Jun 252016
 

Setelah terjadinya insiden antara kapal nelayan Tiongkok yang dikawal Cost Guard Tiongkok dengan KRI Imam Bonjol-383, TNI Angkatan Laut dari Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) mulai meningkatkan patroli di perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar), Laksamana Muda TNI A. Taufiqoerrochman,? mengatakan bahwa kehadiran Presiden Joko Widodo di Natuna pada hari Kamis (23/6) kemarin menunjukkan perhatian pemerintah yang tinggi terhadap kedaulatan wilayah Indonesia.

“Pak Jokowi sangat concern pada kejadian illegal fishing kemarin, dan untuk semakin mengokohkan kehadiran kita di Natuna, maka beliau sepakat bahwa perlu dibuat pangkalan laut yang jauh lebih dekat dengan perairan Natuna,” ujar Laksda Taufiq, di Mako Lantamal III Jakarta, Jumat (24/06).

Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar), Laksamana Muda TNI A. Taufiqoerrochman, memberikan keterangan kepada jurnalis perihal kasus perairan Natuna di Mako Lantamal III, 24 Juni 2016. (Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta)

Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar), Laksamana Muda TNI A. Taufiqoerrochman, memberikan keterangan kepada jurnalis perihal kasus perairan Natuna di Mako Lantamal III, 24 Juni 2016. (Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta)


Pangarmabar menjelaskan bahwa kehadiran kapal-kapal Indonesia di perairan Natuna sekitar Zona Eksklusif Ekonomi (ZEE) yang berbatasan dengan Laut Cina Selatan merupakan tanda bahwa Indonesia memiliki juridiksi dengan menghadirkan kapal perang.

“Mengenai berapa jumlah kapal yang ditaruh tentu itu merupakan kebijakan dari Panglima TNI yang didasarkan pada situasi terkini, karena hal itu dimaksudkan untuk menunjukkan kedaulatan bangsa?,” kata Laksda Taufiq.

Laksda Taufiq kembali menegaskan bahwa penangkapan kapal nelayan Tiongkok di perairan Natuna pada pekan lalu telah dilakukan sesuai prosedur. Menurutnya, sebelum melakukan tembakan peringatan, pihaknya sudah melakukan prosedural yang ada mulai dari mengibarkan bendera ‘K’ hingga memberi peringatan melalui pengeras suara.

Sumber: Suara Pembaruan

Berbagi

  14 Responses to “TNI AL Tingkatkan Patroli Laut di Natuna”

  1.  

    gk mau pertamaxzs

  2.  

    3

  3.  

    Gue aja yg3

  4.  

    Bisa gak dibangun suatu pangkalan besar seperti terminal RIG pengeboran migas lepas pantai (pelabuhan onshore)

  5.  

    Hehehe…
    Anggap lah…Di natuna…ada 8 kri…level corvet ke atas…
    Yg Di aceh…selain malaka…. Samudra indonesia…tarakan… Selatan jawa…morotai… Aru…papua…dan misi PBB…. Bakal kekurangan Kapal / kri ga y?

  6.  

    Destoyer nya kapan nih datengnya?? itu panda keburu berulah lagi 😀
    masa yang unyu” ditaruh depan rumah terus , sekali” datengin yang garang 😀

  7.  

    Bagus sambil kawal imigran nelayan dari jawa hehehe…

  8.  

    panglima yg satu ini emang jempol, mulai kasus perompakan, kedaulatan dengan singapura sampai kedaulatan dengan china smua jadi Beres.
    aku dukung diakan jadi ksal dan selanjutnya panglima TNI, amat dibutuhkan seorang panglima yg cerdas ,tegas , berkomitmen penuh demi kejayaan NKRI

  9.  

    bangun pangkalan AL yang bisa menampung FREGAT,CORVET,LPD dan KAPAL SELAM,,bangun pangkalan AU yang bisa di darati oleh semua pesawat tempur TNI AU,,hanggar pesawat tempur,,4 unit APACHE GUARDIAN,,Lengkapi dengan radar canggih,,anti serangan udara jarak menengah dan pendek,,bangun sistem pertahanan pantai dari rudal YAKONT,,tempatkan 1 batalyon MARINIR,,1 batalyon PASKHAS,,1 batalyon gabungan ARHANUD dan RIDER…dan di back up oleh pangkalan AL dan AU terdekat,,,kalau semua itu terialisasi,,siapapun dan negara manapun akan pikir panjang untuk ganggu kawasan NATUNA….

  10.  

    Kupi item 1 mbah nowo

  11.  

    Emangnya kmn aja dr dl, patroli itu wajib dong, masa baru ada kapal china, br kita perketat patroli, di era Bpk Joko Widodo aparat tidak akan leha2 semua harus kerja, kerja, kerja

 Leave a Reply