Jun 282019
 

Jakarta, Jakartagreater.com    –    Navy (RAN) menggelar rapat perencanaan awal atau Initial Planning Conference (IPC) dalam rangka mempersiapkan Latihan Bersama, Exercise New Horizon 2019, di Canberra, Australia dari tanggal 25 hingga 27 Juni 2019.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Director General Maritime Operation (DG MAROPS) Commodore Matt Buckley, dengan tujuan untuk membahas garis besar pelaksanaan latihan yang meliputi waktu, tempat, materi atau jenis latihan maupun unsur yang terlibat.

Dalam rapat tersebut dihadiri juga oleh Atase Pertahanan RI di Canberra, Laksamana Pertama TNI R.Teguh Isgunanto dan Atase Laut Australia di Jakarta Captain Matt Brown. New Horizon merupakan sandi latihan bersama antara TNI AL dan RAN yang dimulai sejak tahun 1990 dan diselenggarakan setiap 2 tahun sekali.

Tujuannya adalah untuk mempererat hubungan kerja sama antara TNI AL dengan RAN serta meningkatkan profesionalisme prajurit matra laut. Selanjutnya Planning Conference dipimpin oleh Staff Officer of Maritime Operation dari RAN, Commander Ian Hutchins, beserta 3 perwira RAN lainnya.

Sedangkan delegasi TNI AL dipimpin oleh Paban III Latihan, Staf Umum Operasi TNI AL Kolonel Laut (P) Sigit Santoso bersama 2 perwira TNI AL. Rapat telah menghasilkan kesepakatan bersama, antara lain latihan akan diselenggarakan di perairan Surabaya/Laut Jawa pada medio November 2019 mendatang dengan melibatkan, KRI kelas Diponegoro, KRI kelas Fatahillah serta Helilopter TNI AL.

Sedangkan dari RAN akan mengerahkan kapal Frigate HMAS Toowoomba dan satu oil tanker HMAS Sirius serta Helly MH60R (RAN) dengan materi latihan dititikberatkan pada aspek peperangan permukaan laut. (Dispenal)

  One Response to “TNI AL dan Royal Australian Navy Siapkan Exercise New Horizon 2019”

  1.  

    Per 30 Juni 2019 fregat Australia HMAS Newcastle sudah dipensiun, saya berharap TNI AL mau rayu Australia untuk hibahkan ke kita untuk perkuat jajaran armada RI, HMAS Newcastles aslinya Hazard Perry Class US Navy masuk kapal perang yang sangat tangguh dihantam beberapa rudal dan sengaja ditabrakkañ ke ranjau laut ini kapal tetap perkasa dan ogah tenggelam, butuh waktu setengah hari setelah dijadikan target rudal berjamaah dan berbagai macam senjata laut baru tenggelam ni Hazard Perry Class….masalahnya mungkin Australia dan Amerika mungkin tidak rela ini kapal perang dihibahkan ke TNI AL