Tiongkok “Tanpa Sengaja” Rilis Video Rudal Jelajah Supersonik Baru

Rudal jelajah supersonik baru militer China (foto : PLA Rocket Force)

Militer China pada hari Rabu menerbitkan klip video yang tampaknya merupakan peluncuran rudal jelajah supersonik jenis baru, namun tampaknya video asli di edit dengan memotong durasi jauh lebih singkat.

Rekaman asli yang berdurasi lebih dari satu menit, dirilis di media sosial oleh Pasukan Roket Tiongkok sebagai bagian dari perayaan peringatan 70 tahun berdirinya Republik Rakyat Cina yang jatuh pada hari Selasa.

Video yang sudah di edit dengan durasi hanya dua detik terlihat sebuah rudal tak dikenal yang ditembakkan dari sebuah truk peluncur. Namun, dalam versi yang lebih baru, adegan itu diganti dengan cuplikan dua peluncuran rudal terpisah di lokasi gurun. Namun pengeditan video tidak luput dari perhatian oleh pengamat militer China, beberapa di antaranya menyimpulkan bahwa senjata dalam film aslinya mungkin merupakan rudal jelajah supersonik yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Dalam klip itu, rudal tampaknya memiliki sirip punggung yang ramping, sirip ekor yang dapat dilipat, dan propelan tambahan, yang semuanya, menurut seorang ahli yang dirahasiakan, menunjukkan bahwa rudal dirancang untuk terbang lebih jauh dan lebih cepat daripada kecepatan suara.

”Rudal baru itu mungkin memiliki jangkauan lebih dari 1.000 kilometer,” kata pengamat itu.

Militer Tiongkok sebelumnya telah memiliki rudal jelajah subsonik – Changjian 10 – yang memiliki jangkauan operasional lebih dari 1.500 km (932 mil), yang setara dengan rudal balistik jarak menengah.

Rudal balistik dan jelajah berbeda dalam beberapa hal, diantaranya adalah rudal jelajah terbang pada ketinggian yang lebih rendah dan kecepatan yang lebih lambat, membuat rudal lebih rentan disergap sistem pertahanan udara musuh.

Namun, Pasukan Force Tiongkok telah membuat kemajuan signifikan dalam pengembangan glider vehicle untuk rudal balistiknya, seperti Dongfeng-17 (DF-17), yang sekarang mampu meluncur di atmosfer luar dengan kecepatan lima kali kecepatan suara, membuatnya lebih mampu menghindari sistem pertahanan rudal.

“Sekarang teknologi glider DF-17 menjadi lebih matang, teknologi ini dapat digunakan di tempat lain. Rudal lain, seperti rudal jelajah ini juga dapat mengadopsi vehicle serupa untuk membawa hulu ledak, ”kata sumber itu.

Rudal di rekaman asli juga tampaknya dilengkapi dengan beberapa item kit yang tidak dikenal, yang oleh pengamat lain yang dirahasiakan namanya mengatakan mungkin ada perangkat jamming dan anti- jamming.

“Ini akan meningkatkan kemampuan rudal untuk menghindari gangguan elektronik atau intersepsi terbimbing oleh sistem pertahanan rudal musuh, dan karenanya meningkatkan peluang penetrasi,” katanya.

Rudal China kemungkinan akan menjadi fitur besar parade militer yang akan berlangsung pada hari Selasa di Beijing, dengan beberapa diantaranya akan dipamerkan kepada publik untuk pertama kalinya.

South China Morning Post

Tinggalkan komentar