Feb 172016
 

A mock-up of the Rajawali-330 UAV at the Singapore Airshow 2016. The Indonesian Army awarded a contract for three such platforms in December 2015. (IHS/Ridzwan Rahmat)

A mock-up of the Rajawali-330 UAV at the Singapore Airshow 2016. The Indonesian Army awarded a contract for three such platforms in December 2015. (IHS/Ridzwan Rahmat)


Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) telah menandatangani kontrak untuk tiga UAV fixed-wing surveillance and reconnaissance, yang dikenal dengan nama Rajawali-330.

Platform Rajawali-330 didasarkan pada UMS SKELDAR F-330 sayap tetap UAV pengawasan, dan sedang dikembangkan bersama dengan lisensi dari produsen peralatan pertahanan Indonesia, PT Bhinneka Dwi Persada (BDP).

Insinyur eksekutif PT BDP, Christeven Bong mengatakan, “kontrak ini diberikan pada bulan Desember 2015. Kontrak mencakup tiga UAV operasional dengan sensor terkait, tiga UAV pelatihan, dan komponen perintah-dan-kontrol terkait seperti konsol operator.” Namun, Bong menolak untuk mengungkapkan nilai kontrak UAV tersebut karena terkait masalah kerahasiaan.

Rajawali-330 memiliki panjang keseluruhan 2,27 m; tinggi 0,9 m; lebar sayap 3,3 m. Memiliki take-off berat maksimum 21,5 kg dan dapat membawa muatan maksimum 10 kg. Didukung oleh mesin piston tunggal, Rajawali-330 memiliki kecepatan tertinggi 70 kt dan kecepatan jelajah 43 kt. Pada payload maksimum, UAV memiliki daya tahan lebih dari delapan jam.

Platform itu disampaikan kepada TNI-AD, masing-masing UAV akan membawa satu kamera elektro-optik / inframerah untuk pengawasan siang dan malam hari, satu kamera hyperspectral, dan satu kamera pemetaan dengan kemampuan Light Detection and Ranging (LIDAR).

Menurut BDP, platform pertama akan dikirimkan pada akhir Maret 2016 dengan pengiriman berikutnya dilakukan pada akhir tahun ini.

IHS Jane’s Defence Weekly

  38 Responses to “TNI AD Akan Sambut Kedatangan “Rajawali 330””

  1.  

    Rajawali_Waliraja

  2.  

    Terus berkarya

  3.  

    WOOOOOOW…..

  4.  

    Jiaaaaah….. pelan-pelan swedia mulai kebagian order nich

    Oom GI bagi uang jajan dong

  5.  

    “OrangPintarMinumTolakAngin”

  6.  

    Kecepatan maks 130 km/jam dan kecepatan jelajah 80 km/jam, dgn endurance 8 jam. Bisa diadu dengan LSU-02. Kira-kira jangkauannya bisa mencapai 640 km, tapi itu tergantung bahan bakar. LSU-02 kecepatannya 100 km/jam dengan endurance sekitar 4-5 jam, jangkauannya 450 km.

    •  

      Saya kok kurang tertarik dengan prestasi indurance dan range uav ini. Klo dibanding wulung ajah mungkin seimbang. Tapi kalah jauh ama LS0D.
      Indurance n range hanya masalah kebutuhan operasional saja yg akan dijalani,
      Dari dulu masalah uav produk tempatan itu (terutama yg jarak menengah-jauh) adalah :
      1.sistem data nya mau ga mau pake BLOS Dimana mandatory kita harus punya satelit sendiri jika tidak mau di sadap/hack.
      2. Itu material kompositnya masih ngejar ringan-kuat dan blum pernah denger ulasan anti jammingnya?
      3. Ga tau kenapa yak, tuh suara mesin kenceng banget dibanding luaran.
      Moga-moga LS06 n wulung NG (hahaha) dah antisipasi.

  7.  

