Nov 092018
 

Mekatronik, peluncur otomatis mortir 81 mm oleh Dislitbang TNI AD © Army Recognition

JakartaGreater.com – Di area stan pameran, TNI AD sedang menampilkan mortir 81 mm yang baru dengan dilengkapi autoloader. Peluncur mortir otomatis ini ditujukan untuk diangkut pada trailer beroda empat yang sangat ringan, menurut Army Recognition.

TNI AD dengan senang dan bangga memberikan penjelasan tentang peluncur mortir 81 mm barunya yang disebut Mekatronik. Sistem ini memiliki berat 825 kg. Ini dilengkapi autoloader hidraulik didukung oleh mesin 24 volt DC.

Mekatronik ini dapat berputar360°, dengan sudut elevasi minimum 45° dan maksimum hingga 83°. Laju putaran tembakan adalah sekitar 5 amunisi per menit.

Mekatronik Mortir 81 mm bersanding dengan tank medium Harimau buatan Pindad © Army Recognition

Peluncur mortir otomatis yang sepenuhnya asli ini adalah hasil dari sebuah proyek yang diluncurkan pada tahun 2016 silam. Kemungkinan besar, trailer yang digunakan untuk menampilkan mortir sebagai transportasi darat bukanlah model sebenarnya yang akan dibeli oleh tentara, karena itu tidak dapat digunakan pada jalan offroad.

“Ini merupakan hasil kerjasama dengan peneliti dari Institute Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya”, ujar Kepala Laboratorium Dislitbang Batujajar, Letkol Cpl Simon P Kamlasi saat pemaparan di kantornya, di Batujajar, Bandung, Jawa Barat,

Laboratorium Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD mengembangkan Mekatronik Mortir 81 mm yang bisa ditempatkan di kendaraan tempur taktis, seperti Panser Anoa.

Pembuatan mekatronik mortir ini merupakan generasi kedua, dimana pada tahun 2015 pihaknya juga pernah membuat mekatronik mortir. Ini lebih baik dibandingkan generasi pertama, ujar Simon.

  5 Responses to “TNI AD Pamer Peluncur Mortir 81 mm Otomatis, Mekatronik”

  1.  

    wah wah wahh
    di tingkatin tuh jadi peluncur mortir 120 mm biar bisa ngelawan tank sekelas MBT
    jangan lupa di pake di anoa, badak atau hullnya tank harimau
    dijamin keren dan hebat

  2.  

    Maaf tanya, menembak lima amunisi/menit itu tergolong efktif tdk? Terimakasih.

    •  

      teegantung ukuran dan jenis mortirnya
      kalau 81 mm efektif lawan infantri
      kalali 120 mm efektif lawan kendaraan lapis baja seperti tank dan apc ifv
      kalau menembak 5 amunisi permenit ya sangat efektif, bisa menargetkan lebih dari satu target diarah yang berbeda tanpa reload manual dan bisa menghemat waktu dan jumlah kru yang mengoperasikannya

  3.  

    by the way anyway busway… gimana dengan perkembangan roket anti tank (SLT) yang sedang dikembangkan ya? apakah udah ada kemajuan atau malah kemunduran? adakah yang punya bocoran infonya?

  4.  

    Asal jgn seperti yg sudah2 hy sebatas jg prototype!

 Leave a Reply