Tiongkok Sokong Modernisasi TNI

135
88
Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Kemenhan RI Mayjen TNI Hartind Hasrin dan Wakil Direktur Kerja Sama Luar Negeri Kemenhan RRT Senior Kolonel Ci Guo Wei  menandatangani kesepakatan bantuan laboratorium bahasa Mandarin untuk Pusat Bahasa Badan Pendidikan dan Latihan Kementerian Pertahanan RI di Beijing, Senin (22/9), disaksikan Menteri Pertahanan kedua negara.(ANTARA /Rini Utami)
Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Kemenhan RI Mayjen TNI Hartind Hasrin dan Wakil Direktur Kerja Sama Luar Negeri Kemenhan RRT Senior Kolonel Ci Guo Wei menandatangani kesepakatan bantuan laboratorium bahasa Mandarin untuk Pusat Bahasa Badan Pendidikan dan Latihan Kementerian Pertahanan RI di Beijing, Senin (22/9), disaksikan Menteri Pertahanan kedua negara.(ANTARA /Rini Utami)

Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mendukung modernisasi sistem pertahanan dan persenjataan Tentara Nasional Indonesia (TNI). “Kami siap mendukung militer Indonesia yang kuat, baik personelnya maupun peralatannya,” kata Menteri Pertahanan RRT, Jenderal Chang Wanquan, saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro, di Beijing dalam rangkaian kunjungannya ke Tiongkok 21–23 September 2014.

Indonesia dan Tiongkok telah memiiki hubungan dan kerja sama pertahanan yang baik, dan semakin meningkat pesat dalam lima tahun terakhir dengan beragam bentuk kerja sama yang telah disepakati serta dilakukan.

“Selain kunjungan antara pejabat tinggi kementerian pertahanan, pejabat tinggi militer kedua negara, ada pula pendidikan serta latihan bersama dan industri pertahanan,” kata Chang Wanquan.

Kerja sama pendidikan dan latihan memiliki arti penting dan strategis untuk mencetak sumber daya manusia, personel militer yang bewawasan luas dan memiliki kemampuan tempur yang memadai.

“Melalui kerja sama pendidikan dan latihan, kita juga dapat saling melengkapi satu sama lain. Kini makin banyak perwira yang belajar di Indonesia maupun di Tiongkok, dan diharapkan akan terus meningkat dimasa datang,” tambahnya.

Di sektor industri pertahanan, lanjut dia, Indonesia dan Tiongkok juga telah menjalin kerja sama yang makin baik. “Saya bahkan yakin banyak cakupan kerja sama industri pertahanan yang dapat dilakukan kedua negara di masa datang,” kata dia.

Tiongkok berkomitmen untuk mendukung modernisasi militer Indonesia baik untuk personelnya melalui kerja sama pendidikan dan latihan, maupun sistem pertahanan melalui kerja sama industri pertahanan.

Indonesia dan Tiongkok kini tengah mengembangkan bersama peluru kendali jarak menengah C-705, yang akan digunakan pada kapal-kapal cepat rudal TNI Angkatan Laut baik 40 meter maupun 60 meter.

Menhan RI Purnomo Yusgiantoro mengatakan Indonesia memiliki ketetapan dalam pengadaan alat utama sistem senjata bagi militernya.

“Bahwa jika kita dapat memproduksi sendiri, kita akan pakai produk dalam negeri, jika tidak bisa kami akan mengadakannya dari luar negeri dengan syarat dalam pembelian itu ada alih teknologi, sehingga ke depan Indonesia akan mampu mengembangkannya secara mandiri,” jelas dia.

Indonesia, tegas Menhan Purnomo, adalah negara berdaulat yang tidak ingin hanya bergantung pada satu negara untuk melengkapi atau melakukan modernisasi sistem pertahanan dan persenjataannya.(Antara News).

135 KOMENTAR

    • ini beneran baikkan apa ada musang dalam karung ya???
      or we bantu loe ini itu tp ntar loe kaga usah ikut ikut soal LCS ya……
      or lo we kasih loe ini itu ntar 10 thn lg kita “latihan beneran” ya di LCS ……..
      or loe we ksh ini itu tp u bantu we ya ntar klo we ada apa2 ….

  1. Bagus, mbah sangat senang sekali, kita memang harus setia dan mengabdi pada SANG KAISAR YANG AGUNG, Negeri yang sangat istimewa sejak dulu kala, negeri para kesatria kesatria serigala biru.

    Dengan Konsesi Natuna, sang Naga tidak akan mengusik kita,

  2. kalau masalah sadis, tentara chinalah yang sadis, kalau masalah keras, merekalah sangat keras, kalau masalah kejam, merekalah nomer satu.

    Sadis, keras, kejam
    NGERI NGAK ?

    1. Tingginya 190 cm, sudah cukup untuk membanting dan menjungkir balikkan badan kita
    2. Berat badannya 120 cm, sudah cukup untuk memiting kita sampai tulang kita remuk,
    3. kepalan tangannya besar dan dempal otot tangannya, bayangkan kalau muka kita di jotos muka kita oleh mereka (PLA), pasti langsung hancur wajah kita
    4. selalu membawa gada, bayangkan bila di kepruk gada, mau jadi apa kepala kita ?

  3. Hahahaha.. lagi lagi saya berhasil menjebak para warjager…. hahaha.. saya puas… saya puas…
    Ternyata Warjager tidak menyadari kalo mereka sedang ngobrol dgn saya yang sedang gila…
    Bahkan petugas RSJ tempat saya tinggalpun kewalahan mengurus saya… hahahahaaaaaaa..
    Saya gila…..
    Saya gila….
    Saya gila…

  4. spertinya, dari membaca perilaku2 tiongkok dan bercermin sejarah masa silam dua bangsa ini, negeri ini sedang tersenyum ramah terutama kpd tiongkok tapi 2 tangan dibelakang satu memegang keris lainnya memegang hp, klo cam macam kerisnya buat menggelitik pla, hpnya buat call friends..hehehe
    maaf hanya celoteh si juru parkir..

  5. Saya yakin kita adalah bangsa yang cerdas.sejarah telah membuktikan.hanya terkadang yang menjadikan kita mengalami kemunduran dalam berbagai aspek adalah dari dalam kita sendiri (ular-maaf,meminjam istilah kata dari sesepuh).namun saya juga yakin,garuda masih tetap tegar berjuang tiada lelah,belajar dari kesalahan masa lalu untuk senyuman kebanggaan ibu pertiwi.dan kita harus optimis akan kebangkitan negeri ini.kita adalah bangsa yang santun,cerdas,besar dan juga bangsa pejuang.salam hangat,murid kecil.

  6. @mbah bowo: kenapa simbah kok sangat mendewakan cina… mbah mm gk pnya agama mbah??? Mbah pa sdh pikun shebat apapun cina klo Allah sdh brkehendak tdk akan bs mlawan.. skalipun kt cm pkai bambu runcing klo Allah brkehndak pasti Indonesia menang!!!