Nov 212016
 
S-400

S-400

Turki mengaku telah berbicara dengan Rusia mengenai pembelian sistem rudal pertahanan udara jarak jauh S-400. Turki sempat mundur dari kesepakatan yang sama dengan Tiongkok, karena Tiongkok keberatan untuk mengirim teknologinya, ujar RT.com.

Menteri Pertahanan Turki Fikri Isik mengonfirmasi negosisasi itu, (17/11/2016), yang menyatakan sikap Rusia positif terhadap potensi kesepakatan tersebut.

Sebelumnya, Wakil Menteri Industri Pertahanan Turki Ismail Demir mengatakan Turki siap mengembangkan kapabilitas pertahanan udara jarak jauhnya dengan bantuan “pihak mana pun yang tertarik”, termasuk Rusia dan Tiongkok.

“Kami telah memperjelas bahwa kami akan bekerja sama dengan negara dan perusahaan yang dapat memberikan dukungan kepada kami dalam proses ini. Kami telah mengatakan, pintu kami terbuka dan kami ingin bekerja sama,” ujar Demir dikutip dari Hurriyet Daily.

Turki siap mengeluarkan dana 3,4 miliar dolar AS (sekitar 4,5 triliun rupiah) untuk mengembangkan pelindung antimisil jarak jauh domestik. Penawaran dibuka tahun 2013 dan melibatkan sistem S-400 Rusia, Patriot PAC-3 buatan AS, SAMP/T Aster 30 buatan Eropa, serta sistem FD-2000 buatan Tiongkok itu kemudian dimenangkan oleh Tiongkok.

Kesepakatan itu menarik perhatian negara anggota NATO lain terkait berkaitan dengan isu kesesuaian dan potensi percabangan atas kontribusi Turki kepada sekutu. Namun, kontrak dibatalkan pada 2015 karena kabarnya Turki dan Tiongkok tidak menyepakati pengiriman teknologi, yang menurut Turki merupakan hal krusial dalam memiliki industri pertahanan domestik yang dapat melayani seluruh kebutuhan nasional secara independen dari negara asing.

Beberapa analis pertahanan melihat kesepakatan Tiongkok sebagai cara Turki untuk mendapat posisi yang lebih menguntungkan dalam negosiasi dengan pemasok dari Eropa dan Amerika. “Mengharapkan suatu negara yang mengandalkan lebih dari sebagian data radarnya pada NATO, untuk berinvestasi miliaran pada sistem pertahanan misil yang tidak sesuai dengan infrastruktur ini tidak masuk akal,” ujar peneliti Mustafa Kibaroglu dan Selim Razak dalam DefenseOne.com.

Minimnya jumlah perangkat berat yang dimiliki membuat Turki bergantung pada anggota NATO lain untuk perlindungan anti-misil. Pada Agusutus 2015, Turki tidak menyetujui keputusan AS yang menarik rudal Patriot dari perbatasan Turki di Suriah, yang telah ditempatkan sejak 2013 untuk melindungi Turki dari kemungkinan serangan lintas perbatasan.

Sementara, Washington membantah spekulasi bahwa tindakan itu merupakan pembalasan atas serangan Turki terhadap pasukan militan Kurdi di Irak, yang merupakan — dan terus menjadi — sekutu Amerika dalam perang tersebut melawan kelompok teroris ISIS. Berita tersebut tersebar dua minggu setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdo?an kembali mengadakan pembicaraan dengan Tiongkok terkait kesepakatan pertahanan misil selama kunjungan di Beijing.

S-400 Triumph merupakan sistem rudal antipesawat jarak jauh terbaru milik Rusia yang dirancang untuk menghancurkan pesawat, kapal penjelajah, dan rudal balistik, termasuk rudal jarak menengah. Sistem ini juga dapat digunakan untuk melawan serangan darat dan dilaporkan dapat membawa tiga jenis rudal. S-400 Triumph sangat diminati secara global, termasuk negara-negara Asia, seperti India dan Vietnam.

Sumber : Indonesia.rbth.com

Bagikan:

  41 Responses to “Tiongkok Tak Mau Bagi Teknologi, Turki Urus S-400 ke Rusia”

  1.  

    Lha nasib tot c-705 bgmn?

  2.  

    setrong rusia.

  3.  

    “Triumph sangat diminati secara global, termasuk negara-negara Asia, seperti India dan Vietnam.”

    Indonesia gak disebut 😀

  4.  

    yg lain udah bicara SAM medium dan long ranger ,kita vshorad pun banyak yg kekurangan di tiap arhanud.. dan msh mengandalkan meriam PSU,

    nanti mungkin akan di beli tp entah kapan ???

    •  

      Itulah Indonesia tercinta.

      Padahal kalau melihat dana ± 4.5 trilyun yang dikeluarkan oleh Turki untuk mengembangkan psu-nya itu belum apa²nya kl dibanding potensi kerugian laut kita oleh illegal fishing yang katanya 300 t /tahun itu.

