TNI Akan Bangun Markas Batalyon Artileri Pertahanan Udara di Kupang

45
43

Giant Bow I & Zur -23 -2KG Gun / Misile.
Giant Bow I & Zur -23 -2KG Gun / Misile.

Markas Besar (Mabes) TNI berencana membangun Markas Batalyon Artileri Pertahanan Udara di wilayah Camplong, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada tahun 2017.

Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang, Brigjen TNI Heri Wiranto, mengatakan bahwa hal itu merupakan salah satu rencana strategis TNI dalam rangka mengamankan wilayah perbatasan.

Brigjen Heri menjelaskan bahwa pembangunan artileri pertahanan udara tersebut diperlukan mengingat NTT berbatasan dengan wilayah udara Timor Leste dan Australia.

“Alutista yang akan ditaruh di Camplong juga adalah alutista yang sudah sangat modern, yang tentunya yang mampu untuk menjatuhkan pesawat-pesawat musuh jika terbang di atas wilayah Indonesia,” ujar Brigjen Heri, seperti dilansir Antara pada Jumat (11/11).

Komandan Korem 161/Wirasakti mengatakan bahwa pembangunan artileri pertahanan udara di Camplong tersebut bukan berarti bahwa wilayah Indonesia Timur sedang dalam ancaman dari musuh. Namun menurutnya, rencana itu sebagai bagian dari kesiapan TNI dalam menjaga wilayah Indonesia.

Selain artileri pertahanan udara, TNI juga akan membangun markas kavaleri yang kekuatannya mencapai satu setingkat kompi di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste pada tahun 2017. “Untuk komando kavaleri nantinya alutista yang disiapkan berupa tank-tank yang memang disiapkan untuk pertempuran darat,” ujar Brigjen Heri.

Sumber: Antara

45 KOMENTAR

    • Jangan pakai meriam di atas nembak pesawat target yg terbangnya lambat tdk kena-kena padahal entu sasaran di keroyok tembakan apalagi mw nembak jet tempur keburu di jatuhi bom jdamm mending meriam otomatis twin 35mm atau oarliend skyshield kombinasi manpads….kalo main di rudal seperti NASSAM atau s-300 kan mustahil untuk saat ini…..

    • Jangan terlalu meremehkan !, di negara2 maju pun masih menggunkannya.

      AA-GUN itu mempunyai dual fungsi bung !
      sebagai anti udara , peperangan kota & Hutan dan juga sebagai anti Tank.
      contoh di suriah, tank pada Njebluk kena terjang dari peluru dari AA-Gun ini.

      di china menggunakan twin dan multi barrel dari jenis gatling canon karena Fleksibilitasnya.

      • Kembali ke pada penempatannya fungsi utama sbg “pertahanan udara” bung,bagaimana kalo saya bilang begini mending AAgun multi fungsi dari pada s-300 atau NASSAM yg fungsinya cuma pertahanan udara pasti ada yg bilang tergantung fungsinya kalo pertahanan udara jelas s-300/NASSAM jelas jauh lebih unggul karena bisa menembak sasaran udara dri jarak jauh dan ketinggian, jdi sy kira coment saya berdasarkan peruntukannya,salam….

  1. bahwa pembangunan artileri pertahanan udara di Camplong tersebut bukan berarti bahwa wilayah Indonesia Timur sedang dalam ancaman dari musuh,…..maaf pak komandan kalimat peninggalan orde baru seperti ini sudah tidak sesuai dijaman ini….tegas saja pak, ..betul bahwa di wilayah timur saat ini kita sedang bersiap mempertaruhkan kedaulatan RI….gitu pak…saya yang tidak tentara saja berani tegas pak, bisa kuwalat saya kalau tidak berani membela ibu Pertiwi…..

  2. Batalyon hanud ?

    Apa ini batalyon komposit ya ?

    Kalau benar komposit berarti ada meriam 1 baterai (4 – 6 meriam), ada rudal jarak pendek 1 baterai 4 kendaraan, dan ada rudal jarak menengah 1 baterai 4 launcher.

    Kupang berbatasan dengan Timor Timur dan Australia.

    Apakah akan diambilkan dari serial Norinco AA Gun, QW3 dan Sea Dragon 50 ?

  3. Giant Bow

    Proyektil ukuran 23 mm.

    Kecepatan luncur proyektilnya mencapai 970 meter per detik. Sementara untuk jarak tembak, untuk sudut vertikal maksimum 1.500 meter, dan sudut horizontal maksimum 2.000 meter. Tapi, bila bicara jarak tembak mendatar maksimum bisa hingga 2.500 meter. Untuk merontokkan pesawat yang terbang rendah sudah barang tentu perlu kecepatan tembak yang spektakuler, secara teori disini 1.500 – 2.000 proyektil dapat dimuntahkan dalam 1 menit. Sedangkan untuk kecepatan tembak praktis 400 proyektil per menit.

    1500 proyektil per menit = 1500 / 60 detik = 25 peluru / detik per laras.

    Kanon ini beroperasi secara salvo 4 meriam laras ganda.

    4 x 2 x 25 proyektil = 200 proyektil / detik.

    Rudal yang datang tidak akan lolos dari kanon ini.

    Selain itu kanon ini bekerja sama dengan rudal jarak pendek dan jarak menengah sebab 1 batalyon arhanud yang akan didirikan itu adalah batalyon komposit.

    Rudal jarak pendek dan jarak menengah yang akan menghabisi pespur yang menyerang. Kanon Giant Bow ini akan melumat rudal yang sudah terlanjur dilepas oleh pesawat lawan.

  4. Untuk menjaga arhanud sekelas ini….ternyata di darat harus dijaga 10 tank ya..belom divisi mekanisnya..ternyata kita masih butuh banyak tank..utk menjaga aset..kenapa tidak dikembangkan pembelian Marder 2nd..Dengan 35mm dari oerlikon/China ya lumayan utk perisai udara dan memperkuat divisi mekanis..sebenarnya efektif juga beli 200 unit lagi Marder 2ndnya…