TNI AD Kembangkan Teknologi Nano dan Solar Cell

81
74
KSAD Jenderal Budiman bersama Kadispenad Brigjen Andika Perkasa (kedua dari kiri) memberi keterangan kepada Redaksi BeritaSatu , Jakarta (19/3/2014) (Photo/ Emral)

Jakarta – TNI AD telah mengembangkan teknologi Nano Satelit dan juga mengembangkan teknologi Solar Cell.

“Saya sudah kembangkan dengan Universitas Surya untuk riset. Sudah 16 riset yang akan dibuka ke media tanggal 30 Maret nanti. Antara lain Nano Satelit, Surveillance sebesar Capung, ada sebesar Burung Garuda dan Kelelawar,” kata Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Budiman saat berkunjung ke redaksi Beritasatu Media Holding (BSMH) di Jakarta, Rabu (19/3/2014).

Dia menjelaskan pihaknya juga sedang membangun Peluncur Roket yang murah, Sollar Cell, satelit Base Transceiver Station (BTS), dan Radio CNI. Total anggaran untuk 16 riset tersebut mencapai Rp 30 miliar.

“Semua dibuat dari bahan yang sangat murah. Peluncur Roket sangat murah. Solar Cell akan menjadi yang termurah di dunia. Kami harapkan Solar Cell untuk rakyat karena costnya masih mahal. Tinggal buat mencari bateri yang tahan lama dan murah,” tuturnya.

Mengenai pembangunan BTS, dia tegaskan kedepan tidak lagi komunikasi melalui satelit. BTS itu pemakaiannya gratis dan dijamin keamanannya.

Menurutnya, kebijakan melakukan riset-riset tersebut untuk mendorong industri pertahanan di tanah air. Di sisi lain, agar bangsa ini tidak bergantung pada produk-produk dari luar negeri. Padahal anak-anak bangsa ini bisa memproduksinya. “Di Kementerian Pertahanan (Kemhan), Cybermedia, 96 persen komponen lokal yang buat oleh mereka yang di bawah 30. Ada 35 hecker. Mereka ditakuti dunia,” tuturnya. (beritasatu.com ).

81 KOMENTAR

  1. Banyak anak2 indonesia yg pintar namun pemerintah kurang perhatian untuk memperdayakan keahlian mereka..padahal anak2 indonesia tdk kalah dg negara – negara maju. Sudah banyak yg tlh mengukir prestasi di ajang lomba tingkat dunia. Lomba fisika,matematika maupun sains..

  2. two thumbs up untuk TNI AD !

    mulai dari kejelian memilih Universitas Surya (prof Yohanes Surya cocok jadi next mendiknas)

    …Surveillance sebesar Capung, ada sebesar Burung Garuda dan Kelelawar…
    + top markotop, sebesar capung kira2 kemampuan pengintaian tingkat regu, sudah setara US Army

    …Peluncur Roket sangat murah…
    + semakin murah semakin banyak bisa dipasang mengepung upil

    …Solar Cell akan menjadi yang termurah di dunia. Tinggal buat mencari bateri yang tahan lama dan murah…
    + selain termurah usahakan ukuran sekecil mungkin, agar handy bagi prajurit di lapangan

    …TNI AD telah mengembangkan teknologi Nano Satelit…
    …kedepan komunikasi tidak lagi melalui satelit. BTS itu pemakaiannya gratis dan dijamin keamanannya
    + hmm, berarti Nano Satelitnya untuk recon? mantap!

      • saya pernah liat acara tv mengenai gadget US army yg mirip sekali. Sayapnya berfungsi seperti pesawat fixed wing dan terbuat dari bahan elastis hingga bisa dilipat dan dimasukan tabung kecil. peggeraknya baling2 dengan tenaga batre. dilempar seperti lempar burung merpati untuk pemantauan udara. Mungkin begitu, karena sepintas sangat mirip

      • Mungkin seperti dibilang bung Nowy, bung Gue, maaf gara2 kemarin datang nya telat jadi penjelasannya baru dikasih lagi tanggal 30…

        Tapi kemarin gw lama di stand Puna, nah ini gw tanya2 soal UAV dan UCAV… Dan kabar terbarunya UCAV sudah akan selesai, performa-nya lebih unggul dari Puna sebelumnya. Setelah itu saya bergeser ke litbang TNI AU, disitu saya tanya soal senjata UCAV dan jawabannya “Kalau RX 70 dipasang di UCAV bagus kalo ya mas,” kata ahli litbang TNI AU-nya… 🙂

