Jun 082016
 

Angkatan Laut Indonesia sedang menyelidiki kecelakaan yang menyebabkan setengah tenggelamnya salah satu korvet mereka. Dan belum ada keputusan yang dibuat terhadap nasib kapal Angkatan Laut ex-Jerman Timur tersebut.

The Indonesian Navy (TNI Angkatan Laut, atau TNI-AL) telah meluncurkan penyelidikan formal atas kecelakaan yang meneggelamkan sebagian badan salah satu Korvet Kapitan Pattimura (Parchim I) class.

Kapal, KRI Pati Unus, sedang berlayar dari Selat Malaka menuju pelabuhan Belawan, Sumatera pada 13 Mei 2016 ketika menabrak sebuah objek bawah air, yang diyakini sebagai sisa-sisa kapal yang telah karam di dekat pintu masuk pelabuhan. TNI-AL menyampaikan insiden itu pada akhir Mei setelah gambar dari kapal tersebar secara online.

KRI Pati Unus (Foto: Tempo.co)

KRI Pati Unus (Foto: Tempo.co)

Sumber di TNI-AL Armada Barat (Koarmabar) dikonfirmasi oleh IHS Jane bahwa korvet itu tidak pada rute yang seharusnya (authorised route) saat berada dalam pelabuhan dan penilaian terhadap kerusakan kapal telah dimulai seiring dilakukannya penyelidikan kecelakaan.

Kapal Pati Unus dengan nomor 384, adalah kapal ex-Jerman Timur yang digunakan Angkatan Laut Jerman Timur Angkatan Laut pada bulan Juli 1983. Kapal itu kembali ditugaskan ke TNI-AL pada bulan Juli 1995.

TNI-AL mengoperasikan armada jenis ini dengan 16 kapal dari pertengahan tahun 1990-an sebelum KRI Memet Sastrawiria (380) mengalami kerusakan akibat kebakaran pada tahun 2008 dan kemudian dipensiunkan. Status KRI Pati Unus belum diketahui tingkat kerusakannya, dan belum bisa dikonfirmasi apakah kapal ini akan pensiun atau tetap beroperasi.

IHS Jane

  16 Responses to “TNI AL Investigsi Kecelakaan KRI Pati Unus”

  1. Simpang siur…

  2. One

  3. kasihan pensiun dini aja si kakek minta ganti yang baru…poros maritim dunia kenapa harus di jaga oleh kakek jompo yang sudah matanya rabun

  4. baiknya PAL mulai buat desain kaprang dg fungsi spt parchim class buru sergap kasel … yg sesuai dg kondisi laut dan iklim disini … kemampuan nguber kasel musti lebih hebat dari parchim dg tambahan dek buat heli sekelas panther.

  5. sudah pasti di pensiunkan……,

  6. Nyenggol kasel kali

  7. Gak bingung biasa aja kan dah dijelaskan secara ilmiah dan gamblang sama bung Tukang Ngitung, PhD.

  8. Ganti aja yg baru drpd di las lmbung kpal ngeronda lagi

  9. Indonesia darurat kaprang destroyer..

  10. soal alutsista yg rusak sbelum tempur itu udh biasa di indonesia…anggaran pemeliharaan nya habis dikorupsi..

  11. Naik kelas lah klo bikin kapal anti kapalselam. Minimal frigate anti submarine…. Dah terlalu ujur dah waktunya jadi museum….

  12. Udah waktunya istirahat tu kapal.dah banyak berjasa,ganti yang muda muda untuk tampil

  13. Memang harus pensiun …sudah 30 tahun lebih …35 tahun…..kalau Meriam nya bisa dipakai …ditaruh di LST terbaru saja …

  14. Pensiun aja..Ganti dengan Korvet Sigma atau PKR PAL…

  15. lucu ya katanya bisa buru kapal selam tapi objek logam atau hal yg ada di bawah air tidak terditeksi . gimana kalo perang dan seharusnya pt pal percepat pembuatan pkr agar kapal sekelas sigma dapat menggantikan semua kapal perang indonesia yg ada dan jangan ekspor dulu penuhin kebutuhan dalam negri

  16. DARI DOELOE KATA PARA WARJAG DIMARI ALUTISTA KITA SEMUANYA CUANGGIHHHH, PT PAL PALING HEBAT DI ASEAN, RUSSIA STROOOONG, PT DI KEREN, PINDAD WOW, PUNYA BANYAK SENJATA GHOIB YANG MUTAKHIRRRRR, TERNYATA YANG HEBAT CANGGIH DAN MUTAKHIR CUMA BAC0TNYA DOANG.. FAKTANYA SENJATA KITA KAGAK ADA YANG MONCERRRRRRRRR…

 Leave a Reply