    Siiip

    •  

      Iyya Siiip BUNG. Nampak sekali tak ada koordinaso dan satu komamdo ,bagaimana Indonesia mengembangkan dan menggunakan tehnologi .Masing masing jalan sendiri dengan selera dan keinginannya.

      Padahal kita sudah punya LSU yang di bikin Lapan ,lebih canggih dari ini tapi AD jalan sendiri ..Piye toh iki. Seana’e dewe…

  8.  

    UAV terbaru y ??
    kenapa gak kembangin yg UCAV lngsung kyak reaper ??

  9.  

    Leonya lagi di dandanin, akhir tahun akan datang 11unit.

  10.  

    Nyimak aja

  11.  

    bagus sih produk dalam negeri….tapi nih drone belum canggih bgt cuma bisa buat foto dan recam video off line belom bisa live dari tempat kendali,dronei musti pulang dulu ke marakas laporan sama komandan tadi lihat apa waktu terbang….dari kapasitas load yang mampu di bawa juga tidak banyak 20 kg…dan pusat pengendalian yang minim fitur menjadikan uav ini tidak mampu berbuat banyak sebatas foto dan rekam saja…
    tetapi sebagi karya anak bangsa patut di apresiasi

  12.  

    @admin

    Eeeeh….bung diego, saya barusan di sms sama neng Amel dari singapur, katanya uav yang dibeli tni ad belum bisa bawa LIDAR.

    Itu yang bisa bawa-bawa LIDAR…LIDAR (barang opo to kui…?) uav yang tipenya lebih besar. Ini katanya yang tipe F-720….embuh ahh kikikikik

  13.  

    dah mulai bermunculan tuh alustita ghoib kita. cuma kita nya saja yg menilai terlalu jauh, padahal alustita ghoib tuh seperti UAV dan penemuan mini robot lainnya. kecit-kecit cabe cabean. mantap

  14.  

    bagus tapi tni harus minta uav dipercanggih terus biar bisa sejajar nantinya dengan teknologi luar.

  15.  

    Memiliki take-off berat maksimum 21,5 kg dan dapat membawa muatan maksimum 10 kg. Didukung oleh mesin piston tunggal, Rajawali-330 memiliki kecepatan tertinggi 70 kt dan kecepatan jelajah 43 kt. Pada payload maksimum, UAV memiliki daya tahan lebih dari delapan jam.

    Canggih darimana cuma bisa bawa 10 kg… emg bisa bawa apa granat kalee riset lagi riset lagi foya2 untuk riset tiru tuh cina beli UAV yang canggih dari isroil pelajari kelemahan dan keunggulannya trus copyright paste

  16.  

    beli rudal pelajari sistem roketnya kalau bisa dengan teknologinya!jangan takut berkorban alutsista!

  17.  

    Belinya cuma 3

  18.  

    Dengan spek di atas spertinya rajawali UAV spek nya ga beda jauh dgn UAV lapan LSU 05, bahkan kapasitas playload nya bisa smpe 30 kg, di banding rajawali yg cuma 10 kg. Lagian ini murni bwt indonesia. Kenapa tidak UAV ini yg d kembangkan

  19.  

    heran beta dengan pembelian ini, harusnya yang dibeli yang TERHERON HERON

  20.  

    Cikal bakal menggotong r-han ntaran LSU made in lokal, stepping moving forward ni kerjasama. Biasa,,, teknologi yg susah buatnya selalu di kerjasamain bareng luar untuk di adopsi lalu di inovasikan dengan muatan lokal.
    Develop…develop…menuju kesempurnaan teknologi dan rekayasa industri militer TNI.

  21.  

    PT Bhinneka Dwi Persada ini perusahan penyalur?asembling berdasarkan lisensi atau cuma resaler lokal jual CBU uav???ada yg tau

  22.  

    Beli 3 cuman buat dibandingin sama wulung. Buat gastrek.