TNI Juara Umum Menembak di BISAM 2015

48
181
 Menteri Pertahanan dan Komandan Royal Brunei Armed Force (RBAF) Sultan Hassanal Bolkiah menyerahkan trophy kepada wakil Indonesia dalam BISAM 2015 (foto: BT/Md Asdeny Yakub)

Menteri Pertahanan dan Komandan Royal Brunei Armed Force (RBAF) Sultan Hassanal Bolkiah menyerahkan trophy kepada wakil Indonesia dalam BISAM 2015 (foto: BT/Md Asdeny Yakub)

Bandar Seri Begawan – Tentara Nasional Indonesia (TNI) dinobatkan sebagai juara umum dalam kejuaraan menembak Brunei International Skill at Arms Meet (BISAM) ke 11 dan meraih Trophy BISAM Sultan Cup untuk kemenangan empat tahun terakhir berturut-turut. (1/2/2015).

Kontingen A dari Royal Brunei Armed Forces (RBAF) merebut juara kedua dan diikuti oleh Kontingen B dari RBAF di tempat ketiga.

Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Indonesia, Letjen M Munir, mengatakan lomba menembak ini merupakan platform yang ideal untuk meningkatkan dan membina hubungan pertahanan antar negara.

“BISAM merupakan kompetisi yang spektakuler dan menarik. Dengan semakin banyak negara bergabung, hal ini menjadi lebih kompetitif, “komentarnya saat mengunjungi tim petembak Indonesia.

Sebanyak 18 kontingen yang mewakili 478 petembak ternama dari 16 negara ambil bagian dalam kompetisi tahun ini. Jumlah ini merupakan partisipasi terbesar sejak BISAM pertama pada tahun 1985. kontingen Amerika Serikat dan China juga membuat partisipasi debut mereka di BISAM-11.

image

Tak gentar dengan peningkatan pesaing, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Indonesia mengatakan fokus utama mereka adalah menjalani pelatihan intensif dalam persiapan untuk BISAM berikutnya.

“Kami tidak melihat lawan sebagai fokus utama kami. Fokus kami adalah mempersiapkan semaksimal mungkin dengan pelatihan yang kami miliki… Harapan saya untuk kompetisi berikutnya adalah melihat kontingen Brunei terus tumbuh dengan kekuatannya, karena mereka telah melakukannya dengan baik pada tahun ini, menjadi peringkat di urutan kedua, “katanya.

TNI, kata dia akan terus berusaha meraih kemenangan dan memberikan kontribusi untuk meningkatkan kualitas BISAM. Dia juga berharap lebih banyak negara berpartisipasi di masa depan.

Sementara itu, pemimpin kontingen Brunei Letnan Kolonel Abidin Hj Timbang mengatakan mereka masih bertekad untuk memenangkan kembali Trophy BISAM Sultan Cup. Dia memuji kinerja TNI, yang “mengangkat level” dari kompetisi.

“Kami tidak akan menyerah dan kami akan berlatih lebih keras,” katanya, menambahkan bahwa mereka berencana untuk mengidentifikasi dan memelihara bakat baru di angkatan bersenjata.

image

Dalam sebuah wawancara dengan The Brunei Times, peserta dari Britania Raya dan pendatang baru Amerika Serikat terkesan dengan tingkat kompetisi di BISAM.

“Ini adalah pertama kalinya kami bergabung dalam kompetisi ini dan kami sangat terkesan dengan tingginya tingkat persaingan antara kontingen,” kata Public Affairs Officer dari kontingen AS, Letnan Patrick Hamlin.

Ditanya tentang Brunei sebagai tuan rumah kompetisi menembak internasional terkemuka seperti itu, dia mengatakan semua negara tidak terkecuali yang kecil dapat berkontribusi untuk meningkatkan hubungan diplomatik. “Saya pikir diplomasi tidak hanya dalam hal kekuatan dunia, setiap negara di wilayah ini, di dunia ini terlepas dari ukurannya, memiliki bagian dalam mempromosikan diplomasi,” kata Hamlin. Ia juga menyampaikan pemimpin kontingen AS, Kapten Eric Lo mengucapkan terima kasih kepada keluarga kerajaan dan Kementerian Pertahanan Brunei yang mereka kesempatan untuk bergabung BISAM. Prakash Gurung dari Royal Gurkha Rifle British Army juga mengomentari tingginya tingkat kompetisi di BISAM.

“Ini adalah ketiga kalinya saya bergabung di BISAM dan adanya penambahan pendatang baru (Amerika Serikat, Cina, Thailand, dan Filipina) telah membuat persaingan ketat di BISAM tahun ini. Saya juga sangat terkesan dengan kemampuan Indonesia dan Brunei, “katanya.

Gurung mengatakan bagian yang paling mengesankan dari BISAM 11 adalah kesempatan untuk bertemu petembak jitu dan petembak dari berbagai negara dan membuat teman baru. Dia memuji Kesultanan sebagai tuan rumah yang membawa banyak negara.

“Dengan organisasi dan dekorasi yang baik di Penanjong Garrison, negara indah Brunei telah membuat BISAM menjadi kompetisi yang benar-benar mengesankan,” katanya. (Rabiatul KAMIT dan ABDUL Azim Kassim / The Brunei Times)

48 KOMENTAR

  1. Itu baru juara menembak denga senapan…..apalagi pakai alutsita yang lain…..bakalan gentar musuh melihat kepiawaian komandan dan para prajurit kita dalam menghalau lawan. itu artinya secara umum kemampuan kita berimbang bahkan sdh terbukti lebih unggul. perpaduan prajurit yang piawai dan alat tempur yg modern akan semakin membuat Indonesia Hebat ( bukan KIH di DPR lho…!). KRI sdh membuktikan kehebatannya dlm berkooordinasi dalam satuan tugas pencarian Air Asia, Pilot Sukhoi waktu latihan di Ausie jg mampu melakukan penetrasi sampai daratan Ausi ( beritanya spt itu), bukti kehebatan juga…tp jika waktu itu pakai F16 saya nggak yakin ….llha musuhnya sdh pakai F18 F15 SG, Grippen……lha klo kemudian kita akhirnya memutuskan F16 blok 60 ( padahal pesawat blok ini yg punya/pesanan UEA krn punya duit buanyak) lagian F16 di negara penjualnya jg sdh ditinggalkan sbg pesawat tempur utama. jamin dah jika F lg yg dibeli….langit kita akan kembali diacak acak pesawat asing lagi ….

  2. Kejuaraan menembak ni baru sebagian negara yang berpartisipasi, ntar kita tunggu kejuaraan menembak berskala internasional di korea selatan tahun ni,, yang akan di ikuti banyak negara,, dari negara maju sampai negara berkembang,,, TNI sudah di pastikan mengikuti kejuaraan menembak ini…. maju terus TNI… berjayalah PINDAD