Nov 272014
 
KRI John Lie. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

KRI John Lie. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com – TNI Angkatan Laut sedang galak menahan kapal asing yang mencuri kekayaan maritim di Indonesia. Namun mereka mengaku masih memiliki hambatan dalam pengamanan di laut. Salah satunya keterbatasan armada kapal perang yang ada saat ini.

Jumlahnya masih sangat kurang untuk mengamankan wilayah laut Indonesia yang sangat luas.

“Keterbatasan kapal masih menjadi kendala. Saat ini hanya sekitar 60-70 kapal yang melakukan operasi di tiga alur laut kepulauan Indonesia (ALKI),” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir, kepada Antara, Rabu (26/11).

Kadispenal yang didampingi sejumlah stafnya di jajaran Dispenal, mengatakan, dalam menjalankan tugasnya, kapal-kapal patroli tersebut sudah melaksanakan konsep operasi pengamanan ALKI, perbatasan, dan operasi-operasi yang dilaksanakan karena tugas-tugas TNI AL sendiri.

Dengan luas lautan yang dimiliki Indonesia, idealnya TNI dapat mengoperasikan 300-400 KRI. Jumlah ini jauh lebih besar dari jumlah yang saat ini dimiliki, yaitu baru 151 unit.

“Dengan menghitung luas laut yang harus diawasi, dibandingan dengan jumlah kapal, kecepatan kapal dan daya deteksi, idealnya dioperasikan segitu (300-400 kapal),” kata Manahan.

Tak hanya itu, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk mengoperasikan kapal perang juga belum memadai.

“Pada 2012 kuota BBM hanya 13 persen, pada 2013 meningkat menjadi 21 persen. Pada 2014 ini bertambah menjadi 41 persen dari kebutuhan untuk operasi pengamanan laut,” ujarnya.

Namun demikian, TNI AL kini juga sudah mampu mengeliminir kekurangan ketersediaan kapal patroli. Caranya, dengan meningkatkan kapabilitas seluruh kapal patroli yang dioperasikan untuk membantu mengurangi upaya-upaya illegal fishing.

“Kita memiliki komitmen untuk melakukan pengamanan laut agar kasus-kasus pencurian ikan dapat diminimalisir,” katanya.

Manahan menambahkan, dengan adanya perubahan Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) menjadi Badan Keamanan Laut (coast guard), maka operasi keamanan laut akan lebih efektif dan efisien dalam penggunaan bahan bakar. (merdeka.com)

Bagikan :

  31 Responses to “TNI AL baru punya 151 kapal perang, idealnya 400 KRI siap tempur”

  1.  

    semoga cepet nambah…
    aamiin…

  2.  

    absen malam

  3.  

    jangan 400, kalo bisa ya nyampe 1000 unit

  4.  

    Kira2 yang kurang itu jenis kapal apa ya….???

  5.  

    Tambah lagi kapalnya yg buanyakk…

  6.  

    Dengan memperbanyak KCR mungkin bisa sedikit mengcover kekurangan itu..

  7.  

    INOVASI TEKNOLOGI DONG
    Kapal perang TENAGA SURYA, Kapal perang dengan sistem baterai air laut. Tentunya harus menemukan dan mengembangkan elektroda khusus yang dapat mengubah air laut menjadi listrik. Ada nggak?

  8.  

    pokoknya nkri harha mati pencuri hukum mati

  9.  

    lebih baik bakamla cpt operate, gabungkan semua kapal patroli milik bea cukai, pol airud, dep.kelautan, dephub, angk laut … semua instansi musti sinergi neh, trus tiap instansi BKO kan personelnya, jadi setiap kapal patroli di isi personel lengkap tiap instansi dan mampu menghadapi & menyelesaikan semua jenis pelanggaran di laut … sekalian integrasikan dg pswt patmar & radar pantai

  10.  

    Gunakan saja Drone Mata2 bertenaga surya yang mengapung dan setengah tenggelam berbentuk hewan laut yang memiliki cctv live streaming yang terhubung dengan satelit militer milik Indonesia yang bakalan di launching di 2016 dan juga perlunya pembangunan pangkalan tni au baru di sepanjang perbatasan dan juga pembangunan ekonomi terpadu di perbatasan

  11.  

    Saya kagak percaya kalo cuma punya segitu

    •  

      Hihihi….bisaan Bung@ Boldun…. Salam kenal bung. Iya ya… Gimana kita mau yakin ya jumlahnya segitu. Kan dah jadi lagu wajib kita selalu mendowngred ke publik baik kwalitas maupun jumlah alutsista. Musti teope sikrit deh katanya… Hihi.. Padahaaalll….. Guaharrrr en bikin mrinding pastinya.

  12.  

    masih belum jelas nih 400 KRI utk semua Armada TNI AL itu kelas apa saja krn TNI-AL jarang memberi info misal kelas Frigate Minimal harus Brp? Korvet brp? LST..? LPD..? KCR..?,Kapal Bantu Cair..? dll..jadi kan tau KRI kelas mana yg harus didahulukan agar bisa jadi prioritas dalam MEF misalnya

  13.  

    Kalo TNI-AL terkendala dengan BBM, yah solusinya membeli atau membuat drone untuk memantau perairan, selain itu kan dapat melakukan koordinasi lintas satuan udara baik menggunakan helikopter ataupun dengan pesawat tempur agar perairan ataupun darat dapat tetap terawasi

  14.  

    yang paling realistis adalah melengkapi kapal perang kita dari berbagai jenis baik atas permukaan maupun bawah permukaan diutamakan yang untuk kombatan hingga total mencapai 200 kapal perang dulu

    kemudian sediakan dana untuk penelitian dan pengembangan bahan bakar nabati pengganti bbm solar agar operasional KRI bisa maksimal dan menghemat biaya, gandeng semua pemangku kepentingan dari swasta maupun pemerintah lintas sektoral, saya yakin kita mampu ……..

  15.  

    Semogah cpt bertambah amin…

  16.  

    ya ditambah lagi unit KCR pak yang banyak buat patroli

    buat patroli pak,jangan sampe kapal perang malah buat patroli :mrgreen:

    •  

      Hahaha betul, itu yg banyak terjadi 😀 Bbrp tahun lalu itu bahkan kapal kelas LST ex-jerTim itu kadang2 dipakai patroli juga… ya ga bisa ngejar kapal2 itu.

      Harapannya ya KCR-40, 60 dan tentunya Klewang itu yg jadi tulang punggung patroli.

  17.  

    tenang-tenang BBM sudah naik, nanti pajak akan dinaikan juga, mau berapa kapal kita bs bikin asal tahan lapar ya

  18.  

    Bangsa Indonesia adalah bangsa petarung yg gigih dan penuh kesabaran. Bukan sombong, tp itulah kenyataan yg ada!
    Dan saya yakin sikap itu selamanya tdk akan hilang dari diri kita. Semoga. Amin!
    Jadi walaupun saat ini tni al kita masih belum punya kri yg siap tempur dalam jumlah yg ideal dan bbm yg melimpah, mk keadaan itu tdk akan membuatnya patah semangat. Apa lagi pemerintah pasti akan menambal kekurangan itu, insyaalloh, walau secara bertahap, sesuai dgn kehendak rakyat.
    Jayalah selalu tniku!

  19.  

    Dengan sendirinya suatu hari nanti jika perikanan mempunyai lompatan besar dalam hal menghasilkan pemasukan devisa negara, tentunya akan sangat mudah memenuhi BBM operasional kapal patroli…. tetap jaya TNI…!!! semoga makin gahar di lautan…..

 Leave a Reply