Jul 222017
 

Kapal selam modern Kockums Gotland Class. © TKMS

Perusahaan pertahanan asal Jerman, ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS) yang banyak pengalaman dalam perancangan dan konstruksi kapal selam. Dan fakta bahwa TKMS telah banyak mengirim kapal selam pesisir maupun laut biru kepada Angkatan Laut di 19 negara, akan membantu mengantarkan kapal selam generasi masa depan India, P- 75 (I), seperti di lansir dari laman The Hindu.

Angkatan Laut India (Indian Navy) belum lama ini, telah memulai tahap selanjutnya P-75 dengan menerbitkan Request For Information (RFI) kepada Produsen Peralatan Asli atau OEM asing.

Dan sebagai bagian dari kebijakan Kemitraan Strategis telah ditetapkan untuk membangun kapal selam di Inda, TKMS sedang dalam pembicaraan bersama galangan kapal swasta dari India untuk program kapal selam tipe P-75.

Manajer TKMS India, Gurnad Sodhi menyebut bahwa kontrak P-75 akan menjadi tonggak penting bagi perusahaan tersebut dan telah dinantikan oleh timnya guna mengintegrasikan sistem persenjataan apa pun yang akan dipilih oleh Angkatan Laut India.

Enam kapal selam canggih akan dibangun dibawah program P-75 India.

Mengapa propulsi udara mandiri menjadi faktor penting?

Faktor penting dalam sebuah kapal selam non-nuklir adalah sistem propulsi udara mandiri atau biasa disingkat AIP. Sejak pertama kali kapal selam dibuat, ini memiliki tujuan untuk memperpanjang waktu menyelam mereka.

AIP membantu semuanya menjadi mungkin, secara signifikan ini meningkatkan jangkauan bawah laut dan mengurangi risiko ketahuan. Teknologi AIP dari TKMS tersebut akan bisa membantu meningkatkan kemampuan operasi tempur kaapal selam siluman India.

Angkatan Laut India telah mengumumkan bahwa kapal selam Scorpene-Class yang dibuat di dalam negeri tidak akan dilengkapi dengan sistem AIP. Bagaimana India bisa bersaing dengan produsen kapal selam asing lainnya yang memiliki teknologi AIP?

Kebanyakan OEM tidak memiliki teknologi yang terbukti

Sistem AIP Jerman adalah satu-satunya AIP yang telah terbukti di dunia hingga sekarang dan secara aktif digunakan oleh banyak angkatan laut di seluruh dunia.

TKMS telah berkomitmen untuk memberikan transfer teknologi (ToT) yang lengkap pada kapal selam P-75 milik Angkatan Laut India.

Kami telah membangun 2 unit kapal selam Type 209, yang bekerja sama dengan Mazagon Dock Limited (MDL) pada awal tahun 1990-an. Pemerintah India, bulan lalu telah selesai dan menguraikan Mitra Strategis DPP (Defense Procurement Procedure) 2016.

TKMS telah mengunjungi dan memeriksa sebagian besar galangan kapal, baik swasta mau pun pemerintah seperti Larsen & Toubro, Reliance Defense, MDL dan Hindustan Shipyard serta Garden Reach Shipbuilders & Engineers.

“Kami akan dengan senang hati berkolaborasi dengan galangan kapal manapun yang diinginkan pemerintah India untuk membangun kapal selam P-75”, tutur Gurnad Sodhi.

Sistem propulsi udara mandiri (AIP) buatan ThyssenKrupp Marine Systems telah berhasil berjalan pada kapal selam 209PN, 209R, 212A, 214 dan Dolphin. Teknologi tersebut telah diekspor dan saat ini digunakan untuk kapal selam Tipe 214 yang sedang dibangun Korea Selatan dan dengan ToT lengkap bekerjasama dengan Hyundai Heavy Industries.

Bagikan:

  26 Responses to “TKMS Jerman, Siap Beri ToT Lengkap Kapal Selam Siluman”

  1.  

    Untuk Indonesia kapan ya….?

  2.  

    1

  3.  

    Bagusan beli dan TOT U214.
    dari 214 semoga bisa naik ke 218 dan bisa produksi 218 di sini.

    Tetangga hanya bisa beli 218 namun kita bisa dimungkinkan bikin 218.

    Soal beli Kilo sudah irrelevant lagi.
    Panglima teriak2 beli Kilo padahal maksudnya Amur.

  4.  

    Kode nih kode 😀

  5.  

    katanya tertarik killo clas..

  6.  

    ada ini itu , ku bingung pilih yang mana

  7.  

    Pemerintah lagi galau, bingung banyak tawaran mau bali yang mana, tapi duitnya dapat dari ngutang..

  8.  

    Kerjasama bidang maritim sama India mngkin menjanjikan jga kyany :v ToT Scorpene versi India misalnya :v

  9.  

    Semoga…

  10.  

    Semoga indonesia bisa bikin kasel sendiri

  11.  

    Pasti bisalah Indonesia buat kapal selam…..wong masuk 7vprogram strategis salah satunya ya ks.

  12.  

    Fokus : Kebanyakan OEM tidak memiliki teknologi yang terbukti.

    Ini maksudnya siapa?
    Scorpene alias DCNSS?
    Yg vendor itu kalau gak salah, Jangankan teknologi yg bermasalah Persoalan Data Kasel pun bocor 20rb lembar ya? (Yg pegang data hilang tsb juga kepalanya bocor 😆 )

  13.  

    Selalu aja India yg belanja borongan ya gampang minta TOT nya!

  14.  

    Indonesia makin tertinggal jauh dengan india, singapore bahkan malaysia. Bagaimana kinerja dephan? TOT apa yg sdh kita dapatkan selama ini? Cuma separuh2. Bahkan cuma assembling. *bingung

  15.  

    cerdas india klo pilih krjsama gk tanggung2 lgsg sm negara produsennya…dari mulai Rusia,perancis skrg jerman
    beda sm indonesia krjsamanya nanggung dgn korsel yg sm2 masih dlm tahap bljr…akhirnya gk jls

  16.  

    Kabar Changbogo di buat di PT PAL gimana? Sdh dimulaikah? Mungkin para warjager afa yang punya info boleh disharing dimari !!!!!

 Leave a Reply