      Maksudnya, seandainya pemerintah serius, kyknya akan mampu menggelontorkan uang ± segitu, bhkn lebih untuk memulai proyek pengembangan rudal kita.

      Mudah²an deh yang punya kebijakan segera menyadari bahwa bangsa Indonesia sangat berharap militernya disegani dan bisa membawa kejayaan serta keamanan bagi bangsanya, sehingga Indonesia bisa segera menjadi negara yang adil makmur.

      •  

        Potensi laut 300T itu adalah keuntungan yang diraup maling ikan, tidak serta merta keuntungan itu pindah ke kita karena membakar kapal nelayan asing yang mencuri disebabkan:
        1. Armada fishing nasional masih sangat kurang baik kuantitas maupun kualitas (ukuran dll)
        2. Infrastruktur jauh dari memadai (penyimpanan, pabrikasi dll)
        3. Domestic market juga masih sangat kecil dibanding Thailand misalnya.
        4. Transportasi dan distribusi yang jauh di timur (halmahera, maluku, ntt) Indonesia serta Utara (natuna, barat sumatera, sangihe talaud) menyebabkan cost juga besar sementara kita belum punya pabrik pengolahan terapung seperti milik jepang/taiwan.

    •  

      TUNGGU AJA BUNG LEBARAN KUDA .

  5.  

    China si rakus tp pelit..

  6.  

    Hallooww bagaimana dengan Indonesia..

  7.  

    NKRi blm berkeinginan Beli rudal gituan cukup pake bedil jmn baheula sm rudal panggul…biar senjata odong2 yg penting sombong..

  8.  

    Wow anggota NATO beli rudal dari Rusia ini mantap. Kalo Indonesia beli nunggu lebaran kuda datang.

  9.  

    bersaing dg Yunani yg telah dilengkapi Iron Dome

  10.  

    Menurut saya pribadi, payung udara seperti S-400 Triumph adalah alat pertahanan awal dan terakhir sebuah daerah.
    Hal tersebut dikarenakan semua komponen yang berada di S-400 Triumph sudah dapat menditeksi (radar) pesawat, rudal dan sebagainya, serta dapat menghancurkan hampir dari segala jenis serangan via udara dengan jarak jauh.
    Selain lebih murah di bandingkan dengan pespur masa kini, kelebihan lain dari payung udara ini dapat mobile / berpindah tempat baik di darat maupun di laut.

  11.  

    Turki gk ngerti cara cina.. Cukup turki bilang dukung cina dlm konflik lcs maka turki akan di beri tot sekalian pabrik pabriknya..

  12.  

    Masalah sebenarnya dlm pengadaan SAM MEDIUM ini dari segi dananya, ato koneksi antar jaringannya yaa (Russian Network) yg susah d integrasikan dgn jaringan radar kita (Nato Network)..

  13.  

    TIONGKOK GAMAU BANTU KARENA TURKI MENDUKUNG MUSLIM UIGHUR DAN PIHAK YANG NETRAL ADALAH RUSIA, RUSIA JUGA YANG MEMPUNYAI TEKNOLOGI ASLI SEDANGKAN PIHAK TIONGKOK HANYA COPY PASTE.

    •  

      Copy paste itu ada ilmunya bung..kalo saya sendiri jangankan 4.5 triliun biayanya saya kasi 100 triliun supaya bisa copy paste semua alutsista yg dipunyai barat ataupun timur..

      Duite sopoo..wkaakakaka..

  14.  

    huaaaa,,kepala gank naga turun gunung

  15.  

    Tes

  16.  

    Pesen satu lagi buat ditaruh depan rumah..

  17.  

    @ Bung Diego, ditunggu artikel Indonesia negosiasi S400 Triumf dengan Rusia, kan ada dana dari hasil tax amnesty..

  18.  

    4,5 T si sbenernya ga banyak2 amat.. pabila ada akses pengembangan dlm negri. negara kita akan di untungkan jangka panjang.. yg jadi pertanyaan knp negara kita kok ga ada niat beli yg gituan..? kan itu alat pertahanan, bkn senjata penyerangan pak..

  19.  

    Turkey Strong!!!

  20.  

    Setelah dikecewakan Nato Turky berpaling Ke Rusia,dukungan AS Terhadap Kudeta Militer gagal telah menyadarkan Turky ,untuk menjadi negara yang lebih Mandiri.
    Setelah 11 Tahun Turky mengajukan diri untuk bergabung dengan Uni Eropa namun tak pernah ditanggapi serius oleh Brussel yang membuat Turky Muak dengan sikap Uni Eropa.
    Si Sakit Eropa kini telah sehat dan mulai Berpaling dari sekutu Lama (AS,Nato,dan Uni Eropa) dan mulai mendekati Musuh lamanya Rusia bahkan Mulai membangun Aliansi sendiri (koalisi Arab) .
    Kerjasama Militer Rusia setelah dikhianati Nato dengan Barter pembangunan jaringan Pipa gas Rusia di Turky.si sakit Eropa bangkit dari Reruntuhan Roma dan ottoman.

 Leave a Reply