TLDM Operasikan Kapal Pengukuran Hidrografi Baru

9
aishah-4
Kapal MV Aishah Aims 4 (Bernama)

Pelabuhan Klang – Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) menerima kapal MV Aishah Aims 4 (Aishah Aims 4) yang berkemampuan melaksanakan liputan data pengukuran hidrografi yang luas dan komprehensif.

Panglima TLDM Laksamana Tan Sri Ahmad Kamarulzaman Ahmad Badaruddin mengatakan Aishah Aims 4 diperoleh melalui kontrak sewaan untuk menggantikan dua kapal hidrografi yang ada milik TLDM yaitu KD Mutiara dan KD Perantau yang akan dipensiunkan secara bertahap.

“KD Mutiara yang telah berusia 40 tahun tidak dapat dioptimumkan fungsinya sebagai platform ukur, disebabkan memerlukan biaya operasi yang tinggi. Perbelanjaan untuk operasi KD Mutiara dan KD Perantau melibatkan biaya antara RM25 juta ke RM30 juta setahun.

“Sehubungan itu, TLDM telah mengambil pendekatan di luar kotak dengan mendapatkan Aishah Aims 4 melalui konsep sewaan yang mana biaya operasinya jauh lebih rendah tetapi mampu keluarkan input lebih cepat dan berkesan,” ujarnya selepas menyempurnakan majlis penerimaan kapal itu di Jeti Pusat Hidrografi Nasional (PHN), 15/11/2016.

“TLDM menargetkan keluasan pengukuran sekurang-kurangnya 18,000 km persegi dalam tempo setahun supaya kontrak ini benar-benar berbiaya efektif,” kata Ahmad Kamarulzaman.

Aishah Aims 4 dapat dioperasikan sepenuh masa selama 300 hari setahun berbanding kapal-kapal biasa yang hanya beroperasi selama 100 hari setahun.

Kapal ini dilengkapi dengan sistem pengukuran ‘multibeam’ yang terkini di pasaran dan mampu mendapatkan liputan kedalaman yang luas dalam densiti yang tinggi.

Sistem pengukuran hidrografi akan dikendalikan sepenuhnya oleh 24 pegawai dan anggota TLDM secara giliran, berbanding dengan keanggotaan KD Mutiara yang membutuhkan 120 orang.

Sumber : Sinarharian.com.my

66 KOMENTAR

  1. “KD Mutiara yang telah berusia 40 tahun tidak dapat dioptimumkan fungsinya sebagai platform ukur”

    Ooooo….pantesan salah mulu. Sdh uzur rupanya. Wajar klo salah memetakan Ambalat dan Tanjung Datuk. Ternyata KD Mutiara dan KD Perantau kapal uzur, jd error semua hardwarenya.
    Itu sebabnya tidak bisa membedakan mana karang mana palung dasar laut, akibatnya scorpene malah bonyok terus nabrak karang dikira palung dalam. Ditambah lg awak scorpene yg gak pengalaman….xixixi

    Panglima TLDM saja mengatakan, biaya yg tinggi sehingga tdk mampu lg mengoperasikan. Gmn nanti dng kedatang 6 Gowind Class yg super jaguh dan canggih, pastilah biayanya operasionalnya jg super gede. Ujung2nya hanya dilap lap tiap hr oleh kruenya didermaga spt yg terjadi dny SU30 MKM jaguh.

  2. Kapal survei hidrografi milik TLDM masih berstatus sewa toh? Ane kira TLDM beli sendiri seperti TNI AL, yg membeli KRI Rigel-933 dan KRI Spica dari galangan kapal OCEA Dossier, di Les Sables-d’Olonne, Perancis. Namun tdk mengapa sewa kapal dulu, toh kapal tersebut diawaki oleh askar Malaysia sendiri.

    Baguslah, TLDM mulai memetakan potensi kelautan wilayahnya, sebagai antisipasi jika nanti diganggu china. Namun perairan sekitar LCS yg memisahkan daratan Malaysia semenanjung dengan Kalimantan Utara atau Serawak milik Malaysia apakah juga ikut dipetakan? Mengingat perairan tersebut sudah dikangkangi china, sementara sebagian lagi adalah milik Indonesia, sekitar kepulauan Natuna…

  3. KD MUTIARA sama dengan pendekar lembik,sama2 dah tue…nak ganti KD MUTIARA pun malay tak de wang mesti sewa Wkwkwk…katanya negara jaguh dan lebih kaya dari indonesia tapi kok sewa kapal lembik ini sih…boat kecik seperti ini pun di sewa,macam mana nelayan cina mau takut Wkwkwk

  4. Malon sekarang jadi followers dulu indonesia beli kapal oceanografi di ejek ama antek2 malon sekarang dia malah sewa tak ad uwang sepertinya mereka akan bikin kapal latih juga … Biar pelaut tldm bisa kemudikan kapal percuma kapal baru tak bisa fungsi contohnya apa ya…???

  5. baguslah.. ya minimal sewa jika tidak mampu beli… mayan buat mengurangi pengangguran karena kapal yg lawas dah minta dipijitin terus dan tidak maksimal…. selamat buat tetangga ..biar bisa maksimal lagi ngukur dan meneliti isi lautnya….