        • bukan bagus, tapi mantap 😀 untuk patroli udara dengan kemampuan serang. cocok dijadikan drone seperti drone AS di Afgan dan pakistan. bagus untuk menjaga daerah perbatasan dan daerah konflik yang luas dengan kondisi alam yang berat

          • Iya, tinggal ditunggu wujudnya… Apalagi klu Heran udah ada, tinggal dioprek2 lagi biar teknologinya kita masukin ke UCAV buatan bangsa… Salute

  3. Semoga riset solar cellnya terus dilakukan. Terakhir th 2005 an riset solar cell terkendala dengan mesin pembuatnya dan pembuatan tempat yg bebas debu. Selain itu jg kita hanya bisa buat semikonduktor silikon 90 nm dengan versi gugus elektron 110. Yang gugus 111 belum bisa. Padahal ahli material semikonduktor ada(lulusan jepang) banyak. Pak Moel jg hrs mengembangkan senjata LASER. Krn trennya kesana. Banyak lho yang ahli LASER n LIDAR pak moel di indonesia. Bisa diberdayakan. Mereka hanya butuh dana riset. Nasionalisme mrk jg bagus lho pak.

    • Sinar laser ini memang akan trend nanti, dari segi kecepatan, yang namanya sinar atau cahaya pasti lebih cepat dibandingkan kecepatan suara atau march. Secara ketepatan, pastilah tidak gampang dikelabui oleh senjata pengecoh rudal shg akurasinya bisa lbh tinggi.

  4. Semoga ke depan lebih banyak lagi yang bisa diperkecil tanpa mengurangi.kemampuan spt radar, peluru, roket dll. Dulu ICBM uni soviet/ rusia berukuran besar (salah satu contohnya adlh R-36/ NATO reporting name: SS-18 Satan). Ketika rusia berhasil memperkecil jajaran ICBMnya (RT-2PM Topol/ SS-25 Sickle) sehingga bersifat mobile, gemparlah dunia militer barat. Cmiiw.

  5. akhirnya TNI sudah mulai membawa bawa nama hacker… 😀

    senang rasanya….
    kemajuan china dalam pengembangan militernya juga tidak lupa dari peran Peretas mereka yang sangat mumpuni dan terkoordinasi.

    jadi sudah saatnya para pemerintah membentuk koordinasi cyber army untuk def dan attack

    yang diarahkan dan integrasi ke semua matra.

    cuma pendapat
    maaf cucu lancang

  6. @all

    dan

    buat diego or admin jkgr

    Tolong jauhkan forum ini dari politik , saya harap semua warjager disini lebih dewasa untuk tidak membahas perpolitikan apa lagi sudah mengejek,menghina,mengusung dsb pada salah satu capres, ini forum militer.

    saya tidak membela siapapun .

    biarkan politik ke forum politik,militer ke militer

    ”TEMPATKAN SESUATU PADA TEMPATNYA”

    admin jkgr mohon di bann untuk kedepannya bila ada yang membicarakan poltik apa lagi menyebut salah satu kandidat, bagi saya tidak lebih terhormat dari junker/ngetorll

    saran dan kritik
    tiada kata maaf,
    cucu lancang

  7. @bung danu

    saya sudah membaca , saya selalu baca walaupun saya tidak komen ,

    intinya kembali ke topik aja..tidak usah ber larut2 mempermasahlahkan

    ini koment saya terakhir tentang ini.

    dan tanggapan dari komen anda.

    @bung diego or admin

    silahkan catat”Bann bagi yang komen tentang politik / kandidat tanpa PERINGATAN!!!!!”

    maaf cucu lancang

  8. Saya jadi ingat film GI Joe, filmnya sgt visioner. Ada dua alat perang yg saya kagumin di film tsb, yaitu sejenis kumbang yg bisa terbang, intai dan bisa meledak lalu sejenis baju yg bisa membuat pemakainya tdk kelihatan.

    Untuk masa depan, memang kekuatan militer harus didukung oleh kekuatan riset yg handal. Kita akan mjd negara maju bila banyak lembaga riset bekerja shg bisa menghasilkan karya2 yg visioner, futuristic, dan usefull.