JakartaGreater.com - Forum Militer
Feb 192015
 

image

Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menerima penyerahan alutsista baru berupa dua buah Kapal pendarat serbaguna 1000 Dead Weight Tonnage (DWT) yaitu KM ADRI XLVIII dan ADRI XLIX, dan dua buah Tug Boat yaitu AD1 dan AD2, serta suku cadang dari PT. Putrindo Adiyasa Perkasa di Galangan II PT. Dok Kodja Bahari Tanjung Priok, Rabu (18/2).

Usai penyerahan dan penandatangan naskah serah terima kapal, maka kapal-kapal serta suku cadang yang merupakan pengadaan dari Kementerian Pertahanan RI ini, resmi diserahkan kepada TNI AD untuk memperkuat Direktorat Perbekalan dan Angkutan Angkatan Darat (Ditbekangad) sebagai kekuatan alat angkut air di jajaran TNI AD.

Dalam sambutannya, Kasad menyatakan bahwa kapal-kapal ini merupakan hasil karya dan kerjasama anak negeri yaitu personel Ditbekangad dengan para tenaga ahli dan pelaksana pembangunan dari PT. Putrindo Adiyasa Perkasa, PT. Tesco Indomaritim, PT. Dok Kodja Bahari dan PT Pindad. Penyerahan kapal ini juga menjadi bukti dukungan dan komitmen TNI AD dalam mendukung industri nasional dalam pengadaan berbagai peralatan pertahanan dan alutsista.

image
Dikatakan Kasad bahwa kebutuhan kapal sebagai alat angkut air sangatlah krusial dalam pelaksanaan tugas TNI AD, baik untuk sarana transportasi/mobilisasi (pergeseran pasukan) maupun sebagai sarana untuk mengangkut logistik ke seluruh pelosok tanah air. Hal ini mengingat kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang dikelilingi oleh perairan. Itulah mengapa penambahan dua unit kapal ini sangat berarti bagi TNI AD, khususnya Ditbekangad, dalam meningkatkan kinerjanya untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AD.

Kasad juga berharap ke depannya, pengadaan alat angkut air seperti ini harus ditingkatkan jumlahnya sesuai kebutuhan, namun dengan tetap memperhatikan kualitasnya, sesuai dengan tuntutan modernisasi yang tengah digalakkan di lingkungan TNI AD.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Kasad menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Menteri Pertahanan RI yang telah mendukung program pengadaan dua unit kapal pendarat serbaguna 1.000 DWT, Tug Boat dan suku cadang ini. Selain itu Kasad juga mengucapkan terima kasih kepada Dirbekangad dan segenap Direksi PT pendukung yaitu PT. Putrindo Adiyasa Perkasa, PT. Tesco Indomaritim, PT. Dok Kodja Bahari dan PT Pindad, seraya berharap kerjasama yang telah terjalin baik ini dapat terus dilanjutkan, bahkan lebih ditingkatkan lagi di masa yang akan datang.

Khusus kepada Dirbekangad dan jajarannya, Kasad berpesan agar memelihara dan mengoperasionalkan armada kapal ADRI XLVIII dan ADRI XLIX ini dengan sebaik-baiknya dan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku, sehingga dapat memperpanjang usia pakai kapal dan terutama guna memastikan tidak terjadi permasalahan selama dalam pelayaran.

image
Sementara itu, Dirbekangad Brigadir Jenderal TNI Pasenga Talilah menyampaikan bahwa kedua kapal ini akan menjadi armada andalan Yonbekang-4/Air, dimana pengoperasionalan kapal ini akan berada di bawah satuan tersebut. Dirbekangad juga berharap dengan tambahan kapal ini, satuan Bekang akan semakin profesional dan dapat meningkatkan kinerja satuannya.

Adapun spesifikasi kapal KM ADRI XLVIII dan ADRI XLIX yaitu memiliki panjang 68 meter, lebar 13,50 meter, tinggi geladak 5,70 meter, sarat air 2,75 meter. Kapal ini dilengkapi dengan mesin penggerak dengan ukuran 2 x 720 HP, kecepatan maksimal yang bisa dicapai yaitu 20 Knot, dengan tanki bahan bakar berkapasitas 250 ton, dan tanki air tawar berkapasitas hingga 432 ton, serta ruang palkah bervolume 1.450 m3.

Untuk muatan yang bisa diangkut oleh kapal pendarat serbaguna ini yaitu 300 orang pasukan dan perlengkapannya, 22 unit kendaraan truk seberat masing-masing 5 ton, 12 unit kendaraan tempur roda ban/rantai, atau bekal/materiil seberat 500 ton. Sementara jarak jelajah kapal ini bisa mencapai 3.000 mil laut.

