Tiongkok Tenggelamkan Kapal Vietnam

Kapal Patroli Laut Tiongkok berhadap-hadapan dengan Kapal Patroli Laut Vietnam di Laut Tiongkok Selatan 14/05/2014 (AFP)
Kapal Patroli Laut Tiongkok berhadap-hadapan dengan Kapal Patroli Laut Vietnam di Laut Tiongkok Selatan 14/05/2014 (AFP)

Ketegangan antara Vietnam dan Tiongkok berlanjut. Insiden kembali terjadi tak jauh dari anjungan minyak yang dibangun Tiongkok, saat sebuah kapal nelayan Vietnam tenggalam usai bertabrakan dengan kapal nelayan Tiongkok. Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (27/5), ada 40 kapal Tiongkok yang mengepung kapal nelayan Vietnam. Akhirnya, kapal Vietnam tenggelam, dan awak kapalnya yang terdiri dari 10 nelayan diselamatkan kapal Vietnam lain yang kebetulan datang.

“Saya mengkonfirmasikan, kapal nelayan itu ditabrak,” kata seorang perwira Pusat Koordinasi Penyelamatan Air di Danang, Senin (27/5). Saksi mata menyebutkan, kapal nelayan Vietnam itu dikepung oleh 40 kapal Tiongkok sebelum diserang dan akhirnya karam.

Sementara kantor berita Tiongkok, Xinhua mengutip sumber pemerintah yang mengatakan kapal itu terbalik setelah “meledek dan bertabrakan dengan” sebuah kapal nelayan Tiongkok.

Sejumlah kapal Vietnam dan Tiongkok, termasuk kapal-kapal penjaga pantai, masih terus berkeliaran di sekitar anjungan itu meski beberapa kali terjadi tabrakan setelah anjungan dipindahkan ke lokasi yang baru tersebut. Kedua belah pihak saling tuding atas insiden-insiden itu.

Insiden tersebut terjadi sekitar 17 mil laut dari anjungan 981 Haiyang Shiyou, yang melakukan pengeboran di antara Kepulauan Paracels yang diduduki Tiongkok dengan pantai Vietnam. Tiongkok menyebut kepulauan itu dengan nama Kepulauan Xisha.

Vietnam mengatakan anjungan minyak tersebut berada dalam zona ekonomi ekslusif 200 mil laut dan di atas beting kontinental Vietnam. Sementara Tiongkok bersikeras bahwa anjungan itu berada di dalam wilayah perairannya.

Kapal nelayan Tiongkok menabrak kapal nelayan Vietnam
Kapal nelayan Tiongkok menabrak kapal nelayan Vietnam

Pengeboran Pertama Selesai
Operator anjungan minyak China Oilfield Services Ltd (COSL) mengatakan anjungan minyak telah menyelesaikan babak pertama pengeboran dan berpindah ke lokasi lain di kawasan tersebut. Eksplorasi masih akan dilakukan di Kepulauan Xisha, sehingga anjungan tidak akan dipindahkan jauh dari lokasi sebelumnya. Anjungan tersebut berhasil menyelesaikan fase pertama dengan lancar, yang merupakan perusahaan di bawah China National Offshore Oil Company (CNOOC) Group yang memiliki anjungan senilai 1 miliar dolar AS. Pengeboran rencananya akan selesai pada pertengahan Agustus. Anjungan itu berlokasi sekitar 240 km dari pantai Vietnam dan 330 km dari pantai selatan pulau Hainan, Tiongkok.

Insiden Jepang-Tiongkok
Ketegangan juga terjadi antara Tiongkok dan Jepang setelah Tiongkok mengirimkan jet-jet tempurnya ke Laut Tiongkok Selatan pada Minggu 25 Mei 2014, saat Jepang menerobos zona pertahanan udara yang diberlakukan Tiongkok.

Kementerian Pertahanan Tiongkok mengatakan pesawat Jepang telah memasuki zona pada hari Sabtu. Kawasan itu sedang ditutup karena untuk latihan tempur udara antara Tiongkok dan Rusia. ”Pesawat militer Jepang mengganggu wilayah udara latihan tanpa izin dan melakukan tindakan berbahaya dalam pelanggaran serius terhadap hukum dan standar internasional yang bisa dengan mudah menyebabkan kesalahpahaman dan bahkan menyebabkan kecelakaan udara, ” kata pernyataan itu.

SU 27 Tiongkok
SU 27 Tiongkok

Tiongkok meresponnya dengan mengirim Jet tempur Su-27  terbang hanya 30 meter dari pesawat militer Jepang di atas Laut Tiongkok Timur. Jepang menuduh Tiongkok telah mendekati wilayah yang disengkatakan.

Pesawat tempur Tiongkok SU–27 mendekati pesawat pengintai Jepang OP – 3C  Surveillance di dekat pulau yang disengketakan. ” Penutupan terbang sementara di laut lepas tidak mungkin,” kata Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera.  Jepang mengatakan mereka menyampaikan keprihatinan kepada pihak Tiongkok melalui saluran diplomatik, karena  pesawat Tiongkok membawa rudal dan membahayakan.

Japanese OP-3C surveillance
Japanese OP-3C surveillance

Ketegangan antara Tiongkok dan negara-negara tetangganya terus meningkat setelah Beijing mengklaim tanah dan wilayah laut yang baru. Tiongkok mengklaim pulau Jepang yang dikelola di Timur Laut Tiongkok yang dikenal sebagai Senkaku di Jepang dan Diaoyu dalam bahasa Tiongkok. Hal ini juga menekan klaim untuk hampir semua Laut Tiongkok Selatan , selain mengklaim beberapa wilayah di negara Asia Tenggara .

Bahkan pada November 2014 lalu Tiongkok memasukan pulau-pulau yang disengketakan dan wilayah di Laut Tiongkok Timur sebagai zona pertahanan udara.

Pesawat Jepang dan Tiongkok setidaknya sudah bertemu di udara sebanyak 415 kali. Naik 36 persen dibanding sebelumnya. Insiden Sabtu merupakan kejadian paling dekat antara dua pesawat.

Menanggapi insiden kapal Tiongkok – Vietnam, Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera mengatakan aksi Tiongkok yang menenggelamkan kapal Vietnam di Laut Tiongkok Selatan, merupakan alarm yang berbahaya. Lebih tragis lagi kapal yang melakukan itu adalah kapal nelayan Tingkok  yang mengepung kapal nelayan Vietnam.(Antara).

Tinggalkan komentar

Most Popular

Komentar