menhan Purnomo, adalah negara berdaulat yang tidak ingin hanya bergantung pada satu negara untuk melengkapi atau melakukan modernisasi sistem pertahanan dan persenjataannya.(Antara News).

  135 Responses to “Tiongkok Sokong Modernisasi TNI”

  1.  

    @mbah bowo: kenapa simbah kok sangat mendewakan cina… mbah mm gk pnya agama mbah??? Mbah pa sdh pikun shebat apapun cina klo Allah sdh brkehendak tdk akan bs mlawan.. skalipun kt cm pkai bambu runcing klo Allah brkehndak pasti Indonesia menang!!!

  2.  

    %€$¥{&@?’!”/:£¤^

 Leave a Reply