Spesifikasi untuk Tug Boat AD1 dan AD2 yaitu, memiliki panjang seluruhnya (LOA) 15,20 meter, panjang antar garis (LPP) 13.80 meter, lebar luar (Mld) 5,15 meter, sara air atau design sepanjang 1,50 meter, dan kecepatan mencapai 6 knot. (Dispenad)

Berbagi

  23 Responses to “TNI AD Terima Kapal LCU dan Tug Boat”

  1.  

    Semakin kuat semoga

  2.  

    Dua

  3.  

    Banyak banget kapal baru TNI ya. Katanya kesulitan BBM tapi kapal baru kok datang terus ya.? Gagal paham…..hehehe.

  4.  

    Tni ad jg pnya kapal ya??

  5.  

    Apa kabarnya LCT pengangkut leopard KRI 520 Teluk Bintuni? Apa sudah dioperasikan, karena kabarnya terakhir dalam uci coba masih ada masalah dengan mesin dieselnya? Apa sudah uji coba debarkasi/ embarkasi Leopard, dan angkut Leopard ke Sumatera/ Kalimantan? Ini harganya 300 M bung, kalau gagal berarti pemborosan besar2an, dan Leopard akan terpanteng di Jawa saja.

    •  

      Salam bung Antonov. KRI teluk bintuni (LST) 2 mesin utamanya buatan korsel, all computerized. Ini sama aja seperti mobil BMW kl mogok mau gak mau harus bawa ke bengkel resmi BMW nya ditangani langsung teknisi lewat komputer deh. nah soal bintuni katanya sudah didatangkan teknisi dari korselnya. mungkin yg di biro lampung bisa gali info ke PT DRU lampung soal kapal ini masalah engine nya sudah fixed apa belum.

  6.  

    LCU..ini mampu ngangkut tank juga. lhah bedanya dg LST…apa ya?

    110 ton daya muatnya. berarti bisa 1 buah leopard nih.

    •  

      Numpang bung arya.. Klo situasi emergency kapal roro bs di maksimalkan bung.. Infrastruktur da bagus kok di seluruh indonesia.. Nuwun

    •  

      Hayo, apa bedanya? 😉

      Soalnya, LPD milik TNI-AL juga membawa LCU lho! 😉

      Kalau tahu apa fungsi LCU dan perbandingannya dengan LPD dan LST, pasti akan jelas di kepala bahwa tidak ada permasalahan TNI-AD punya LCU. 🙂

      Sama saja dengan pertanyaan, kenapa TNI-AL dan TNI-AD punya helikopter dan pesawat terbang? Apa bedanya dengan helikopter dan pesawat terbang TNI-AU? 🙂

  7.  

    Untuk mendukung visi maritim Jokowi dimasa damai ini Kapal ini bisa di fungsikan untuk membawa logistik ke daerah yang belum punya pelabuhan layak. Untuk daerah timur,pulau pulau terpencil tapi berpenduduk.Kalau kita tenggok berita di televisi,waktu mau Idul Adha ,kambing yang di bawa dari Nusa tenggara di lemparkan saja ke laut ,disuruh berenang sendiri ke pantai karena kapal tradisional tidak bisa merapat.Padahal tempat tujuan kapal adalah kota kota kecil di pulau Jawa.Apalagi Indonesia timur pasti lebih butuh lagi.

  8.  

    Saatnya punya kapal induk atau kapal landing helikopter dock, kapal landing ship tank, kapal landing platform dock, ayo indonesia pasti bisa

  9.  

    klo perahu bwt mancing ikan kira” harganya berapa yah,,,

  10.  

    ALHAMDULILLAH.
    tambah terus, kekuatannya. buat jaga-jaga di perbatasan.

  11.  

    entah apa yang terjadi dalam strategi dunia militer indonesia…bila kini nyatanya AD jua ingin punya alusista laut.apakah sekarang daerah pinggiran laut akan diambil alih AD dalam hal keamanannya !!!!ataokah AD minta bagian wilayah didaerah pesisir dan rawa pedalaman sebagai ganti rugi mengingat anggaran sekarang lebih dititik beratkan pada pembangunan alusista laut dan udara !!!!

    •  

      Bukan begitu bung. Kapal itu khusus untuk deploy logistik milik AD ke kodam2 dan satuan2 AD yg lain yv tersebar di pulau2 seluruh indonesia.. Bisa dibayangkan pergeseran material tempur atau non tempur TNI AD kita tiap bulan sangat besar dan frekuensinya pun sering bung jadi dibutuhkan kapal angkut milik sendiri.

    •  

      Hayo, apa bedanya? 😉

      Soalnya, LPD milik TNI-AL juga membawa LCU lho! 😉

      Kalau tahu apa fungsi LCU dan perbandingannya dengan LPD dan LST, pasti akan jelas di kepala bahwa tidak ada permasalahan TNI-AD punya LCU. 🙂

      Sama saja dengan pertanyaan, kenapa TNI-AL dan TNI-AD punya helikopter dan pesawat terbang? Apa bedanya dengan helikopter dan pesawat terbang TNI-AU? 🙂

 Leave a Reply