Nov 242016
 
KRI Rigel-933

KRI Rigel-933

Jakarta – TNI Angkatan Laut membutuhkan 12 kapal perang jenis Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) untuk melakukan pemetaan bawah laut.

Hal ini diungkapkan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi saat melantik Laksamana Pertama TNI Harjo Susmoro sebagai Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut (Kapushidrosal) di Mako Pushidrosal, Jakarta, (23/11/2016).

“Kebutuhan kita akan kapal jenis ini paling tidak 12 kapal,” ujar Laksamana Ade.

Sebanyak 12 kapal yang dibutuhkan, terdiri atas kapal operasi, kapa survei dan latihan, serta kapal perbaikan.

Menurut Laksamana Ade Supandi, Pushidrosal memiliki kedudukan strategis sebagai lembaga hidrografi nasional dan hidrografi militer TNI AL.

Sesuai tugas pokoknya, Pushidros harus menyiapkan data dan informasi hidrografi serta Oseanografi untuk kepentingan TNI maupun publik berupa peta laut.

“Kalau ada 12 kapal, nantinya empat di timur, empat di tengah dan empat kapal lagi di barat. Kondisi sekarang kan dengan KRI Rigel dan Spica yang baru, ditambah yang lama namun usianya sudah di atas 30 tahun. Kita tetap gunakan sambil melakukan peremajaan,” ujarnya.

Sebagai lembaga hidrografi nasional, Pushidrosal merupakan wakil pemerintah pada International Hidrografi Organization (IHO).

Tugasnya yang kompleks tidak hanya untuk mendukung keselamatan pelayaran, tapi juga untuk perbaikan infrastruktur pelabuhan, ekspolitasi dan eksplorasi sumber daya alam, pembangunan wilayah.

“Memang hampir 70% survei kita merupakan hasil dari tahun 1890-an, itu kita update, khususnya yang terkait perekonomian seperti pembangunan infrastruktur pelabuhan, terkait dengan rute-rute laut yang aman untuk navigasi, dan demografi karena gempa, tsunami dan sebagainya,” ujar KSAL.

Sumber : Sindonews.com

Bagikan:
 Posted by on November 24, 2016